NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Malam yang tenang di tepi danau perlahan memudar, digantikan oleh putaran musim yang silih berganti. Apa yang dimulai sebagai upaya bertahan hidup yang putus asa, kini telah berevolusi menjadi sebuah simfoni harmoni antara seorang mantan penguasa Alam Abadi dengan keasrian hutan berkabut Tiongkok. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan tanpa disadari, butiran waktu telah menumpuk menjadi lima tahun yang panjang.

Di dalam gubuk bambu yang kini telah diperluas dan diperkokoh dengan struktur kayu ek hitam, Xue Xiao duduk bermeditasi. Suara napasnya teratur, begitu pelan hingga hampir tak terdengar, selaras dengan denyut nadi hutan di luarnya. Jika lima tahun lalu ia adalah seorang remaja ringkih berusia empat belas tahun dengan tatapan bingung, kini sosok yang duduk di atas tikar anyaman bulu merpati itu telah bermetamorfosis sepenuhnya.

Xue Xiao perlahan membuka matanya. Kilatan cahaya keemasan redup muncul sesaat di pupilnya sebelum kembali menjadi hitam pekat yang dalam, seolah menyimpan rahasia semesta. Ia berdiri, dan setiap gerakannya memicu suara retakan halus dari persendiannya, seperti suara es yang pecah di musim semi.

Tubuhnya kini setinggi seratus delapan puluh sentimeter, proporsional dan tegap. Namun, ini bukan otot besar yang menonjol seperti kuli angkut. Otot-otot Xue Xiao ramping, padat, dan melekat erat pada tulang-tulangnya yang kini memiliki kepadatan seperti logam surgawi. Kulitnya, yang terus-menerus terpapar ramuan hasil olahan "Akar Kuning Keemasan" dan "Pil Pemurni Sumsum", tidak lagi sekadar kulit manusia. Warnanya putih bersih dengan rona sehat, namun jika disentuh, permukaannya terasa sejuk seperti giok dan memiliki ketangguhan yang mampu mematahkan belati baja biasa tanpa meninggalkan goresan.

Ia melangkah ke cermin air di tepi danau. Wajahnya telah kehilangan lemak bayi. Garis rahangnya tegas seperti pahatan batu, hidungnya mancung lurus, dan bibirnya selalu tertutup rapat dengan garis ketenangan yang absolut. Rambut hitam panjangnya, yang kini mencapai pinggang, diikat rapi dengan tali dari serat liana perak. Meski secara fisik ia tampak seperti pemuda berusia dua puluh tahun yang tampan, aura yang terpancar darinya adalah aura seorang tetua yang telah hidup berabad-abad, sebuah kontras yang memikat sekaligus mengintimidasi.

Xue Xiao mengepalkan tangannya. Ia merasakan aliran kekuatan murni yang bergejolak di bawah kulitnya. Selama lima tahun ini, meski ia gagal membangun Dantian yang penuh dengan energi spiritual karena tipisnya Qi di dunia ini, ia telah menemukan jalan alternatif, Kultivasi Fisik Absolut.

Ia telah mengonsumsi lebih dari seribu "Pil Penguat Tubuh Emas" yang ia sempurnakan setiap tahunnya. Alih-alih menyimpan energi di pusat pusar, ia memaksa setiap tetes sari pati tumbuhan obat meresap ke dalam sumsum tulang, otot, dan organ dalamnya. Jantungnya kini berdetak lebih lambat namun lebih kuat, mampu memompa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh dalam hitungan detik saat dibutuhkan.

"Lima tahun," gumamnya, suaranya kini lebih berat, dalam, dan berwibawa. "Tubuh ini... di Alam Abadi, mungkin sudah setara dengan praktisi Ranah Transformasi Otot tingkat puncak. Di dunia yang lemah ini, aku bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang bisa melukaiku."

Xue Xiao keluar dari gubuknya. Pemandangan di depannya bukan lagi sekadar hutan liar. Kebun obatnya telah berkembang menjadi hamparan tanaman eksotis yang tertata rapi. Tanaman "Hati Hijau" kini tumbuh setinggi dada, mengeluarkan aroma yang menenangkan setiap kali angin berhembus. Akar Kuning Keemasan telah beranak-pinak, memenuhi petak khusus yang dilindungi oleh pagar bambu hitam yang ia perkuat dengan teknik pengasapan khusus agar sekeras besi.

Sistem irigasi bambu yang ia buat lima tahun lalu kini telah digantikan oleh saluran batu yang ia pahat sendiri dari gunung. Air mata air mengalir jernih, melewati taman-taman obat sebelum berakhir di kolam bebek yang kini dihuni oleh puluhan keturunan dari bebek hutan pertama yang ia jinakkan.

"Kwek! Kwek!"

Sekelompok bebek menyambutnya, tapi mereka segera menepi saat sosok besar muncul dari balik pepohonan. Itu adalah seekor rusa jantan yang megah. Anak rusa yang dulu kakinya terjepit pohon kini telah tumbuh menjadi pemimpin kawanan. Tanduknya bercabang rumit dan berkilau seperti perak di bawah sinar matahari. Rusa itu mendekat, menggosokkan kepalanya ke bahu Xue Xiao dengan penuh pengabdian.

"Kau tumbuh dengan baik, Yin-Yin," ucap Xue Xiao sambil mengelus leher rusa tersebut. Ia menamai rusa itu Yin-Yin, sebagai pengingat pahit akan pengkhianatan di masa lalunya, agar ia tidak pernah lupa bahwa kebaikan hati harus selalu dibarengi dengan kewaspadaan.

Pagi itu, Xue Xiao memutuskan untuk melakukan rutinitas latihan fisiknya yang ekstrem. Ia tidak lagi sekadar berlari di tepi danau. Dengan satu hentakan kaki yang membuat tanah di bawahnya retak sedalam sepuluh sentimeter, ia melesat ke udara. Tubuhnya seringan kapas namun secepat anak panah.

Ia mendaki lereng pegunungan curam di belakang lembahnya hanya dengan menggunakan jari-jari tangannya, mencengkeram celah batu granit seolah batu itu adalah tanah liat lunak. Dalam waktu kurang dari lima belas menit, ia sudah berdiri di puncak tertinggi pegunungan tersebut, di mana angin bertiup kencang dan suhu turun drastis hingga membekukan tetesan air.

Xue Xiao berdiri di tepi tebing, memandang hamparan hutan berkabut di bawahnya yang membentang tanpa ujung. Ia mulai melatih gerakannya, sebuah seni bela diri yang ia ciptakan sendiri berdasarkan "Manual Tubuh Baja" dari masa lalunya, namun disesuaikan dengan fisiknya saat ini. Ia menyebutnya Seni Penghancur Gunung.

Setiap pukulannya membelah udara, menciptakan suara ledakan kecil (sonic boom). Saat ia menendang ke arah udara kosong, tekanan angin yang dihasilkan mampu mematahkan dahan pohon yang berjarak sepuluh meter darinya. Kekuatannya bukan lagi tentang sihir atau mantra, melainkan tentang mekanika tubuh yang sempurna dan penggunaan momentum yang efisien.

Saat matahari mencapai puncaknya, Xue Xiao duduk bersila di puncak gunung tersebut untuk menenangkan pikirannya. Tiba-tiba, indra pendengarannya yang kini mampu mendengar detak jantung tikus di bawah tanah dalam radius lima ratus meter, menangkap sesuatu yang aneh.

Bukan suara binatang. Bukan suara angin.

Itu adalah suara dengungan mekanis yang konstan. Bzzzzzz...

Xue Xiao membuka matanya. Jauh di kaki gunung sebelah barat, di area yang belum pernah ia jelajahi karena terlalu dekat dengan batas hutan luar, ia melihat sebuah benda kecil berkilau terbang di udara. Benda itu memiliki empat baling-baling kecil dan bergerak dengan cara yang tidak alami, terlalu kaku untuk seekor burung, terlalu cepat untuk seekor serangga.

"Benda apa itu? Tidak ada aura kehidupan, tapi ia bergerak dengan tujuan," pikirnya, keningnya sedikit berkerut.

Rasa ingin tahunya terusik. Selama lima tahun, ia merasa menjadi satu-satunya makhluk berakal di hutan ini. Namun, benda terbang itu adalah bukti nyata bahwa ada peradaban lain yang mengamati.

Xue Xiao berdiri, menatap tajam ke arah benda terbang tersebut (yang sebenarnya adalah sebuah drone survei). Ia merasakan perubahan di udara. Ketentraman yang ia bangun selama lima tahun kini mulai terusik oleh bayang-bayang dunia luar yang asing.

"Mungkin sudah waktunya," gumamnya pelan. "Hutan ini telah memberiku perlindungan dan kekuatan. Tapi tubuh ini... tubuh ini diciptakan untuk menghadapi badai, bukan hanya untuk berdiam di dalam keheningan."

Ia melompat turun dari puncak gunung, meluncur di antara pepohonan dengan kecepatan yang akan membuat mata manusia biasa hanya melihat bayangan kabur. Ia kembali ke gubuknya, mulai mempersiapkan tas kulit pohonnya dengan pil-pil terbaik, dan mengasah pisau kayunya. Ia tahu, pertemuan dengan Makhluk lain atau pemilik benda terbang itu hanya tinggal menunggu waktu.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!