NovelToon NovelToon
ABU DARI SIKLUS ABADI

ABU DARI SIKLUS ABADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Romansa Fantasi / Action / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:747
Nilai: 5
Nama Author: Varss V

Ash adalah pria dari dunia lain yang datang tanpa misi heroik. Ia bercanda, bertarung, dan bertahan hidup dengan cara yang terasa terlalu santai untuk dunia yang penuh perang dan kebohongan. Namun di balik tawanya, ada sesuatu yang tersegel di dalam dirinya kekuatan purba yang mulai bangkit setiap kali ia kehilangan. Saat konflik antar kerajaan, malaikat, Naga, dan iblis memanas, Ash terjebak di pusat siklus kehancuran yang jauh lebih tua dari peradaban mana pun. Semakin kuat ia menjadi, semakin tipis batas antara manusia dan monster. Pada akhirnya, dunia tidak hanya bertanya apakah Ash bisa menyelamatkan mereka, tetapi apakah ia masih Ash yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varss V, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# BAB 0 - DONGENG

Di setiap sudut benua Axeria, dari megahnya katedral emas di Varnhold hingga gubuk-gubuk kayu di tepian Lunaria, ada satu cerita yang tidak pernah berubah.

Sebuah cerita yang diajarkan sebelum seorang anak bisa mengeja namanya sendiri. Cerita itu bukan sekadar pengantar tidur ia adalah peringatan, sebuah belenggu tak terlihat yang dipasang di pikiran setiap makhluk fana.

Malam itu, lilin-lilin aromatik membakar aroma kemenyan di kamar sang pangeran muda. Di samping tempat tidurnya, seorang pendeta tua dengan jubah putih bersih membuka sebuah buku besar bersampul kulit dengan logo emas di tengahnya.

"Dengarkan baik-baik, Yang Mulia," suara pendeta itu parau namun berwibawa.

"Sebab sejarah adalah cahaya, dan melupakannya berarti membiarkan kegelapan menelan kita kembali."

Maka, dimulailah balada tentang Uroboros.

Dahulu, sebelum waktu memiliki detak jantung, dunia adalah sebuah kanvas putih yang sempurna. Dewa Pencipta, dengan jemari cahayanya, menenun bintang-bintang dan meniupkan napas kehidupan ke atas tanah Axeria.

Ia menciptakan Dua Belas Malaikat untuk menjaga keseimbangan, dan para Naga Kuno sebagai saksi keagungan-Nya.

Dunia saat itu tidak mengenal istilah 'akhir', karena segalanya abadi dalam kedamaian.

Namun, di tengah kesempurnaan itu, terjadilah sebuah anomali.

Bukan karena kesalahan Sang Pencipta, melainkan karena bayangan yang menolak tunduk pada cahaya.

Tapi dari kerak-kerak kerakusan yang paling dalam, merayaplah seekor makhluk yang bentuknya menghina segala hukum alam.

Ia adalah seekor ular, namun bersayap naga, ia memiliki sisik, namun berkilau dengan cahaya emas yang palsu.

Namanya adalah Uroboros.

Uroboros tidak tercipta untuk mencintai atau membangun. Ia tercipta oleh kekosongan itu sendiri untuk satu tujuan:

'Melahap segalanya'

Ia adalah wujud dari kerakusan tanpa batas. Ia melihat hutan yang hijau dan hanya berpikir tentang seberapa cepat ia bisa mengubahnya menjadi abu di dalam perutnya. Ia melihat lautan yang biru dan hanya ingin meminumnya hingga kering.

Dalam naskah kuno tertulis bahwa setiap kali Uroboros membuka mulutnya, satu bintang di langit akan padam. Ia adalah 'Lingkaran yang Menelan Dunia'.

Ia bahkan memakan ekornya sendiri, bukan karena ia bijaksana, tetapi karena setelah ia menghabiskan segala yang ada di dunia, hanya dirinya sendirilah yang tersisa untuk dikunyah.

Ketakutan mulai merayap seperti wabah.

Hutan Ecodonia mulai layu saat bayangan sang Ular melintas di atasnya. Kerajaan para Dwarf di bawah tanah bergetar hebat setiap kali Uroboros mendaratkan cakarnya di puncak gunung. Dunia menangis, memohon pertolongan kepada Sang Pencipta.

Namun, Sang Pencipta telah memberikan mandat-Nya kepada para Malaikat.

Samael, yang tertua dan paling perkasa di antara Dua Belas Malaikat, melihat kehancuran ini dengan hati yang hancur.

Ia tahu bahwa Uroboros bukanlah lawan yang bisa dikalahkan dengan sekadar pedang atau sihir. Uroboros adalah kutukan yang tidak bisa mati. Setiap kali ia terluka, darahnya yang keemasan akan jatuh ke tanah dan melahirkan monster-monster baru yang lebih mengerikan.

"Jika kita tidak bisa membunuhnya," seru Samael di atas puncak Gunung Suci, "maka kita harus menghentikan waktunya!"

Maka terjadilah persatuan yang paling tidak lazim dalam sejarah kosmos. Samael menurunkan egonya dan mengulurkan tangan kepada musuh bebuyutannya:

Zargoth, Sang Raja Iblis.

Dari kedalaman neraka yang paling hitam, Zargoth bangkit membawa pasukan bayangannya. Tidak ada cinta di antara mereka, hanya rasa takut yang sama.

Zargoth tahu bahwa jika Uroboros memakan dunia, maka tidak akan ada lagi "dosa" yang bisa ia panen. Ia akan kehilangan kerajaannya.

Sepuluh Naga Kuno, dipimpin oleh Dracnir yang perkasa, mengepakkan sayap mereka hingga menciptakan badai yang mampu membelah benua. Malaikat, Iblis, dan Naga tiga kekuatan yang seharusnya saling menghancurkan berdiri di satu garis depan.

Pertempuran itu dinamakan Malam Seratus Tahun.

Dunia menjadi saksi bagaimana enam malaikat agung jatuh dari langit dengan sayap yang terbakar, kehilangan keabadian mereka demi menusuk jantung sang Ular.

Empat naga kuno tewas tercabik, sisik mereka menjadi pegunungan yang kita injak hari ini. Bahkan Zargoth sang Raja Iblis harus membayar harga yang mahal.

ia terluka begitu parah hingga harus tertidur dalam mati suri selama ribuan tahun untuk memulihkan eksistensinya.

Uroboros tertawa di tengah pembantaian itu. Baginya, kematian ribuan pahlawan hanyalah hidangan pembuka.

Saat harapan hampir padam, Samael melakukan pengorbanan terakhir. Ia membisikkan doa kuno yang diberikan Sang Pencipta kepadanya, sebuah mantra yang mampu menjahit realitas.

Dengan bantuan darah naga yang tersisa dan api neraka yang masih membara, Samael menciptakan Sepuluh Lapis Segel Abadi. Satu per satu, segel itu dipasangkan ke tubuh Uroboros.

* Segel Pertama mengunci taringnya agar tidak bisa lagi menelan cahaya.

* Segel Kelima membekukan darahnya agar tidak lagi melahirkan bencana.

* Segel Terakhir menidurkan jiwanya dalam kehampaan yang tak berujung.

"Tidurlah, wahai Bencana," kutuk Samael saat Uroboros akhirnya jatuh terhempas ke kehampaan kosmos. "Biarkan namamu menjadi abu, dan biarkan dunia melupakan bahwa kau pernah bernapas."

Namun, beberapa saksi mencatat sesuatu yang terasa janggal. Sang ular tidak menatap mereka dengan amarah, kecewa, ataupun kebencian. Tatapannya justru entah bagaimana menyerupai persaudaraan.

Samael kemudian menyusun kembali sejarah. Ia memecah kitab kebenaran, Codex, menjadi lima bagian dan menyebarkannya agar tidak ada satu pun makhluk fana yang memiliki kekuatan untuk membangkitkan sang Ular kembali.

Ia mendirikan Varnhold sebagai mercusuar cahaya, memastikan bahwa setiap doa yang dipanjatkan manusia adalah energi yang memperkuat segel tersebut.

"Ingatlah ini, Yang Mulia," bisik sang pendeta. "Uroboros tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu. Ia adalah monster yang licik. Jika suatu hari nanti kau bertemu dengan seseorang yang memiliki aura emas yang menyilaukan namun membawa kehancuran di setiap langkahnya... jika kau bertemu dengan seseorang yang menertawakan kematian seolah itu adalah lelucon... maka kau telah melihat wajah sang Ular."

"Jangan tertipu oleh wajah manusianya. Jangan tertipu oleh tawa konyolnya. Uroboros adalah predator yang berpura-pura menjadi mangsa. Ia akan masuk ke dalam hidupmu sebagai teman, sebagai pelawak, bahkan sebagai pahlawan hanya untuk memastikan saat kau lengah, ia bisa menelan jiwamu tanpa sisa."

Pendeta itu meniup lilin di ruangan tersebut, meninggalkan sang pangeran dalam kegelapan yang pekat.

"Berdoalah kepada Samael, Nak. Karena hanya cahaya-Nya yang bisa menjauhkan kita dari perut sang ular."

1
anak panda
lantorrr thorrrr
anak panda
🔥🔥🔥
Varss V
Di usahakan secepat, dan sebanyaknya ka, kalo suka tolong kasih rating dan like nya ya🙏
anak panda
upp torre
Varss V
oke, makasih
anggita
ikut ng👍like aja, iklan👆.
anak panda
semangat torr
Varss V: Makasih ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!