NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Topeng yang Terbelah

​Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang tengah kediaman Danola setelah pengakuan mengejutkan dari Adrian. Kathryn berdiri mematung di dekat meja makan, tangannya masih memegang sendok kecil yang kini gemetar hebat. Matanya menatap Dimas pria yang kemarin ia tawarkan uang tabungan, pria yang ia kasihani karena mengira dia terusir dari rumahnya sendiri ternyata adalah pemilik imperium medis yang selama ini ia kagumi dari jauh.

​"Mas Dimas... jadi semua ini hanya sandiwara?" suara Kathryn nyaris tak terdengar, serak oleh rasa kecewa yang mendalam.

​Dimas melangkah maju, tangannya terulur ingin meraih jemari Kathryn. "Kathryn, dengarkan aku. Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya.."

​Namun Kathryn menggeleng cepat, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia merasa seperti orang bodoh yang dipermainkan dalam sebuah pertunjukan drama kelas atas. Tanpa sepatah kata lagi, ia berbalik dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Bunyi pintu yang tertutup rapat dan terkunci bergema di seluruh ruangan.

​Dimas hendak mengejar, namun langkahnya tertahan oleh tangan Paul yang memegang bahunya dengan kuat. Wajah Paul tampak sangat serius, jauh lebih tegang dari biasanya.

​"Biarkan dia sendiri dulu, Dimas," ujar Paul rendah. "Dia merasa harga dirinya terluka. Kamu tahu betapa tulusnya dia kemarin saat ingin membantumu. Sekarang, dia merasa ketulusannya itu hanya bahan tertawaan bagimu."

​Dimas mengepalkan tinjunya, rasa sesal menghujam jantungnya. Ia menoleh ke arah Reina yang masih terduduk lemas di lantai teras dengan wajah pucat pasi. Airin, sang pengacara, sudah tidak tahan lagi dengan situasi ini. Ia menutup tas kulitnya dengan kasar.

​"Nyonya Reina, saya mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Anda detik ini juga," tegas Airin. "Saya tidak akan mempertaruhkan lisensi saya untuk melawan pemilik firma hukum tempat saya bernaung. Permisi."

​Airin melangkah pergi tanpa menoleh lagi, meninggalkan Reina yang kini benar-benar sendirian di tengah badai yang ia ciptakan sendiri.

​Dimas menarik napas panjang, auranya kembali mendingin. Ia menatap Reina dengan tatapan yang sangat tajam, seolah wanita itu hanyalah serangga kecil yang mengganggu.

​"Jadi, Reina... kamu masih ingin menuntut harta gono-gini?" tanya Dimas dengan suara yang sangat rendah namun mematikan.

​Reina, yang menyadari dunianya runtuh, tiba-tiba berubah drastis. Ia merangkak mendekati kaki Dimas, mencoba meraih ujung celana pria yang selama ini ia maki-maki. "Dimas... sayang, maafkan aku. Aku tidak tahu... aku benar-benar khilaf. Kita bisa mulai lagi, kan? Aku istrimu, Dimas! Aku mencintaimu!"

​Adrian mendengus jijik mendengar ucapan itu. "Mencintai hartanya, maksudmu? Kemarin kamu bilang dia sampah, sekarang kamu bilang dia sayang? Benar-benar tidak tahu malu."

​Adrian kemudian menoleh ke arah Paul yang tampak masih bingung. "Pak Paul, biar saya jelaskan detailnya. Sahabat saya ini, Dimas Alvaro, adalah pewaris tunggal Alvaro Holdings. Dia memiliki 70% saham Medika Group dan pemilik sah gedung-gedung yang dikelola keluarga Reina. Selama ini dia diam karena dia ingin melihat apakah ada wanita yang bisa mencintainya tanpa melihat angka di rekeningnya."

​Paul menggelengkan kepala, tertawa getir. "Jadi selama ini aku berteman dengan salah satu orang terkaya di negeri ini dan aku baru tahu sekarang?"

​"Maafkan aku, Paul," gumam Dimas. "Identitas ini seringkali menjadi kutukan bagiku."

​Dimas kembali menatap Reina yang masih mencoba merayunya dengan air mata buaya. "Reina, jangan buang-buang tenagamu. Seluruh aset yang mengatasnamakan kamu rumah, mobil, hingga cafe yang hampir bangkrut itu semuanya dibeli dengan dana perusahaan milik keluargaku. Tim auditku sudah menemukan semua bukti penyelewengan dana yang kamu lakukan. Dalam waktu 24 jam, kamu harus mengosongkan rumah itu, atau polisi yang akan membantumu keluar."

​"Dimas! Kamu tidak bisa melakukan ini padaku!" teriak Reina histeris.

​"Aku bisa. Dan aku sudah melakukannya," balas Dimas dingin. "Sekarang, pergi dari sini. Jangan pernah menginjakkan kakimu di lingkungan ini lagi, atau aku akan memastikan namamu masuk daftar hitam di seluruh instansi keuangan di negara ini."

​Reina gemetar hebat. Ia menatap Paul, berharap ada belas kasihan, namun Paul hanya memalingkan wajah. Dengan langkah gontai dan penuh kehinaan, Reina berjalan keluar gerbang, menyadari bahwa mahkota palsunya telah hancur berkeping-keping.

​Setelah Reina pergi, suasana di ruang tamu kembali sunyi. Adrian menepuk bahu Dimas. "Aku akan urus montir di depan dan membereskan berkas-berkas di kantor. Kamu... urus saja urusan hatimu. Sepertinya itu jauh lebih sulit daripada mengusir mantan istrimu."

​Dimas mengangguk lemah. Setelah Adrian pergi, ia duduk di sofa dengan lemas. Paul duduk di seberangnya, menatap Dimas dengan tatapan menyelidik.

​"Jadi, apa rencana kamu sekarang, Tuan Besar Alvaro?" tanya Paul dengan nada menyindir namun tetap hangat.

​"Jangan panggil aku begitu, Paul. Aku tetap Dimas yang merawatmu kemarin," sahut Dimas. "Aku hanya ingin Kathryn memaafkanku. Aku tidak pernah bermaksud mempermainkannya. Saat dia memberikan uang tabungannya padaku... itu adalah momen paling mengharukan dalam hidupku. Aku merasa benar-benar dicintai sebagai manusia, bukan sebagai aset."

​Paul menghela napas, ia teringat bagaimana Kathryn menangis tadi. "Dia sangat tulus, Dim. Dia benci kebohongan karena hidup kami sudah cukup rumit dengan kehadiran Becca. Dia hanya ingin kejujuran."

​Dimas berdiri, matanya menatap ke arah lantai atas, ke arah pintu kamar Kathryn yang masih tertutup rapat. "Aku tidak akan pergi dari sini sampai dia mau mendengarkan penjelasanku. Meskipun aku harus menunggu di depan pintunya selamanya."

​Paul hanya bisa mengangguk pelan. Ia tahu, babak baru dalam hubungan mereka baru saja dimulai. Kekayaan Dimas mungkin telah mengusir Reina, namun kekayaan itu pula yang kini menjadi dinding pemisah antara Dimas dan hati Kathryn yang terluka.

1
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
Dwi Winarni Wina
kayaknya dokter dimas sangat cocok sama khatrin, daripada istrinya itu selalu menghina dan rendahkan...
Dwi Winarni Wina
istri durhaka berani melawan suami, dosanya besar Sekali itu...
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ira Janah Zaenal
ayo Dimas tinggalkan berkasmu segera ke rumah kediaman Dharmawangsa ... kath sedang membutuhkanmu😍😍
Sri Khayatun
ceritanya bagus ..suami yg sabar dan istrinya durhaka..saya suka
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 🙏🏻
total 1 replies
Sri Khayatun
semoga dia jadikan kahtrin sebagai istrinya kelak...
Sri Khayatun
aku mampir thorr
Ira Janah Zaenal
up up up💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ira Janah Zaenal
semangat dokter Dimas meraih hati ount kathryn😍😍💪💪
jajangmyeon
up
brawijaya Viloid
😎😎
brawijaya Viloid
keren nihh ceritanya
Anonymous
mulai tumbuh ni benih" cinta 🤭
Anonymous
krg ajar bgt, lgian dimas terlalu sabar
Anonymous
waw keren ada gambarnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!