Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.
Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.
Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Angin pagi yang tadinya sejuk kini berubah menjadi badai panas dan dingin yang bertabrakan. Di halaman luas paviliun utama keluarga Lin, puluhan elder Sekte Bunga Salju berdiri membentuk formasi es. Pedang mereka menyala biru dingin, membentuk kabut es tebal yang membuat rumput di bawah kaki membeku menjadi kristal.
Lin Xue’er, Tetua Agung Sekte Bunga Salju, melangkah maju. Aura kelas surgawi tingkat menengahnya menyebar seperti gelombang es abadi, menekan seluruh halaman hingga napas semua orang terasa berat.
“Lin Feng,” suaranya dingin seperti angin kutub, “kau masih punya kesempatan terakhir. Serahkan teknik api anehmu, dan aku akan memaafkan penghinaanmu terhadap muridku. Tolak… maka hari ini akan menjadi hari pemakaman Tuan Muda keluarga Lin.”
Lin Feng berdiri tenang di tengah halaman. Jubah hitamnya tak bergeming meski kabut es mulai menyentuh ujung kainnya. Di dadanya, Tungku Api Abadi berputar semakin cepat, lapar akan energi baru.
“Aku sudah bilang,” jawabnya pelan, tapi suaranya menggema seperti gemuruh api di dalam gua, “Sekte Bunga Salju tidak layak lagi menjadi sekutu. Dan hari ini… aku akan buktikan dengan cara kalian mengerti.”
Lin Xue’er tersenyum dingin. “Serang!”
Belasan elder bergerak bersamaan.
**Formasi Salju Menghancurkan Jiwa!**
Pedang es mereka menebas serentak. Ribuan jarum es tajam meluncur seperti hujan panah, setiap jarum mengandung qi es yang bisa membekukan meridian kultivator biasa dalam sekejap.
Lin Feng tidak mundur.
Ia mengangkat satu tangan.
**Langkah Api Bayangan – Bentuk Kedua: Bayangan Api Seribu.**
Tubuhnya berubah menjadi ratusan bayangan api merah gelap yang bergerak cepat di antara jarum-jarum es. Jarum es yang menyentuh bayangan langsung meleleh menjadi uap panas, sementara bayangan asli Lin Feng muncul tepat di depan dua elder terdepan.
**Telapak Api Menghancurkan Tulang – Api Menelan Nyawa.**
Dua telapak tangan menyambar dada kedua elder itu. Api merah gelap menyusup masuk seperti ular berapi. Dalam sekejap, qi es di dalam dantian mereka disedot keluar, diubah menjadi bahan bakar murni bagi Tungku Lin Feng. Tubuh kedua elder itu mengering, kulit mereka retak-retak seperti tanah gersang, lalu runtuh menjadi abu hitam yang bercampur dengan kabut es.
“ARRRGGHH!!”
Jeritan dua elder memecah formasi.
Lin Xue’er membelalak. “Mustahil! Qi es abadi kami… diserap?!”
Lin Mei yang berdiri di belakang Patriark Lin Tianhao menutup mulut dengan tangan. Matanya penuh kengerian. “Ini… bukan Lin Feng yang kukenal…”
Lin Feng tidak berhenti. Ia melangkah maju lagi.
Satu elder melompat tinggi, pedangnya menebas dari atas dengan teknik **Pedang Salju Membelah Gunung**.
Lin Feng hanya mengangkat kepala.
**Napas Api Jiwa – Tarik.**
Api merah gelap meledak dari mulutnya seperti naga api yang mengaum. Pedang es elder itu langsung meleleh sebelum menyentuh tubuh Lin Feng. Qi es di tubuh elder itu tersedot habis, tubuhnya terbakar dari dalam, jatuh ke tanah sambil berteriak kesakitan sebelum menjadi abu.
Dalam waktu kurang dari satu menit, lima elder Sekte Bunga Salju sudah lenyap menjadi abu.
Patriark Lin Tianhao yang berdiri di teras utama hanya bisa menatap dengan mata terpaku. Tangan kanannya gemetar. Ia tahu kekuatan Lin Feng sudah melampaui dirinya.
Lin Xue’er akhirnya tak tahan lagi. Ia melompat maju, jubah putihnya berkibar.
**Tangan Es Abadi – Membekukan Sembilan Langit!**
Kedua tangannya membentuk segel rumit. Udara di seluruh halaman langsung membeku. Lapisan es tebal setebal satu meter muncul di tanah, merayap cepat ke arah Lin Feng seperti ular es raksasa. Bahkan udara di sekitar Lin Feng mulai membeku, rambutnya ditutupi kristal es tipis.
“Matilah, anak setan!” teriak Lin Xue’er.
Tapi Lin Feng hanya tersenyum.
Di dalam dadanya, Yan Di Shen Zun tertawa keras.
“Sekarang, pewarisku… tunjukkan padanya apa itu Api Abadi yang sebenarnya!”
Lin Feng menghembuskan napas panjang.
**Reinkarnasi Api Abadi – Percikan Pertama: Api Membakar Jiwa Karma.**
Tubuhnya tiba-tiba terbakar. Api merah keemasan meledak dari setiap pori-porinya, membakar lapisan es yang menyelimutinya dalam sekejap. Es abadi yang konon tak bisa dicairkan oleh api biasa itu meleleh seperti lilin di bawah matahari. Uap panas membubung tinggi, membentuk awan jamur di atas halaman.
Lin Feng melangkah maju. Setiap langkahnya meninggalkan jejak api yang membakar es di tanah hingga retak-retak.
Ia muncul di depan Lin Xue’er dalam sekejap.
Satu telapak tangan menyentuh dada Tetua Agung itu.
Bukan pukulan keras.
Hanya sentuhan lembut.
Tapi api itu masuk ke dalam tubuh Lin Xue’er melalui dantiannya.
“Tidak… tidak mungkin…” bisik Lin Xue’er, matanya membelalak ketakutan. Ia merasakan qi es abadi seumur hidupnya yang ia bangun dengan susah payah mulai terbakar dari dalam. Dantiannya seperti tungku yang kebalik, membakar dirinya sendiri.
Lin Feng menatapnya dari jarak sangat dekat.
“Kau dulu bilang aku tak layak untuk Lin Mei. Sekarang… rasakan sendiri apa artinya tak layak.”
Api semakin ganas. Lin Xue’er berteriak kesakitan. Tubuhnya mulai memerah, lalu kulitnya retak, uap api keluar dari pori-porinya.
Dengan sisa kekuatan terakhir, ia mencoba meledakkan dantiannya sendiri untuk membawa Lin Feng mati bersama.
Tapi Lin Feng hanya menggeleng pelan.
**Napas Api Jiwa – Serap Total.**
Api merah gelap membungkus seluruh tubuh Lin Xue’er. Seluruh qi es abadi, seluruh pengalaman kultivasi, bahkan jiwa sebagian kecilnya disedot masuk ke Tungku Api Abadi Lin Feng.
Tubuh Tetua Agung Sekte Bunga Salju menyusut menjadi abu putih yang beterbangan ditiup angin pagi.
Halaman menjadi sunyi senyap.
Sisa elder Sekte Bunga Salju yang masih hidup mundur ketakutan, beberapa bahkan jatuh terduduk.
Lin Mei menangis. Air matanya jatuh ke tanah yang masih panas. Ia berlutut di depan Lin Feng.
“Lin Feng… aku… aku salah… tolong… aku masih mencintaimu… jangan bunuh aku…”
Lin Feng menatapnya dingin. Dulu, tatapan itu penuh cinta. Sekarang hanya ada api dendam yang sudah terlalu dalam.
“Kau dulu membatalkan pertunangan di depan seluruh keluarga. Sekarang kau memohon? Terlambat, Lin Mei. Kau boleh hidup… tapi mulai hari ini, setiap kali kau melihat api, ingatlah aku. Dan katakan pada sekte kalian… jika ada yang berani datang lagi, aku akan bakar seluruh gunung salju kalian hingga menjadi lautan api.”
Ia berbalik, meninggalkan Lin Mei yang terisak di tanah.
Patriark Lin Tianhao melangkah maju, suaranya bergetar.
“Feng’er… kau… sudah melampaui ayahmu.”
Lin Feng berhenti sejenak, tapi tak menoleh.
“Ayah… ini baru permulaan. Dunia ini pernah menghinaku sebagai sampah. Sekarang… aku akan bakar dunia ini hingga mengakui namaku.”
Ia melangkah pergi menuju paviliun utama.
Di belakangnya, abu putih salju bercampur abu hitam beterbangan seperti salju neraka.
Dan di dalam kesadaran Yan Di Shen Zun, tawa puas menggema.
“Bagus sekali… sekarang seluruh wilayah Selatan akan gempar. Klan Huo, Sekte Api Emas, bahkan Istana Kekaisaran… mereka semua akan datang mencarimu. Api Abadi telah bangkit… dan tak ada yang bisa memadamkannya.”