Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.
Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.
Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE SATU
"Selalu saja, setiap semester pasti banyak tugas seperti ini. Menyebalkan!" gerutuan itu terus terlontar dari bibir Siena, meskipun begitu tangannya tetap terulur untuk membereskan buku-buku tugas nya yang berserakaran di lantai ruang keluarga.
Namun, saat Siena hendak meraih buku yang ada di kolong meja kakinya tak sengaja tersandung tepian kursi sofa membuatnya jatuh terhuyung ke lantai.
Duk!
"Aaduhh!!" Rintih Siena seraya mengelus lutut nya yang membentur lantai.
Dari arah ruang tamu, Alexander Hartman yang mendengar suara gaduh itu segera berjalan mendekat. Ia melihat putri semata wayangnya itu tengah duduk dilantai sambil mengelus lutut kaki dan sesekali memaki kursi sofa.
"Astaga Sienaa!!!" teriak Alexander sambil memijat pelan pelipis nya.
Mendengar suara berat ayahnya, sontak Siena langsung menolehkan kepala menatap kearah sumber suara.
"Hehe ayah, tenang aku baik-baik saja ayah". Ujar Siena tersenyum meringis, menampilkan deretan giginya yang tampak putih, rapi dan bersih.
Alexander menghela nafas panjang, merasa kesal sekaligus frustasi melihat tingkah laku putri nya itu. Setiap hari ada saja masalah yang di timbulkan oleh Siena. Seperti dua hari yang lalu, ia baru saja dipanggil oleh pihak kampus untuk datang sebab Siena bermasalah. perempuan itu terciduk ikut balapan liar dan ditahan dipihak berwajib. Mau tidak mau Alexander harus menebusnya.
"Sehari saja kau tidak membuat masalah apa susahnya? Kepala ayah mau pecah rasanya memikirkan mu. Apa kau tak ingat masalah dua hari yang lalu?". Kata Alexander dengan geram
Siena tak menggubris ucapan ayahnya, ia berdiri lalu menepuk-nepuk pelan kedua tangannya seolah tengah membersihkan debu.
"Ayah.. Itu hanya sedikit kesenangan. Lagipula tidak ada yang terluka serius kan ?" sahut Siena dengan begitu santai sambil mengambil kembali buku-bukunya yang masih berserakan dilantai lalu ia kumpulkan jadi satu diatas meja.
Margaret Hartman, ibu Siena baru saja keluar dari arah dapur sambil membawa secangkir teh dan mendengar perdebatan suami juga putri nya hanya bisa mendesahkan nafas nya pelan seraya menggeleng-gelengkan kepala. Margaret menarik lembut lengan suaminya, mengajak pria itu untuk duduk lalu memberikan teh itu pada Alexander.
Kemudian, Margaret juga ikut mendudukkan diri disamping suaminya dan menatap Siena dengan raut wajah tenang.
"Sayang, kesenangan mu itu hanya akan membuat reputasi keluarga terancam. Kau harus lebih berhati-hati". Tegur Margaret dengan lembut
Mendengar itu, Siena menghela nafas kasar seraya memutar bola matanya jengah. Dilemparkan satu buku yang masih ada ditangannya itu keatas meja lalu ia membanting tubuhnya duduk dikursi single sofa sambil melipat kedua tangannya didepan dada menatap kearah Margaret.
"Tapi bu--"
"Siena Hartman!!" belum sempat Siena menyelesaikan ucapannya, Alexander sudah lebih dulu memotongnya dan berkata dengan tegas. "Cukup... Ayah sudah memutuskan, ayah akan mencarikan seorang bodyguard yang bisa mengawasi dan melindungi mu".
Mendengar itu, sontak kedua bola mata Siena membulat sempurna dan ia reflek menegakkan punggungnya dari sandaran kursi sofa.
"Apa ayah? Bodyguard...?" cicitnya
"Iya sayang, ini semua demi keselamatanmu dan ketenangan keluarga". Bukan Alexander yang menyahut, melainkan Margaret.
Siena tertawa sumbang mendengar nya, tapi itu hanya sesaat. Ia lalu mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan, matanya menatap Margaret dan Alexander bergantian. Namun, saat tatapan matanya menatap tepat pada ayahnya. Siena mengangkat sebelah alis nya sambil berkata. "Baiklah, kalau begitu. Ayah, ayo bertaruh... Siapa yang bisa bertahan menghadapi aku. Dan, jangan salahkan aku, jika membuat hidupnya ribet".
Setelah mengatakan itu, Siena langsung berdiri dari duduknya menyambar tumpukan buku-bukunya diatas meja lalu berbalik badan melenggang pergi menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar.
Mendengar itu, Alexander menepuk dahinya merasa geram dan juga frustasi. "Siena Hartman... Kau ini satu-satunya anak yang bisa membuat ayah tua sebelum waktunya!"
Siena yang baru saja hendak membuka pintu kamar dan mendengar ucapan ayahnya seketika langsung berbalik badan dan berdiri dipembatas tangga lalu berteriak. "Kalau begitu ayah sama ibu buatlah anak lagi yang bisa membuat ayah terus merasa muda..." Setelah itu, ia berbalik badan dan berlari masuk kedalam kamar nya.
"SIENAAAAA!!!!!" Teriak Alexander merasa geram setengah mati
"Ayah sudahlah, tahan emosi ayah ingat kesehatanmu". Kata Margaret mengingatkan suaminya
"Putri mu itu selalu bisa membuat kepala ku rasanya ingin pecah memikirkannya". Ujar Alexander sambil memijat pangkal hidung nya.
"Dia juga putri mu". Sahut Margaret
.
.
Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu dari luar lalu muncullah Rigel-asisten pribadi Alexander.
"Tuan.." sapa Rigel sambil menundukkan kepalanya sekilas
Alexander menoleh menatap kearah asistennya itu. "Rigel, kau tolong carikan bodyguard".
Kening Rigel mengernyit mendengarnya. Selama hampir 30 tahun ia bekerja dengan Alexander, baru kali ini tuannya itu meminta nya untuk mencarikan bodyguard.
"Bodyguard tuan ?" cicit Rigel kebingungan
"Hmm... Untuk Siena". Jawab Alexander
Sekarang barulah Rigel paham, kenapa tuannya itu meminta nya untuk mencari bodyguard. Ternyata untuk nona muda nya, yang suka berbuat onar.
"Baik tuan".
"Carikan segera dan pastikan besok pagi orang itu harus ada disini. Kau sudah tau kriterianya bukan ?" ujar Alexander
Rigel mengangguk," Ya tuan. Dia harus tangguh, kuat , pintar dan yang paling penting harus profesional dan tau batasan".
"Tapi yang lebih utama, orang itu harus tahan dengan sikap Siena..." imbuh Alexander
"Baik tuan, saya paham". Ujar Rigel
"Bagus, sekarang kau boleh pergi".
"Kalau begitu saya pamit undur diri tuan".
"Hmm..." Sahut Alexander berdehem pelan
Kemudian, Rigel menundukkan kepalanya sekilas lalu berbalik badan dan melangkahkan kakinya pergi.
Tanpa disadari, jika pembicaraan mereka ternyata didengar oleh Siena. Perempuan itu berdiri dianak tangga kedua sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Sebenarnya, ia berniat ingin mengambil air minum didapur tapi tak sengaja dia mendengar pembicaraan itu.
"Huh! baiklah kita lihat saja..Apa bodyguard itu benar-benar bisa tahan menghadapi ku, atau justru sudah kalah mental sebelum sempat bekerja". Gumam Siena lirih
Seulas senyum nakal tersungging diwajahnya saat ia sudah memikirkan strategi-strategi untuk membuat bodyguard itu kewalahan menghadapi sikapnya dan berakhir mengundurkan diri. Itu pasti akan terlihat menyenangkan, bukan ?
Setelah itu, Siena kembali melanjutkan langkah kakinya berjalan menuruni satu persatu anak tangga dan melenggang masuk kedapur.
Alexander yang melihat itu langsung berteriak memanggil putrinya.
"Siena... Kemarilah, ayah ingin bicara dengan mu". Ucap Alexander
Siena tak langsung menyahut, ia fokus menuangkan air minum kedalam gelas lalu berbalik badan berjalan keluar dan menyandarkan lengannya dipintu dapur.
"Ayah ingin bicara apa? soal bodyguard itu?" ujar Siena dengan begitu santai nya sambil menegak air putih.
"Ya, besok pagi dia akan mulai bekerja. Ayah harap kamu bisa bekerjasama dengan nya". Kata Alexander
Siena tak lamgsung menyahut, ia meminum air putih itu hingga tandas, lalu menegakkan kembali tubuhnya. "Tergantung orangnya!", setelah mengatakan itu Siena langsung melenggang pergi kembali ke kamar nya.
"Astaga Sienaaaa!!!!"
.
.
.
Hai hai hai semuanyaa... Buna comeback 👋🏻
mampir yaaa, jangan lupa kasih dukungannya. Terimakasih 🫶🏻♥️
ayo lanjut lagi
secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date
ok👍👍👍
tetap semangat yaaaaa
lanjut