NovelToon NovelToon
SI IMUT MAFIA

SI IMUT MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saerin853

Di dunia ini, ada aturan yang tidak tertulis namun absolut: Terang tidak akan pernah bisa bersatu dengan gelap, dan nyawa seorang mafia tidak akan pernah bisa terlepas dari belenggu keluarganya.

Bagi Kaelan, aturan itu adalah kutukan.

Di dalam ruang rapat utama kediaman klan, yang dihiasi lampu gantung kristal senilai ratusan juta, udara terasa mencekik. Lima pria tua dengan jas rapi duduk mengelilingi meja mahoni panjang. Mereka adalah para Tetua—urat nadi dari bisnis gelap yang Kaelan pimpin. Di atas meja, tergeletak sebuah foto wanita bergaun sutra merah dengan senyum anggun yang memuakkan.

"Isabella dari klan Vivaldi. Cantik, penurut, dan yang paling penting... dia akan memperkuat aliansi bisnis senjata kita di Eropa, Kaelan," ucap salah satu Tetua dengan suara seraknya yang penuh tuntutan. "Pernikahan kalian akan dilangsungkan bulan depan. Tidak ada penolakan."

Kaelan bersandar di kursi kebesarannya. Mata elangnya menatap foto itu d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saerin853, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Tangan Rico yang memegang gagang pintu mengeras. Tatapan mata pria berjas abu-abu itu yang biasanya selalu sopan dan menunduk di hadapan Anya, kini berubah tajam dan penuh otoritas. Ia adalah tangan kanan Ketua Klan Obsidian, dan ia tahu persis kapan harus bertindak rasional.

"Tidak, Nyonya," tolak Rico dengan suara tegas, memblokir jalan Anya.

Anya mendelik, mengangkat dagunya menantang. "Menyingkir, Rico. Aku tidak meminta izinmu. Aku memberimu perintah."

Preman pasar itu baru saja akan mendorong dada Rico untuk menerobos keluar, namun dengan gerakan yang sangat cepat dan terlatih, Rico menangkap pergelangan tangan Anya. Cengkeramannya kuat, mengunci pergerakan gadis itu tanpa menyakitinya.

"Lepaskan aku!" desis Anya, meronta dengan marah. "Paman Arthur akan menggunakan celah ini untuk menghancurkan klan! Kalau Kaelan tidak bisa memimpin karena sedang menangis di bawah sana, maka aku yang akan pergi!"

"Dan membiarkan Anda terbunuh di sana?!" balas Rico, nada suaranya sedikit meninggi, membuat Anya tersentak.

Rico menghela napas panjang, menatap mata Anya yang memerah karena menahan tangis dan amarah. "Maafkan ketidaksopanan saya, Nyonya Anya. Tapi jika saya membiarkan Anda pergi ke kota sendirian malam ini, Tuan Kaelan—bukan Milo, tapi Tuan Kaelan yang asli—akan bangun besok pagi dan menembak kepala saya, lalu ia akan menghancurkan seisi kota untuk mencari Anda."

Anya menggigit bibir bawahnya, meronta lebih lemah. "Dia tidak peduli padaku, Rico. Dia hanya peduli pada Keira."

"Anda salah besar," Rico menggeleng pelan. Ia menarik tangan Anya, bukan untuk menyakitinya, melainkan menuntun gadis yang sedang kalut itu keluar dari kamarnya. "Masalah Anda bukan di kota, Nyonya. Paman Arthur bisa menunggu. Masalah Anda ada di ruang tengah, dan berlari dari masalah bukanlah gaya seorang Nyonya Obsidian."

"Hei! Rico! Lepaskan! Aku tidak mau ke sana!" protes Anya sambil berusaha menahan langkahnya, namun tenaga Rico jauh lebih besar.

Pria itu setengah menyeret Anya menuruni tangga. Suara langkah kaki mereka yang berdebum keras di anak tangga kayu memecah keheningan, menghentikan obrolan dan tawa di ruang tengah seketika.

Milo dan Keira yang sedang duduk di sofa langsung menoleh. Mata bulat Milo membelalak kaget melihat Rico menarik paksa tangan Anya.

"Rico! Apa yang kau lakukan pada Anya?!" seru Milo panik, melompat dari sofa dan bersiap membela sahabat tomboynya itu.

Rico melepaskan pergelangan tangan Anya tepat di hadapan sofa, lalu pria itu mundur selangkah, melipat tangannya di dada seperti penjaga penjara. "Selesaikan kesalahpahaman ini sekarang juga. Saya tidak akan membiarkan Nyonya Anya melakukan tindakan bunuh diri dengan pergi ke kota malam ini hanya karena cemburu."

Ucapan blak-blakan Rico membuat suasana di ruang tengah mendadak hening. Milo terdiam, berkedip-kedip bingung. Wajah Anya memerah padam menahan malu dan gengsi yang luar biasa karena niat nekatnya dibongkar begitu saja.

Keira, yang masih duduk anggun di sofa, menatap Anya lekat-lekat. Mata wanita itu menyapu penampilan Anya yang berantakan, jaket kulitnya, hingga mata cokelatnya yang berkaca-kaca karena terluka.

"Anya..." panggil Keira lembut. Ia menepuk ruang kosong di sebelahnya. "Duduklah. Tolong."

Anya mendengus, memalingkan wajahnya. "Tidak usah repot-repot bersikap manis, Nona Paris. Teruskan saja reuni kalian. Jangan pedulikan aku."

"Anya, kumohon," kali ini Milo yang bersuara. Pria bertubuh raksasa itu menunduk menatap jari-jarinya sendiri dengan raut wajah bersalah. "Aku... aku minta maaf kalau aku membuatmu marah. Aku hanya... sangat takut suara tembakan tadi."

Melihat wajah Milo yang memelas seperti anak anjing yang dituduh mencuri sepatu, pertahanan Anya runtuh. Preman pasar itu menghela napas kasar, lalu dengan gerakan kaku, menjatuhkan dirinya di single sofa yang berseberangan dengan Keira dan Milo.

Keira tersenyum tipis. Ia menuangkan secangkir teh hangat dari teko porselen dan menyodorkannya ke meja di hadapan Anya.

"Kau tahu, Anya," Keira memulai percakapan, suaranya mengalun tenang dan sangat dewasa. "Sepanjang perjalananku ke pulau ini, aku merasa sangat gelisah. Ayahku memberitahuku bahwa Kaelan sedang berperang. Pikiranku langsung melayang pada pemuda belasan tahun yang selalu pulang dengan tubuh penuh luka dan tidak mau bicara pada siapa pun."

Keira menoleh, menatap Milo yang duduk di sebelahnya dengan tatapan penuh kasih, layaknya seorang kakak menatap adik kecilnya.

"Tapi saat aku tiba di sini... dan melihat Kaelan menggenggam tanganmu di meja makan tadi pagi," Keira tersenyum sendu, kembali menatap Anya. "Aku menyadari satu hal yang sangat besar."

Anya menyipitkan matanya, kewaspadaannya masih tinggi. "Menyadari apa? Bahwa selera bos mafia itu anjlok karena memilih preman pasar sepertiku?"

Keira tertawa pelan, tawa yang tulus dan tidak merendahkan sama sekali. "Tidak, Anya. Justru sebaliknya. Aku menyadari bahwa Kaelan yang kucintai dulu... sudah tidak ada."

Anya tertegun. Genggamannya pada lengan sofa sedikit mengendur.

Keira membetulkan posisi duduknya, menatap Milo sejenak sebelum kembali menatap Anya. "Kaelan yang dulu menyukaiku adalah anak laki-laki yang hancur, yang butuh tempat bersembunyi. Dan aku memberikan tempat sembunyi itu padanya. Tapi Kaelan yang sekarang adalah pria dewasa, Ketua Klan yang memikul beban ribuan nyawa. Dia tidak butuh tempat sembunyi lagi, Anya. Dia butuh seseorang yang berani berdiri di sampingnya untuk bertarung."

Wanita anggun itu mengulurkan tangannya, menyentuh lengan Milo dengan lembut.

"Dan malam ini, saat Kaelan ketakutan, yang muncul mencariku bukanlah suamimu," ucap Keira, matanya berkaca-kaca menahan haru. "Yang mencariku adalah Milo. Anak laki-laki berusia delapan tahun yang membeku dalam waktu, yang masih menganggapku sebagai figur ibunya, tempatnya merasa aman. Yang mencintaiku adalah Milo, Anya. Bukan Kaelan."

Jantung Anya seolah berhenti berdetak sesaat mendengar penjelasan itu. Semua kepingan puzzle yang berantakan di kepalanya mendadak tersusun rapi.

Milo mengangguk pelan, menatap Anya dengan mata bulatnya yang polos. "Keira benar, Anya. Aku sayang sekali pada Keira karena dia selalu wangi dan lembut. Tapi si Kaku... si Kaku itu sangat berisik di dalam kepalaku kalau menyangkut dirimu. Dia terus-menerus memikirkanmu, memikirkan senyummu, tawamu... Si Kaku itu sangat, sangat mencintaimu, Anya."

Dada Anya bergemuruh hebat. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah, namun kali ini bukan air mata keputusasaan, melainkan air mata kelegaan yang luar biasa. Beban berat dan rasa insecure yang mencekiknya selama berjam-jam sirna tak berbekas.

Keira bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Anya, lalu tanpa ragu memeluk gadis tomboy itu dengan erat. Anya yang biasanya anti-sentuhan asing, kali ini membiarkan dirinya dipeluk oleh wanita yang sempat ia anggap sebagai musuh terbesarnya.

"Ternyata kau tidak menyebalkan seperti pelakor di sinetron ikan terbang," bisik Anya serak di bahu Keira, gaya tengilnya perlahan kembali, membuat Keira terkekeh pelan.

"Dan kau tidak sekasar preman pasar yang diceritakan ayahku," balas Keira, melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di pipi Anya dengan ibu jarinya. "Kau adalah Nyonya Obsidian yang sempurna, Anya. Hanya kau yang bisa menaklukkan hati keras pria itu."

Anya tersenyum lebar, menghapus sisa air matanya dengan kasar. Ia menatap Keira dengan tatapan penuh rasa hormat. Bayangan wanita licik yang ingin merebut suaminya musnah sudah. Keira ternyata adalah wanita yang luar biasa dewasa, bijak, dan tulus.

Di ambang pintu, Rico menghela napas lega dan mengusap keringat dingin di dahinya. Bencana perang dunia ketiga di ruang tengah akhirnya berhasil dihindari.

"Nah," Anya menepuk kedua pahanya, bangkit berdiri dengan energi yang kembali terisi penuh. Ia menoleh menatap Rico dengan seringai andalannya. "Rico! Minta anak buahmu istirahat. Kapal tidak akan berangkat malam ini."

"B-baik, Nyonya," jawab Rico patuh.

Anya kemudian menoleh menatap Milo yang sedang tersenyum ceria padanya. Gadis tomboy itu berkacak pinggang. "Dan kau, Bayi Raksasa. Tidurlah di kamar tamu bersama Keira malam ini. Puas-puaskan bermanja-manja dan bercerita padanya."

Mata Milo berbinar terang. "Benarkah?! Aku boleh tidur sambil dipuk-puk oleh Keira?!"

"Ya. Tapi hanya malam ini," ancam Anya dengan gaya galaknya. "Karena besok pagi, saat matahari terbit, aku akan memastikan si Kulkas Dua Pintu itu bangun. Dan kami akan pergi ke kota untuk menendang bokong Paman Arthur sampai ke Mars."

Malam itu, tawa kembali memenuhi vila di pulau pribadi tersebut. Tidak ada lagi kecemburuan. Anya telah belajar bahwa cinta sejati tidak selalu berarti menjadi segalanya bagi seseorang, tetapi mengerti setiap sisi dari orang tersebut. Dan besok, sang Nyonya Obsidian akan kembali untuk mengklaim takhtanya.

B

1
supermine
💪
supermine
🤭
supermine
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!