Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15
"Tunggu, tunggu..." Gabriel meletakkan botol tequila-nya dengan bunyi thud yang keras di atas meja kaca. Matanya yang sayu mendadak melebar, menatap Garcia yang kini terduduk lemas di lantai sambil memeluk botol kosong. "Kau bilang... pria kaku itu... crush yang membuatmu gila selama bertahun-tahun itu... adalah Tharzeo Manafe?!"
Garcia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, mengerang panjang seolah baru saja mengakui dosa paling memalukan di dunia. "Iya, Gaby! Kakak si 'Vavo'-mu itu! Si robot tanpa emosi yang kalau menatap orang seolah-olah sedang menghitung nilai depresiasi aset!"
Gabriel meledak dalam tawa hingga tubuhnya terjungkal ke belakang di atas karpet bulu. "Hahaha! Garce, kau benar-benar punya selera yang berbahaya! Kau ingin menaklukkan gunung es dengan semburan api? Itu mustahil!"
"Aku sudah mencoba segalanya!" Garcia bangkit, suaranya meninggi karena pengaruh alkohol. "Kau pikir kenapa aku membiarkan berita kehancuranku di media? Kenapa aku membiarkan paparazzi memotretku mabuk dan keluar-masuk kelab malam dengan gaun minim? Itu semua agar aku bisa dilirik olehnya, Gaby! Aku ingin dia datang, menarik lenganku, dan memarahiku karena merusak citra keluarga Alton-Manafe. Tapi apa yang dia lakukan?"
Garcia memeragakan wajah dingin Tharzeo dengan sangat akurat. "Dia hanya berdiri di sana, menyesap kopi hitamnya, lalu berkata pada asistennya: 'Pastikan Nona Alton pulang dengan selamat, jangan sampai dia muntah di trotoar depan kantor.' Hah! Dunia sekejam ini padaku!"
Gabriel merangkak mendekat, lalu merangkul bahu sahabatnya itu dengan penuh empati mabuk. "Tenang, Sayang... Tenang. Theo memang sulit, tapi dia bukan tidak punya hati. Dia hanya punya sistem operasi yang terlalu kaku."
"Dia bahkan tidak memandangku sebagai wanita!" Garcia terisak konyol. "Bagi dia, aku mungkin hanya sebuah variabel gangguan dalam laporan tahunan. Aku sudah mencintai pria dingin itu bertahun-tahun, sejak kita masih di High School, Gaby! Saat kau mengejar Ezzvaro, aku mengejar bayangan kakaknya di perpustakaan. Tapi dia lebih tertarik pada buku kalkulus daripada aku yang sudah memakai parfum paling mahal seantero London!"
Gabriel mengusap-usap punggung Garcia. "Tenang saja. Theo pasti akan bertekuk lutut nanti. Jika dia bisa menutup mata untukku dan Ezzvaro, artinya dia punya sisi manusiawi. Kita hanya perlu mencari 'bug' di sistem operasinya."
Garcia tiba-tiba berhenti menangis. Ia menoleh ke arah Gabriel dengan mata yang berkilat nakal, sebuah senyum licik muncul di wajahnya yang berantakan. "Hahaha, kau konyol, Gaby. Tapi kau benar. Aku butuh strategi baru."
Ia menyikut pinggang Gabriel, lalu mendekat dengan nada berbisik yang sangat antusias. "Ayo, ceritakan padaku lagi... soal permainan kalian semalam. Gaya apa yang kalian pakai sampai kau bisa membuat Ezzvaro tumpah di dalam tanpa sadar? Aku butuh referensi. Aku akan menggunakannya bersama Theo-ku suatu saat nanti! Aku akan membuatnya meledak sampai dia lupa cara menghitung bunga bank!"
Gabriel tertawa terbahak-bahak hingga perutnya sakit. "Garce! Kau benar-benar gila! Kau ingin memakai gaya bebas untuk menjerat robot seperti Theo?"
"Tentu saja! Ceritakan detailnya! Bagaimana posisimu saat dia mulai kehilangan kendali? Bagaimana caramu membisikkan namanya?" Garcia mengambil sebuah buku catatan kecil dari laci meja—yang entah sejak kapan ada di sana dan bersiap menulis. "Aku akan mencatatnya sebagai 'Panduan Menjinakkan Monster Es'."
Malam itu pun berubah menjadi sesi bimbingan teknis yang paling tidak senonoh di London. Gabriel, dengan binar bahagia karena cintanya yang kembali, menceritakan bagaimana Ezzvaro memojokkannya di antara meja kerja, bagaimana jemari berurat pria itu mencengkeram pinggangnya, dan bagaimana penyatuan mereka semalam meruntuhkan segala logika profesional.
"Jadi... kau harus membuatnya merasa memegang kendali, padahal kaulah yang mengarahkan setiap gerakannya," ujar Gabriel sambil memeragakan gerakan tangan yang provokatif.
"Dicatat!" Garcia menulis dengan penuh semangat. "Membuat target merasa menjadi predator, padahal dia adalah mangsa. Check."
"Dan jangan lupa bisikan di telinganya. Suara rendah, sebut namanya dengan nada memohon tapi menantang," tambah Gabriel.
"Sebut nama... Tharzeo... dengan nada menantang. Oke, dicatat!" Garcia nyengir lebar. "Hahaha! Bayangkan wajahnya yang kaku itu saat aku melakukan ini padanya. Dia akan mengalami system crash total!"
Di tengah tawa konyol dan rencana-rencana gila itu, dua wanita ini tidak menyadari bahwa di luar sana, fajar mulai menyingsing. Persahabatan mereka yang aneh telah melahirkan konspirasi yang jauh lebih besar dari sekadar perjodohan.
"Ayo tidur, Garce. Besok kau harus ke kantor dengan gaya bar-bar mu untuk memancing Ezzvaro," ujar Gabriel sambil menguap lebar.
"Dan untuk mencuri perhatian Theo!" Garcia berdiri, lalu terjatuh kembali ke sofa. "Selamat malam, Calon Adik Ipar."
"Selamat malam, Calon Kakak Ipar Gila," balas Gabriel sambil memejamkan mata.
Malam itu, rahasia besar telah terungkap di antara botol-botol kosong. Bahwa di balik setiap kekacauan yang dibuat Garcia, ada satu nama yang ia kejar. Dan di balik setiap kepatuhan Gabriel, ada satu pria yang ia kendalikan.
Permainan di Manafe Corp akan menjadi jauh lebih menarik, karena sekarang, dua singa betina ini telah resmi bersekutu untuk meruntuhkan kekuasaan dua raja es Manafe.
🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰