NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

.

.

.

Sebenarnya gadis itu masih merasa syok dengan kejadian yang ia alami sebelumnya. Jujur saja hal itu menjadikannya rindu dengan kebersamaannya dengan ayahnya dulu. Ayahnya lah yang selalu bisa membuat perasaannya menjadi lebih tenang, dan saat ini ia ingin secepatnya bertemu dengan pria tua tersayangnya itu.

Setelah ia mencari ayahnya di perpustakaan miliknya, dan ruang kerjanya. Ia pun langsung berjalan menuju sebuah kamar utama yang merupakan kamar ayahnya itu.

Dengan langkah pelan Bella pun mendekati kamar tersebut, dan dapat ia dengar suara ibu tirinya dari celah pintu kamar yang terbuka milik ayahnya itu.

Sepertinya, penolakan Bella yang terakhir terhadap Brandon kembali menyebabkan konflik diantara keduanya. Sejujurnya, Bella merasa kesal dengan sikap ibu tirinya itu, yang selalu membuat kehidupan tenang ayahnya menjadi sulit.

Sambil menyandarkan tubuhnya ke tembok pelan, bukan bermaksud menguping. Tapi, ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan kehadirannya.

"Sejujurnya, Addison, kurasa rasa sayang mu itu terlalu berlebihan pada Bella! Kalau kau terus membiarkannya menolak banyak pria bangsawan, lalu sampai kapan ia dapat menjadi dewasa?"

"Istriku sayang, mengapa kau harus merepotkan dirimu sendiri? Biarkan Bella memutuskan yang terbaik untuknya."

"Oh... Addison, setidaknya kau harus melakukan sesuatu untuknya!"

"Melakukan apa, Sayang?" Jawab Addison dengan nada bosan.

"Setidaknya, carikan ia seorang suami! Kalau kau tak mau, biarkan aku yang mencarikannya!"

"Kau sudah melakukannya berkali-kali, Car. Lagipula aku tak ingin memaksanya, istriku."

"Tapi, Addison, dia telah menolak tiga orang pria yang melamarnya, dan sekarang semua orang mulai menganggapnya sebagai penolak lamaran laki-laki."

'Oh, sebaiknya yang dua terakhir itu jangan kau perhitungkan.' pikir Bella, yang sejak tadi tak sengaja mendengar perdebatan keduanya.

"Kau tak perlu mendengar gosip itu, sayang. Aku yakin jika waktunya telah datang, Bella pasti akhirnya akan memilih yang terbaik."

"Ya, kuharap kau benar. Dan mungkin hanya laki-laki tangguh yang berani menantangnya, atau gadis itu akan berakhir sebagai seorang perawan tua."

"Omong kosong, Bella terlalu cantik untuk berakhir menjadi seorang perawan tua."

'Oh... Papa.' batin Bella tersenyum, merasa cukup senang dan berterima kasih, karena papanya membelanya dan tidak memaksanya untuk cepat menikahi Brandon.

Sebenarnya, Bella mengetahui jika ibu tirinya itulah dalang dari lamaran yang dilakukan oleh Brandon. Tapi, sejak penolakan mentah-mentah Bella terhadap perjodohan itu, seketika membangkitkan amarah Caroline. Dan membuat wanita itu menjauhi papanya. Untungnya, papanya itu tetap mendengarkan permohonannya untuk tidak menyerahkannya kepada laki-laki hidung belang itu.

Dan saat itu, ia telah pergi ke rumah keduanya, Klub Blanche, tiap kali ia ingin melarikan diri dari konflik drama perempuan yang menghuni rumahnya, dan diam-diam ia telah memutuskan penyelesaian tentang masalah Tuan Brandon Launster.

Dan Papanya kembali ke rumah dengan membawa suatu keputusannya, untuk tak membiarkan putri pertamanya untuk menikah dan terikat dengan laki-laki angkuh, Brandon. Yang membuat Bella merasa lega mendengarnya, bahkan sampai membuatnya menangis terharu.

Tapi, bagi Caroline kehilangan mainan kecilnya, membuat amarahnya semakin membludak. Dan sejak itu, ia selalu membuat papanya membayarnya.

"Addison, cobalah untuk tidak menunjukkan sikap pilih kasih mu." Kritik Caroline. "Mungkin, anak-anak perempuanku memang tidak secantik anak emakmu itu. Tapi, aku yakin mereka akan merekah pada waktunya. Lagipula, aku rasa kau terlalu memanjakan Bella seperti saat ini." Sambungnya.

'Papa tak pernah memanjakan ku.' teriak Bella dalam hati, sambil melirik kearah Caroline melalui celah pintu terbuka secara hati-hati.

"Sejujurnya, Addison, aku tak pernah mengerti, mengapa kau tak membiarkannya menikah dengan tuan Brandon. Pikirkan keuntungan yang akan ia bawa pada keluarga kita! Dia adalah anak laki-laki kedua dari keluarga Launster, dan jika kakaknya itu meninggal, maka kemungkinan besar Bella akan menjadi seorang Marchiones!"

"Caroline, demi Tuhan! Aku tahu Albern muda memang tak pantas menjadi seorang Marquess. Tapi setidaknya, ia baik-baik saja dan hidup."

"Dia memang Hidup, tapi kau tak bisa mengatakan ia baik-baik saja. Pria yang malang, rentan, dan sakit-sakitan. Aku yakin dia terkena penyakit parah, yang dapat membuat hidupnya tak bertahan lama. Dan aku yakin Tuan Brandon pantas menggantikan kakaknya itu. Tapi sayang sekali, kita telah kehilangan kesempatan itu!"

"Kesempatan apa? Kesempatan untuk mengambil putri ku dan mempermainkan nya. Lalu, mengambil keuntungan dari kematian orang lain!" Kata Tuan Winston dengan amarah yang tertahan.

"Ayolah Caroline, Bella tahu mana yang terbaik untuknya. Dan itu bukan laki-laki sombong dan bodoh seperti Brandon itu." Sambung laki-laki tua itu.

"Oke, terserah padamu. Tapi, jangan sampai kau menyesal karena telah membiarkannya menjadi seorang perempuan liar."

"Liar? Ayolah sayang, Bella ku tak memiliki darah liar dalam dirinya. Dia adalah seorang wanita bangsawan terhormat, sepenuhnya turunan bangsawan."

"Apa maksudmu itu?" Sambar Caroline. "Kau sedang menyindir ku, karena aku bukan keturunan bangsawan seperti istri pertama mu."

"Bukan, maksud ku bukan seperti itu, Sayang!"

"Oke, jika yang kau maksud 'wanita bangsawan' itu mengacu pada gaya hidupnya yang mahal, maka aku tak menyetujuinya. Ayolah Addison, kita tidak bisa untuk selalu membiayai kehidupannya itu, kita harus mencarikan seorang pria kaya yang dapat membiayai kehidupannya yang mahal itu! Lalu, ia juga terlalu sering menyumbangkan separuh uang kita kepada orang-orang miskin!"

"Ayolah, jangan melebih-lebihkannya, Caroline. Lagipula, itu hanya emas."

"Hanya emas?" Pekik Caroline terkejut.

"Iya kau bisa berkata begitu sekarang, Addison. Lagipula kau memang tak pernah mengalami hidup dalam kemiskinan." Sambung Caroline yang tiba-tiba saja mulai menangis tersedu-sedu. "Aku yakin, kita akan berakhir di sebuah penampungan orang-orang miskin. Jika terus begini, Addison."

"Cup, cup, Sayang, jangan menangis. Aku tahu kau telah cukup menderita sejak kematian suami pertamamu, tapi percayalah hidup mu dan anak-anak mu akan selalu sejahtera bersama ku. Lagipula, kau jangan khawatir, bisnis memang sedang dalam keadaan buruk sekarang. Tapi ku yakin, itu akan kembali membaik lagi. Dan kita semua akan tetap baik-baik saja."

Dapat Bella lihat dari celah tersebut, jika papanya itu sedang memeluk Caroline mencoba menenangkan wanita itu.

"Ya aku mempercayai mu, tapi... Aku sungguh merasa takut, Addison."

"Tenanglah, sayang. Aku akan meminta salah seorang pelayanan untuk membawakan mu teh, oke?"

"Baiklah." Kata Caroline mengiyakan tawaran suaminya itu.

Menyadari bahwa papanya itu akan keluar meninggalkan ruangan, dengan cepat Bella pun langsung menyelinap masuk ke dalam kamarnya, yang letaknya di ujung koridor. Bella merasa malu karena telah mendengar perbincangan keduanya, ia tetap menunggu di kamarnya hingga papanya itu berlalu. Lagipula ia tak ingin dituduh sebagai mata-mata, oleh orang rumah.

***

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!