NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHKOTA DI BALIK LUMUR HINA

POV Maria Joanna

Hujan badai mengamuk di langit Jakarta, seolah alam sedang ikut menangisi nasib malang yang menimpaku malam ini. Aku berdiri mematung di tengah kamar apartemen mewah lantai 45 ini—tempat yang selama enam bulan terakhir menjadi penjara sekaligus surga semuku. Angin kencang menyelinap dari celah jendela yang sedikit terbuka, membuat tirai sutra berkibar seperti hantu yang menertawakan kebodohanku.

Brak!

Sebuah tablet dilemparkan dengan kasar, mendarat tepat di atas ranjang king size di depanku.

"Lihat itu, Maria. Lihat betapa 'cantiknya' dirimu saat menjadi konsumsi publik," suara Adrian terdengar dingin, tajam, dan penuh sarkasme yang menusuk hingga ke tulang.

Aku meraih tablet itu dengan tangan gemetar. Di layarnya, sebuah video viral sedang diputar secara berulang. Aku melihat diriku sendiri keluar dari hotel mewah dengan Adrian. Video itu telah diedit secara licik oleh tangan profesional; aku terlihat seperti wanita penggoda yang mengejar-ngejar pria kaya demi harta, sementara wajah Adrian disamarkan dengan sempurna sehingga ia tetap tampak bersih dari skandal ini.

"Ini... ini tidak mungkin, Adrian. Seseorang sengaja menjebakku!" teriakku parau. Air mataku luruh, menghapus riasan tipis yang biasanya kupakai hanya untuk menyenangkan pria dingin ini.

Adrian mendekat. Cengkeramannya di daguku terasa seolah ingin meremukkan tulang rahangku. "Istriku yang mengirimnya, Maria. Dia sudah tahu semuanya sejak awal. Dia membiarkanku bermain denganmu hanya untuk mengumpulkan bukti demi menghancurkanmu saat dia sudah bosan. Sekarang, kau hanyalah sampah yang mencemari kesucian rumah tangga kami."

"Tangan kotor? Sampah?" Aku tertawa getir di tengah isak tangis yang menyesakkan. "Bukankah kau yang menarikku ke sini? Kau yang menawarkan kontrak jahanam itu saat aku bersujud di kakimu karena tidak bisa membayar operasi jantung ayah angkatku! Kau menjadikanku tawanan nafsumu, dan sekarang kau membuangku seperti kain kotor?"

PLAK!

Satu tamparan keras mendarat di pipiku. Rasa perih di pipiku ini tidak sebanding dengan rasa sesak yang menghimpit dadaku. Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup serpihan kaca yang tajam. Aku tersungkur ke lantai marmer yang dingin, menatap pria di depanku yang dulu kupikir adalah pelabuhan terakhirku. Ternyata, dia hanyalah badai yang menghancurkan satu-satunya dermaga yang kupunya.

Adrian menatapku seolah aku adalah serangga yang tak sengaja ia injak—menjijikkan dan tak berarti. "Jangan menatapku dengan mata penuh harap itu, Maria. Kau sudah tidak punya nilai lagi di mataku," desisnya sambil meludah ke lantai, tepat di depan wajahku yang bersimbah air mata.

Aku melihat pengawal Adrian mulai merobek semua pakaian mewah di lemariku, membuang gaun-gaun sutra dan tas desainer itu ke lantai seolah itu hanya tumpukan kain pel yang tidak berharga. "Kau tidak berhak membawa satu pun barang mewah dari sini. Kau datang tanpa apa-apa sebagai gembel, dan kau akan pergi sebagai gembel," desis Adrian sambil menginjak gaun sutra biru favoritku dengan sepatu kulitnya yang mengkilap.

Tiba-tiba, Evelyn, istri sahnya, masuk dengan gaun merah menyala yang tampak sangat kontras dengan penderitaanku. Ia menjambak rambutku dengan sangat kasar, memaksaku mendongak menatap wajahnya yang penuh kebencian. "Mulai besok, kau akan belajar bagaimana rasanya menjadi budak yang sesungguhnya di rumahku!"

Aku diseret keluar dari apartemen, didorong masuk ke dalam truk pembersih yang gelap, sempit, dan pengap. Di sinilah penderitaanku benar-benar dimulai.

Di dalam kegelapan truk yang bau ini, aku meringkuk di antara tumpukan alat pel dan cairan pembersih yang menyengat hidung. Setiap guncangan roda truk di atas aspal yang tidak rata terasa seperti hantaman pada tulang-tulangku yang sudah lemas. Ingatanku melayang pada masa kecilku di gubuk sederhana milik orang tua angkatku. Saat itu, meski kami miskin dan hanya makan nasi dengan garam, aku merasa aman. Ayah angkatku, Pak Bambang, selalu mengusap kepalaku dan berkata bahwa aku adalah permata yang jatuh dari langit.

"Ayah... maafkan Maria," bisikku lirih. Aku merasa telah gagal menjaga kehormatan keluarga yang telah membesarkanku. Namun, di dalam hatiku, sebuah benih kebencian mulai tumbuh, menggantikan rasa cinta yang dulu pernah kupupuk untuk Adrian. Jika aku diberikan satu kesempatan saja untuk memutar balik waktu, aku bersumpah akan membalas setiap tetes air mata yang jatuh malam ini.

Sementara Maria mendekam dalam kegelapan truk yang kotor, di sebuah istana megah di Madrid, Spanyol, suasananya jauh lebih mencekam daripada badai di Jakarta. Raja Arthur, penguasa ekonomi yang pengaruhnya mencakup seluruh Eropa Selatan hingga Afrika Utara, berdiri tegak di depan jendela besar yang menghadap ke arah kota Madrid yang bercahaya.

Di tangannya, sebuah gelas kristal berisi wine mahal pecah berkeping-keping hingga melukai telapak tangannya sendiri. Darah segar menetes ke lantai marmer istana yang dingin, namun Arthur tidak memedulikannya sedikit pun. Matanya hanya terpaku pada satu titik koordinat merah yang berkedip di monitor besar yang dibawa ajudannya.

"Yang Mulia, kami telah memverifikasi sinyalnya. Ini benar-benar berasal dari pelacak mikro-GPS yang tertanam di dalam Liontin Singa Emas milik mendiang Permaisuri Julia. Sinyal itu aktif di sebuah titik di Jakarta, Indonesia," lapor ajudan tersebut dengan tubuh yang bergetar ketakutan melihat amarah sang Raja yang sedang meluap.

Ajudan tersebut segera menekan tombol pada panel kontrol di meja besar Arthur. Layar holografik menampilkan data finansial seorang pria bernama Adrian, yang sangat kontras dengan kemegahan istana Spanyol. "Pria ini, Yang Mulia... dia hanyalah seekor ikan kecil di kolam yang dangkal. Namun, kelakuannya melampaui batas kewajaran. Ia memperlakukan putri Anda dengan sangat hina."

"Maria... putriku yang hilang..." suara Arthur berat, dipenuhi dengan duka mendalam yang selama dua puluh tahun ia simpan rapat dalam relung hatinya. Arthur mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutihkan dan gemetar. "Aku tidak peduli seberapa kecil dia. Siapa pun yang berani membuat putri dari Dinasti Spanyol berlutut, harus membayar dengan seluruh silsilah keluarganya!"

Napas Arthur memburu, dadanya naik turun menahan ledakan emosi yang luar biasa. "Ajudan, hubungi Kaisar China di Beijing sekarang juga! Beritahu mertuaku bahwa cucu kesayangannya, pewaris tunggal Kekaisaran Bisnis Asia dan Kerajaan Spanyol, sedang diperlakukan seperti binatang oleh tikus kecil bernama Adrian!"

Arthur mengambil jubah kebesarannya yang berlambang singa emas—lambang yang sama persis dengan kalung yang kini dipeluk Maria dalam truk pembuangan. "Siapkan pasukan bayaran elit dan jet pribadi tercepat. Kita berangkat ke Indonesia detik ini juga. Aktifkan protokol pemutusan ekonomi internasional. Aku ingin semua aset, rekening, dan jalur logistik pria bernama Adrian itu dibekukan dalam satu jam ke depan. Jika satu tetes air mata putriku jatuh lagi karena mereka, aku akan memastikan seluruh kota itu tahu apa artinya murka dari seorang penguasa Spanyol!"

Jet pribadi kerajaan itu melesat membelah awan malam dengan kecepatan penuh menembus samudera. Di belahan dunia lain, Adrian masih tertawa bangga atas "kemenangannya" menghancurkan Maria, tanpa menyadari bahwa ia baru saja membangunkan naga dan singa yang siap melahap seluruh hidupnya hingga tak bersisa.

POV Maria Joanna

Lututku menghantam kerikil tajam di halaman belakang mansion Adrian yang megah namun terasa seperti neraka bagiku. Rasa sakitnya menjalar hingga ke pinggang, namun aku tetap dipaksa menunduk. Evelyn berdiri di depanku dengan angkuh, memainkan cambuk kulit kecil di tangannya dengan senyum kemenangan yang memuakkan.

"Selamat datang di nerakamu yang baru, Maria. Di sini, kau tidak lebih dari debu di bawah sepatuku," ucapnya dengan suara melengking.

Aku hanya bisa memejamkan mata erat-erat, menggenggam liontin singa emas di balik pakaianku yang robek, berharap sebuah keajaiban datang sebelum cambuk itu menyentuh kulitku. Namun, tepat saat Evelyn mengangkat tangannya untuk melayangkan cambuk itu, aku mendengar ponsel Adrian yang berdiri tak jauh dari kami berdering dengan sangat keras.

Wajah Adrian yang tadinya penuh kemenangan mendadak berubah pucat pasi seperti mayat saat membaca pesan singkat yang masuk ke ponselnya. Ia gemetar, tangannya hampir menjatuhkan ponsel mahal itu ke tanah.

Adrian menatapku dengan tatapan horor yang belum pernah kulihat sebelumnya. Suaranya bergetar saat ia bergumam pelan, "Ini tidak mungkin... Bagaimana bisa pemerintah Spanyol membekukan seluruh asetku dalam waktu sepuluh menit?"

Sementara itu, suara gemuruh helikopter militer mulai terdengar mendekat dari arah langit, menyorotkan lampu tajam tepat ke arah halaman mansion yang membuat Evelyn berteriak ketakutan. Siapakah yang datang di tengah malam buta ini?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!