NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 | mencari Devi

lhappy reading

 

Salma mulai gelisah, ia mondar-mandir

dari tadi. hingga fathir yang melihatnya

pun heran, ada apa dengan istrinya itu.

"yah, kok Devi belum pulang pulang yah?"

tanya Salma setengah khawatir.

Fathir langsung bangkit dari duduknya,

dan menghampiri salma.

Lalu menepuk pelan pundak salma.

"tenang aja bun, devi pasti bisa jaga diri

nya."

Walaupun begitu, salma masih saja

khawatir terhadap Devi.

"bukannya devi cuman izin ke

minimarket? lalu mengapa selama ini

yah?" tanya salma, kali ini nada nya

sangat khawatir.

Fathir mencoba menenangkan istrinya,

padahal dirinya sendiri juga khawatir

terhadap Devi. mau bagaimana pun devi

juga putri semata wayangnya, putri salah

satunya.

"apa kita coba cari devi yah?" saran

salma, ia tak tenang jika harus berdiam

diri di dalam rumah.

Fathir hanya mengangguk, "baiklah, mari

kita cari devi sama sama."

 

Afan tiba tiba merasa cemas dan

khawatir, entah mengapa ia mempunyai

firasat buruk.

"devi, apakah devi baik baik aja?"

gumamnya pelan.

"kenapa perasaan gua gak enak gini,

positif thinking aja fann" Afan mencoba

menenangkan fikiran nya.

Afan meraih ponselnya, dan mengirim

devi pesan.

dev Lo baik baik aja?

dev lo udah pulang beli camilan atau

belom?

centang satu.

"gua semakin khawatir"

"apa gua susul devi?"

Tanpa berfikir lebih lanjut ia pergi

meninggalkan ruangan nya, padahal

masih ada beberapa pekerjaan yang

belum selesai. tetapi jika menyangkut

devi, Afan akan langsung setset.

 

Sesampainya Afan di minimarket, ia

langsung turun dari mobilnya. dan masuk

ke dalam, siapa sangka jika di dalam ada

Fathir dan salma juga.

"mbak apa tadi lihat ada anak gadis yang

beli camilan disini?" tanya Salma, kepada

petugas kasir tersebut.

Fathir langsung mengeluarkan ponselnya,

dan memperlihatkan foto devi.

Petugas kasir itu mengamati foto Devi,

sepertinya tadi ada gadis ini. fikirnya.

"tadi ada pak, cuman orang nya sudah

pergi" jawab petugas kasir itu

Salma semakin cemas, takut jika putrinya

kenapa napa.

Sementara Afan, ia berdiri mematung

di tempat. Afan belum sempat masuk ke

dalam minimarket, ia hanya berdiri di

luar. sambil mendengar kan percakapan

mereka.

"apa benar dugaan gue kalo terjadi apa

apa sama Devi" gumam Afan pelan

Afan berjalan perlahan, meninggalkan

kawasan minimarket. matanya menyapu

jalanan sekitar, memastikan jika di sini

ada cctv atau tidak. ia ingin mencari

bukti dan dimana Devi berada.

Setelah berjalan agak sedikit, dan

menyapu pandangan nya ke sekeliling.

Afan menemukan sebuah cctv di atas

tiang.

Afan memfoto cctv itu, lalu ia

menghubungi orang kepercayaan nya.

"gue butuh rekaman cctv di depan

minimarket jalan mawar. sekarang."

setelah mengatakan itu, Afan langsung

menutup telfon nya. ia berbalik dan

mendapati Salma dan juga Fathir tengah

menatapnya.

"Tante, om" sapa afan sopan

tapi tak di tanggapi oleh Fathir,

sementara Salma ia hanya tersenyum

tipis.

"ngapain kamu disini?" tanya Fathir,

nadanya terdengar dingin dan tak

bersahabat.

Salma menyenggol pelan lengan Fathir.

"pasti karna kamu kan, devi tiba tiba

hilang" tuduh Fathir ke Afan

Afan terkejut, namun ia tetap tenang.

"aku gak tau apa apa om, justru aku disini

mau mencari keberadaan devi." jelasnya

"apa jangan jangan ini rencana mamah

kamu itu?" tuduh Fathir lagi dan lagi

"om, aku dan mamah berbeda." jawabnya

membela dirinya.

"yah, mungkin afan benar. ayah tak

sepatutnya mencurigai Afan." ucap Salma

"jika hilangnya Devi ada sangkut pautnya

dengan keluarga baskara, saya tegaskan

jangan sampai kamu dekati Devi lagi."

ucap Fathir

Afan hanya mengangguk.

"disini ada cctv om" tunjuk Afan ke arah

cctv itu.

Benar apa kata Afan, disini ada cctv.

mungkin itu bisa menjadi petunjuk untuk

mencari keberadaan devi.

Afan melanjutkan ucapannya. "orang

kepercayaan ku akan datang membawa

rekaman cctv itu om, jadi nanti kalo

kita menemukan petunjuk nya. kita bisa

mencari devi bersama."

Salma tersenyum lega, semoga putrinya

itu baik baik saja.

Beberapa saat setelah mereka menunggu,

akhirnya orang kepercayaan Afan datang.

"ini rekamannya" ucap orang

kepercayaan Afan, sembari menyerahkan

sebuah laptop.

Salma dan fathir mendekat ke arah, dan

Afan ia segera memutar rekaman cctv

itu. mereka melihat rekaman cctv itu,

disana nampak devi tengah di culik oleh

beberapa preman.

Salma menutup mulut nya tak percaya,

menahan sesak di dada.

"apakah putri nya baik baik saja?" batin

Salma khawatir.

"ternyata benar Devi di culik" ucap fathir

"saya akan lacak keberadaan anak

saya, trimakasih sudah membantu

memperlihatkan cctv ini." ucap Fathir

"apa aku bisa ikut mencari Devi om?"

tanya Afan

"tak perlu, mamah mu pasti akan

mengamuk jika melihatmu mencari

putriku. dan nanti yang terkena imbas

nya akan devi lagi." jawab Fathir

"tapi om..." afan terasa berat, jika ia tak

ikut mencari devi.

"biarkan saja afan ikut mencari devi yah"

ucap Salma, merasa tak tega.

mau bagaimana pun, yang salah itu

mamah afan, bukan Afan.

"makasih Tante udah izinin Afan ikut

mencari devi"

Salma tersenyum lembut kepada Afan.

 

Pagi itu masih sama, belum ada yang

mengetahui keberadaan dirinya. Devi

terduduk lemas di lantai yang lembab dan

kotor, tangan dan kaki masih terikat.

Kemarin Clarissa kembali melempar

pecahan gelas itu ke arahnya, ada

beberapa goresan di tubuh devi. akibat

Clarissa. Clarissa sengaja melakukan itu,

supaya devi akan menyerah dan tunduk.

tapi fikiran nya salah, Devi masih tetap

keras kepala dan tak akan menyerah

semudah itu.

Ia tak tahu, jam berapa sekarang, dan ia

juga tak tahu, apakah keluarga nya sudah

mengetahui jika Devi di culik?

Detik demi detik berlalu, itu membuat

devi sangat tersiksa. perutnya kosong,

tubuhnya lemas dan penuh luka.

Devi mencoba kuat.

"gua pasti kuat.." gumamnya, nyaris tak

terdengar.

 

Afan,Fathir, Salma, dan beberapa orang

kepercayaan mereka masing masing.

membantu melacak keberadaan devi,

namun hasilnya tetap sama. tak ada

sepersen pun yang berhasil melacak

keberadaan devi.

Afan mulai frustasi, bukan Afan saja

tapi fathir dan juga salma. mereka

mengkhawatirkan keadaan putri nya.

"apa papah bisa bantuin aku temuin devi?"

batin afan

Afan pun mengambil ponsel nya, dan

mengirim kan pesan ke lian.

pah? bisa bantuin aku cari keberadaan devi?

pesan itu langsung terbalas. ada apa

dengan devi fan?

devi di culik pah, papah bisa bantuin Afan

lacak keberadaan devi dimana?

papah bisa bantuin fan, tapi butuh sehari

untuk nemuin keberadaan nya.

Afan menatap pesan Lian, butuh sehari?

apakah cukup? ia takut jika devi sudah

tidak kuat lagi disana.

 

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!