Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUDAH DI RENCANAKAN
Brakk
"Sayang..."
Bian melemparkan sebuah map berwarna merah tersebut tepat dihadapan Helena yang baru saja masuk kedalam ruangan kerja nya.
"Sayang,aku bisa menjelaskannya ini tidak seperti yang kamu lihat"
Helena jelas kalang kabut di buat nya
Bagaimana tidak,didalam map itu terdapat beberapa foto yang memperlihatkan dirinya sedang bercumbu mesra dengan seorang lelaki.
Dia tidak berani bergerak atau menggelayut manja dihadapan Bian saat ini,dia tahu betul bagaimana tegas nya sosok Bian yang ia kenal
Dan dia tahu Bian paling benci dengan yang namanya perselingkuhan.
"Kamu masih ada muka untuk berdiri di hadapanku saat ini Helen?"
Suara nya begitu rendah namun siapa yang tidak tahu jika laki laki dihadapannya ini sedang menahan murkanya.
Wajah yang tampan dengan rahang tegas nya membuat sosok Bian begitu sempurna jika dipandang,apalagi dengan wibawa dan jabatannya saat ini mampu membuat perempuan berlomba-lomba mencuri perhatiannya
Siapa yang tidak tahu Bian Brawijaya? Disepenjuru negeri ini nama Brawijaya menjadi momok yang begitu di takutkan dan disegani saat ini.
Pemilik perusahaan dengan berbagai bidang dan usaha usaha lainnya menjadikan Brawijaya company memiliki kekayaan yang tidak akan habis hingga beberapa keturunan.
Dan Helena baru saja membuang kesempatan nya untuk menjadi nona muda keluarga Brawijaya tersebut.padahal beberapa Minggu lagi pernikahan nya dengan Bian akan di laksanakan.
"Aku tidak akan menyerah kepadamu begitu saja Bi"
Dengan langkah gontai,Helena segera keluar dari ruangan itu.
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat dengan waktu yang sama*
Seorang perempuan muda baru saja melesatkan kaki nya di sebuah restoran mewah,Langkah nya begitu pelan tapi tegap dan elegan.
Dengan perlahan dia menduduki dirinya dihadapan wanita yang berumur 50 tahun itu yang sejak tadi menunggu kedatangannya.
"Kamu akan masuk kedalam keluarga Brawijaya secepatnya,dan pastikan semua berjalan lancar tanpa hambatan"
"Helena benar-benar diluar batasan,dia membuang kesempatan berharga nya menjadi nona muda Brawijaya"
"Apakah tidak masalah Bibi?aku takut Bian menolakku"
Elvita memegang tangan bibi Fitri adik dari ayah Bian Brawijaya itu dengan perasaan gundah dan cemas nya.
Sejak bertemu dengan Wanita yang sudah hampir tua itu Elvita sangat menghargai nya sebab wanita itu lah yang selama ini membantu segala masalah yang menjerat dirinya.
Dan sudah beberapa hari ini Bibi Fitri nya itu terus saja mendesak dirinya untuk menikahi penerus Brawijaya yang tak lain ada ponakannya sendiri.
Elvita jelas tidak bisa menolak!.
"Bian tidak akan bisa menolak perjodohan ini El,percayalah pada bibi" Fitri meyakinkan gadis dihadapannya dengan sorot mata yang begitu teduh.
Fitri yakin anak dari kakak nya itu tidak akan bisa menolak perjodohan ini sebab Helena jelas saja sudah tersingkir dan mau tidak mau pernikahan harus tetap berjalan dengan mengganti sang pengantin wanita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pernikahan harus dilaksanakan sesuai jadwal,meski harus mengganti pengantin wanita nya karena undangan sudah disebarkan dan keluarga ini butuh penerus"
Arga Brawijaya membuka suara nya saat seluruh keluarga sedang berkumpul untuk makan malam dirumah utama Brawijaya
Bian hanya melengos saat mendengar titah dari sang ayah dan itu jelas tidak bisa di tawar
Dia tahu betul menolak perintah sang ayah sama saja mencari mati.
"dad..."
"oh ayolah dad,bukan kah Helena baru saja berselingkuh?dan mengganti pengantin wanita begitu mendadak?"
Khanza sang bungsu Brawijaya protes melihat Daddy nya berusaha menekan kakak kesayangannya
"kita terpaksa mengganti pengantinnya kak,pernikahan nya sudah semakin dekat dan kita bisa menjodohkannya dengan keluarga Heru" ucap Fitri kepada Arga
dia langsung melesatkan diri duduk disamping Arga
"Bibi.."