NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Perpisahan dan Fondasi Baru

Keheningan yang mencekam di aula pecah oleh tawa Jiang Long yang semakin keras, seolah ia baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia.

"Ikut dengan putramu? Jiang Tianhong, kau benar-benar sudah tua dan pikun!" cibirnya, menunjuk Jiang Chen. "Kau menolak jalan yang aku tawarkan kepada Jiang Wei untuk mengikuti seorang bocah gila yang membuat janji kosong? Kau akan menyesali ini!"

Jiang Tianhong tidak goyah. Keputusan telah dibuat. Ia melangkah dan berdiri di samping Jiang Chen, sebuah sikap yang menunjukkan solidaritas mutlak. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam bayang-bayang kediaman utama dan tekanan dari dalam cabangnya sendiri. Hari ini, untuk pertama kalinya, ia merasa bebas.

Jiang Chen menatap Jiang Long dengan ekspresi geli. "Menyesal? Aku khawatir orang yang akan menyesal adalah kau."

"Apa katamu, bocah?" aura tingkat delapan Jiang Long mulai menekan.

"Kau berlatih 'Seni Naga Biru' dari kediaman utama, kan?" tanya Jiang Chen santai. "Kau telah terjebak di puncak tingkat delapan selama tiga tahun, mencoba menerobos ke tingkat sembilan tapi selalu gagal. Setiap kali kau mencoba, kau merasakan sakit seperti jarum di tiga titik meridian di punggungmu, dan *Qi*-mu menjadi kacau. Benar?"

Wajah angkuh Jiang Long membeku. Senyumnya lenyap, digantikan oleh keterkejutan yang tak terselubung.

Setiap kata yang diucapkan Jiang Chen tepat sasaran! Ini adalah masalah terbesarnya, sebuah rahasia yang bahkan tidak ia diskusikan dengan tetua lain di kediaman utama. Bagaimana... bagaimana bocah ini bisa tahu?!

"Itu karena 'Seni Naga Biru' yang kalian latih adalah versi yang tidak lengkap," lanjut Jiang Chen dengan nada seorang guru yang sedang mengajar murid bodoh. "Ia memang kuat, tetapi memiliki cacat fatal yang menyebabkan penyumbatan di meridian sekunder. Kau tidak akan pernah mencapai tingkat sembilan, apalagi Alam Transformasi Roh. Dalam sepuluh tahun, penyumbatan itu akan pecah dan kau akan lumpuh. Itulah takdir semua orang yang berlatih versi cacat itu."

Napas Jiang Long tercekat. Wajahnya pucat pasi. Penjelasan Jiang Chen terasa begitu logis dan menakutkan, seolah membukakan tabir mengerikan yang selama ini tidak ia sadari. Ia ingin membantah, mengatakan itu omong kosong, tetapi instingnya sebagai seorang kultivator mengatakan kepadanya bahwa setiap kata itu benar.

"Lalu apa gunanya menjadi Manajer dari kediaman utama?" Jiang Chen tersenyum dingin. "Kau hanyalah seekor katak dalam sumur yang bangga dengan sumurnya yang sedikit lebih besar, tidak menyadari bahwa sumur itu akan segera runtuh."

"Kau... kau..." Jiang Long tergagap, auranya yang menekan benar-benar lenyap, digantikan oleh kepanikan. Ia menatap Jiang Chen seolah sedang melihat monster.

Jiang Chen tidak lagi memedulikannya. Ia mengeluarkan sebuah pil hijau zamrud dari sakunya—sisa terakhir dari Pil Tempaan Giok.

"Ayah, kau terlalu banyak bertarung di masa mudamu dan meninggalkan banyak luka tersembunyi. Telan ini. Ini akan membantumu membangun kembali fondasimu."

Tanpa ragu sedikit pun, Jiang Tianhong mengambil pil itu dan menelannya.

Sesaat kemudian, tubuhnya bergetar hebat. Wajahnya memerah, dan uap putih mulai mengepul dari atas kepalanya. Ia merasakan gelombang energi yang hangat dan kuat menyebar ke seluruh tubuhnya, memperbaiki kerusakan-kerusakan lama di meridiannya dan memperkuat tulangnya.

KRAK!

Di bawah tatapan ngeri semua orang, kerutan di wajah Jiang Tianhong tampak berkurang. Punggungnya yang sedikit bungkuk karena tekanan bertahun-tahun menjadi tegak. Rambutnya yang mulai memutih di pelipis tampak kembali menghitam. Seluruh dirinya tampak sepuluh tahun lebih muda, dan auranya menjadi lebih solid dan kuat.

"Ini... ini keajaiban!" seru seorang tetua yang mendukung Jiang Tianhong.

Para tetua lain yang tadinya mencemooh kini mulutnya ternganga, dipenuhi penyesalan yang mendalam. Janji Jiang Chen... sepertinya bukan janji kosong! Mereka baru saja melepaskan kesempatan emas untuk mengubah nasib mereka!

Jiang Wei, yang tadinya sombong, kini wajahnya sepucat mayat. Ia menatap Jiang Chen dengan ketakutan. Ia akhirnya menyadari betapa bodohnya dia. Ia telah menukar sebuah gunung emas (mengikuti Jiang Chen) dengan sebuah batu kerikil (pergi ke kediaman utama yang cacat).

"Ayo pergi, Ayah," kata Jiang Chen.

"Tunggu!" Jiang Tianhong menatap para tetua dan anggota keluarga yang telah mendukungnya selama ini. "Chen'er, bisakah kita..."

Jiang Chen mengerti maksud ayahnya. Ia melirik sekilas ke arah para tetua yang tampak menyesal itu. "Kesempatan hanya datang sekali. Mereka sudah membuat pilihan."

Ia kemudian menatap Tetua yang paling tua, yang telah membelanya sejak awal. "Tetua He, terima kasih atas dukunganmu. Jika suatu hari kau merasa keluarga ini tidak lagi layak untukmu, kau tahu di mana harus mencariku."

Setelah mengatakan itu, Jiang Chen dan ayahnya berjalan keluar dari aula, meninggalkan kekacauan dan penyesalan yang mendalam. Tidak ada yang berani menghentikan mereka, bahkan Jiang Long hanya bisa berdiri membeku, pikirannya masih kacau karena wahyu tentang nasib kultivasinya.

Saat ayah dan anak itu melangkah keluar dari gerbang kediaman cabang untuk terakhir kalinya, Jiang Tianhong menghela napas panjang.

"Chen'er, apa kita benar-benar akan baik-baik saja?" tanyanya, masih ada sedikit kekhawatiran di dalam hatinya.

Jiang Chen menepuk pundak ayahnya. "Ayah, jangan khawatir. Ini bukan akhir. Ini adalah awal yang baru. Mulai sekarang, tidak ada lagi kediaman utama atau cabang. Hanya ada kita."

Mereka berjalan menuju kediaman 'berhantu' itu. Qing'er, yang telah menunggu dengan cemas, sangat terkejut melihat kepala keluarga datang bersama tuan mudanya.

"Qing'er, siapkan kamar terbaik untuk ayahku," perintah Jiang Chen.

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, kediaman yang luas itu terasa seperti rumah. Tiga orang—seorang tuan muda yang bereinkarnasi, seorang ayah yang menemukan kembali harapannya, dan seorang pelayan yang setia—duduk bersama di bawah sinar bulan.

"Ayah, mulai besok, aku akan mengajarimu teknik kultivasi yang baru, 'Seni Kaisar Api Merah'," kata Jiang Chen. "Teknik itu akan sangat cocok dengan atributmu. Kau juga perlu membiasakan diri dengan kekuatan fisik barumu setelah meminum pil tadi."

Jiang Tianhong mengangguk dengan semangat, matanya berbinar seperti anak muda yang baru memulai perjalanan kultivasinya.

Jiang Chen menatap langit malam yang berbintang. Ia telah memotong semua ikatan lamanya. Keluarga Jiang, Hong Mengyao—semuanya kini hanyalah masa lalu. Di hadapannya, ada dua orang yang sekarang menjadi tanggung jawabnya, menjadi keluarganya yang baru.

1
Nanik S
Teknix penelan Surga
Nanik S
Walau dihukum tapi tetap untung
ddrhart
jadikan hewan tunggangan
Nanik S
Apakah sidang Hukuman
Nanik S
Plaaak . ditampar Anak kecil.. sampai melayang
Nanik S
Shiiiip
Nanik S
Menerobos kembali
Udin Alex
lanjut thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll
Eko
para jenius berkumpul
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!