NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

Udara musim gugur di California biasanya hangat, namun pagi ini di kampus California State University, angin berhembus sedikit lebih tajam, seolah sengaja ingin menembus blazer wol tipis yang dikenakan Luna Storm. Di usianya yang kini menyentuh 20 tahun, Luna tampak lebih dewasa, lebih anggun, namun juga lebih lelah.

Matanya yang jernih menyimpan beban ekspektasi yang semakin berat sejak ia menyandang gelar mahasiswi kedokteran, pilihan ayahnya, tentu saja, bukan pilihannya yang lebih mencintai seni.

Sudah dua tahun sejak kelulusan SMA. Dua tahun sejak ia terakhir kali melihat punggung Zayn Karl Graciano menjauh dari gerbang rumahnya setelah sebuah pertengkaran hebat yang diakhiri dengan isak tangis yang tertahan. Kabar yang ia dengar dari desas-desus teman lama, Zayn langsung terbang ke London untuk melanjutkan studi tak lama setelah mereka putus.

Luna menghela napas, uap tipis keluar dari bibirnya yang dipoles lip gloss berwarna nude. terasa tipis dan mencekik.

Langkah kaki Luna terhenti. Jantungnya yang tadi berdetak dengan ritme balet yang tenang, kini berpacu liar tak beraturan. Di sana, di dekat jajaran motor besar, berdiri sebuah siluet yang selama dua tahun ini hanya ia lihat dalam bingkai memori yang memudar.

Zayn Karl Graciano.

Dia tidak lagi seperti remaja laki-laki yang dulu sering memberinya cokelat di sela latihan piano. Zayn yang berdiri di sana adalah seorang pria berusia 20 tahun yang tampak seolah-olah ia baru saja keluar dari kegelapan. Kulitnya yang putih bersih tampak kontras dengan kaus hitam tanpa lengan yang ia kenakan.

Namun, yang paling membuat Luna terpaku adalah matanya. Mata kelabu itu... kini dingin. Tidak ada lagi binar hangat yang dulu selalu memuja Luna seolah ia adalah pusat semesta. Mata itu kini seperti danau es di musim dingin—tak tersentuh dan tak terbaca.

Di sekitar Zayn, ada tiga pria yang tampak seperti pengawal pribadi dari neraka bagi Luna yang terbiasa dengan lingkungan formal. Ada Arlo Lopez, yang sedang tertawa keras sambil menyandarkan tubuh di jipnya. Lalu ada Ben, pria bertubuh kekar dengan rambut cepak yang sedang asyik memeriksa ban motor, dan Clark, pria berkacamata hitam yang tampak tenang namun waspada, bersandar pada tembok sambil memainkan korek api Zippo.

Arlo, Ben, dan Clark adalah lingkaran baru Zayn. Mereka adalah orang-orang yang masuk ke hidup Zayn setelah kehancuran hubungannya dengan Luna. Dan bagi mereka, Zayn adalah pemimpin yang dingin dan efisien, mereka tidak tahu sama sekali bahwa pria yang mereka anggap es ini pernah hancur karena gadis manis yang sekarang sedang berdiri mematung sepuluh meter dari mereka.

"Zayn, lihat. Ada mangsa cantik di jam dua," celetuk Arlo dengan nada urakan. Ia belum pernah melihat Luna sebelumnya, kecuali di poster-poster acara amal kota yang sering ia abaikan.

Zayn mendongak. Pandangannya perlahan bergeser dan jatuh tepat pada Luna.

Luna menahan napas, berharap ada sedikit guncangan atau pengakuan di mata itu. Namun, Zayn hanya menatapnya datar. Tidak ada keterkejutan. Tidak ada sapaan. Hanya tatapan dingin yang seolah-olah bertanya: Siapa kau dan kenapa kau menghalangi jalanku?

"Kau mengenalnya, Zayn?" tanya Clark sambil menutup korek apinya dengan denting logam yang tajam.

"Tidak," jawab Zayn pendek. Suaranya berat dan rendah, membuat bulu kuduk Luna meremang. "Hanya orang lewat."

Kata "tidak" itu menghantam dada Luna lebih keras daripada tamparan apa pun. Ia merasa seluruh keberadaannya selama tiga tahun masa SMA mereka dihapus begitu saja dalam satu suku kata.

Luna mencoba menguasai dirinya. Ia berjalan melewati mereka dengan kepala tegak, meskipun tangannya bergetar hebat saat memeluk buku-bukunya. Saat ia melintas, jarak mereka hanya terpaut dua meter. Di saat itulah, mata Luna tanpa sengaja jatuh ke lengan kanan dan betis Zayn.

Di sana terdapat tato-tato besar dengan desain yang sangat rumit dan abstrak. Garis-garisnya tajam, saling silang, dan tampak seperti labirin hitam yang kacau di atas kulit putihnya. Sekilas, itu hanya tampak seperti seni blackwork yang artistik dan liar. Luna tidak menyadari bahwa di balik kerumitan garis yang tampak acak itu, jika seseorang menatapnya dengan sudut kemiringan tertentu selama beberapa menit, mereka akan menemukan huruf-huruf yang membentuk: L-U-N-A S-T-O-R-M.

Itu adalah rahasia terbesar Zayn. Sebuah monumen penderitaan yang ia samarkan agar tidak ada yang bisa menyentuhnya lagi, termasuk Luna.

"Ayo pergi. Kita punya urusan di Malibu," ucap Zayn tanpa menoleh lagi pada Luna.

"Tunggu dulu, Zayn," Ben menyela sambil menunjuk ke arah mobil limosin hitam yang baru saja menepi di pinggir jalan. "Bukannya itu mobil keluarga Storm? Gadis ini... dia salah satu dari mereka?"

Zayn tetap tidak bergeming. Ia memakai helmnya, menyembunyikan wajahnya di balik kaca visor yang gelap. "Aku tidak peduli siapa dia, Ben. Jangan buang waktu."

Zayn menghidupkan mesin motornya. Suara raungan knalpotnya begitu keras, seolah sengaja ingin menulikan pendengaran Luna dari kenyataan. Arlo, Ben, dan Clark segera mengikuti jejak pemimpin mereka.

Sebelum Zayn menarik gasnya, ia sempat berhenti tepat di samping Luna yang masih berdiri kaku. Melalui kaca helm yang gelap, Luna tidak bisa melihat mata Zayn, tapi ia bisa merasakan intensitas dingin yang memancar dari sana.

"Lain kali, jangan berdiri di tengah jalan, Nona," ucap Zayn dingin, sebelum melesat pergi meninggalkan kepulan asap dan aroma bensin yang menusuk.

Luna berdiri sendirian di tengah parkiran yang mendadak terasa sangat luas. Ia merasa sangat kecil. Zayn yang ia kenal sudah mati. Zayn yang ini adalah orang asing yang membawa namanya di tubuhnya tanpa sudi mengakuinya di dunia nyata.

"Dia bilang dia tidak mengenalku?" bisik Luna pada dirinya sendiri. Air mata yang sejak tadi ia tahan mulai menggenang.

Rasa iri pada Hera kembali muncul. Hera yang pemberontak pasti akan mengejar motor itu dan menantang Zayn. Tapi Luna? Luna hanya bisa berdiri di sana, menunggu limosin menjemputnya kembali ke sangkar emas yang membosankan.

Namun, di balik kecepatan motornya yang menembus jalanan California, jantung Zayn berdegup sangat kencang hingga dadanya terasa sakit. Tangan yang memegang kemudi itu gemetar di balik sarung tangannya. Ia harus bersikap dingin, karena jika ia menunjukkan sedikit saja kehangatan, ia tahu ia akan hancur lagi.

Zayn Karl Graciano adalah pria yang lihai menyimpan rahasia. Dan hari ini, rahasia itu tetap aman di bawah garis-garis abstrak di kulitnya, meskipun hatinya baru saja mengalami kecelakaan hebat saat melihat mata cokelat yang masih sangat ia cintai itu.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!