Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 STEVE LIM
Jebakan
Steve Lim duduk di kantornya, menikmati secangkir kopi panas sambil memandang keluar jendela ke arah kota yang sibuk. Dia adalah bos mafia yang disegani di Makau, dan bisnisnya berjalan lancar. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada yang sedang mengintai di balik bayang-bayang.
Tiba-tiba, pintu kantornya dibuka dengan paksa dan sekelompok pria berpakaian preman masuk ke dalam ruangan. "Steve Lim, kamu ditangkap atas tuduhan pemerasan dan pencucian uang!" teriak salah satu dari mereka.
Steve Lim terkejut. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya dia. "Aku tidak melakukan apa-apa."
Pria-pria itu tidak peduli dengan protes Steve Lim. Mereka memasang borgol pada tangannya dan membawanya keluar dari kantor.
Di luar, Steve Lim melihat banyak mobil polisi dan wartawan yang sedang menunggu. Dia menyadari bahwa ini pasti sebuah jebakan.
Steve Lim mencoba untuk membela diri, tapi tidak ada yang mau mendengarkannya. Dia dibawa ke kantor polisi dan dimasukkan ke dalam sel.
Sementara itu, di luar kantor polisi, seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang dan mata yang tajam sedang memperhatikan kejadian itu dari seberang jalan. Dia adalah Ruolan Tan, seorang gadis yang memiliki kemampuan bela diri yang hebat dan memiliki rahasia tersendiri.
Ruolan Tan memperhatikan Steve Lim dengan minat. Dia tidak percaya bahwa bos mafia yang disegani itu bisa terjebak dalam situasi seperti ini.
Tiba-tiba, Ruolan Tan memiliki ide. Dia memutuskan untuk membantu Steve Lim, tapi dengan syarat bahwa dia harus membantunya juga dalam suatu urusan.
Ruolan Tan memiliki rahasia yang tidak banyak orang tahu. Dia memiliki hutang besar kepada seorang lintah darat yang terkenal kejam di Makau. Hutang itu telah menumpuk selama beberapa tahun dan Ruolan Tan tidak tahu bagaimana cara membayarnya.
Lintah darat itu, bernama Wong, telah memberikan Ruolan Tan waktu untuk membayar hutangnya. Namun, waktu itu hampir habis dan Ruolan Tan masih belum bisa membayar.
Ruolan Tan tahu bahwa jika dia tidak membayar hutangnya, Wong tidak akan segan-segan untuk melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Dia telah melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang tidak bisa membayar hutang mereka kepada Wong.
Karena itu, Ruolan Tan memutuskan untuk membantu Steve Lim keluar dari penjara. Dia berharap bahwa Steve Lim bisa membantunya membayar hutangnya dan menghilangkan ancaman dari Wong.
Ruolan Tan mengunjungi Steve Lim di penjara. "Saya bisa membantu kamu keluar dari sini," kata dia. "Tapi, kamu harus membantunya saya juga."
Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan curiga. "Apa yang kamu inginkan?" tanya dia.
Ruolan Tan mengambil napas dalam-dalam. "Saya memiliki hutang besar kepada Wong," kata dia. "Saya butuh uang untuk membayar hutang itu. Jika kamu membantu saya, saya akan membantu kamu keluar dari sini."
Steve Lim memikirkan tawaran itu. Dia tidak punya banyak pilihan. Dia harus keluar dari penjara dan membersihkan namanya.
"Baiklah," kata Steve Lim. "Saya akan membantu kamu. Tapi, kamu harus membantu saya membersihkan nama saya juga."
Ruolan Tan tersenyum. "Saya setuju," kata dia.
Tapi, apa yang tidak diketahui oleh Steve Lim dan Ruolan Tan adalah bahwa Wong tidak akan melepaskan Ruolan Tan dengan mudah. Dan, ada juga orang lain yang sedang mengintai di balik bayang-bayang, menunggu kesempatan untuk menyerang...
Steve Lim terpesona dengan kecantikan dan kepolosan RuolanTan sejak pertama kali mereka bertemu. Dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Ruolan Tan yang dihiasi dengan senyum manis.
"Apa yang kamu inginkan sebagai imbalan?" tanya Steve Lim, mencoba untuk tetap fokus.
Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang polos. "Saya hanya ingin kamu membantu saya membayar hutang saya kepada Wong," kata dia. "Saya tidak ingin apa-apa lagi."
Steve Lim tersenyum, terpesona oleh kejujuran Ruolan Tan. "Saya akan membantu kamu," kata dia. "Tapi, saya ingin tahu lebih banyak tentang kamu."
Ruolan Tan tersenyum, tidak menyadari efek yang dia miliki pada Steve Lim. "Saya Ruolan Tan," kata dia. "Saya tinggal di Makau dan... dan saya suka makan es krim."
Steve Lim tertawa, terhibur oleh kesederhanaan Ruolan Tan. "Saya suka es krim juga," kata dia. "Mungkin suatu hari kita bisa makan es krim bersama."
Ruolan Tan tersenyum, tidak menyadari bahwa Steve Lim sedang jatuh cinta padanya. "Itu akan menyenangkan," kata dia.
Steve Lim tidak bisa melepaskan pandangannya dari Ruolan Tan, dia tahu bahwa dia harus membantu gadis ini, tidak hanya karena hutangnya, tapi juga karena dia ingin menjadi orang yang spesial bagi Ruolan Tan.
Tapi, apa yang tidak diketahui oleh Steve Lim adalah bahwa Ruolan Tan juga memiliki perasaan yang sama...
Steve Lim dan Ruolan Tan keluar dari kantor polisi setelah Steve Lim dibebaskan dengan jaminan. Ruolan Tan terlihat sedikit lebih santai sekarang bahwa Steve Lim telah setuju untuk membantu membayar hutangnya.
"Terima kasih, Steve," kata Ruolan Tan dengan senyum. "Saya tidak tahu apa yang saya akan lakukan tanpa kamu."
Steve Lim tersenyum kembali, tidak bisa melepaskan pandangannya dari Ruolan Tan. "Tidak perlu berterima kasih, Ruolan Tan," kata dia. "Saya senang membantu kamu."
Mereka berjalan keluar dari kantor polisi dan menuju ke mobil Steve Lim. Ketika mereka berjalan, Steve Lim tidak bisa tidak memperhatikan bagaimana Ruolan Tan terlihat cantik di bawah sinar matahari.
"Jadi, apa rencana kita sekarang?" tanya Ruolan Tan ketika mereka masuk ke dalam mobil.
"Kita akan pergi ke rumah saya dulu," kata Steve Lim. "Kita perlu membicarakan rencana untuk membayar hutangmu kepada Wong."
Ruolan Tan mengangguk, terlihat sedikit khawatir. "Saya harap kita bisa membayar hutang saya tepat waktu," kata dia. "Wong tidak akan segan-segan untuk melakukan apa saja jika saya tidak membayar."
Steve Lim tersenyum, mencoba untuk menenangkan Ruolan Tan. "Jangan khawatir, Ruolan Tan," kata dia. "Saya akan membantu kamu membayar hutangmu. Kita akan melewati ini bersama."
Ruolan Tan tersenyum kembali, merasa sedikit lebih tenang. Tapi, apa yang tidak diketahui oleh Ruolan Tan adalah bahwa Steve Lim memiliki rencana lain untuk Wong...
Steve Lim tersenyum dingin ketika memikirkan Wong. "Kita akan membayar hutangmu, Ruolan Tan," kata dia. "Tapi, ada satu syarat yang harus kamu penuhi."
Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan penasaran. "Apa itu?" tanya dia.
Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang tajam. "Kamu harus menjadi milik saya," kata dia. "Saya tidak ingin kamu pergi kemana-mana tanpa izin saya. Kamu harus melakukan apa yang saya katakan, dan kamu harus tinggal di rumah saya."
Ruolan Tan terkejut dengan permintaan Steve Lim. "Apa maksudmu?" tanya dia, merasa sedikit takut.
Steve Lim tersenyum dingin. "Saya tidak ingin kamu salah paham, Ruolan Tan," kata dia. "Saya tidak melakukan ini karena saya peduli dengan kamu. Saya melakukan ini karena saya ingin kamu. Dan saya selalu mendapatkan apa yang saya inginkan."
Ruolan Tan merasa seperti berada di dalam mimpi buruk. Dia tidak bisa percaya bahwa Steve Lim yang dia pikir sebagai penyelamatnya ternyata memiliki motif yang sangat berbeda.
Apa yang harus dia lakukan sekarang?