NovelToon NovelToon
Adzadina Maisyaroh

Adzadina Maisyaroh

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Angst / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Saudara palsu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:272.7k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Pesantren Al-Insyirah, pesantren yang terkenal dengan satu hal, hal yang cukup unik. dimana para santriwati yang sudah lulus biasanya langsung akan dilamar oleh Putra-putra tokoh agama yang terkemuka, selain itu ada juga anak dari para ustadz dan ustadzah yang mengajar, serta pembesar agama lainnya.
Ya, dia adalah Adzadina Maisyaroh teman-temannya sudah dilamar semua, hanya tersisa dirinya lah yang belum mendapatkan pinangan. gadis itu yatim piatu, sudah beberapa kali gagal mendapatkan pinangan hanya karena ia seorang yatim piatu. sampai akhirnya ia di kejutkan dengan lamaran dari kyai tempatnya belajar, melamar nya untuk sang putra yang masih kuliah sambil bekerja di Madinah.
tetapi kabarnya putra sang kyai itu berwajah buruk, pernah mengalami kecelakaan parah hingga membuat wajahnya cacat. namun Adza tidak mempermasalahkan yang penting ada tempat nya bernaung, dan selama setengah tahun mereka tidak pernah dipertemukan setelah menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADZADINA

Adza menatap wajah Faiz dengan tatapan rumit selama beberapa saat sebelum akhirnya dia pamit pergi karena tidak mau melanjutkan pembicaraan mereka tentang pernikahannya.

Melihat itu, Faiz hanya tersenyum walaupun dia tahu kalau ini salah. Adza sudah menerima lamaran dari adiknya tapi dia juga tidak akan membuat Adza menjadi seorang yang pasrah setelah itu.

Adza belum pernah melihat wajah Azka dan jika langsung menyetujuinya tanpa melihat wajah adiknya itu, yang ada nanti Adza malah akan merasa menyesal.

Faiz bukan sedang membandingkan wajahnya baik-baik saja dibandingkan wajah adiknya tapi dia baru kali ini melihat Adza dan entah mengapa dia merasa tertarik sehingga dia ingin berusaha mendapatkan perhatian Adza lebih dulu sebelum Adza dan adiknya benar-benar menikah.

"Lagi pula aku juga termasuk keturunan kyai firdaus kalau dia ingin mencari seorang Gus. Aku sudah dia

lihat beberapa kali dibandingkan dengan Azka, bukankah akan jauh lebih meyakinkan jika dia menikah denganku daripada menikah dengan Azka yang belum pernah dia lihat sama sekali?"

Faiz tersenyum dan berjalan pergi dengan rasa percaya diri.

Dia melipat tangannya ke belakang dan tampak berwibawa sementara para santriwati atau santri yang berpapasan dengannya mengucapkan salam layaknya tata krama yang biasa mereka lakukan di pondok pesantren ini sejak mereka masuk sampai sekarang.

Sementara itu adza duduk dengan wajahnya yang tertekuk di ranjang.

Hari sudah menjelang malam dan dia benar-benar masih memikirkan tentang apa yang dibicarakan oleh Faiz tadi.

Di ambilnya ponsel yang ada di atas ranjang itu lalu membuka bagian WhatsApp dan memang dia tidak menemukan photo profil sama sekali karena memang hanya foto berwarna coklat layaknya warna yang menjadi profil dari pria yang melamarnya itu.

"Kalau aku melihat atau meminta Gus mengirimkan photo wajahnya itu termasuk lancang tidak, ya?" Adza diam beberapa saat sebelum mematikan ponselnya.

Memang dia adalah seorang calon istri pria ini tapi karena mereka tak pernah bertemu sebelumnya dia merasa tidak percaya diri untuk melakukan chattingan lebih dulu untuk mengiriminya pesan.

Dia juga sungkan untuk meminta photo dari pria yang tak lain adalah calon suaminya sementara dia tahu kalau pria ini pasti tak percaya diri untuk menunjukkan fotonya sebab tragedi yang menimpanya dulu tentu saja masih membekas di wajahnya.

"Bagaimana sebenarnya caraku untuk melihat wajah Gus yang sebelum kecelakaan? Apakah ada pertinggalnya di ruangan kenangan photo-photo para alumni?" Adza diam beberapa saat sampai akhirnya dia menggeleng pelan.

"Kenapa aku tidak memperhatikan saat berada dirumah Kyai tadi? Padahal ada banyak photo-photo yang terpajang di ruangan tamu itu tapi aku sama sekali tidak meliriknya."

"Mungkin besok aku bisa meminta bantuan dari Ning, atau aku mencari sendiri di ruangan kenangan pasti ada satu atau dua photonya saat dia menjadi murid." adza mengangguk lalu tersenyum pelan.

"Hanya dengan mencari fotonya diam-diam maka aku tidak akan membuat hati siapapun terluka."

"Aku tahu kalau Gus pasti menyembunyikan wajahnya dan aku hanya bisa melihat wajahnya di Madinah nanti kalau misalnya aku dan dia benar-benar bertemu. Sekarang aku hanya perlu menyiapkan berkas-berkas yang diminta oleh Kyai dan Ustadzah tadi."

Adza menghubungi asisten orang tuanya yang kini menjadi asistennya untuk membantunya mengambil beberapa berkas dari rumah.

Orang kepercayaan orang tuanya hanya satu dan orang itu juga kini menjadi bekerja sebagai asisten pribadi setia untuk adza karena mereka memang bekerja dengan baik dan menjaga dengan baik peninggalan orang tua Adza, termasuk dirinya juga yang kini menjadi pewaris dari perusahaan kedua orang tuanya.

Malam itu berjalan dengan baik dan tak ada tanda-tanda masalah yang akan terjadi sebelum dia tidur. Rasanya cukup melelahkan dan dia termasuk orang yang merasa lelah mengikuti pembelajaran dan kegiatan yang dilakukan hari ini.

***

Siang ini Adza berada di sebuah ruangan untuk mencari pertinggal photo lulusan Azka.

Dia lulus dari Aliyah 5 tahun lalu dan dia harus mencari kenangan 5 tahun lalu diantara semua dinding yang menempelkan figura-figura photo para santri yang pernah belajar di sini.

Adza sudah mendapatkan izin untuk masuk ke sini karena memang diperbolehkan bagi para santri untuk memasukinya ketika jam senggang. Makanya saat ini dia boleh memasukinya karena sedang jam istirahat.

"Yang mana ya? Sama sekali aku tidak menemukan fotonya di 5 tahun lalu."

Memperhatikan sebuah figura yang berisikan banyak sekali photo alumni pesantren 5 tahun lalu, Adza sama sekali tak menemukan keberadaan calon suaminya.

Padahal dia membawa ponsel ke sana untuk benar-benar memperhatikan dengan teliti tapi tak ada satupun dan itu membuatnya curiga.

Ting!

"Assalamualaikum?"

Adza menatap ponselnya bergetar tak berhenti itu hingga dia tahu kalau yang mengirimkan pesan adalah Azka.

Tangannya kembali gemetar karena dia berniat untuk bertanya tentang photo Azka, jika bisa dia ingin memintanya tapi dia benar-benar merasa sungkan.

Sudah dia katakan sebelumnya kalau dia tidak ada niatan sama sekali untuk membandingkan wajah atau

menolak Azka hanya karena wajahnya yang sempat rusak karena kecelakaan, hanya saja dia tetap ingin tahu tentang bagaimana wajah calon suaminya itu.

"Waalaikumussalam Warahmatullah, Gus."

Adza tahu kalau di sana masih pagi makanya Azka bisa menghubunginya seperti ini.

"Ada yang kurang dari persiapan pernikahan dan berkas-berkasnya? Abi mengatakan sudah membicarakan ini dengan kamu, apakah ada yang sulit?"

Adza tak membantah kalau pria ini cukup perhatian bahkan saat dia sangat jauh dia tetap bertanya tentang persiapan yang ada di sini padahal dia tahu persiapan Azka di sanalah seharusnya yang lebih banyak.

"Tidak ada yang sulit kok, saya meminta orang orang kepercayaan yang menyiapkannya dan hari ini mereka

akan datang untuk mengantarkannya." Adza bisa melihat kalau Azka sedang mengetik makanya dia

memutuskan untuk diam beberapa lama dan menunggu apa yang akan menjadi balasan dari pria ini.

"Alhamdulillah kalau seperti itu, semoga saja Allah memudahkan rencana kita akan menikah." Adza tersenyum.

"Aamiin."

Tak lama setelah balasannya, dia kembali melihat pesan yang dikirimkan oleh Azka.

"Adza..."

Tak ada lagi embel-embel 'ukhty', Azka sudah mengetikkan kata yang langsung menampilkan namanya.

"Ya?"

Cukup lama balasan yang diberikan oleh Azka setelah adza menjawab panggilannya. Seolah-olah dia sedang ragu dan itu membuat adza merasa sedikit canggung dengan suasana mereka yang sedang chattingan tapi masih berjaga jarak.

"Nanti saat kamu sampai di sini bisakah kamu memaklumi kalau aku memakai masker?"

Adza tertegun membaca pesan itu tapi akhirnya sebelum dia menjawab Azka kembali mengirimkan lagi pesan yang sama membuat Adza termenung.

"Aku belum percaya diri dengan wajahku dan aku takut kamu malah merasa ilfeel. Saat ini aku sedang mengobati wajahku supaya bisa menjadi lebih baik dan aku tidak mau kamu melihat wajahku yang tidak sesuai dengan harapanmu."

"Jadi aku akan memakai masker dan maaf karena aku tidak bisa menampilkan wajahku di hadapanmu. Boleh kan? Aku hanya tidak ingin kamu merasa tidak nyaman."

1
Pustanty
biasanya di cerita novel itu banyak.kisah pelakor..tpi ini kisah pebinor,jarang² jg di novel yaa..
keren mah authornya yaa...👍🥰
ayu cantik
suka
(◔◡◔) ♥ My Yoontiihrd ♥
Cinta itu manis kalau tau porsi nya dan juga bisa jadi racun kalau porsinya banyak..
makanya dalam islam kita di ajarkan untuk secukupnya saja 😊
Rod Vato
Luar biasa
. 𝐴𝑧𝑧𝑢𝑟𝑎 𝑅ℎ𝑒𝑎 Arendra
. 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑟𝑎ℎ 𝐴𝑙 𝑤𝑎𝑞𝑖𝑎ℎ 𝑎𝑦𝑎𝑡 23 𝑦𝑎𝑎𝑎 𝑗𝑎𝑑𝑖-𝑁𝑦𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎. . .
Maryam marhan
thor buat azura bahagia dong,apa ngga tkut kau thor kena azab krn buat hdup orng sengsara bgtu😭 tlong sceptx up lg
Rismawati Damhoeri
baru jdi mahasiswa udah ngeluh aja kamu adza.......
Rismawati Damhoeri
kenapa kalau yatim piatu?, bukan aib toh?, duitnya juga banyak...
Rismawati Damhoeri
kenapa harus menikah sekarang sih?, kalau harus LDR, tunggu aja lah 6 bln lagi, tpi takdir di tangan author yahhh....
Arin
/Heart/
Ainal Fitri
ha ha ha bagus Azka orang yg mcm mas Fais mu itu eng perlu d kerjain. besok sebelum bicara dengan nya buat ia tambah kepanasan sperti cacing yg d jemur d matahari 😆
Ainal Fitri
wlo pun satu darah tp bnyak ko adza yg gak mirip. kebetulan kamu gak punya saudara kandung jd tidak bs mnbedakan wajah mu dengan saudara mu sendiri.
Ainal Fitri
wlo pun MP nya telat tp bgtu udh sx auto kecanduan mas Azka nya 🤭
sum mia
Alhamdulillah.... meski dengan perjuangan Adza dan bayinya selamat dan sehat .
ini beneran tamat kak , gak ada niat ada bonchap gitu....
tapi terimakasih atas karyanya yang bagus dan seru , semoga kak othor tetap sehat , segala urusannya di lancarkan dan di mudahkan , serta selalu dalam lindungan Allah SWT . aamiin 🤲

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍 😍 😍
irma hidayat
syukur semua keluarga udah bahagia + hadirnya jagoan pewaris
sum mia
Sekarang benar-benar sudah tobat ya Faiz , kejadian yang telah lalu jadikan pelajaran yang berharga . dan jangan sampai di ulangi kembali . tatap masa depan dengan cerah dan ceria . dan saatnya juga memberi kebahagiaan pada kyai Firdaus yang menjadi ayahmu saat ini .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
irma hidayat
ditunggu up lanjutnya thor
sum mia
aamiin...aku ikut aamiinkan Abi , semoga hasil istikharah Faiz mendapatkan petunjuk yang baik . dan akhirnya Faiz bisa bersatu dengan ustadzah Arunika dalam hubungan pernikahan .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia
efek dari hamil Adza jadi mager , apalagi setelah makan dan perut terasa kenyang .
bahagia selalu buat kalian Azka dan Adza .
semoga tak ada lagi ujian yang memberatkan kalian .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
irma hidayat
moga hasilnya baik buat semua pihak ,faiz insaf dari hilap nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!