NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Suasana di rumah sederhana yang ada di komplek perumahan di pinggir kota, begitu ramai. Saat ini, istri dari kepala lorong yang tidak lain adalah Seruni sedang menanti buah hati mereka. Wanita itu sedang berjuang di dalam rumah untuk melahirkan anak kelima nya.

Ya. Mereka sudah memiliki empat anak perempuan. Dan saat ini, Hamdan sangat menginginkan anak laki-laki. Ia berharap, kali ini istri nya bisa memberi nya seorang anak laki-laki yang tampan seperti diri nya.

Selama masa kehamilan, Hamdan tidak pernah membawa istri nya ke bidan atau pun dokter untuk pemeriksaan. Pemborosan kata nya. Dan hal itu, membuat Seruni tidak bisa berkata-kata.

"Selamat, Pak. Bu Seruni melahirkan anak perempuan." Ucap seorang bidan desa yang terpaksa ia panggil kali ini.

"Apa? Perempuan lagi? Apa buk bidan tidak salah?"

"Tidak mungkin dong saya salah. Kalau bapak tidak percaya, silahkan masuk. Bu Seruni sudah selesai kami bersihkan."

Hamdan dan empat anak lainnya tergopoh-gopoh masuk untuk melihat bayi yang baru lahir itu. Dan benar saja apa yang dikatakan oleh bidan. Anak nya lagi-lagi perempuan.

"Alhamdulillah anak kita sehat, Bang."

"Sehat sih sehat. Tapi ini, kok perempuan lagi sih, Runi. Kamu ini, apa tidak bisa memberiku anak laki-laki? Jika seperti ini, depan kita harus program lagi."

"Bang, aku baru saja melahirkan dan Abang malah ingin aku hamil lagi? Anak kita pun masih kecil-kecil. Kasihan mereka jika kurang kasih sayang."

"Jangan banyak alasan. Orang jaman dulu saja punya anak banyak, bisa kok hidup. Kamu ini kelewat manja, Runi. Sudah! Aku mau pulang ke rumah Ibu dulu. Di sini buat ku sakit kepala lihat kalian semua."

"Tapi, Bang. Bagaimana dengan ari-ari dan kain kotor ku ini?"

"Itu bukan urusan. Sebagai Ibu nya, kamu yang harus bertanggung jawab."

Hamdan pergi meninggalkan Seruni di dalam kamar mereka. Bayi merah yang baru lahir itu, di kelilingi oleh empat kakak nya yang cantik.

"Bu, jangan sedih. Biar Kakak yang bantuin Ibu jaga adik." Ucap Rima, anak sulung Seruni yang berumur 6 tahun.

"Iya, Bu. Kami kan udah besar. Jadi udah bisa bantuin Ibu jualan dan jagain adik. Kami sayang Ibu dan adik." Anak kedua Seruni yang bernama Tari pun ikut menimpali.

Seruni begitu bersyukur karena memiliki anak-anak yang begitu baik dan juga pengertian. Selama ini, anak-anaknya tak pernah membangkang dan membantah apapun yang dikatakan oleh Seruni.

"Terima kasih, nak. Ibu sayang kalian semua. Jadi lah anak yang shalihah ya, anak-anak Ibu semua nya."

Tidak terasa, bulir bening jatuh di pipi. Di usia pernikahannya yang sudah tujuh tahun, Seruni merasa sang suami berubah setiap kali ia melahirkan..

Di awal pernikahan, pria itu begitu baik dan lembut. Tidak pernah sekalipun Hamdan membentak Seruni. Ia tahu, begitu banyak nya kandidat yang saat itu ingin mendapatkan hati seorang gadis desa.

Ya. Hamdan dan Seruni berasal dari desa yang sama. Mereka jatuh cinta dan menikah. Rezeki mereka pun perlahan membaik saat Seruni melahirkan Rima. Hamdan di pindah tugaskan ke kantor yang ada di kota.

Awal nya, hanya Seruni, Hamdan dan anak mereka yang di bawa ke kota. Lambat laun, seiring berjalan nya waktu, Hamdan di percaya menjadi seorang manager di perusahaan penghasil kertas yang ada di kota itu.

Lahir anak kedua, mereka sudah bisa membeli rumah sendiri di sebuah komplek perumahan. Dengan Seruni yang hemat dan tidak suka menghamburkan uang sang suami, mereka bisa membeli rumah itu secara langsung.

Lahir anak ketiga, Hamdan bisa membeli kendaraan. Namun hubungan mereka semakin hambar. Hamdan menginginkan anak laki-laki yang terlahir dari rahim Seruni.

Dan ketika lahir anak ke empat. Hamdan mendapatkan bonus yang sangat banyak dari bos nya. Ia pun membelikan satu rumah lagi untuk Ibu dan Bapak nya dari kampung. Rumah itu tidak jauh dari rumah nya dan Seruni. Hanya berbeda blok saja.

Dan saat ini, anak kelima dengan jenis kelamin perempuan pun lahir. Hamdan semakin muak dengan kehidupan rumah tangga nya bersama dengan Seruni.

Ia sering kali mendapat kan nasehat untuk segera menikah lagi karena tidak mendapat kan anak laki-laki. Siapa lagi kalau bukan dari Ibu dan Bapak nya yang saat ini hidup mereka di biayai oleh Hamdan.

Seruni tidak bisa berkata-kata. Selama anak ke empat lahir, ia sudah tidak mengharap kan lagi uang belanja yang diberikan oleh Hamdan.

Walaupun ia berasal dari desa, tapi ia berani mencoba hal baru untuk menyambung hidup anak-anak nya. Hamdan pernah berkata, jika ia tidak akan menafkahi anak-anak perempuan nya lagi, sampai Seruni bisa melahirkan anak laki-laki. Sungguh pria yang sangat jahat.

Saat Seruni dan anak-anak nya sedang berbincang hangat. Ada seseorang yang datang ke rumah itu. Seorang wanita yang tidak lain adalah langganan nya.

"Loh, kok kalian semua ada di sini? Kak Runi baru siap melahirkan? Kok cuma sendirian? Mana suami dan yang lain nya?"

"Hmmm,,"

"Tante, ayah pulang ke rumah nenek karena marah. Sedangkan buk bidan juga udah di usir. Ibu kasihan. Nggak ada yang membantu." Ranti, anak ketiga Seruni pun berucap.

Anak berumur 4 tahun itu begitu bijak. Mulut nya memang selalu berkata jujur setiap kali ada yang bertanya tentang kehidupan nya.

"Kak Runi, benar kah itu? Jadi, hanya karena anak perempuan?"

"Ya begitu lah, Del. Kakak tidak bisa berkata-kata."

"Kak, aku sebagai pejuang garis dua, begitu iri. Tapi, kenapa suami kakak sama sekali tidak bersyukur. Sudah lah, biar aku yang bantuin. Kakak udah makan?"

Adelia langsung menuju ke dapur untuk melihat. Ternyata, tak ada apapun di sana. Adelia yang tidak lain hanya lah seorang pelanggan tetap dari kue buatan Seruni, sudah akrab dengan ibu lima anak itu.

"Pak, saya pesan nasi untuk lima orang. Lengkap dengan lauk nya. Yang enak ya, Pak. Kembalian nya untuk Bapak saja." Ucap wanita itu pada supir nya.

Pak supir itu pun langsung pergi setelah menerima perintah dari sang Nyonya. Kini, tinggal lah Adelia dan Seruni bersama anak-anak nya di dalam kamar.

"Makasih, Adel. Kakak tidak tahu harus bagaimana."

"Sudah lah, Kak. Anggap saja Adel adik kakak. Selama ini, kakak sudah sangat baik karena mengizinkan Adel melihat mereka. Adel jadi ada teman nya."

"Sabar lah, pasti akan ada masa nya buah hati itu lahir dari rahim mu. Kamu adalah wanita yang baik."

"Terima kasih, Kak Runi. Seandainya saja kakak masih lajang, akan ku suruh kakak jadi ipar ku."

"Eits, jangan macam-macam. Aku ini setia loh."

"Ciyeee yang paling setia.."

Hahahahhaha

Mereka pun tertawa. Seruni bisa terhibur dengan kedatangan wanita itu. Semoga saja, Hamdan tidak pulang. Karna dengan begitu, hanya menambah beban saja.

1
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan belum terlalu merasakan saat ini
sebentar lagi baru akan paham apa arti
dari semua kejadian yang sudah dia lakukan terhadap anak istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!