NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukan menjadi dokter atau pengusaha, melainkan menjadi istri di usia muda. Namun, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu meluluhkan hatinya yang pemilih.
Sampai sore itu, hujan turun di sebuah halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Arlan. Pria berusia 28 tahun dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan sekitarnya. Arlan adalah definisi nyata dari kematangan dan kemewahan yang selama ini Keyla cari. Hanya dengan sekali lirik, Keyla resmi menjatuhkan pilihannya. Om Duda ini harus jadi miliknya.
Keyla memulai aksi pengejaran yang agresif sekaligus menggemaskan, yang membuat Arlan pusing tujuh keliling.

Lantas, mampukah Keyla meluluhkan hati pria yang sudah menutup rapat pintu cintanya? Atau justru Keyla yang akan terjebak dalam gelapnya rahasia sang duda kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 16

Minggu kedua perkuliahan dimulai dengan tumpukan tugas yang tidak manusiawi. Keyla, yang biasanya menghabiskan waktu sorenya untuk chatting dengan Arlan, kini harus mendekam di perpustakaan pusat bersama kelompok tugas Pengantar Akuntansi-nya.

Sialnya, sistem pembagian kelompok dilakukan secara acak oleh dosen.

"Oke, jadi Keyla bagian nyusun laporan laba rugi, ya. Nanti kalau bingung, gue bantu. Gue udah khatam materi ini semester lalu," ucap Vino sambil menggeser kursi perpustakaan agar lebih dekat dengan Keyla.

"Kak, gue bisa sendiri kok. Lagian ini kan tugas kelompok, kita bagi rata aja," jawab Keyla berusaha menjaga jarak.

Vino tersenyum tipis, menatap Keyla dengan intensitas yang membuat gadis itu tidak nyaman. "Lo tau nggak, Key? Sejak kejadian di gerbang kemarin, satu kampus ngomongin lo. Mereka penasaran siapa pria Om-om yang jemput lo pake mobil miliaran itu."

Keyla mengerutkan kening. "Om-om? Dia punya nama, Kak. Namanya Arlan. Dan dia pacar gue."

"Pacar? Yakin?" Vino tertawa hambar. "Pria mapan kayak dia biasanya cuma nyari selingan, Key. Lo itu cantik, pinter, masa depan lo cerah. Lo butuh cowok yang seumuran, yang bisa diajak nongkrong sampai subuh tanpa harus mikirin jadwal rapat besok pagi."

"Kak Vino, kita ke sini buat ngerjain akuntansi, bukan buat bahas asmara gue," potong Keyla tegas.

Tepat saat itu, ponsel Keyla bergetar. Sebuah panggilan dari Arlan. Dengan cepat Keyla langsung mengangkatnya.

"Halo, Om! Udah selesai rapatnya?"

"Sudah. Kamu di mana? Aku sudah di depan gedung fakultasmu," kata Arlan.

"Lho? Om jemput sekarang? Kan aku bilang aku ada tugas kelompok sampai jam tujuh malam, Om."

"Siapa saja teman kelompokmu?" tanya Arlan.

Keyla melirik Vino yang pura-pura sibuk dengan laptopnya. "Ada tiga orang, Om. Dua temen cewek, sama... Kak Vino."

"Vino lagi?" suara Arlan mendadak menjadi sangat dingin. "Keluar sekarang. Kerjakan di rumah, aku akan panggilkan tutor pribadi untuk kelompokmu kalau perlu."

"Om, jangan mulai deh. Ini tugas kampus, aku nggak bisa seenaknya pergi. Nggak sopan sama yang lain," bisik Keyla pelan agar tidak terdengar teman-temannya.

"Satu jam. Aku beri waktu satu jam. Jika jam tujuh kamu belum di depan gerbang, aku yang akan masuk ke perpustakaan itu dan menjemputmu secara paksa. Paham?" ucap Arlan, yang langsung mengakhiri panggilan.

Keyla menatap ponselnya dengan kesal. "Hih kok jadi posesif banget sih!"

Waktu menunjukkan pukul 18.55. Dengan terburu-burunya, Keyla merapikan semua buku dan bersiap untuk pulang.

"Gue balik duluan ya, udah dijemput," pamit Keyla pada teman-temannya.

"Eh, Key! Gue temenin sampe depan. Udah malem, ngeri banyak begal," ucap Vino sambil ikut berdiri.

Keyla ingin menolak, tapi Vino sudah lebih dulu berjalan di sampingnya. Begitu mereka sampai di gerbang fakultas, pemandangannya jauh lebih mengerikan dari begal mana pun. Arlan berdiri di samping mobilnya, menyilangkan tangan di dada, matanya menatap tajam ke arah Vino yang berjalan di samping Keyla.

Vino, yang merasa tertantang, justru sengaja menepuk bahu Keyla sebelum mereka sampai di depan Arlan. "Besok kita lanjutin lagi ya, Key. Nanti gue WhatsApp."

Arlan melangkah maju, aura dominasinya seolah menelan lampu-lampu jalan di sekitar mereka. Ia menarik lembut lengan Keyla agar berada di belakang punggungnya.

"Aku rasa tidak perlu ada WhatsApp pribadi untuk urusan tugas," ucap Arlan pada Vino. "Keyla punya asisten pribadi yang bisa mengatur jadwal akademiknya. Jika ada yang mendesak, hubungi lewat grup kelompok saja."

Vino menaikkan alisnya, mencoba tetap tenang. "Wah, ketat banget ya, Om? Keyla kan mahasiswi, bukan tahanan."

Arlan tersenyum sinis. "Dia bukan tahanan. Dia adalah prioritasku. Dan aku sangat menjaga apa yang menjadi milikku dari gangguan hama." ucap Arlan, yang seketika membuat Vino terdiam.

Dan tanpa kata lagi, Arlan membukakan pintu untuk Keyla dan mereka melesat pergi.

Di dalam mobil, Keyla seolah tidak bisa menahan diri lagi. "Om, keterlaluan! Malu tau diliatin temen-temen! Kak Vino itu cuma mau bantu!"

"Membantu atau mencari kesempatan?" ucap Arlan tanpa menoleh. "Aku pria, Keyla. Aku tau tatapan pria yang menginginkan sesuatu. Dan dia menginginkanmu."

"Ya terus kenapa kalau dia suka? Kan aku sukanya sama Om! Om nggak percaya sama aku?"

Arlan mendesah berat, ia mematikan mesin mobil di pinggir jalan yang sepi. Ia menoleh ke arah Keyla, matanya yang biasanya dingin kini tampak penuh kegelisahan.

"Bukannya aku tidak percaya denganmu. Aku hanya... tidak percaya pada diriku sendiri," ucap lirih Arlan.

"Maksudnya?" tanya Keyla.

"Melihat kamu di kampus, dikelilingi orang-orang seusiamu yang ceria, membuat aku sadar betapa membosankannya aku. Aku takut suatu hari kamu sadar bahwa pria berjas yang kaku ini tidak bisa memberimu kebahagiaan yang sama seperti yang ditawarkan anak muda seperti dia."

Keyla terdiam. Ia meraih wajah Arlan dengan kedua tangannya. "Om Arlan, dengerin aku ya. Kak Vino itu kayak gelato, manis tapi cepet meleleh. Kalau Om? Om itu kayak kopi hitam favorit Papa. Pahit di awal, tapi bikin nagih dan selalu dibutuhin tiap pagi. Aku nggak butuh yang manis-manis doang, aku butuh yang bisa bikin aku ngerasa pulang. Dan itu cuma Om."

Arlan menatap Keyla sejenak, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

"Jangan pernah berpaling dariku, Bocah Nakal," bisik Arlan.

"Nggak bakal, Om Duda Posesif," balas Keyla sambil terkekeh dalam pelukan Arlan.

Namun, di balik kemesraan itu, Keyla tidak tau bahwa di kejauhan, seseorang sedang memotret mereka dari dalam mobil lain.

Siska, dengan senyum liciknya, menatap layar kameranya."Kita lihat, apa Papamu masih akan merestui hubungan ini kalau dia tau apa yang dilakukan si mapan ini pada anaknya di pinggir jalan."

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up yg banyak
Reni Anjarwani
lanjut thor koyol bgt arlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Putri Lauren
aku suka banget ceritanya, lanjut thor
Kimmy Yummy: Makasih, udah mampir Kak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kimmy Yummy: Oke, siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut thorr
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjuttt
Kimmy Yummy: Makasih udah mampir Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!