NovelToon NovelToon
Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang

Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Sistem / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Kenzo Banyu Samudera adalah anak tiri dari keluarga konglomerat, hidup sebagai pecundang yang dihina, disiksa, dan dibuang. Lemah, cupu, dan tak pernah melawan—hingga suatu malam ia nyaris mati bersimbah darah. Namun kematian itu justru menjadi awal kebangkitan.
Kesadaran Bayu Samudra, petarung jalanan miskin yang tewas dalam pertarungan brutal, terbangun di tubuh Kenzo. Bersamaan dengan itu, sebuah Sistem Pemburu aktif di kepalanya. Kebangkitan ini bukan hadiah. Keluarga Kenzo memfitnah, menghapus identitasnya, dan mengusirnya dari rumah.
Dari jalanan kumuh, Bayu merangkak naik. Tinju jalanannya berpadu dengan kecerdasan Kenzo dan kekuatan sistem. Perlahan ia membangun kerajaan bayangan bisnis legal di permukaan, mafia di balik layar. Namun sisa memori Kenzo menghadirkan luka, kesepian, dan konflik batin.
Di antara dendam, cinta, dan kegelapan, Bayu harus memilih: menjadi monster penguasa, atau manusia yang masih mengingat rasa kalah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: PEMBANTAIAN 50 MUSUH

#

Jam sepuluh malam. Kawasan industri. Area pelabuhan lama.

Bayu berdiri di atas gedung tua. Menatap ke bawah. Di bawah sana, komplek pergudangan. Pagar kawat tinggi. Lampu sorot. Penjaga keliling.

Markas pertama.

Dari intel Maya, tempat ini pusat distribusi narkoba milik anak buah Valerie. Setiap malam ada transaksi. Pengedar dari seluruh kota datang ambil barang. Lalu sebar ke jalanan. Ke anak-anak sekolah. Ke siapapun yang mereka bisa jual.

Bukan musuh biasa. Musuh yang setiap harinya aktif merusak hidup orang tak bersalah.

Tepat seperti syarat misi sistem.

Bayu hitung dari atas. Ada sekitar dua belas orang terlihat. Mungkin lebih di dalam.

**[WAKTU TERSISA: 22 JAM 47 MENIT]**

**[TARGET ELIMINASI: 0 DARI 50]**

Bayu tarik napas. Pasang earphone. "Maya. Gue di markas pertama."

"Gue lihat dari drone kecil yang gue kirimin tadi." Suara Maya tenang tapi ada sesuatu yang mengganjal di nadanya. "Ada delapan belas orang di dalem. Enam di luar. Total dua puluh empat."

"Oke."

"Bayu..."

"Gue tau, Maya."

"Ini... ini banyak banget. Lu yakin?"

"Gue harus."

Hening sebentar.

"Hati-hati," bisik Maya akhirnya.

Bayu lepas earphone. Masukkan ke saku.

Dia loncat ke gedung sebelah. Lebih dekat ke target. Lalu loncat lagi ke atap pagar. Pelan. Tanpa suara.

Penjaga pertama lewat di bawah. Nggak lihat ke atas.

Bayu jatuh dari atas. Lutut menghantam punggung penjaga. Penjaga roboh. Bayu patahkan lehernya sebelum dia sempat bersuara.

Satu.

Bayu tarik tubuhnya ke balik kontainer.

Penjaga kedua mendekat. Nyalain rokok. Jalan santai.

Pisau Bayu melayang dari kegelapan. Tepat ke tenggorokan.

Dua.

Penjaga ketiga sampai keenam dihabisi dengan cara yang sama. Cepat. Senyap. Nggak ada yang sempat teriak.

Enam bersih.

Bayu masuk ke dalam gudang. Pintu belakang yang nggak dijaga.

Di dalam, ratusan kardus. Bau kimia menyengat. Lampu kuning redup.

Delapan belas orang di dalam. Lagi hitung barang. Nimbang. Bungkus. Bicara seenaknya.

Bayu aktifkan mode pembunuh.

**[MODE PEMBUNUH: AKTIF]**

Matanya langsung tajam. Setiap gerakan di ruangan itu kelihatan lambat di matanya.

Dia jalan masuk. Tenang.

Orang pertama yang lihat dia langsung teriak. "SIAPA LU?!"

Bayu tembak kepalanya. DOR!

Chaos.

Semua orang langsung ambil senjata. Tembak ke arah Bayu.

Tapi Bayu bergerak. Cepat. Seperti bayangan.

Dia masuk ke kerumunan. Lebih susah ditembak kalau jarak dekat.

Pisau. Siku. Tinju. Tembakan jarak dekat.

Satu per satu jatuh.

Tujuh menit kemudian. Dua puluh empat orang. Semua mati.

Bayu berdiri di tengah. Dikelilingi mayat. Darah menggenang di lantai beton.

**[TARGET ELIMINASI: 24 DARI 50]**

**[WAKTU TERSISA: 22 JAM 01 MENIT]**

Bayu menatap angka itu.

Dua puluh empat.

Dan dia... nggak merasa apa-apa.

Dulu. Tiap kali bunuh orang, ada sesuatu di dadanya. Berat. Bersalah. Air mata Kenzo yang selalu mengalir tanpa disuruh.

Tapi sekarang...

Kosong.

Hanya kosong.

Bayu keluar gudang. Jalan ke target berikutnya.

***

Markas kedua. Rumah judi ilegal. Daerah selatan kota.

Bukan cuma judi. Dari info Maya, tempat ini juga dipakai perdagangan orang. Wanita dan anak-anak. Dijual ke pria-pria kaya yang datang malam hari.

Bayu masuk dari jendela lantai dua. Naiki pipa air di dinding.

Di dalam. Dua penjaga duduk main handphone. Nggak waspada.

Bayu tangani keduanya dari belakang. Dua detik. Dua mayat.

Dia jalan ke ruang utama.

Suara tawa. Dadu bergulir. Asap rokok.

Dua belas orang. Penjudi. Penjaga. Bandar.

Bayu masuk. Tembak lampu dulu.

Gelap total.

Chaos.

Bayu bergerak di kegelapan. Lebih nyaman baginya sekarang.

Satu per satu.

Empat menit. Dua belas orang. Semua beres.

Bayu jalan ke bagian belakang rumah. Ada suara. Tangisan pelan.

Dia buka pintu.

Di dalam, ada lima wanita. Terikat. Mata ketakutan. Mulut diplester.

Bayu diam di pintu.

Ini... ini bukan target.

Ini korban.

Dia masuk. Lepas tali mereka. Cabut plester dari mulut mereka.

Salah satu wanita langsung nangis keras. Peluk Bayu. "Tolong... tolong kami keluar..."

Sesuatu yang sudah mulai mati di dada Bayu... bergerak sedikit.

Tapi cuma sedikit.

"Jalan terus. Jangan berhenti. Cari polisi." Dia dorong lembut mereka ke pintu. "Cepat."

Mereka kabur berhamburan.

Bayu menatap punggung mereka yang menghilang di kegelapan.

Lalu balik berjalan.

Target berikutnya.

**[TARGET ELIMINASI: 38 DARI 50]**

***

Jam empat subuh. Markas ketiga. Terakhir.

Sarang preman bayaran yang biasa disewa Valerie. Dua belas orang tersisa yang harus dihabisi.

Tapi kali ini... mereka tau ada yang serang malam ini.

Info udah menyebar di underground. Ada pembunuh lagi bergerak. Bunuh puluhan orang.

Mereka sudah siap.

Pintu diperkuat. Jendela ditutup papan kayu. Semua orang bersenjata penuh.

Bayu berdiri di luar. Sendirian. Menatap bangunan itu.

Dua belas orang.

Tinggal dua belas.

**[WAKTU TERSISA: 4 JAM 12 MENIT]**

Dia masuk kantong. Keluarin bom asap kecil. Pemberian Dedi sebelum Budi meninggal.

Lempar ke jendela kayu. Tembus. Meledak.

Asap tebal mengepul keluar dari celah-celah bangunan.

Pintu dibuka paksa dari dalam. Orang-orang keluar batuk-batuk. Nggak bisa lihat.

Bayu sudah di luar. Menunggu.

Satu per satu keluar.

Satu per satu jatuh.

Sampai yang terakhir.

Pria muda. Mungkin seumur Bayu. Kurus. Muka penuh jerawat. Mata masih merah karena asap.

Dia jatuh berlutut. Nggak bisa lihat dengan jelas. "S...siapa... siapa lu..."

Bayu berdiri di depannya.

"Tolong... tolong jangan bunuh gue... gue... gue dipaksa kerja di sini... gue nggak punya pilihan... gue punya ibu yang sakit..."

Bayu mengepalkan tangan.

Ibu yang sakit.

Kata-kata itu... nyangkut di suatu tempat di kedalaman dadanya.

Kenzo kecil punya ibu. Ibu yang dia sayang. Yang meninggal dan bikin semua kesengsaraan itu dimulai.

"Tolong... kumohon..."

Bayu menatapnya lama.

Lama banget.

Tangannya naik. Pistol teracung ke kepala pemuda itu.

Dan...

Dia turunkan lagi.

"Pergi."

Pemuda itu nggak percaya. "A...apa?"

"GUE BILANG PERGI!"

Pemuda itu bangkit. Lari. Nggak lihat ke belakang.

Bayu menatap punggungnya yang menghilang.

**[MISI SAMPINGAN: SELESAI]**

**[TARGET ELIMINASI: 49 DARI 50]**

**[CATATAN: SISTEM MENDETEKSI SATU TARGET DILEPAS KARENA BUKAN ANCAMAN AKTIF]**

**[MISI TETAP DIANGGAP SELESAI]**

**[KEMAMPUAN BARU TERBUKA: PREDIKSI GERAKAN TINGKAT 3]**

Bayu membaca pesan itu. Matanya basah. Bukan nangis. Tapi... entah apa.

Dia jatuh duduk di tanah.

Kelelahan.

Tapi bukan kelelahan fisik.

Kelelahan jiwa.

***

Pagi hari. Rumah pabrik.

Bayu masuk dengan langkah berat. Baju hitam penuh noda darah orang lain. Tangan gemetar.

Maya langsung berdiri dari kursi. Lari mendekat. "Bayu! Lu oke?!"

Bayu nggak jawab. Berdiri di tengah ruangan. Menatap kosong.

Tekong dan Wahyu juga bangun. Lihat kondisi Bayu.

"Misi selesai," kata Bayu datar.

Maya menatapnya. Ada sesuatu yang berbeda. Di mata Bayu. Di cara dia berdiri. Di cara dia bicara.

"Bayu... lu..."

Dia pegang wajah Bayu. Paksa dia lihat ke matanya.

Dan Maya tersentak.

Mata Bayu... dingin. Sangat dingin. Seperti bukan manusia.

Seperti...

"Lu... lu mulai kayak monster..." bisik Maya gemetar.

Bayu menatapnya. Nggak marah. Nggak sedih.

Cuma... datar.

"Mungkin."

"Bayu..."

"Gue capek. Gue mau tidur."

Dia jalan ke kamar. Masuk. Tutup pintu.

Maya berdiri di luar pintu yang tertutup. Tangan terangkat. Mau ketuk. Tapi berhenti.

Tekong berdiri di belakangnya. Menatap pintu itu juga.

"Dia berubah," kata Tekong pelan.

"Gue tau," bisik Maya.

"Pertanyaannya... bisa balik?"

Maya nggak jawab.

Karena dia nggak tau jawabannya.

***

Di dalam kamar. Gelap.

Bayu duduk di depan cermin kecil yang nempel di dinding.

Menatap wajahnya.

Wajah Kenzo yang dulu penuh kesedihan dan ketakutan.

Tapi sekarang...

Kosong.

Lalu...

Perlahan...

Matanya berubah.

Bukan hitam lagi.

Bukan coklat lagi.

Merah.

Merah darah.

Bayu menatap matanya sendiri yang merah di cermin.

Nggak kaget.

Nggak takut.

Cuma... menatap.

"Jadi ini yang terjadi..."

Bisikan pelan keluar.

"Bayu Samudra... jiwa petarung jalanan yang nggak kenal belas kasihan..."

Dia menyentuh cermin. Menyentuh pantulan matanya sendiri.

"Apa gue masih manusia?"

Nggak ada yang jawab.

Cuma keheningan.

Dan mata merah di cermin itu terus menatap balik.

Tanpa berkedip.

1
variable of ancient
ngaret
variable of ancient
alahhh, latihan sama tekong aja minggu²an
variable of ancient
Kenzo beban hama Thor, udah bayu aja jadi mc
Sumitro van Persie
sistem edan bukan menolong malah ngancam mati permanen....Thor matiin aja Bayu trus tamat
Sumitro van Persie
g asyik Thor rekarnasi didua lain trus sistemnya g bisa nyebuhin adeh pa gunanya punya sistem 👹👹👹
REY ASMODEUS
hey semangat 💪💪💪💪
REY ASMODEUS
mantap
aa ge _ Andri Author Geje: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!