NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesombongan Malaikat Jatuh

Aula gedung sekolah tua itu kini terasa seperti berada di dalam sebuah kotak vakum. Tekanan energi yang dilepaskan oleh Kokabiel dari singgasananya menciptakan gelombang gravitasi yang membuat lantai kayu di sekitar Riser retak dan amblas beberapa sentimeter. Bau belerang dan ozon yang tajam memenuhi udara, namun Riser tetap berdiri tegak, tangannya masih berada di dalam saku kemeja hitamnya yang kini berkibar liar akibat tekanan angin.

"Eksekusi?" Kokabiel tertawa terbahak-bahak, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam yang memekakkan telinga. "Seorang iblis muda yang baru saja memenangkan permainan catur kecil melawan bocah Gremory... merasa bisa mengeksekusi aku, yang telah selamat dari perang besar tiga faksi?"

Riser tidak segera membalas. Dia melirik ke arah Ayaka dan Saeko yang baru saja menyelesaikan pertarungan mereka dengan prajurit eksperimen di sisi aula. Keduanya tampak waspada, namun mereka tidak mendekat—mereka tahu bahwa area di sekitar Riser kini telah menjadi zona kematian yang hanya bisa dimasuki oleh entitas kelas atas.

[ Status Subjek: Kokabiel ]

[ Tingkat Kekuatan: Malaikat Jatuh Kelas Atas ]

[ Kondisi: Euforia Pertempuran ]

[ Analisis: Serangan berbasis tombak cahaya skala besar ]

"Ayaka, Saeko, mundur ke arah Xenovia dan Irina," perintah Riser dengan suara yang sangat tenang namun membawa otoritas yang tak terbantahkan. "Pastikan Valper tidak sempat mengaktifkan protokol penghancuran diri pada lingkaran sihir itu."

"Tapi, Tuan Riser..." Ayaka mencoba memprotes, namun saat dia melihat punggung Riser, dia berhenti.

Punggung itu tidak lagi memancarkan kehangatan api Phoenix yang biasanya dia rasakan. Sebaliknya, sebuah aura dingin yang jauh lebih pekat dari es manapun, dan kegelapan yang terasa lebih tua dari waktu itu sendiri, mulai merembes keluar dari pori-pori kulit Riser. Bayangan Riser di lantai tidak lagi berbentuk manusia; ia memanjang, membentuk siluet makhluk dengan sayap yang robek dan aura yang menekan keberadaan cahaya di sekitarnya.

[ Sinkronisasi Jiwa: 97% ]

[ Resonansi Karakter: Meliodas (Sisi Kegelapan) ]

[ Skill Aktif: Pengendalian Energi (Master) ]

"Kau terlalu banyak bicara, Kokabiel," Riser melangkah maju. Satu langkah. Lantai di bawah kakinya hancur menjadi abu hitam. "Duniaku tidak membutuhkan perang yang kau inginkan. Dan duniaku... tidak membutuhkan sampah sepertimu."

Kokabiel mendengus, wajahnya yang penuh kesombongan berubah menjadi seringai kemarahan. "Mati kau, Iblis Rendahan!"

Malaikat Jatuh itu melambaikan tangannya, dan secara instan, ratusan tombak cahaya berukuran raksasa tercipta di langit-langit aula. Cahayanya begitu terang hingga membutakan mata Xenovia dan Irina yang berada di kejauhan. Dengan satu gerakan turun, ratusan tombak itu meluncur dengan kecepatan cahaya menuju titik di mana Riser berdiri.

BUM! BUM! BUM!

Ledakan beruntun menghancurkan seluruh aula. Debu, puing bangunan, dan energi cahaya yang meledak menciptakan awan jamur yang menembus atap gedung, membubung tinggi ke langit malam Kuoh. Kekuatan itu cukup untuk menghapuskan satu kota kecil dari peta dalam sekejap.

"Tuanku!" seru Yubelluna yang baru saja tiba di lokasi bersama Esdeath, wajahnya pucat melihat skala ledakan tersebut.

Esdeath, di sisi lain, hanya menyipitkan matanya. Dia memegang rapierya dengan erat. "Jangan meremehkan pria itu, Yubelluna. Dia bukan tipe orang yang membiarkan dirinya ditelan oleh cahaya murahan seperti itu."

Asap perlahan menipis di tengah kawah ledakan. Kokabiel tersenyum puas, namun senyum itu perlahan membeku saat dia melihat sebuah siluet berdiri tegak di tengah api dan cahaya yang mulai memudar.

Riser masih di sana. Namun, kemeja hitamnya kini telah robek, memperlihatkan tanda-tanda hitam yang mulai menjalar dari dadanya menuju lengan dan lehernya. Api biru Phoenix-nya kini telah berubah warna menjadi ungu gelap yang berderak dengan listrik hitam. Dia tidak menggunakan perisai sihir. Dia menahan seluruh ledakan itu dengan kepadatan energinya sendiri.

"Hanya itu?" tanya Riser. Suaranya kini terdengar ganda—suaranya sendiri dan sebuah gema rendah yang terasa seperti suara dari dasar neraka.

[ Peningkatan Status: Intuisi Pertempuran (Khusus) ]

[ Aktivitas: Transformasi Parsial Terdeteksi ]

Riser mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga, gravitasi di seluruh aula berbalik. Puing-puing yang tadinya jatuh ke lantai kini melayang ke atas. Dia menatap Kokabiel dengan mata yang kini telah sepenuhnya berubah menjadi ungu gelap tanpa pupil.

"Sekarang, biarkan aku menunjukkan padamu... arti dari keputusasaan yang sebenarnya."

Riser melesat. Dia tidak menggunakan sayap. Dia hanya menghentakkan kakinya, dan dalam sekejap, dia sudah berada tepat di depan wajah Kokabiel yang sedang terbelalak kaget. Kokabiel mencoba menciptakan tombak cahaya jarak dekat, namun Riser lebih cepat.

PLAK!

Satu tamparan punggung tangan dari Riser menghantam pipi Kokabiel, mengirim sang Malaikat Jatuh itu meluncur melewati dinding gedung, menghantam deretan pohon di hutan sekolah hingga tumbang dalam garis lurus sepanjang ratusan meter.

Keheningan kembali menyelimuti aula yang hancur. Xenovia, Irina, dan bahkan Saeko terpaku diam. Mereka baru saja melihat seorang Malaikat Jatuh kelas atas diperlakukan seperti lalat oleh tangan kosong.

Riser mendarat kembali di atas puing-puing, menatap ke arah lubang besar di dinding tempat Kokabiel terlempar. Tanda hitam di tubuhnya semakin meluas, memberikan kesan mengerikan namun juga mempesona bagi para srikandi yang melihatnya.

"Yubelluna, amankan laboratorium Valper sepenuhnya," perintah Riser, matanya tetap tertuju pada hutan. "Aku belum selesai bermain dengan burung gagak ini."

Hutan di belakang Akademi Kuoh hancur berantakan. Pepohonan tumbang dengan batang yang patah menjadi dua, menciptakan jalur kehancuran yang berakhir pada sebuah kawah besar di lereng bukit kecil. Di tengah kawah tersebut, Kokabiel bangkit dengan napas tersengal. Jubahnya yang megah kini compang-camping, dan salah satu dari sepuluh sayap hitamnya terkulai patah.

"Iblis... keparat!" Kokabiel meraung. Seluruh tubuhnya mulai memancarkan cahaya keemasan yang menyakitkan mata, mencoba memulihkan harga dirinya yang hancur. "Kau pikir tamparan itu berarti sesuatu? Aku adalah perang itu sendiri!"

Riser berjalan keluar dari lubang gedung dengan santai. Langkahnya tidak terburu-buru, namun setiap kali kakinya menyentuh tanah, sebuah pola retakan melingkar terbentuk. Tanda hitam di wajahnya kini menyerupai urat-urat kegelapan yang memberikan kesan mistis sekaligus mematikan.

"Kau terlalu bergantung pada sayapmu dan sihir cahayamu, Kokabiel," ucap Riser. Suaranya terdengar jernih di tengah kesunyian hutan yang mencekam. "Di hadapan kekuatan fisik yang murni, semua itu hanyalah dekorasi."

[ Status: Sinkronisasi Kegelapan Stabil ]

[ Teknik Aktif: Seni Bela Diri Taekwondo Jin Mori (Master) ]

[ Fokus: Penumpukan Energi pada Titik Tumpu ]

Kokabiel tidak menunggu lagi. Dia melesat maju, kecepatannya menciptakan dentuman sonik yang memecahkan sisa-kaca jendela akademi. Di tangannya, sebuah pedang cahaya raksasa terbentuk, diayunkan secara vertikal untuk membelah Riser menjadi dua.

Riser tidak menghindar dengan terbang. Dia hanya menggeser kaki kirinya sedikit ke samping, membiarkan pedang cahaya itu menghantam tanah tepat di sampingnya hingga menciptakan ledakan energi. Sebelum Kokabiel sempat menarik senjatanya, Riser sudah berada di dalam zona pertahanan jarak dekat sang Malaikat Jatuh.

"Hwechook."

Riser memutar tubuhnya dengan poros kaki kiri. Kaki kanannya meluncur dalam lintasan horizontal yang sempurna, mengincar pelipis Kokabiel. Gerakan ini begitu cepat hingga menciptakan pusaran angin yang menyedot dedaunan di sekitarnya.

BUM!

Kokabiel berhasil menahan tendangan itu dengan lengannya, namun matanya membelalak saat merasakan beban yang tidak masuk akal. Itu bukan sekadar kekuatan otot; itu adalah berat dari energi kegelapan yang dikompresi menjadi satu titik ledak.

[ Analisis Serangan: Tekanan Fisik Meningkat 300% ]

[ Efek: Penembusan Pertahanan ]

Belum sempat Kokabiel membalas, Riser sudah melanjutkan serangannya. Dia tidak memberikan ruang napas sedikit pun. Menggunakan momentum dari tendangan pertama, Riser melompat kecil dan melepaskan serangkaian tendangan beruntun di udara.

Ba-bak! Ba-bak!

"Baekrok."

Satu tendangan lurus ke atas menghantam dagu Kokabiel, membuatnya terlempar ke udara. Riser tidak berhenti di sana. Dia melesat ke atas, mendahului tubuh Kokabiel yang sedang melayang, lalu memutar tubuhnya di udara untuk sebuah serangan penutup.

"3rd Stance Hwechook!"

Tiga tendangan melingkar menghantam kepala, leher, dan bahu Kokabiel secara hampir bersamaan. Suara hantaman itu terdengar seperti ledakan meriam. Tubuh sang Malaikat Jatuh melesat jatuh kembali ke bumi dengan kecepatan terminal, menciptakan kawah yang lebih dalam dari sebelumnya.

Di pinggir hutan, Saeko dan Ayaka berdiri terpaku. Mereka sering melihat Riser bertarung dengan sihir api atau pedang, tetapi melihatnya menggunakan bela diri tangan kosong dengan tingkat presisi seperti ini adalah sesuatu yang baru.

"Itu... bukan teknik iblis," bisik Saeko, matanya yang tajam merekam setiap pergerakan Riser. "Itu adalah seni bela diri murni yang telah mencapai tingkat Dewa."

Ayaka menggenggam Frozen Flash dengan erat. "Tuan Riser... dia benar-benar melampaui batasan rasnya sendiri."

Riser mendarat dengan ringan di tepi kawah, napasnya tetap stabil. Dia menatap ke dalam lubang di mana Kokabiel terbaring diam. Tanda hitam di tubuh Riser perlahan mulai surut, namun matanya tetap berwarna ungu gelap.

[ Status Musuh: Kritis ]

[ Ancaman: Minimal ]

"Bangunlah, Kokabiel," ucap Riser dingin. "Aku tahu kau masih memiliki satu kartu terakhir. Jangan biarkan tarian ini berakhir dengan membosankan."

Dari dalam debu kawah, sebuah tawa gila kembali terdengar. Kokabiel merangkak keluar, darah hitam mengalir dari sudut bibir dan matanya. Dia mengangkat tangannya ke langit, dan tiba-tiba, lingkaran sihir besar milik Valper di dalam gedung bereaksi, mengirimkan pilar energi cahaya yang langsung masuk ke tubuh Kokabiel.

"Jika aku harus hancur, maka seluruh kota ini akan menjadi nisan kita bersama!" teriak Kokabiel saat tubuhnya mulai membengkak dengan energi yang tidak stabil.

Riser hanya menyipitkan matanya, tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Dia justru merasa sedikit bersemangat. Inilah momen yang dia tunggu untuk menguji batas kemampuan Pengendalian Energi tingkat Master miliknya.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!