NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Mengulang waktu ??

“Lihat saja Sherly, aku akan membuatmu membayar semuanya, setelah kau merendahkanku di persidangan !!” Ujar Vincent dengan penuh kebencian dan emosi.

Sherly memberikan tatapan datar, seakan dirinya tidak takut dengan perkataan Vincent, sebaliknya Sherly membalas perkataan lelaki di depannya dengan nada sinis.

“Aku mempermalukanmu ?? Sejak kapan ?? Harga dirimu hancur karena perilakumu sendiri. Aku tidak menyuruhmu berselingkuh, atau memaksamu memukulmu !! Jangan pernah menyalahkanku atas kesalahan yang kau buat sendiri, Tuan Vincent Rex Yeremia !!” Ujar Sherly dengan ketus, membuat Vincent semakin geram dan emosi, dan Jeremy semakin tersenyum menyeringai merendahkan Vincent.

“Ayo kita pergi, Sherly. Tidak perlu membuang waktu kita untuk pecundang seperti dirinya.” Ujar Jeremy, kemudian menggandeng tangan Sherly, seakan mengajaknya untuk pergi dari sana.

Vincent menatap sengit ke arah Sherly dan Jeremy yang sudah membalikkan tubuh, dan berjalan menjauhinya. Vincent emosi bukan karena cemburu, tapi karena harga dirinya hancur di hadapan hakim dan para jaksa lainnya. Memang Jeremy tidak mempublikasikan perilaku Vincent ke publik, tapi tetap saja harga diri Vincent di mata para lelaki lainnya sudah hancur.

Sialan !! Aku benar-benar akan membuat mereka berdua membayar semuanya !! Batin Vincent dengan penuh emosi.

Disisi lain, Sherly menyadari, dirinya melepaskan hubungan dengan Vincent, di awal cerita dalam novel. Sejak pertama, Vincent awalnya di gambarkan sebagai sosok yang memiliki harga diri yang terlalu tinggi, dan temperamen.

Dirinya selalu main tangan, setiap marah, tapi dirinya juga tidak mau terlihat seperti lelaki yang arogan. Kebetulan di jodohkan dengan Sherly, sosok yang terlalu polos nyerempet ke b*doh. Sherly yang mendapatkan catatan medis, jika dirinya tidak bisa hamil, membuat Vincent merasa tidak memiliki kesempurnaan pada pernikahan ini.

Dan memilih berselingkuh dengan Aluna, kekasihnya sebelum menikah dengan Sherly. Sherly menggelengkan kepalanya, semua terasa begitu rumit, untung dia segera melepaskan hubungan yang rumit ini.

“Sherly, apa kau merasa lapar ??”

Pertanyaan Jeremy seakan membuyarkan Sherly dari pikirannya sendiri. Sherly menoleh ke arah Jeremy, sembari tersenyum.

“Sedikit.”

“Kalau begitu, ayo kita makan siang bersama, sebelum kembali ke kantor.”

“Baiklah.” Sherly menganggukkan kepalanya, tersenyum dengan senang.

Keduanya sudah berada di parkiran, tepatnya di depan mobil berwarna silver. Jeremy menekan tombol kunci pada remote mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Sherly.

“Silahkan masuk, calon istriku~”

Sherly tersenyum kecil, dan kemudian masuk ke dalam mobil. Jeremy menutup pintu mobil itu kembali, dan berjalan ke sisi yang lain, dan masuk ke dalamnya.

Di dalam mobil, Jeremy melihat Sherly yang memakai sabuk pengaman, dan menaruh tas nya di samping kursi. Jeremy terdiam sejenak, hingga Sherly yang sudah siap semuanya, justru memandangnya dengan bingung.

“Jeremy.. Ada apa ??”

“Sherly..”

“Ya ??”

“Bisa kau jujur padaku.”  Nada bicara Jeremy sedikit berubah menjadi serius, membuat Sherly merasa bingung.

“Err.. jujur tentang apa ??”

Jeremy kemudian menoleh, menatap tepat ke arah mata berwarna biru milik Sherly yang menampilkan ekspresi bingung, dan penasaran.

“Apa kau benar-benar Sherly ?? Sherly Agda Brianna ??”

Deg !!

Kenapa Jeremy berkata seperti itu, apakah karakternya sedikit mencurigakan ?? Memang benar sih, dia terlihat berbeda dari kisah awal Sherly di novel..

“Ke.. Kenapa kau berkata seperti itu ??”

“Kau berubah.. Ini aneh..

Aku seharusnya m*ti malam itu, Sherly.”

Sherly membulatkan matanya, A.. Apa yang terjadi disini.. Kenapa Jeremy bisa mengetahui akhir dari isi novel ini ?? Tidak mungkinkan.. Batin Sherly meronta-ronta, saat Jeremy justru mulai memberikan tatapan penuh curiga dan selidik ke arah Sherly.

“Malam itu, aku mencoba meraih dan menarikmu, tapi kau takut.. Dan.. Dan Vincent menembakku.. Tepat di bagian jantungku.” Ujar Jeremy penuh penekanan, Sherly menutup matanya, akhir dari novel ini yang sangat tidak Sherly sukai.

Kematian Jeremy.. Dan semua itu karena ketakutan Sherly, tokoh utama yang membuat Vincent menembak Jeremy hingga m*ti malam itu. Malam itu, Aluna berencana memb*n*h Sherly, dan Vincent mencoba menyelamatkannya, lalu kemunculan Jeremy, dan suara tembakan terakhir itu, menjadi penutup akhir para antagonis.

“Aku.. Aku tidak akan membiarkanmu m*ti kali ini.” Ujar Sherly secara perlahan, Jeremy terkejut, apakah Sherly juga sama sepertinya ?? Mengulangi waktu dari awal ?? Tapi kenapa Sherly berubah, wanita itu tidak lagi mencintai Vincent dan bahkan menjauh dari suaminya ?? Kenapa ??

Sherly membuka matanya perlahan, dia meraih tangan Jeremy dan menggenggamnya.

“Kumohon, jangan katakan mengenai hal itu. Aku.. Aku akan membantumu menghindar dari kem*tian..” Ujar Sherly sedikit bergetar, dirinya benar-benar tidak ingin Jeremy mendapatkan akhir yang buruk. Jeremy tersentak, melihat cairan bening keluar dari mata biru indah itu, tangannya terangkat, jarinya mengusap air mata itu.

“Jangan menangis..” Ujar Jeremy dengan lembut.

Tapi Sherly tidak menyadari, dirinya kembali mengeluarkan air matanya. Membuat Jeremy tidak tahan, dan memeluk tubuh Sherly, sambil mengelus punggung wanita di dekapannya.

“Sttt.. Sayang..” Bisikan lembut Jeremy, membuat Sherly sedikit lebih tenang. Sementara Jeremy masih tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi pada Sherly. Setelah di rasa cukup tenang, Jeremy sedikit menarik tubuhnya, dan melihat mata Sherly yang sembab, dan tatapan mata yang terlihat terluka.

Jeremy mengecup bibir Sherly sekilas, dan mengecup keningnya.

“I'm promise, I will always with you.. Please don't cry, it's make me feel hurt.” (Aku berjanji, aku akan selalu bersamamu.. Tolong jangan menangis, itu hanya akan membuatku terluka.)

Sherly menganggukkan kepalanya, “Maaf.. Aku sedikit terbawa suasana.” Ujar Sherly terkekeh pelan. Jeremy menatap Sherly dengan tatapan penuh tanda tanya, tapi ya dia memilih tidak mempertanyakan hal seperti ini, dia justru membelai rambut Sherly dengan lembut.

“Sherly..”

“Ya ??”

“Aku mengulang waktu.”

“Hah ??”

“Ya, aku mengetahui takdirku di masa sebelumnya, aku m*ti. Dan aku mengulanginya lagi, tapi.. Kali ini karaktermu berbeda.” Ujar Jeremy membelai rambut Sherly dengan lembut, Sherly mengedipkan matanya beberapa kali.

“Kalau begitu, jangan dekat-dekat dengan Aluna !! Dia yang mendorongmu pada jurang kem*tian !!” Ujar Sherly menggebu-gebu, Jeremy terkekeh pelan.

“Baiklah.. Baiklah.. Sekarang, katakan padaku.. Kau mau makan apa, sayang ??” Ujar Jeremy tersenyum dan berbicara dengan nada lembutnya. Tangannya masih setia membelai rambut Sherly yang terasa lembut.

“Hmm.. Taco ??”

“Ide bagus, aku tahu restoran taco yang enak dimana.” Ujar Jeremy melepaskan belaian itu, dan mulai duduk kembali di kursinya dengan posisi semula. Sherly tersenyum senang, dia mulai merubah ekspresinya dan matanya kembali berbinar-binar.

“Baiklah, ayo kita kesana !!” Ujar Sherly dengan riang gembira, Jeremy menatap Sherly dengan tatapan geli dan senang seakan merasakan kebahagiaan wanita di sebelahnya.

Bahkan di kehidupan sebelumnya kau sangat takut padaku, tapi kali ini.. Kau terlihat sangat bahagia bersama denganku, entah apa yang terjadi padamu, Sherly.. Tapi aku menyukai perubahan karaktermu~ Batin Jeremy dalam hatinya, saat melihat ekspresi Sherly yang begitu senang bersama dengannya.

🌟🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!