NovelToon NovelToon
Mahar Dendam Sang Ceo

Mahar Dendam Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

"Aku tak akan pernah menganggap mu istri apalagi menyentuh mu, karena ikatan ini ada semata- mata untuk menyelamatkan pernikahan kakak ku!"

Bagaimana rasanya harus menikah dengan seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya? Itulah yang terjadi pada Indira zaraa Husain, laki-laki yang terlihat soleh dan mapan yang menjadi pilihan orang tuanya ternyata tidak sebaik kenyataan nya. Kebenaran yang baru terungkap ketika akad di langsung kan membuat nya mau tak mau harus terlibat pernikahan palsu dengan laki-laki berdarah dingin bernama Senopati trian Barata.

Seno memiliki dendam dan menjadikan Indira istrinya adalah rencana dari dendam nya itu.

Bagaimana pernikahan mereka yang didasarkan atas dendam dan benci itu? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDSC : 01

"Saya terima nikah dan kawinnya Indira zaara Husain binti Baskoro husain dengan maskawin tersebut dibayar tunai! "

Suara Ryan pramudya terdengar mantap dan penuh keyakinan, wajahnya berseri dengan senyum lebar terlukis di bibirnya, tangannya menjabat erat tangan penghulu, seperti baru saja memenangkan hadiah terbesar dalam hidup nya.

Sementara itu, Indira, wanita cantik yang akan menyandang gelar sebagai istri itu hanya menunduk. Diam. Kebaya putih yang ia kenakan terasa seperti kain dingin yang membungkus tubuh kosong. Hatinya hampa. Matanya hanya menatap lantai yang terlihat kabur.

Hari ini... seharusnya menjadi hari yang paling bahagia dalam hidup nya, tapi kenapa rasanya begitu sesak?

"Sah? " tanya penghulu pada para saksi, suasana akad tampak sangat sakral, meskipun terdapat perbedaan raut wajah yang signifikan antara mempelai pria dan wanitanya.

"SAH!! "

"Tunggu! "

Suara bariton yang menusuk itu memecah keheningan yang terasa sakral. Semua mata langsung menoleh ke arah pintu. Seorang laki-laki berdiri di sana, matanya dingin dan tajam, nafasnya memburu. Jas mahalnya terlihat sedikit kusut seolah dia baru saja datang dengan terburu-buru. Wajahnya keras, matanya memancarkan amarah yang membara, namun meski begitu auranya sangat kuat dan berwibawa.

Dia adalah Senopati trian Barata. CEO muda dari Barata group. Bukan orang sembarangan dan yang lebih penting, dia adik dari Rania, istri sah Ryan pramudya.

Ya, lelaki yang akan menikah dengan Indira inj ternyata adalah seorang pria beristri, dan mereka sepertinya tidak tahu, atau pura- pura tidak tahu.

Kehadiran Seno benar-benar membuat suasana langsung berubah. Begitu mengenalinya, beberapa tamu langsung berbisik- bisik heboh.

Sementara tuan Baskoro, ayah Indira sontak langsung berdiri dengan tatapan tak suka.

"Ada apa ini? " Bentak Baskoro. "Sapa kau? beraninya kau masuk dan mengacaukan pernikahan putri ku!"

Seno tak menjawab. Tatapannya lurus, menembus ke arah Ryan. Langkah nya tenang namun penuh intimidasi saat ia mulai mendekat.

"Hei! saya bicara padamu!" bentak Baskoro lagi, tapi sebelum sempat lanjut, seseorang membisikkan sesuatu di telinganya.

Begitu mendengar nama "Barata", wajah pria tua itu langsung berubah pucat.

Seno berhenti di tengah ruangan.

" Ini bukan pernikahan, " ucapnya dingin. "ini ... kebusukan! "

Sementara Ryan sontak bangkit. Wajahnya yang tadi penuh senyum kini memucat, seolah-olah darah tidak mengalir di sana. Ia menatap Seno dengan sorot ketakutan. "Seno, apa yang kamu lakukan di sini? "

Senopati dengan amarah yang membara langsung menoleh ke arahnya.

"Aku di sini untuk memberikan mu pelajaran, brengsek! "

Tanpa aba- aba Seno langsung melayangkan pukulan ke wajah Ryan.

Buggghhh!

Ryan tumbang. Sudut bibirnya pecah, darah mengalir. Tapi Seno belum puas, dia menarik kasar kerah kemeja Ryan dan menghajarnya lagi.

Pukulan demi pukulan.

Tamu- tamu mulai panik. Sebagian berteriak, sebagian lagi menghindar. Suasana yang tadinya sakral kini berubah menjadi kekacauan.

Tak ada yang berani menghentikan aksi Seno yang brutal dan beringas itu.

Hingga tiba- tiba....

"Seno! hentikan! " teriak seorang wanita yang mendadak muncul di ambang pintu, air matanya mengalir,suaranya pecah bak ombak yang membentur batu karang. Itu Rania.

Rania mendekat, menggeleng dengan isyarat wajah yang langsung dimengerti oleh Seno.

Seno menghentikan pukulannya. Ia terdiam tapi matanya masih menyala.

"Kakak? kakak tahu semua ini? "

Rania menunduk, diam tidak bisa menjawab. Seno mulai menjadi tak sabaran.

"Ck, berarti kakak tahu? dan diem aja?! "

Namun Rania tetap menunduk, seolah tak sanggup bicara.

Kemudian Pak Baskoro maju lagi, kini di dampingi istri dan anak bungsunya.

"Hei,kau! sudahlah menghancurkan pernikahan anakku,sekarang malah buat keributan! kau harus bertanggung jawab! " Baskoro berteriak, menunjuk ke arah Seno.

Seno mendengus.

"Bertanggungjawab? "balas Seno. " Harusnya dia yang bertanggung jawab karena telah merebut suami kakak ku! " tunjuk nya pada Indira dengan mata berkilat dendam.

Semua orang terdiam, Indira tersentak. Ia perlahan mendongak, menatap Ryan, lalu Seno secara bergantian.

Fakta yang barusan di dengernya sungguh mengguncang dunianya.

"A- apa maksud perkataannya mu?" tanyanya pada Seno, suaranya kecil, nyaris tak terdengar. "Mas... apa maksudnya ini? " lalu menuntut jawaban pada Ryan.

Seno mendekat,tatapannya sinis. "wanita penggoda seperti mu memang selalu bersikap sok polos. Tidak kah kau tahu, siapa laki-laki yang hendak kau nikahi ini? apa keluarga mu tidak menyeleksi calon suami mu? lelaki ini sudah menikah dan istrinya adalah kakak ku ini. "

Penjelasan Seno mengejutkan semua orang, terutama Indira yang seketika terpaku. Otaknya berhenti bekerja, matanya otomatis menatap Ryan, yang kini tak berani menatapnya balik.

"Lalu, apa urusannya dengan mu? " Baskoro menyahut keras. "Kau telah merusak pernikahan putri ku. Kau telah membuat keluarga ku malu di depan banyak orang, kau harus bertanggung jawab!"

"Cih, aku tidak akan sudi bertanggung jawab atas kebusukan yang kalian lakukan! " Seno berseru lantas kembali menatap Ryan dengan berang.

"Sebaliknya aku akan mengirim mu ke neraka! " Tinjunya hendak mengarah lagi ke wajah Ryan namun tangan ringkih Rania segera menahan.

"Seno sudah! kakak mohon, cukup! cukup sampai di sini Senopati!"

Namun tatapan Seno yang seperti seorang pemburu kejam tak berubah sama sekali.

"Tidak kak, aku harus mengirim si brengsek ini dulu ke liang lahat, dia yang telah membuat mu sengsara setiap harinya, tak akan ku beri ampun! "

Ryan segera melindungi kepalanya dengan tangan, suara Rania menggema. "Berhenti Seno, atau kau akan melihat mayat kakak mu saat ini juga! "

Seno sontak berhenti, nafasnya terengah, tangannya mengepal. Tapi ia mundur satu langkah.

Tiba-tiba Baskoro maju.

"Kau pikir bisa seenaknya pergi? Tidak semudah itu. Karena kau sudah membuat kami malu, kau tidak bisa pergi tanpa tanggungjawab! "

"Tanggung jawab apa yang kau pinta itu? jangan bermimpi! " sarkas Seno.

Namun Baskoro justru tersenyum sinis. " Kalau begitu jangan salahkan kami, jika pernikahan ini akan tetap di lanjut. "

Seno tertegun, matanya tajam melirik ke samping. "Apa yang kau bilang barusan? "

Pak Baskoro malah terlihat santai. "Kami sudah tahu jika nak Ryan sudah memiliki istri tapi pernikahan ini pun ada karena restu istrinya. Nak Ryan berkata jika istrinya mandul dan ingin melakukan poligami, dan dengan restu istri pertama di tangan, mengapa pernikahan ini tak boleh terjadi? "

Ucapannya seperti seorang yang sedang menantang.

Rahang Seno otomatis mengeras, giginya bergemeletuk, menatap Ryan dengan ekspresi murka. "Kau selain brengsek kau juga bajingan! aku akan membunuhmu sialan! "

"Tunggu Seno! " Rania menahan lengannya, Seno melihat kakaknya itu menggeleng dengan air mata bercucuran. "Aku memang merestui mas Ryan untuk menikah lagi Sen, aku sadar tak bisa memberikan keturunan. "

Seno tercekat. Jadi kakaknya pun selain mengetahui ini juga memberikan restu? ia benar-benar tak habis pikir. Namun membiarkan pernikahan ini tetap terjadi, jangan harap!

Membiarkan dua manusia laknat itu bahagia di atas penderitaan kakaknya, tentu saja tak akan ia biarkan. Meskipun kakaknya setuju tapi itu hanya bentuk kepasrahan, dia yang paling tahu bagaimana air mata yang selalu mengalir di setiap hari yang di jalani kakaknya.

Baskoro maju, mengalihkan atensi Seno. Pria tua itu menatap Seno penuh arti. "Atau begini saja, berikan Dua milyar rupiah sebagai ganti rugi untuk pernikahan yang sudah kau hancurkan, atau.... kau gantikan dia untuk menikahi putri ku!"

Seno terdiam. Dua milyar? tak sulit baginya mengeluarkan uang sejumlah itu, tapi membalas dendam dengan uang terasa kurang. Ia memandang Baskoro lalu beralih memandang Indira yang juga sedang menatap nya.

Wajahnya pias, matanya berkaca- kaca. Kepalanya pelan- pelan menggeleng, seolah berkata, jangan. "

Melihat ekspresi Indira yang seperti itu malah membuat Seno terkekeh sinis, seketika dendamnya kepada Ryan dan Indira memuncak. Dendam karena mereka telah membuat Rania, kakaknya, menderita. Seno melihat ini sebagai kesempatan. Kesempatan untuk membalas dendam. Kesempatan untuk membuat hidup mereka berdua sama-sama hancur.

“Baik, " ujarnya datar. "Aku pilih .... yang kedua.”

Terdengar suara helaan nafas kaget dari berbagai sudut ruangan.

Indira terkejut, tubuhnya melemas,air matanya jatuh lagi. Dan Baskoro sendiri sama sekali tidak menyangka Seno akan menerima pilihan itu.

Seno berjalan mendekati perempuan rapuh itu. Tatapannya kini berubah menjadi sangat dingin dan kejam. “Jangan khawatir. Pernikahan ini akan jadi neraka untukmu.”

Indira hanya bisa menunduk. Nafasnya berat, langit- langit matanya panas, namun sekuat tenaga ia tak ingin ada air mata yang mengalir di sana, tapi rasanya ia ingin lari sekencang- kencangnya dari situasi ini namun kakinya seolah tak bisa di gerakkan.

Hari yang seharusnya menjadi miliknya, berubah menjadi awal dari hidup yang tak pernah dia bayangkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Halo readers tercinta, selamat datang di karya terbaru aku, semoga kalian suka yaa🫶

1
Ayesha Almira
puas bgt indira bkn wanita yg lemah..
partini
jijik sehhh punya mu aja udah longgar kaya terowongan juga, nanti tekdung cari kambing hitam sihhh
partini
nanti tekdung bilang anaknya Seno aihhh ,, OMG seno seno CEO ledhoooooooooo 🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha windya memang pelacur murahan, pantas saja berambisi ingin jadi istrinya Seno, dan Seno bodohnya percaya dengan pelacur murahan seperti windya 🤭🤭🤣🤣
Aiyaa writer
bagus
Ariany Sudjana
hah Seno kamu bodoh, kamu ga suka Indira dekat dengan Adrian, sedangkan jalang peliharaan kamu itu nempel terus kaya perangko dan terus jadi kompor buat kamu, tapi kamu diam saja
partini
hemmm aihh seno seno bisa ga sih kamu berbeda dari laki laki lain yg melohoyyy 🤦🤦
ga tegas ulet bulu nempel pun diem" Bae rasa"kamu kurang 12/ons
azzura faradiva
dasar pria rakus,plin plan sana sini mauuuuu🙄
partini
seno lelaki menyek" ga ada tegas sedikit pun aduhhh 🤦🤦🤦
Ariany Sudjana
windya kamu ini pelacur murahan, udah tahu seni itu suami Indira, tapi kamu ga tahu diri nempel terus kaya perangko, benar-benar pelacur murahan kamu
Helen@Ellen@Len'z: 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦windya windya 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
Dian Pravita Sari
ini pun gak tamat??? bener bener kecewa gak da satupun yg tamat cerita di novel. tooo
tinggalkan aja gak ada tanggung jawabnya buat pembaca
Dancingpoem: sabar ka, ini baru 21 bab dan masih bersambung/Sweat/
total 1 replies
partini
luka tusuk lama ehhhh apa seno seorang mafia
aduh ran ran laki laki kaya gitu di pertahankan cinta buta kamu
sen kamu ga tau kelakuan iparmu bantai lah dari pada nyakitin istri
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan gila kamu windya, kalau seno sudah tidak mau sama kamu ya sudah, dasar gila dan serakah kamu yah
Helen@Ellen@Len'z: windya🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
partini
memang sudah gila tuh anak asuh mu
partini
Widya kaya jelangkung deh
aduh situ lagi apa di dada remas" ga yah
Ariany Sudjana
dasar jalang murahan kamu windya, sampai segitunya kamu ngejar Seno, semoga setelah ini Seno bisa membuka hatinya untuk Indira, kalau tetap ga bisa juga, sudahlah Indira tinggalkan saja Seno, lebih baik kamu dengan Adrian
Ariany Sudjana
bodoh kamu Seno, Indira kamu biarkan sendiri di halte bus, dan kamu lebih membela menjemput jalang murahan itu di kampus, suami macam apa kamu? lebih baik Indira dengan Adrian saja, Adrian lebih bisa menghargai perempuan
Helen@Ellen@Len'z: setuju bgt andai lndra sm adrian aja drpd bersuami seno bangsat🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬jd lepaskan lndira biar lndira bahagia bersama org lain aja drpd berumahtangga sm seno🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
total 1 replies
partini
Indira generasi sandwich
Ariany Sudjana
dasar orang tua ga tahu diri, anak laki ga jelas gitu dibela terus, dikasih duit terus, dan kalau ada masalah, Indira yang jadi sapi perah. kasihan Indira, sudah orang tua ga tahu diri, punya suami hanya status di atas kertas saja, tapi ga pernah dianggap
Ariany Sudjana
betul Adrian, lebih setuju Indira dengan Adrian, daripada dengan seno, yang tidak pernah bisa menghargai Indira, apalagi Seno juga kan punya perempuan lain yang dicintai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!