Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 5
"Elea ... " panggil Ghazi.
"heeemmm ..." jawab Elea tanpa melihat ke arah suaminya yang mejanya berada di samping meja kerjanya.
"Apa kamu akan nurut kepada kedua orang tua kita dengan pernikahan konyol seperti ini?" tanya Ghazi yang tak bisa fokus dengan pekerjaannya.
Karena semua fasilitas keuangannya dibatasi oleh sang ayah. Bahkan seharusnya malam ini juga dia ada janji temu dengan seorang model cantik. Tapi bagaimana dia akan datang menemui wanita itu,m sedangkan sekarang ada Elea dan wanita itu harus selalu ikut kemanapun dia pergi.
"Aku anak satu-satunya dari kedua orang tuaku. Selama ini mungkin tak ada yang bisa mereka banggakan dari kelakuan aku yang urakan! Tapi setidaknya aku sudah menjadi anak berbakti kepada mereka. Aku memang tak suka dengan pernikahan ini, apalagi dengan pria playboy sepertimu! Tapi ya sudahlah, mungkin aku akan bersama dengan kamu sampai kamu menemukan wanita yang tepat untuk jadi istrimu," jawab Elea.
"Tumben jawabanmu bener begitu? Apa karena habis dapat banyak keuntungan dari pernikahan kita? Makanya kamu bisa bicara seperti itu? Biasanya juga seperti kucing garong!" heran Elea.
"Iya aku lagi bahagia karena si pria sok kecakepan dan mengandalkan uang orang tua untuk membuang uang percuma kepada para wanita itu sekarang mati kutu! Lebih bagusan uangnya si berikan ke panti asuhan atau orang yang membutuhkan! That simple ..." kekeh Elea membuat Ghazi mendengus.
"Malam ini aku harus ketemu dengan Dona! Dia model cantik incaranku, kamu mau lihat fotonya?" Ghazi malah dengan sengaja beranjak dari kursinya dan memperlihatkan wajah cantik Dona yang merupakan model pendatang baru.
"Lumayan! Lumayan butuh duit buat permak beberapa bagian wajah kalau mau bertahan jadi model sih! Tapi sayangnya kamu kan gak punya duit buat kasih dia barang branded seperti biasa pada para wanita itu, atau makan malam mewah! Uang Lima juta mana cukup? Uang bensin mobilmu saja untuk satu bulan rasanya nggak cukup," ledek Elea tertawa terbahak membuat Ghazi kesal bukan main.
pleeeetak
Ghazi menyentil kening Elea karena kesal, hal itu membuat Elea kesal dan menggembungkan pipinya. Bukan hanya itu, Elea juga menatap tajam ke arah Ghazi.
"Berikan uang padaku! Aku harus pergi bersama Dona! Aku tak bisa membuat dia kecewa karena batal makan malam denganku, Elea!" Rajuk Ghazi.
"Idih, kalian yang mau makan malam kenapa aku yang harus bayarin? Emang ada istrinya yang mendukung kelakuan tak baik suaminya seperti ini? Balik kerja! Banyak berkas yang harus kamu periksa. Jadilah atasan yang bisa mencontohkan hal baik kepada bawahan! Memang kamu mau para bawahan kamu yang sudah menikah dan memiliki anak mencontoh kelakuanmu?" jelas Elea.
"Mikirnya keajauhan!" kesal Ghazi berbalik menuju meja kerjanya.
"Otakmu saja kependekan karena isinya hanya perempuan sexy yang hanya ingin uangmu saja kawan! Jadi laki yang bener dikit lah! Kamu nggak takut apa nanti punya anak perempuan di mainin perasananya gitu sama cowok! Aku kasihan sama kamu!"Cerocos Elea.
"Berisik! Kerja yang benar!" kesal Ghazi karena Elea tidak mau memberikan dia uang dan mendukung hobinya yang suka mengajak dan memanjakan para wanita cantik.
"Heleh! Dari tadi kamu yang nggak kerja! Nyalahin orang! Selamat menikmati tak akan menikmati hobi lagi main-main sama para ciwi-ciwi itu wkwkwkk ..." kekeh Elea.
"Berisik Elea!" kesal Ghazi.
Mereka akhirnya fokus bekerja, Ghazi tak menyangka jika gadis yang selalu melawan ucapannya itu ternyata memiliki kemampuan dalam bekerja yang lumayan bagus dan cepat. Kali ini ada nilai plus untuk wanita yang baru satu hari menjadi istrinya.
"Sayaaang..." panggil seorang wanita cantik dan berpakaian sexy masuk ke dalam ruangan Ghazi tanpa mengetuk pintu.
"Astaga! Ternyata para wanitamu itu tak memiliki attitude yang baik! Masuk ke dalam ruangan orang tanpa mengetuk pintu! Heh mbak! Apa anda tak pernah belajar sopan santun? Cantik-cantik Kok attitude minim!" celetuk Elea tanpa basa basi.
"Heleh! Siapa kamu ajak kecil? Ngapain kamu di dalam ruangan pacarku?" jawab Wanita itu memberikan tatapan tajam ke arah Elea tanpa menjawab ucapan gadis itu.
"Ya kamu lah ngapain masuk ke dalam ruangan suami orang! Sana pergi! Kami masih bekerja! Jangan membuat suamiku menjadi pria tak bertanggung jawab dengan pekerjaannya! Hush sana ..." usir Elea.
"Apa? Istri? apa maksudnya sayang? Kamu sudah menikah dengan wanita ini? Kapan? Padahal tiga hari lalu kita masih jalan bersama dan dinner romantis! Apa ini alasannya kamu tak mau membalas pesan dan juga panggilan aku? Bahkan nomor aku di blokir? Apa mungkin karena wanita ga-tal ini?" rengek wanita itu tak terima.
"Pergilah Renata! Kamu tahu, kalau aku tak pernah pergi bersama dengan wanita yang sama untuk kedua kalinya! Kau sudah mendapatkan. Jatahmu satu hari! Dan kamu juga sudah mendapatkan banyak keuntungan karena pergi denganku saat itu kan? Dan aku memang sudah menikah! Dia istriku! Dia juga yang memblokir nomormu saat kami sedang menikmati malam pertama semalam!" jawab Ghazi santai masih duduk di kursi kejayaannya.
Mendengar jawaban dari Ghazi membuat Elea memutar bola matanya malas. Rupanya pria itu sedang memanfaatkan dirinya untuk lepas dari wanita yang pernah dia kencani. Kurang ajar, pikir Elea. Sedangkan wanita bernama Renata di depan mereka terlihat kaget dan mulai mengeluarkan air matanya.
"Ghazi ... Padahal aku berharap kamu akan cinta sama aku, kamu akan memilih aku di banding wanita-wanita lainnya. Tapi kenapa wanita modelan begini yang kamu pilih Ghazi? Apa seleramu sudah bukan lagi wanita cantik, sexy dan berkulit putih?" ucap Renata dengan suara bergetar dan memperlihatkan kesedihannya yang luar biasa.
"Nggak usah mendrama deh! Tahu kan resiko di ajak pria playboy seperti dia? Mana cuma di mainin sekali doang! Habis manis sepah di buang! Percuma cantik tapi bertindak tak pakai otak! Eh, tapi setidaknya kamu bisa pamer pernah jadi salah satu dari deretan wanita yang di mainin pria baji-ngan itu! Sudah sana pergi dan bilang sama yang lainnya kalau pria itu sudah miskin dan menikah! Yang kaya sekarang istrinya! Sebarkan beritanya! Biar pria kegatelan itu juga insyaf!" Elea mendorong Renata keluar dari ruangan Ghazi dan meminta security untuk membawa wanita itu keluar dari gedung kantor.
Sedangkan Ghazi, malah duduk di kursi kebesarannya sambil memijit pelipisnya yang semakin pusing. Ternyata, kelakuan dan mulut istrinya ini benar-benar tak bisa di rem. Bisa-bisanya dia mengatakan kalau dirinya miskin kepada Renata! Wanita itu pasti akan menyebarkannya dengan cepat. Elea benar-benar sudah menjatuhkan dirinya.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan