NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

“Mama...“Suara cempreng anakku membuatku mematikan kompor lalu berjalan keluar rumah dan menyambutnya pulang.

Dengan senyum lebar aku berjongkok di hadapannya dan tak lupa dengan kedua tangan terbuka lebar, anakku pun berhambur ke pelukanku dan aku mengusap punggungnya serta menciumi pucuk kepalanya beberapa kali.

“Gimana belajarnya?.“Tanyaku setelah ku regangkan pelukanku dan meneliti ekspresinya yang terlihat ceria sekaligus bahagia itu.

“Asik ma, tadi Bintang di sekolah nyanyi sama belajar hitung.“Ujarnya riang dan membuatku mengangguk mengerti. Setiap hari rasanya selalu membuatku bahagia, terutama tatkala mendengar cerita Bintang tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah.

Tak terasa Bintang anakku sudah besar dan sudah masuk tk saja, padahal rasanya baru kemarin aku mengandung dan bed rest selama beberapa bulan sampai di mana aku melahirkan di sebuah rumah bidan yang ada di dekat sini__waktu itu, suamiku Afif mengajakku dengan perut besarku naik motor bersamanya, maklum. Waktu itu kami masih berkekurangan. Jangankan untuk beli mobil, beli beras saja tidak bisa setiap hari dan makan pun seadanya.

Aku melahirkan Bintang dengan segala perjuanganku, rasanya sakit bahkan berkali-kali lipat dari mulas ketika haid tiba, tetapi dengan kesabaran, dorongan dan do'a orang-orang tersayang, pada akhirnya aku bisa menghadirkan Bintang, anakku yang begitu lucu, tampan dan menggemaskan ini ke dunia.

“Terus apa lagi, sayang?.“Tanyaku sambil menggendongnya dan mengajak Bintang ke dapur, aku masih belum membereskan masakanku, tadi keburu Bintang pulang. Makanya aku kembali ke dapur dan berniat untuk membereskannya.

“Bintang kenalan sama cewek cantik, mama.“Ucapnya dan seketika membuatku tersedak karena kaget, astaga Bintang. Dia masih bocah begitu, tapi sudah tahu cewek cantik, siapa sih yang ngajarin? Oh Tuhan, aku benar-benar kaget lho, mau ku tegur. Tapi dia masih anak-anak, tapi__ ah memang serba salah ya, menjadi orang tua itu. Tapi tentu saja aku harus mengajari Bintang yang baik-baik, dia harus tumbuh menjadi pria yang baik dan sholeh seperti papanya.

“Eum siapa namanya, sayang?.“Tanyaku penasaran dan ingin melihat siapa cewek cantik yang di maksud Bintang itu. Ah memang bocah ini ada-ada saja kelakuannya..ckck!

“Namanya Salsa, mama.“

Salsa, rasa-rasanya namanya asing deh, apa dia mungkin murid baru, ya?

“Murid baru ya, sayang?.“Tanyakunpada Bintang yang di jawab dengan anggukan oleh anakku itu.

“Iya, mama. Murid baru “Tuh kan, soalnya aku cukup dekat dan akrab dengan semua ibu-ibu di kelas Bintang, tidak ada tuh nama murid Salsa

“Ok deh, besok mama antar Bintang sekolah ya? Mama juga pingin kenalan sama yang namanya Salsa itu.“

“Boleh mama.“

**********

Malam ini bulan terlihat besar sekali di atas sana dengan beberapa bintang yang terlihat menemaninya, angin malam berhembus sampai ke kulitku dan membuat kedinginan. Namun semua itu belum sebanding dengan dingin yang ku rasakan di hatiku.

Aku tahu, mungkin aku terlalu cengeng, aku terlalu lebay. Atau apalah namanya itu__tapi jujur aku sangat merindukan suamiku, ayah dari anakku, imam dalam hidupku.

Mas Afif. Dia cinta pertamaku dan insyAlloh menjadi cinta terakhir dalam hidupku, kepala rumah tangga dan imamku yang kini sedang mencari rejeki di luar kota, berjuang keras demi kami, keluarganya__kalau aku egois dan tidak menuruti pesannya, mungkin aku sudah menyusulnya ke kota dan menuntaskan rasa rindu ini. Namun aku selalu ingat pesannya “Kamu sebaiknya di kampung saja Nad, urus anak kita dan juga sawah punya kita. Mas ke kota, mas cari nafkah buat kamu sama anak kita di sana, nanti mas pulangnya dua minggu atau paling telat sebulan sekali.“ Begitu katanya, aku menurutinya, selain karena aku percaya padanya. Apa yang di katakan Mas Afif pun benar adanya, kalau aku di kampung demi kebaikanku, selain bisa menjaga anakku dan menemaninya, aku juga bisa mengurus sawah yang di wariskan oleh mendiang ibu dan bapakku.

Ku lirik ponsel di tanganku, masih centang satu alias tidak terkirim. Padahal aku sudah mencoba untuk menghubunginya lewat telepon biasa, namun nomornya tidak aktif.

Mas Afif, aku kangen. Setidaknya balas pesanku? Atau paling tidak kabari aku, supaya aku tidak kepikiran dan bingung sendiri.

Hah.. begini ternyata rasanya LDM atau Long Distane married. Kesepian, rindu, hingga over thinking. Semua bersatu menjadi satu dan terkadang terasa mencekik hidupku, sampai rasanya mau muntah dan pusing bukan kepalang, apalagi kalau susah di hubungi seperti ini__apalagi banyak contoh kasus yang sudah merajalela. Baik aktris, tetangga sampai teman.

Sebagai manusia, tentu aku sangat ketakutan sekali, terlebih aku berjauhan dengan suami begini__namun aku selalu berusaha meyakinkan diri, kalau Mas Afif berbeda, kalau dia selalu baik dan janji tidak akan pernah menduakanku dengan siapapun dan kalau dia selalu mencintaiku dan keluarganya.

Hahhhhhh

Aku bernafas lega tatkala centang satu di ponselku berubah menjadi centang dua biru, yang artinya pesanku sudah terkirim dan di bacanya, dengan semangat. Aku membuka room chat kami dan bisa ku lihat di pojok kiri atas dia sedang mengetik.

Maaf ya Nad, mas habis meeting. Baru pulang, tapi ponsel mas lowwbatte.

Hanya begitu saja, dia tak membalas ucapan salamku apalagi bertanya tentang keadaanku dan anak kami. Padahal aku juga bertanya tentang keadaannya, dia sedang apa. Lalu aku bilang juga kalau ada waktu boleh lah kami VC an, berhubung aku juga rindu__tapi ya, mungkin karena Mas Afif terlalu capek dan lelah. Aku menerimanya dan memakluminya, walau agaknya sedikit ada yang mengganjal.

Gak papa mas, yaudah. Istirahat ya mas. Jangan lupa jaga kesehatan mas. Salam sayang dari istrimu.

Seusai mengetikan kalimat itu, aku lantas menutup ponselku dan aku kembali ke kamarku, berbaring di atas ranjang yang terasa begitu dingin dan kosong, tatapanku berubah kosong dengan desah nafas yang terdengar terhela beberapa kali__Mas Afif, aku rindu. Kenapa sih kamu gak ngerti juga?

Tiba-tiba air mataku begitu saja meluncur dari sudut mataku tanpa bisa ku cegah dan tahan, melewati pipi mulusku dan berakhir di atas ranjang yang ku tiduri saat ini.

Bagaimana pun aku hanya seorang wanita dan istri yang sangat rindu dengan suaminya. Rasanya tak cukup walau hanya mendengar dia baik-baik saja tanpa bisa mendengar suara dan melihat wajahnya__namun aku pun sadar diri dan tahu batasan, aku tak mungkin memaksakan kehendakku. Yang bisa lakukan hanya menangis seraya berdo'a semoga senantiasa Alloh selalu menjaganya, memeluknya dan melindunginya dari siapapun yang berniat jahat padanya, serta di lancarkan urusan rejekinya dan di sehatkan selalu.

********

Di dorong rasa penasaran dengan cerita Bintang mengenai cewek cantik di kelasnya. Aku pun memilih mengantar Bintang, alih-alih menyuruh pengasuh Bintang untuk menemani anakku itu, lagi pula hari ini aku juga sudah free, alias semua pekerjaanku sudah ku rampungkan ketika subuh tadi, hingga aku punya waktu luang yang banyak untuk bisa bersama dengan anakku, Bintang.

“Yeyyh mama akhirnya mau nemenin Bintang juga.“Ucap anakku terdengar bahagia seraya tersenyum lebar dan memeluk kakiku erat, aku balas dengan mengusap punggungnya sedikit membungkuk dan mengecupi pucuk kepalanya.

“Iya, kamu senang kan?.“Tanyaku setelah ku bawa Bintang ke gendonganku, anakku langsung mengangguk semangat dengan senyum lebar di bibirnya.

“Tentu, Bintang senang banget mama.“

“Ok, sekarang kita jalan ya? Takut kesiangan lho.“Ujarku dan di angguki oleh Bintang, lalu aku pun membawa Bintang keluar dari rumah dan menuju mobil kesayanganku CRV. Selain bisa membawa motor, aku juga bisa mengendarai mobil. Sebetulnya aku punya supir sih, tapi khusus hari ini. Aku ingin membawa mobilku sendiri, rasanya sudah rindu saja bepergian berdua dengan anakku.

********

Tiba di sekolah, aku segera menyuruh anakku untuk menunjukan mana cewek cantik yang di maksud olehnya, dengan semangat anakku mencari keberadaan cewek cantik di antara kerumunan anak tk__aku mengikutinya dan ikut berjalan juga berlari dan memastikan langkah anakku aman, tidak terseok apalagi sampai jatuh. Hingga sampailah anakku pada sepasang pasangan muda yang terasa tak asing di mataku, terutama prianya yang saat ini terlihat bahagia dan tersenyum lebar dengan sosok wanita yang sedang menggendong anak perempuan yang di bilang Bintang sebagai “Cewek cantik”

“Mas Afif..“Gumamku pelan.

“Papa..“Ujar Bintang seraya berlari dan memeluk kaki pria itu erat.

1
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!