NovelToon NovelToon
Istri Nakal Ustad Tampan

Istri Nakal Ustad Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahkontrak / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:733.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Andropist

Terperangkap pernikahan dadakan membuat Ustad Syamir harus menerima Syahira sebagai istrinya. Padahal dia hendak menikahi Zulaikha, wanita sholeha yang diidamkannya. Semua itu pupus karena kesalahan satu malam. Niat hati Ustad Syamir menolong Syakira justru berbuntut pengerebekan warga dan nikah paksa. Tak hanya batal nikah dengan Zulaikha, Ustad Syamir harus menikah dengan Syahira, wanita gaul dari Jakarta yang jelas-jelas tidak dikenalnya.

Ustad Syamir harus menelan pil pahit karena gunjingan orang ditambah lagi dia harus membatalkan pernikahannya. Selain itu dia harus mengantarkan Syakira ke Jakarta tanpa memiliki bekal yang cukup.

Apakah Syamir dan Syahira akan tetap bersama atau memilih bercerai mengejar mimpi mereka masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Idaman

Ikuti Instagram Author ya : Andropist _1603

Malam itu lagit pedesaan tengah ramai dengan lantunan ayat Allah yang bergema dari sebuah surau kecil. Anak-anak dengan lantang melafalkan setiap kata yang tertera dalam kitab suci. Dipimpin oleh seorang ustadz muda lulusan negeri Mesir yang elok rupa juga elok budi. Tak lama lagi waktu Isya akan tiba, maka kegiatan mengaji itu pun terhenti. Sang ustadz kini bangkit untuk mengumandangkan adzan. Bukan main merdunya, adzan itu berkumandang dengan lembut di langit malam menyeru setiap hamba Allah untuk segera menunaikan ibadah shalat. Sang ustadz juga memimpin ibadah shalat Isya malam ini. Sudah tiga tahun ia mengabdikan dirinya pada surau ini. Padahal ia adalah seorang sarjana dari kampus Mesir yang tersohor itu tetapi ia malah memilih kembali ke kampung halamannya dan mengabdikan dirinya di surau ini. Singkatnya, ia adalah pemuda yang unik namun berhati dan berparas elok.

Selepas shalat Isya, Ustadz itu tak langsung pulang ke rumahnya. Ia melimpir ke sebuah rumah kecil yang letaknya tak jauh dari surau. Di dalam rumah itu muncul seorang wanita paruh baya yang masih mengenakan mukena. Ia tersenyum pada ustadz itu. Ia lalu mempersilahkan ustadz itu untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Assalamualaikum Bu Kiyai.” Ustadz itu memberi salam pada wanita itu.

“Wa’alaikumsalam, silahkan masuk nak Syamir.” Wanita itu mempersilahkan sang ustadz untuk masuk.

“Baik Bu. Saya jadi tidak enak karena telah bertamu malam-malam begini,” Ucap Syamir.

“Loh, endak lah Ndo. Kan Pak Kiyai yang menyuruhmu untuk ke sini malam ini. Sebentar ya, Ibu panggilkan Pak Kiyai dulu.” Ucap Bu Kiyai.

“Enjeh Bu.” Syamir mengangguk.

Saat Syamir terdiam di ruang tamu tiba-tiba keluar seorang gadis cantik yang membawakan nampan berisi minuman dan cemilan khas daerah untuk Syamir. Gadis itu mengenakan pakaian yang begitu tertutup. Ia berjalan mendekati kursi Syamir sambil menundukan pandangannya. Ia dengan malu-malu menaruh air minum itu di meja. Ia pun kembali ke belakang bilik setelah mengantarkan air minum pada Syamir.

“Masya Allah, cantik betul Zulaikha malam ini. Astagfirullah, kau ini kenapa Syamir!” Ucap Syamir dalam hatinya.

Tak lama Pak Kiyai pun datang diikuti oleh Bu Kiyai.

“Assalamualaikum Pak Kiyai.” Syamir bangkit dari duduknya lalu bersalaman pada Pak Kiyai.

“Wa’alaikumsalam. Sehat Nak?” kata Pak Kiyai.

“Alhamdulilah sehat Pak.” Mereka semua pun duduk mengelilingi meja.

“Nak Syamir pasti bertanya-tanya mengapa kami memanggil Nak Syamir malam-malam begini. Bukan apa-apa, hanya saja kami rasa kami perlu segera menyampaikan ini pada Nak Syamir. Ya kan Bu ?” Pak Kiyai menoleh pada Bu Kiyai.

“Enjeh Pak.” Bu Kiyai mengiyakan.

“Jadi begini Nak, sebelumnya saya ingin bertanya pada Nak Syamir apakah Nak Syamir sudah memiliki calon? Emmm, maksud saya... Nak Syamir kan sudah cukup umur, masa belum bercalon, ya kan Bu?” Pak Kiyai kini terlihat kikuk.

“Aduh, eh, enjeh Pak.”  Bu Kiyai juga jadi ikut kikuk.

“Kebetulan durung Pak.” Syamir menjawab dengan malu-malu.

“Alhamdulillah, eh, maksud saya.... emmm lho kenapa toh? Masa ganteng kayak gini belum punya calon, hehe. Ah! Kebetulan sekali. Zulaikha juga belum punya calon loh Nak, nah gimana?” Pak Kiyai tersenyum malu pada Syamir.

“Gimana opo toh Pak? Maaf saya kurang faham.” Padahal dalam hati Syamir ia kegirangan bukan main saat mendengar ucapan dari Pak Kiyai barusan.

“Begini, saya hendak menjodohkan Nak Syamir dengan anak saya Zulaikha. Gimana? apa Nak Syamir mau?” ucap Pak Kiyai.

“Ya Allah, mimpi apa aku ini semalam? Tak sangka ternyata keinginanku yang terpendam kini jadi nyata.” Kata Syamir dalam hatinya. Ia begitu senang, seakan ia tengah menari-nari diantara padang buga yang indah nan luas.

“Jadi gimana Nak?” Bu Kiyai kini tak sabar untuk mendengar jawaban dari Syamir.

“Enjeh, saya mau Pak, Bu.” Syamir kini tak mampu membendung rasa gembiranya, ia tersenyum lebar pada Bu Kiyai dan Pak Kiyai.

“Alhamdulillah.” Ucap Pak Kiyai dan Bu Kiyai secara bersamaan.

“Kalau begitu saya panggilkan dulu Anak saya ya. Kita juga perlu bertanya padanya. Tolong panggilkan Zulaikha ya Bu.” Ucap Pak Kiyai.

“Baik Pak.”

Zulaikha tengah menguping dari balik bilik kamarnya, kebetulan letak kamarnya berdekatan dengan ruang tamu. Zulaikha tak henti-hentinya tersenyum sambil mendengarkan pembicaraan antara orang tuanya dan Syamir. Zulaikha kaget saat Ibunya tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Hayo! Nguping ya?” Bu Kiyai mengagetkan Zulaikha.

“Astagfirullah! Ibu! Hampir saja jantung Zulaikha copot.” Ucap Zulaikha.

“Bapak nyuruh kamu untuk ke sana, ayo!”

Zulaikha lalu berjalan ke ruang tamu didampingi oleh Ibunya. Ia begitu malu saat duduk berhadapan dengan lelaki yang kini menjadi calonnya itu.

“Nah, sini! duduk Ndo.”  Zulaikha lalu duduk di saping kedua orang tuanya.

“Begini toh Ndo. Bapak karo Ibu bermaksud menjodohkan Ndoe karo Syamir. Gimana? Gelem apa orak?” Tanya Pak Kiyai.

Zulaikha lalu mengangguk dengan malu. Pipinya berubah merah padam. Ia menundukan kepalanya semakin dalam. Jantungnya kini berdegup dengan kencang. Andai saja di ruangan ini hanya ada dirinya seorang maka ia akan melompat kegirangan.

“alhamdulillah.” Kembali, Pak Kiyai dan Bu Kiyai berkata bersamaan.

Pertemuan itu pun usai. Syamir akhirnya pulang ke rumahnya. Hatinya kini tengah berbunga-bunga. Akhirnya wanita yang sudah lama ia dambakan itu kini akan menjadi jodonya. Sepanjang jalan Syamir tak henti-hentinya memancarkan senyum bahagia. Saking girangnya, mulutnya tak henti-hentinya melantunkan solawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Rumah Syamir letaknya memang agak jauh dari surau. Bahkan bisa dibilang jika rumahnya adalah yang paling ujung di desa ini. Jadi Syamir berjalan agak jauh menuju rumahnya. Saat melewati jalan Syamir tiba-tiba terperanjat, ia melihat sebuah mobil sedan berwarna putih yang menabrak sebuah pohon beringin. Sudah menjadi naluri Syamir untuk menolong siapapun bahkan seekor semut sekalipun. Ia lalu menghampiri mobil itu. Mobil itu mengeluarkan asap yang cukup tebal. Syamir menengok ke dalam mobil, ada seorang wanita yang terkulai tak berdaya. Tanpa pikir panjang Syamir lalu mencoba membuka pintu mobil sekuat mungkin. Berbagai cara ia lakukan agar pintu mobil bisa terbuka, akhirnya berkat kegigihannya akhirnya pintu mobil itu pun terbuka. Syamir lalu mengeluarkan wanita itu dari dalam mobil. Tak lama setelah wanita itu keluar, mobil itupun meledak. Untung saja Syamir segera mengeluarkan wanita itu, telat sedetik saja, maka entah apa yang akan terjadi pada wanita itu.

Syamir lalu membaringkan wanita itu di atas tanah yang dingin. Ia bermaksud untuk meninggalkan wanita itu untuk mencari bantuan. Tetapi ini sudah gelap, mana jarak dari tempat ini ke pemukiman warga cukup jauh. Syamir khawatir akan terjadi sesuati jika ia meninggalkan wanita itu sendirian lama di sini. Jalan ini pun jarang dilalui oleh orang apalagi dalam keadaan gelap seperti ini. Akan sulit untuk mencari mobil yang lewat sini. Syamir kini bingung, ia harus berbuat apa terhadap wanita itu. Hatinya terus bilang agar ia menolongnya, tapi Syamir juga takut jika niat baiknya malah akan menjadi fitnah pada dirinya sendiri. Ia terdiam beberapa saat.

1
Lina Herlinawati
ini cerita kawin sa zulaika kawin sm si sakila....yg bnr yg mn.
Sulaiman Efendy
PASTI KERJAAN TEON & TAMARA
Sulaiman Efendy
BENAR2 WANITA IBLIS NI SI TAMARA, SEMOGA SI VIR & TANTE SYAHIRA BISA LINDUNGI SYAM & SYA
Sulaiman Efendy
BRRTI SURUHN TAMARA. KRN SURUHN SI VIR KDULUAN ORG2 TAMARA,, ENTAH IBU SPRTI SI TAMARA, BNR2 BRHATI IBLIS..
Sulaiman Efendy
ENTAH SURUHAN SI VIR ATAU TAMARA TU YG MUKULIN SI SYAMIR
Sulaiman Efendy
NAHHH, ZULAIKHA ADALAH JODOH EDWARD, DRI ZULAIKHA, EDWARD BNAR2 HIJRAH, DN SYAHIRA JODOH SYAMIR, KRN DARI SYAMIR SYAHIRA JUGA HIJRAH.. SMUA SDH TRTULIS, BHWA ZULAIKHA & SYAMIR SAMA2 MMBERIKN KBAIKAN KPD MANUSIA LAINNYA..(EDWARD & SYAHIRA), MAUPUN MANUSIA2 LAINNYA..
Sulaiman Efendy
EDWARD KELAK MLH JADI JODOHNYA ZULAIKHA...
Sulaiman Efendy
ALLAH MNJODOHKN LO DGN SYAHIRA AGAR LO BSA BWA SYAHIRA HIJRAH, MSKI DIAWALI DGN KSALAHFAHAMAN SI LURAH.. NMUN ITULH TAKDIR JODOH LO, JIKA LO BSA BIMBING SYAHIRA, ITU MNJADI PAHALA BUAT LO..
Sulaiman Efendy
SYAMIR & ZULAIKHA GK JODOH, TPI ALLAH MMBRIKAN ZULAIKHA YG JUGA MANTAF, SEORANG DOKTER..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
aliya
bagus..suka...
Ramadhani Kania
nie kq gk da kelanjutnnya y...🤔
sartini 1977
lanjut thor
Beatrix
kalau dalam islam yang sebenarnya, pernikahan shahira enggak sah. Kan, bapaknya bukan Sadavir, kenapa pake binti Sadavir, harusnya kembarannya kan.
Hr sasuwe
menarik ceritanya
Sita Redjeki
langsung kesini aq
Saudah Hafifah
ceritanya bagus cm penulisannya saja yg blm tertata baik seperti berlari
reader novel
Dan selesai🤍
Benazier Jasmine
alhamdulillah akhir nya bahagia smua
Benazier Jasmine
q kok yakin klo alma yg bersekongkol dg tamara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!