NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tawaran dari sang penolong misterius

Lantai penjara yang dingin terasa seperti es yang membekukan harapan Mei Lin. Di tengah kesunyian yang mencekam, suara gesekan kunci besi terdengar. Mei Lin meringkuk, mengira itu adalah Yue Ying yang datang untuk menyiksanya lagi. Namun, yang muncul adalah sosok pria yang mengenakan jubah gelap menutupi wajahnya.

​Saat pria itu membuka penutup kepalanya, mata Mei Lin membelalak. Ia mengenali wajah itu—pria yang memegang pinggangnya di pasar, pria yang menjadi alasan awal kemurkaan Jian Feng.

​"Kau..." bisik Mei Lin, suaranya parau. "Apa yang kau lakukan di sini? Kau akan mati jika tertangkap!"

​Mei Lin tertawa getir, tawa yang terdengar putus asa. "Hahaha... kau datang untuk melihat hasil perbuatanmu? Apa kau juga percaya aku memakai ilmu hitam? Benar-benar sangat lucu. Seluruh dunia menganggapku penyihir hanya karena aku tidak sengaja menabrakmu!"

​Pria itu—Alaric—menatap Mei Lin dengan tatapan penuh iba. Ia melihat piring kayu di sudut sel yang berisi makanan basi yang bahkan tidak disentuh. "Aku tidak percaya pada omong kosong sihir itu. Aku datang karena aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi padamu," ucapnya dengan suara rendah namun berwibawa.

​Alaric mendekati jeruji. "Dengarkan aku. Apa kau ingin bebas? Jika kau ingin keluar dari neraka ini, ikutlah denganku. Aku punya cara untuk membawamu keluar dari kekaisaran ini malam ini juga."

​Mei Lin menatap pria asing itu dengan curiga. "Bebas? Bagaimana bisa orang asing sepertimu menjanjikan kebebasan di dalam istana naga yang dijaga ribuan prajurit?" Ia ingin mengatakan 'ya' dengan segenap jiwanya, namun ketakutan akan keluarganya menahannya. "Bagaimana dengan ibuku? Bagaimana dengan Xiao Mei, adik bungsuku? Jika aku lari, kaisar akan membunuh mereka!"

​Alaric menghela napas panjang. "Mei Lin, sadarlah. Jika adikmu sendiri—Lin Hua—bisa melakukan pengkhianatan sekeji itu di depan publik, bagaimana dengan keamanan ibumu? Mereka semua sudah menjadi pion di tangan Ibu Suri. Selama kau di sini, mereka tetap dalam bahaya."

​Mei Lin sontak berdiri, meskipun tubuhnya lemas. Amarah membakar matanya. "Jangan! Jangan katakan ibuku sama halnya dengan Lin Hua! Ibuku wanita baik, dia tidak mungkin bersekongkol!" Ia tidak sudi jika ibunya disamakan dengan kelicikan Lin Hua.

​"Aku tidak bilang ibumu jahat," potong Alaric cepat. "Tapi dia dan adik bungsumu tidak punya kekuatan. Jika kau ikut denganku, aku berjanji akan melindungi mereka juga. Aku akan menjemput mereka dan membawa kalian semua ke tempat di mana kaisar tidak bisa menjangkau kalian."

​Mei Lin tertawa kesal, air mata mengalir di pipinya yang lebam. "Lagi-lagi... menggunakan kata keluarga untuk bisa mengendalikanku. Jian Feng melakukannya, dan sekarang kau juga. Setelah aku keluar dari sini, aku sendiri yang akan membawa pergi ibu dan Xiao Mei. Aku tidak akan membiarkan siapa pun lagi menggunakan mereka sebagai alat!"

​Meskipun Mei Lin tidak tahu siapa pria ini sebenarnya, tawaran kebebasan itu sangat menggoda. Namun, tanpa mereka sadari, Jian Feng telah berdiri di balik bayangan lorong penjara yang gelap. Ia telah mendengar semuanya melalui mata-mata bayangannya.

​Hati Jian Feng hancur berkeping-keping. Pria yang paling ia benci—pria yang ia sangka sudah mati dibantainya (ternyata yang ia bunuh adalah orang pengganti)—kini berdiri di depan istrinya, menawarkan pelarian.

​Jian Feng kini terjebak dalam dilema yang paling menyiksa dalam hidupnya sebagai seorang kaisar. Jika ia membiarkan pengawal menangkap mereka sekarang, ia harus mengeksekusi Mei Lin sebagai "penyihir yang mencoba kabur". Tapi jika ia membiarkan mereka pergi, ia akan kehilangan wanita yang telah ia tandai dengan api dan cintanya.

​Haruskah ia mengorbankan martabat tahtanya, melawan ibunya secara terbuka demi membebaskan Mei Lin dari tuduhan sihir? Ataukah ia harus membiarkan egonya menang dan membiarkan cintanya pergi bersama pria asing itu demi menjaga kestabilan tahta yang ia bangun dengan darah? Jian Feng mengepalkan tangan hingga kukunya menancap di telapak tangan, darah menetes dari sela jarinya, menandingi rasa sakit di hatinya.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!