NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Amallia

Anara Putri, gadis delapan belas tahun yang harus mengandung benih lelaki yang merupakan Kakak iparnya, atas kecelakaan di sebuah hotel tanpa kesengajaan. Padahal saat itu Anara baru saja lulus sekolah menengah kejuruan.

Bagi sang ayah, Anara hanyalah anak pembawa sial. Oleh sebab itu, dia begitu di benci oleh keluarganya sendiri. Bahkan, Anara harus menutup rapat identitas ayah dari bayi yang di kandungnya karena tidak mau menyakiti hati sang Kakak.

Lantas, akankah Anara mendapat kebahagiaannya? Bagaimana dengan Anara ketika semua rahasia itu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti anak tiri

Dari pagi Anara sibuk membereskan seisi rumah sendirian. Rumah orang tuanya sangat besar. Namun ayahnya tidak menyewa pembantu. Dia di perlakukan sangat berbeda dengan Kakaknya. Bahkan penampilan mereka juga sangatlah berbeda. Dia bagaikan upik abu dan Kakaknya bagaikan cinderela. Walaupun seperti itu, dia tetap menyayangi ayah dan Kakaknya.

"Ah capek sekali," Anara mengusap keningnya yang basah karena berkeringat.

"Nar... Nara..." panggil Vanesa yang merupakan Kakak Anara.

"Sebentar Kak," Anara menghentikan sejenak pekerjaannya. Padahal dia belum selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Anara pergi menghampiri Kakaknya yang sedang menonton televisi.

"Ada apa Kak?" tanya Anara yang baru datang.

"Cepat bereskan makanan ini!" Vanesa menunjuk ke atas meja depannya. Ternyata banyak bungkus makanan yang sudah kosong.

"Baik Kak," jawab Anara lalu dia mengambil semua bungkusan makanan yang sudah kosong dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu dia kembali mengerjakan pekerjaannya yang memang belum selesai.

Anara sudah selesai menyapu rumah. sekarang tinggal mengepel. Dia segera mengambil alat pel. Anara mulai mengepel di ruang keluarga.

Vanesa bosan menonton televisi. Dia memilih untuk mematikan layar televisi yang sedang dia tonton.

Mending aku mandi dulu, nanti kan Kenzo mau main kesini" batin Vanesa lalu beranjak dari duduknya.

Vanesa berjalan melewati Anara yang sedang mengepel.

Bruk

"Aww sakit," Vanesa terpeleset karena lantai masih basah.

"Sinih biar aku bantu," Anara mengulurkan tangannya dan berniat untuk membantu Vanesa berdiri.

"Tidak usah! nanti badanku jadi kotor kalau memegang tanganmu. Lagian kalau kerja itu yang bener. Masa cuma ngepel saja tidak bisa."

"Maaf Kak, lantainya memang masih basah. Maaf karena ini kesalahanku." ucap Anara

"Memang ini salahmu anak pembawa sial," setelah mengatakan itu Vanesa langsung pergi dari hadapan Anara.

Tes

Anara meneteskan air matanya setelah mendengar perkataan Vanesa. Dia sangat ingin di perhatikan oleh Kakaknya. Namun itu hanya khayalannya saja. Karena Vanesa juga membencinya seperti ayahnya. Anara mengusap sudut matanya. Lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya.

Pukul 11 siang, Anara baru selesai membersihkan rumah itu. Dia segera beristirahat sebentar. Karena kebetulan nanti dia juga harus memasak. Anara memilih untuk tidur sebentar setidaknya untuk tiga puluh menit ke depan.

Tiga puluh menit kemudian, Anara yang baru keluar dari kamar mendengar de*sahan dari kamar sebelahnya. Lebih tepatnya itu kamar Vanesa. Sering sekali saat siang hari Anara mendengar suara itu karena kebetulan Vanesa tidak pernah menyalakan pengedap suara yang ada di kamarnya. Anara sudah sering sekali bertanya karena penasaran dengan suara de*sahan yang selalu dia dengar. Namun Vanesa menjawab jika itu hanya suara dari video yang dia tonton di laptop. Karena Anara masih polos, dia mempercayainya begitu saja. Anara kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dapur.

"Ah capeknya," gumam Vanesa yang kini sudah menidurkan badannya di sebelah kekasihnya.

"Aku haus nih sayang, aku ke dapur dulu yah ambil minum," ucap Kenzo yang sedang berbaring di sebelah Vanesa.

Jam segini pasti Nara sedang masak. Bisa gawat kalau nanti Kenzo melihatnya. Bagaimana jika Nara bilang kalau dia adikku. Aku malu dong karena penampilan Nara kuno sekali." batin Vanesa

"Biar aku yang ambilkan, kamu di sini saja," ucap Vanesa

"Baiklah," jawab Kenzo

Vanesa memakai kembali pakaiannya. Di segera keluar kamar untuk mengambilkan minum. Sedangkan Kenzo memilih untuk beristirahat sebentar. Karena nanti mereka akan melanjutkan lagi ronde ke duanya.

"Buatkan dua gelas es jeruk! Jangan pake lama yah," ucap Vanesa yang saat ini sudah ada di dapur.

"Kok dua sih, memangnya satunya untuk siapa?" tanya Anara

"Buat pacar Kakak," jawab Vanesa

"Kalian lagi nonton video yah Kak," ucap Anara yang merasa kepo.

"Tidak usah banyak tanya!" Vanesa malas untuk meladeni adiknya. Karena hubungan mereka tidak seakrab itu.

Vanesa segera pergi setelah es jeruk yang di mintanya sudah jadi. Anara juga kembali melanjutkan memasak makan siang.

°°°

Sore harinya Pak Indra sudah pulang. Dia langsung masuk ke dalam rumah begitu saja.

"Nes, Nesa," Pak Indra memanggil anak sulungnya.

Kebetulan Vanesa sedang ada di kamarnya. Dia tidak mendengar suara ayahnya yang memanggilnya.

"Papah mencari Kak Nesa?" kebetulan Anara mendengar suara ayahnya. Dia menghampiri ayahnya dan bertanya.

"Pakai tanya lagi, cepat panggil Nesa!" pinta Pak Indra

"Baik Pah," Anara segera pergi dari hadapan ayahnya untuk memanggil Vanesa.

Kini Anara sudah berada di depan pintu kamar Vanesa.

Tok tok

Anara mengetuk pintu kamar itu. Tak lama Vanesa membukakan pintu kamarnya.

"Ada apa sih, mengganggu saja," ucap Vanesa sambil menyilangkah kedua tangannya.

"Kak Nesa di panggil Papah," ucap Anara

Anara segera pergi dari sana setelah dia mengatakan itu. Begitu juga dengan Vanesa yang langsung menemui Pak Indra.

"Ada apa Pah?" tanya Vanesa yang kini sudah berada di ruang keluarga.

"Duduk dulu!" pinta Pak Indra

Vanesa langsung duduk di sofa depan Pak Indra.

"Jadi begini Nes, niatnya Papah mau menjodohkan kamu sama teman bisnis Papah. Dia pengusaha muda sukses yang akhir-akhir ini sedang di sorot media," ujar Pak Indra kepada anaknya.

"Maksud Papah, Andika Prawira CEO muda itu?"

"Iya Nak, bagaimana menurutmu?" Pak Indra bertanya respon anaknya.

"Tapi Vanesa sudah punya pacar Pah, lagian kenapa bukan Anara saja sih yang di jodohkan? Punya suami pengusaha itu pasti sibuk sekali. Bisa-bisa tidak punya waktu untuk Istri sendiri."

"Kamu itu anak kesayangan Papah, lagian Anara itu hanya anak pembawa sial," ucap Pak Indra

Anara yang akan memberikan teh hangat untuk ayahnya mendengar perkataan itu. Anara tak jadi mendekati mereka. Dia kembali ke dapur dengan membawa nampan berisi dua gelas teh hangat.

Aku tahu jika aku bersalah, tapi apa tidak ada kesempatan untuk aku menjadi anak yang di sayang juga oleh Papah." batin Anara yang merasa sedih.

"Pokoknya nanti malam kamu ikut Papah! Kebetulan Andika mengundang Papah makan malam di rumahnya," kata Pak Indra

"Memangnya Andika sudah tahu aku, kok dia seperti tidak masalah jika di jodohkan denganku?"

"Siapa coba yang tidak tahu Vanesa Wijaya anak dari Indra Wijaya. Kamu itu model terkenal sekaligus anak pengusaha terkenal. Jadi sudah pasti para lelaki di luar sana mengetahui kamu. Bahkan mereka mengantri ingin mendapatkanmu." ucap Pak Indra

"Nanti Vanesa fikirkan lagi," ucap Vanesa

"Segera putuskan pacarmu itu! Lagian Papah tidak suka jika kamu berpacaran dengan seorang pengangguran seperti itu," pinta Pak Indra

"Kenzo itu fotografer Pah, dia bukan pengangguran," kata Vanesa

"Apa pun itu pekerjaannya, Papah tetap tidak suka," ucap Pak Indra

"Baiklah terserah Papah saja," setelah mengatakan itu,Vanesa pergi dari hadapan Pak Indra.

Dasar anak itu," gumam Pak Indra sambil menatap kepergian putri kesayangannya.

°°°°

.....

Promosi novel baru

Judul: Jeritan hati seorang istri

1
Bu Anyi
murahan banget kesan nya gimana sih
Dewi Yuliani
Luar biasa
Romlah Imut
Kecewa
Romlah Imut
Buruk
Atik Bunga
kok kuara bukannya nela ya
Atik Bunga
kayaknya yg ngidam alan deh bukan kiara
Atik Bunga
karmanya andika menimpa anaknya adelia
Atik Bunga
itu pasti kelakuan vanesa
Atik Bunga
mudah2an adiknya adel dan eva otewe nih
Atik Bunga
nara kali bu sinta buka nesa
Atik Bunga
rian bisa2 jadi saingannya andika
awas andika punya saingan 😂😂😂😂😂
Atik Bunga
bu sinta pasti salah paham nih
Atik Bunga
kenapa dih orang sdh sehat kok dibikin meninggal kan kasihan anaranya kok orang nggk ada bahagia2nya
Atik Bunga
apakah aldi pergi utk slamanya meninggalkan anara dan anak2 😭😭😭
Atik Bunga
tetap saja vanesa tidak sadar vahwa selama ini perbuatannya salah
Atik Bunga
aku percaya yg nabrak pasti vanesa
Atik Bunga
gantian den dulu ya adzani anan andika aldi sekarang yg adzani anak aldi andika
Atik Bunga
aku nggk mau kalau sampai aldi meninggal kasian sama anaranya lo
Atik Bunga
kok andika dan sela bukannya sama vanesa ya
Atik Bunga
aku lebih mendukung anara sama aldi saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!