NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua satu

...Kamar yang begitu luas dan kasur king size itu hanya di tempati oleh Jeff sendirian, pikir Sabrina....

..."Apa dia benar-benar tinggal di sini sendirian?"...

...Jeff menghampiri Damian yang duduk di pantry. Pria itu terlihat sedang menikmati secangkir kopi yang di buatkan oleh pelayan....

..."Pelayan, siapkan makanan dan bawakan ke kamarku."...

...Seorang pelayan yang berada di sana mengangguk dan segera melakukan tugasnya. Jeff pun bergabung dengan Damian di sana....

...itu?" "Bagaimana? Kau percaya dengan ucapanku waktu...

...Jeff menghela napas berat. "Jadi dia benar-benar mendapatkan kekerasan? Aku tidak menyangka jika gadis polos sepertinya harus mendapatkan tekanan seperti itu. Tapi menurutmu, siapa yang melakukan itu?"...

...Damian meneguk kopinya. "Keluarganya," ucapnya dengan begitu santai. "Kau bilang jika gadis itu berteman baik dengan beberapa temannya. Tidak mungkin jika dia adalah korban bullying."...

..."Kau benar. Aku jadi teringat sesuatu saat aku pergi ke sana tengah malam. Seseorang tiba-tiba menendang pintu kamarnya dengan begitu keras. Dan dia mengatakan sesuatu yang sangat kasar." Jeff jadi teringat kejadian itu....

...Damian menjentikkan jarinya. "Nah, itu petunjuk! Benar, gadis itu mendapatkan perlakuan tidak baik di rumahnya sendiri. Terkadang kita memang memiliki rumah, namun rumah itu tidak selamanya menjadi tempat berteduh. Sebagian orang mengalami hal dan menganggap jika rumah mereka adalah neraka."...

...Jeff terdiam. Perkataan Damian bukan hanya menjelaskan keadaan keluarga Sabrina....

...Tetapi juga kehidupannya sendiri. Jeff memang memiliki Mansion sendiri tempat ia tinggal saat ini. Namun, di tempat besar dan mewah itu Jeff tidak pernah merasakan kehangatan di dalam rumahnya. Yang dia rasakan hanyalah kesendirian, dan hidup dengan kehidupan hitam putihnya....

..."Tuan, Nona yang berada di dalam kamar anda mencarimu, Tuan." Pelayan itu menghampiri Jeff dan...

...Damian setelah mengantarkan makanan untuk Sabrina....

...Jeff baru tersadar. Lalu dia pun bangkit dan berpamitan pada Damian untuk kembali ke kamarnya....

...Jeff membuka pintu kamarnya dan ia melihat Sabrina yang sudah terduduk di atas ranjang itu....

...Jeff segera menghampiri Sabrina dan membantu gadis itu menyamankan posisinya....

..."Biar aku saja," Jeff meraih piring di meja nakas....

..."Buka mulutmu." Jeff mengambil makanan dengan sendok....

...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, Jeff....

...Aku bisa makan sendiri." Sabrina tentu saja tidak enak jika di suapi oleh Jeff....

..."Jangan keras kepala. Buka mulutmu dan makanlah dengan baik." Jeff kembali menyodorkan sendok yang berisi makanan....

...Sabrina menghela napasnya. Ia pun akhirnya menurut dan menerima suapan Jeff. Jeff tersenyum saat melihat Sabrina makan dengan baik dan tak lagi menolaknya....

..."Setelah itu minum obatmu dan istirahatlah. Besok kau tidak perlu kuliah atau bahkan bekerja. Aku akan membantumu mendapatkan izin dari atasanmu."...

..."Tapi, Jeff. Aku tidak-"...

..."Bisakah kau tidak keras kepala dan menurut saja?...

...Kau sedang sakit, apa kau ingin jika kau tambah parah dan tidak bisa berbuat banyak?!" Jeff tak habis pikir jika Sabrina masih memaksa untuk tetap bekerja dan kuliah....

..."Jeff, kau tidak akan mengerti. Aku tidak bisa berhenti bekerja karena aku butuh uang untuk kehidupanku."...

..."Kalau begitu kau bisa memakai uangku. Aku akan dengan senang hati jika kau menghabiskan uangku nanti." Jeff meletakkan piring yang sudah kosong kembali ke meja nakas dan beralih mengambil segelas air dan obat yang di berikan Damian....

..."Tidak bisa begitu, Jeff. Kita bukan siapa-siapa dan mana mungkin tiba-tiba aku memakai uangmu."...

...Jeff menyodorkan obat dan segelas air. "Kalau begitu menikahlah denganku. Maka hidupmu akan terjamin dan akan aku pastikan jika aku tidak akan membiarkanmu kesulitan sedikit pun."...

...Sabrina tersedak air mendengar itu. Jeff pun segera menepuk punggung Sabrina....

..."Pelan-pelan saja,"...

...Sabrina mengusap mulutnya dengan telapak tangannya. "Jeff, perkataanmu membuatku terkejut.Jangan suka bercanda seperti itu atau orang lain bisa salah paham."...

..."Tapi aku serius mengatakannya," Jeff juga mengambil alih gelas itu setelah memastikan Sabrina meminum obatnya....

...Jeff membantu Sabrina untuk kembali berbaring dan menarik selimut untuk gadis itu. "Tidurlah, tidak perlu memikirkan hal lainnya. Kesehatanmu yang paling penting sekarang. Aku ada di luar bersama Damian, panggil saja jika kau butuh sesuatu." Jeff mengusap kepala Sabrina sebelum akhirnya mematikan lampu tidur dan keluar dari sana....

...Bahkan Sabrina belum sempat menjawabnya....

...Akhirnya Sabrina memilih untuk memejamkan matanya....

...Jeff tidak langsung menemui Damian. Tetapi dia menghubungi seseorang....

..."Cari tahu tentang kematian Jackson. Aku ingin detailnya kau kirimkan padaku nanti." setelah itu Jeff memutuskan panggilannya. Jeff meremas ponselnya, tiba-tiba amarahnya muncul saat tahu jika selama ini Sabrina mengalami masalah di rumahnya, tempat pulang yang Jeff pikir menjadi tempat ternyaman gadis itu....

..."Aku tidak akan membiarkanmu kembali merasakan itu. Jika itu masih terjadi, maka aku sendiri yang akan menyingkirkan mereka."...

...Seorang pria yang merupakan anak buah Jeff melangkah dengan tergesa-gesa menghampiri Jeff dan Damian yang sedang membahas tentang Sabrina....

..."Tuan, ada masalah besar."...

...Hal itu membuat Jeff dan Damian serempak menoleh pada pria itu....

..."Josh, ada apa? Kenapa kau terlihat panik?" tanya Jeff bingung....

...Josh menghela napasnya sebelum akhirnya berkata....

..."Tuan, gudang senjata kita di Washington di serang penyusup. Mereka berniat untuk menghancurkan gudang senjata itu dan membuat kerugian besar."...

...Jeff terkejut mendengar itu. Dia segera berdiri dari duduknya. "Apa? Bagaimana bisa? Bukan'kah keamanan kita di sana sudah terjamin. Bahkan tidak ada musuh yang tahu jika sebagian besar persenjataan ada di sana."...

..."Aku tidak tahu, Tuan. Tetapi orang-orang Tuan di sana juga mengatakan jika beberapa penyusup berhasil di tangkap dan sedang di amankan."...

...Jeff mengepalkan tangannya. "Siapkan penerbangan satu jam lagi. Aku akan membereskan masalah ini sendiri."Josh mengangguk. "Baik, Tuan. Aku permisi." Josh pun segera pergi dari sana....

...Damian ikut berdiri dan menghampiri Jeff. "Jadi kau akan pergi ke Washington sekarang juga? Bagaimana dengan gadis itu?"...

...Jeff menatap Damian. "Aku akan menitipkan dia padamu. Kau adalah Dokter dan hanya kau yang tahu cara merawat orang sakit."...

...Damian menghela napasnya. "Baiklah, tapi nanti aku akan kembali sebentar karena tidak mungkin aku tidak mengatakan ini pada istriku."...

...Jeff mengangguk mengerti. "Terima kasih, aku akan melihat Sabrina dulu." Jeff pun melangkah menuju kamarnya tempat Sabrina berada....

...Jeff mendekati ranjang itu dan mengusap kepala Sabrina yang masih terpejam. Gadis itu akhirnya bisa tidur dengan nyenyak sekarang....

..."Syukurlah, panasnya sudah turun dan dia bisa tidur dengan nyenyak." Jeff bernapas lega saat tahu jika kondisi Sabrina sudah lebih baik. "Aku akan pergi sebentar dan akan segera kembali....

...Tetaplah di sini sampai kau benar-benar sembuh, jika bisa tinggallah di sini selamanya."...

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!