Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Kenanga mengendarai mobilnya menuju rumah sang mertua dengan senyum mengambang. Sebagai seorang menantu dia merasa sangat bahagia karena begitu dicintai dan disayangi layaknya anak sendiri. Selama ini kedua mertuanya memang memperlakukannya dengan begitu baik, bahkan membuat orang-orang sekitar Kenanga merasa iri.
Kebanyakan dari mereka selalu diperlakukan buruk oleh mertua mereka. Selayaknya mertua dan menantu pada umumnya, selalu saja ada perbedaan dan hingga membuat hubungan keluarga jadi tidak begitu baik.
Sudah dua puluh tahun Kenang menjadi seorang istri dari Bima Baskara. Selama itu pula dia selalu diperlakukan baik meski dirinya belum bisa memberikan kebahagiaan kepada suami dan mertuanya. Sampai saat ini Kenanga memang belum memiliki seorang anak dari rahimnya sendiri, tapi bagi suami dan mertuanya itu bukanlah masalah.
Di dalam keluarga itu juga sudah ada anak Bima dari pernikahan sebelumnya. Sebelum menikah dengan Kenanga, Bima memang sudah menikah dengan seorang wanita. Namun, pernikahan mereka akhirnya kandas. Kenanga juga mengenal wanita itu, hanya saja dia sama sekali tidak pernah membahasnya karena tidak ingin menimbulkan masalah.
Kenanga khawatir menyakiti hati sang suami. Bagaimanapun juga masa lalu bukanlah hal yang baik untuk kembali dibicarakan, pasti akan menimbulkan luka. Meskipun selama ini Bima selalu terlihat baik-baik saja, tapi sebagai seorang istri dia tahu hati sang suami pernah terluka oleh masalalu.
Mobil yang dikendarai Kenanga memasuki halaman rumah sang mertua. Wanita itu mengerutkan keningnya saat melihat keberadaan mobil sang suami di sana. Seharusnya saat ini Bima berada di kantor. Apalagi tadi pagi pria itu mengatakan jika ada meeting penting, tapi mengapa sekarang ada di sini.
Kenanga tidak mau berpikir terlalu banyak. Mungkin saja Bima ingin bertemu dengan ibunya atau mungkin ada sesuatu hal yang dibicarakan dengan keluarganya. Kalau soal pekerjaan, bukankah ayah mertuanya juga masih bekerja di perusahaan. Mereka pasti sudah bertemu di sana.
Kenanga menggelengkan kepalanya pelan, tidak ingin terlalu berpikir berlebihan. Dia pun memasuki rumah mertuanya yang kebetulan pintunya terbuka. Wanita itu melihat dua pembantu yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah.
Kenanga pun menyapa salah satunya dan bertanya, "Selamat siang, Bik? Mama ada?"
"Ada, Bu, di belakang tadi sama Pak Bima juga."
"Kalau papa sudah pergi ke kantor apa masih di rumah?"
"Bapak kebetulan ada di belakang juga, Bu."
"Kalau begitu saya ke belakang dulu. Oh ya, saya membawa makanan, saya taruh di meja makan nanti tolong diangetin ya saat mau makan siang," ujar Kenanga sambil menunjukkan rantang makanan yang dia bawa dari rumah.
"Iya, Bu. Saya lanjutkan pekerjaan dulu. Nanti saat jam makan siang akan saya siapkan."
"Iya, saya ke dalam dulu."
Kenanga pun berjalan ke belakang. Dia meletakkan rantang makanan di atas meja makan terlebih dahulu, barulah berjalan menuju tempat di mana kedua mertua dan suaminya berada.
Samar-samar Kenanga mendengar suara orang berbicara. Dia yakin jika itu kedua mertua dan suaminya. Namun, saat langkahnya cukup dekat, wanita itu menghentikan langkahnya. Kenanga dapat mendengar jika mereka tengah membicarakan dirinya.
Itu karena namanya disebut padahal dia tidak berada di sana. Yang lebih membuat Kenanga terkejut adalah isi dari percakapan mereka. Tubuhnya membeku, tidak percaya dengan apa yang dibicarakan oleh mereka.
"Sampai berapa lama kamu menyembunyikan semua ini dari Kenanga? Cepat atau lambat dia pasti akan tahu apa yang terjadi. Saat itu tiba dia pasti akan sangat terluka," ucap Rudi—ayah Bima.
"Papa ini kenapa, sih? Takut sekali sama Kenanga. Memangnya kenapa kalau Kenanga tahu jika Bima menjalani kembali hubungan dengan Alicia? Diantara Bima dan Alicia sudah ada Davina, jadi Alicia lebih berhak atas Bima daripada Kenang," sela Sophia—ibu Bima—dengan suara ketus.
"Apa maksud Mama berkata seperti itu? Bagaimanapun juga Alicia dan Bima sudah bercerai dan sekarang Kenanga lah istri Bima."
"Tapi aku tidak pernah mencintai Kenanga, Pa. Papa tahu sendiri jika aku menikah dengan Kenanga itu karena terpaksa, demi perusahaan kita," sela Bima dengan frustasi.
"Itu kamu tahu alasannya. Kalau tidak ada Kenanga dan keluarganya, perusahaan kita akan bangkrut. Keluarga Kenanga memang berasal dari kampung, tapi harta yang mereka miliki lebih besar dari milik kita. Keluarga Kenanga punya perkebunan dan sawah yang luas. Semuanya dikerjakan para petani ahli hingga setiap kali panen menghasilkan puluhan juta rupiah, bahkan ratusan juta."
"Tapi tetap saja cinta tidak bisa dipaksakan, Pa. Mau berapa lama lagi aku harus bertahan dalam rumah tangga yang penuh keterpaksaan ini? Ini sudah dua puluh tahun. Sekarang Alicia juga sudah kembali. Aku ingin hidup bahagia di akhir hidupku dengan dia, bersama dengan anak kami juga. Davina juga ingin bersama dengan ibu kandungnya."
"Davina sudah bertemu dengan ibunya?"
"Iya, mereka sudah beberapa kali pergi bersama karena itu Davina ingin tinggal bersama dengan ibu kandungnya. Minggu kemarin Davina juga menginap di rumah ibunya."
Air mata Kenanga mengalir dengan deras. Ternyata kebahagiaan rumah tangga yang selama ini dia jalani hanyalah sebuah kebohongan. Kebaikan yang diberikan oleh suami dan kedua mertuanya hanyalah kepalsuan. Belum lagi anak sambungnya yang selama ini sudah dianggap seperti putrinya sendiri, ternyata di belakang sama saja seperti keluarga yang lain.
Kenanga teringat hari Minggu kemarin, Davina pamit pergi padanya dan mengatakan jika akan menginap di rumah temannya karena ada tugas kelompok. Saat itu Davina jelas tahu jika Kenanga sudah memesan restoran untuk makan bersama keluarga. Dia sudah memberitahu suami dan putrinya jauh-jauh hari agar tidak bertabrakan dengan jadwal mereka, tapi pada akhirnya Davina tetap pergi dengan alasan tugas.
Biasanya satu bulan sekali Kenanga dan keluarganya memang makan bersama di sebuah restoran mewah. Itu untuk mengeratkan hubungan keluarga, sesekali bersenang-senang juga agar tidak jenuh dengan kegiatan sehari-hari, tapi ternyata Davina malah pergi. Kenanga kira putrinya benar-benar memiliki tugas kelompok dengan temannya, tapi ternyata itu hanyalah sebuah kebohongan.
"Kalau Davina saja sudah menginginkan ibunya sebaiknya kamu katakan saja yang sejujurnya pada Kenanga, daripada dia harus hidup dalam kebohongan yang sudah kamu ciptakan," ujar Rudi dengan berat hati.
"Tidak bisa seperti itu dong, Pa. Perusahaan kita saat ini belum benar-benar kuat, bagaimana kalau Kenanga dan keluarganya menuntut kita dan meminta uangnya kembali," sela Sophia.
"Sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Mama juga seorang wanita, tidakkah berpikir bagaimana perasa Kenanga sekarang?"
"Papa ini selalu saja membela Kenanga. Anak Papa itu Bima, jangan selalu membela wanita itu."
"Papa tidak membelanya, tapi mau sampai kapan rahasia ini akan terus ditutupi sementara Bima dan Davina ingin bersama Alicia?"
semoga iya dan berjodoh dan bisa punya baby sekarang banyak bngt usia puber ke dua pada tekdung
tapi jaman sekarang yg kepala 4 tuh lagi wow kaya umur 25 th ga kelihatan tuir
ayo kenangan do something temui tuh wanita yg di cintai suamimu