Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.pondasi Puncak ranah dewa
Suara hantaman keras bergema di seluruh lembah saat pintu kayu jati raksasa itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil. Langkah kaki Lin Xiu bergaung mantap di atas lantai aula utama yang dilapisi karpet sutra merah mewah. Di sekelilingnya, pilar-pilar batu penyangga aula mulai berguncang hebat, retak karena tidak mampu menahan tekanan aura *Zhenqi* Sembilan Matahari yang meluap-luap dari tubuh sang pemuda.
Di ujung aula, di atas takhta batu giok hitam yang dikelilingi oleh rantai-rantai mistis besar, duduk seorang pria tua berambut merah menyala dengan jubah tenun emas—**Ketua Klan Naga Hitam, Huo Tianba**.
Dan di samping takhta tersebut, di dalam sebuah sangkar energi transparan yang dialiri uap es, tampak sesosok gadis kecil berpakaian gaun putih yang sedang pingsan dengan wajah pucat pasi. Itu adalah Xiao Mei.
"Xiao Mei," desis Lin Xiu, sepasang mata emas murninya bergetar halus melihat kondisi adiknya yang terlelap tak berdaya. Niat membunuh di dalam dadanya kini telah mencapai puncaknya, mengompresi udara di dalam aula hingga kering dan hampa.
"Hahaha! Lin Xiu, kau benar-benar monster kecil yang mengagumkan," Huo Tianba tertawa terbahak-bahak, suaranya menggelegar bagai guntur, mengguncang seluruh pondasi aula utama benteng. Pria tua berambut merah itu berdiri dari takhtanya, memancarkan aura tekanan spiritual yang begitu masif dan murni hingga ruang di sekitarnya tampak terdistorsi secara fisik.
Ini adalah kekuatan **Ranah Dewa yang Sesungguhnya (True Deity Realm)**! Sebuah tingkatan legendaris yang hanya bisa dicapai oleh segelintir orang di seluruh negeri setelah bertapa selama ratusan tahun.
"Kau membantai seluruh faksi luarku, menghancurkan empat master puncak, dan membunuh Penatua Huo seperti memotong ayam. Tapi di hadapanku, Huo Tianba, kau tak lebih dari sebutir debu!" Huo Tianba mengibaskan lengannya, mengalirkan energi ranah Dewa miliknya untuk memperkuat sangkar es yang mengunci Xiao Mei. "Gadis kecil ini memiliki Konstitusi Jiwa Es Murni yang teramat langka. Ditambah dengan esensi *Kitab Sembilan Matahari* di dalam tubuhmu, tungku alkemiku akan melahirkan Pil Dewa Keabadian sejati!"
Lin Xiu menatap Huo Tianba dengan pandangan yang teramat dingin, seolah-olah dia sedang melihat sesosok mayat. "Kau pikir dengan mencapai ranah Dewa palsu melalui ekstraksi jiwa-jiwa anak kecil, kau bisa mendominasi takdir?"
"Palsu atau asli, kekuatan ini cukup untuk menghancurkanmu!" Huo Tianba meraung. Dia mengulurkan kedua tangannya ke depan, memanggil **Teknik Sembilan Naga Pemakan Langit**. Sembilan naga raksasa yang terbuat dari api hitam beracun melesat keluar dari telapak tangannya, menerjang ke arah Lin Xiu dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan suara.
*BOOOM!!!*
Seluruh aula utama runtuh total akibat hantaman energi sembilan naga hitam tersebut, menciptakan kepulan asap hitam setinggi ratusan meter yang menutupi seluruh lembah. Huo Tianba tersenyum puas, yakin bahwa tidak ada satu pun mahluk di bawah ranah Dewa yang bisa selamat dari serangan penuh miliknya.
Namun, senyum di wajah Ketua Klan Naga Hitam itu membeku seketika ketika asap hitam perlahan memudar.
Lin Xiu masih berdiri tegak di posisi semula. Kemeja hitamnya bahkan tidak robek sedikit pun. Di sekeliling tubuhnya, sembilan lapis lingkaran cahaya emas murni berputar dengan sangat anggun, menyerap dan memurnikan seluruh energi api hitam beracun milik Huo Tianba hingga habis tak bersisa.
"Bagaimana mungkin?! Kau... kau juga berada di ranah Dewa?!" Huo Tianba terbelalak horor, melangkah mundur dua langkah hingga menabrak takhta giok hitamnya sendiri.
Lin Xiu perlahan mengangkat tangan kanannya, dan di antara jarinya, sebilah jarum tipis transparan yang terbuat dari kristal energi murni spiritual muncul—**Jarum Langit Pemutus Takdir**.
"Aku bukan berada di ranah Dewa seperti yang kau bayangkan," kata Lin Xiu dengan suara yang teramat tenang namun bergetar hebat di dalam jiwa Huo Tianba. "Aku adalah penguasa dari ranah yang berada di atas langit yang kau sembah."
Lin Xiu menggerakkan jarinya maju dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata seorang praktisi ranah Dewa sekalipun.
*TING!*
Jarum kristal transparan itu menembus tepat di tengah-tengah dantian Huo Tianba, mengunci seluruh aliran energi spiritual ranah Dewa miliknya seketika. Huo Tianba membeku, sepasang matanya dipenuhi oleh horor mutlak saat merasakan seluruh kultivasi yang dibangunnya selama ratusan tahun mengalir keluar dengan deras seperti air bendungan yang jebol.
"Sebelum kau mati, katakan padaku... apa hubungan sebenarnya antara Istana Pangeran Long dan klanmu dalam operasi tiga belas tahun lalu?" tanya Lin Xiu dingin sembari berjalan mendekati sangkar energi es Xiao Mei.
Huo Tianba yang kini terkulai lemas di atas tanah dengan wajah yang mendadak menua ratusan tahun tertawa getir, memuntahkan tumpukan darah hitam. "Hahaha... Lin Xiu... kau tidak akan pernah bisa menang melawan Istana Pangeran Long... Pangeran Long adalah... adalah reinkarnasi dari leluhur sekte mistis kuno yang mengendalikan seluruh negeri ini dari balik tirai... Panti asuhanmu dihancurkan karena Ibu pantimu adalah pelarian dari Istana yang membawa lari kunci gerbang makam suci... Kau... kau hanyalah bidak yang menunggu giliran untuk dihancurkan..."
"Terima kasih atas informasimu," kata Lin Xiu datar.
Lin Xiu melambaikan tangannya perlahan. Energi jarum kristal di dalam tubuh Huo Tianba meledak, mengubah Ketua Klan Naga Hitam yang agung itu menjadi abu halus yang tersapu oleh angin malam lembah. Dengan hancurnya Huo Tianba, sangkar energi es yang mengurung Xiao Mei langsung retak dan pecah berkeping-keping.
Lin Xiu melompat maju dengan cepat, menangkap tubuh mungil Xiao Mei sebelum gadis kecil itu menyentuh tanah. Dia memeriksa denyut nadi dan aliran meridian adiknya menggunakan teknik medis sucinya; setelah memastikan Xiao Mei hanya pingsan akibat kelelahan energi, Lin Xiu mengembuskan napas lega. Dia menyelimuti tubuh Xiao Mei dengan jaket kain tebal dari tas usangnya, lalu menggendongnya dengan sangat hati-hati di lengan kirinya.
Malam ini, Klan Alkemis Naga Hitam yang telah menorehkan sejarah teror selama ribuan tahun di dunia bawah tanah Ibukota Imperial resmi terhapus dari muka bumi untuk selamanya. Sambil berjalan keluar menembus reruntuhan Lembah Kematian yang terbakar, Lin Xiu menatap ke arah langit barat, ke arah distrik pusat tempat Istana Pangeran Long berdiri dengan megah.
"Kunci gerbang makam suci... Pangeran Long, giliranmu telah tiba," bisik Lin Xiu dingin, langkah kakinya membawa sang adik menjauh dari lembah maut, siap untuk menghadapi pertempuran terakhir yang akan mengubah seluruh tatanan kekuasaan di Ibukota Imperial.