Kisah cinta yang penuh dengan perjuangan untuk menuju puncak Cinta tertinggi telah dilalui oleh Gadis cantik bernama Elsara Anjani dengan teman sebangkunya Ivan Ardiansyah. Perbedaan status ekonomi dan restu orangtua telah menghalangi kisah cinta mereka.
Segala perjuangan telah di lalui oleh keduanya, Cinta yang kuat membuat mereka bertahan dari segala rintangan yang menghadang di jalan mereka.
Bagaimanakah kisah mereka menuju puncak Cinta yang di tuliskan oleh Takdir?terus ikuti kisah nya dalam Novel PUNCAK CINTA ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan yang mulai tumbuh...
Enam bulan sudah Ivan dan Elsa menjalani masa putih abu-abu dengan semangat yang berkobar pada diri masing-masing. Ivan semangat belajar karena Ia harus mempertahankan nilai akademis nya sedangkan Elsa menjalani hari-hari di sekolah dengan semangat yang tinggi karena rasa bahagianya bisa dekat dengan Ivan setiap hari.
Seiring berjalan nya waktu perasaan cinta mulai muncul dari dalam diri Elsa, perasaan yang berawal dari kagum kini menjadi cinta dalam diam. Elsa harus memendam rasa cintanya kepada Ivan karena sampai saat ini Ivan masih bersikap cuek dengan Elsa, oleh karena itu Elsa harus menyimpan rapat rasa itu agar tidak ada siapapun yang tahu.
Hampir setiap hari Elsa ikut pulang bersama Ivan untuk belajar membaca Al-Quran bersama Bu Nurul. Dan kini Elsa sudah bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Ia juga sudah mengenal keluarga Ivan dengan baik. Elsa merasa nyaman jika berada di rumah Ivan karena Ia merasakan kehangatan di dalam sana. Terkadang Elsa merasa iri melihat Ivan yang di penuhi dengan perasaan cinta dan kasih dari kedua orangtuanya sedangkan dirinya sering kesepian karena kedua orangtuanya sibuk bekerja dan menjalani karir nya.
Ujian semester satu telah berakhir, kini saat nya semua siswa melakukan class meeting yang di adakan oleh pihak sekolah. Berbagai lomba antar kelas telah di siapkan untuk mengisi kekosongan sampai liburan tiba.
"Van, kamu nanti di tunjuk anak-anak ikut lomba apa?" Tanya Elsa ketika baru saja duduk di kursi nya.
"Basket El." Jawab Ivan yang sedang mengeluarkan seragam olahraga dari tasnya. Tanpa berpamitan, Ivan meninggalkan Elsa yang masih duduk menatap Ivan.
"Uhhh!!! nyebelin banget sih!! dari dulu cuek banget sama Aku!!" Gerutu Elsa sembari tangannya mencengkram meja dengan kesal. Elsa pun mengeluarkan baju olahraga dari tas nya, ia di tunjuk untuk mewakili kelasnya mengikuti lomba Voly bersama tim nya.
"El, kelas kita mendapat urutan pertama untuk ikut lomba Voly." Ucap Ratna yang baru saja masuk kelas setelah mengganti seragam putih nya dengan seragam olahraga.
"Oke, aku mau ganti seragam sebentar. kamu duluan aja ke lapangan!!" Ucap Elsa sebelum berlalu dari kelasnya meninggalkan Ratna.
Beberapa saat kemudian Elsa sudah berada di lapangan untuk mengikuti lomba Voly antar kelas bersama teman-teman nya. Permainan awalnya seimbang namun seiring berjalan nya waktu, tim Elsa kuwalahan dengan permainan musuhnya. Dengan sedikit rasa kecewa Elsa dan kawan-kawan harus menerima kekalahan dalam lomba Voly kali ini. Mereka duduk berselonjor di samping lapangan untuk mengatur nafas yang masih ngos-ngosan.
"Eh, kita kesana yuk!! sepertinya kelas kita lagi main basket tuh!!" Ucap Ratna sambil menunjuk ke arah lapangan basket.
"Duh itu ada Ivan!! Keren banget sih dia!! kesana yuk gengs!!" Sahut salah satu teman Elsa yang biasa tebar pesona di depan Ivan.
"Iiiihhh!!! ganjen banget tuh cewek!! Ivan itu milik Aku jadi siapapun tidak boleh memilikinya!!" Sungut Elsa dalam hati yang kesal karena mendengar teman nya ada yang suka dengan Ivan.
Elsa berdiri dari tempat duduk nya, ia mengikuti teman-teman nya yang sedang berjalan ke lapangan basket. Elsa duduk di bangku panjang bersama Ratna dan teman lain nya.
Suara riuh penonton terdengar nyaring di lapangan basket tak kala Ivan berhasil memasukkan bola ke dalam ring basket. Suara teriakan teman-teman Elsa terdengar nyaring untuk menyemangati tim basket dari kelasnya.
Dengan penuh semangat Ivan dan team nya bermain dengan baik dan lincah, skor mereka lebih unggul dari musuh yang di lawan nya saat ini. Sekilas Ivan tidak sengaja menatap Elsa yang duduk di samping lapangan dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya. Jantung Ivan berpacu dengan cepat ketika melihat tatapan Elsa yang begitu mendebarkan hati nya. Ia segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain agar tetap fokus memenangkan pertandingan ini.
Waktu terus berlanjut sampai di ujung permainan. Kali ini kelas Ivan yang menang dalam perlombaan basket putra. Ivan dan tim nya tersenyum puas karena bisa mengalahkan kakak kelas nya.
Semua teman sekelas Elsa mengucapkan selamat kepada semua tim yang ikut dalam pertandingan basket. Satu persatu teman perempuan Ivan memberikan selamat kepada nya, banyak dari mereka yang tersenyum manis kepada Ivan untuk menarik perhatian nya.
Elsa menjadi gadis terakhir dalam kelas nya yang menemui Ivan bersama tim nya. Elsa berjalan ke tempat dimana Ivan sedang berdiri saat ini dengan jantung yang berpacu dengan cepat.
"Selamat ya Van!! kamu hebat!!" Ucap Elsa sambil menatap Ivan dengan tatapan mata yang tidak biasa.
"Makasih El." Seperti biasa Ivan hanya menjawab ucapan Elsa dengan singkat dan datar. Setelah mengucapkan selamat kepada semua tim Ivan, Elsa berlalu pergi menuju kelasnya.
"Eh Van, seperti nya si Elsa naksir kamu deh!!" Ucap Viki salah satu teman sekelas Ivan. Mereka semua berjalan meninggalkan lapangan basket untuk bersiap pulang karena bel pulang sekolah sebentar lagi akan berbunyi.
"Sok tahu kamu itu Vik!!" Jawab Ivan singkat.
"Emang kenyataan nya gitu Van, kalau gak percaya lihat aja cara dia menatap kamu bagiamana??" Ucap Viki masih saja mempertahankan argumen nya.
Ivan hanya menaikkan sudut bibir nya untuk menjawab ucapan Viki. Ia lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan Viki soal Elsa.
Se sampainya di kelas Ivan melihat Elsa duduk di kursi dengan tatapan kosong nya, ia melihat Elsa mencoret-coret buku yang ada di hadapan nya dengan bulpen. Kali Ivan sedikit bingung melihat Elsa yang hanya diam termanggu, karena biasanya suara Elsa akan terdengar paling gaduh di antara teman-teman nya yang lain.
"El..." Suara Ivan memanggil Elsa.
"Elsa!!" Kali ini Ivan memanggil nama Elsa dengan suara yang lebih keras dan tangan yang sengaja menyenggol lengan Elsa.
"Ah iya Van, ada apa?" Elsa sedikit kaget karena Ivan menyenggol lengan nya.
"Kamu hari ini ke rumah ku apa tidak?" Tanya Ivan sambil menatap wajah Elsa yang terlihat seperti banyak masalah.
"Iya Van, memang nya kenapa?" tanya Elsa.
"Aku hanya memastikan saja karena wajah kamu terlihat kalau sedang ada masalah." Ucap Ivan yang masih memandang Elsa.
"Masalahnya ada di kamu Van, bagaimana cara nya sih Van agar kamu mengerti kalau aku suka sama kamu!! Aku merasa tidak tenang Van, karena teman sekelas kita ternyata banyak yang diam-diam mengidolakan kamu!!" Gumam Elsa dalam hati yang risau.
"Aku baik-baik aja kok Van!!" Ucap Elsa kemudian setelah beberapa saat terdiam dalam lamunan nya.
"Elsa, aku tahu apa yang sedang ada dalam fikiran kamu saat ini." Gumam Ivan dalam hati sambil merapikan isi tas nya sebelum bel pulang sekolah berbunyi.
_
_
_
Happy Reading kak♥️
_
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ni novel bikin hhuufffttt termehek2 hener mak jadinya...
makasih atas karya2 luar biasanya y mbak