Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui Linlin
Dua bulan telah berlalu, Marlen menjalani hidup tanpa cinta dari seorang Arsen. Pergi menjauh dari kehidupan Arsen bukanlah hal yang mudah, status dia sebagai seorang istri hanya didalam mansion, sejak bercinta dengan Scarlett wanita yang selalu menghangatkan ranjangnya, Arsen benar benar sudah berubah menjadi semakin liar dan jarang pulang ke mansion, banyak hal yang harus ia pikirkan bila harus berpisah dengan Arsen, terutama ibunya yang sangat dekat dengan sosok Arsen. Ya... Arsen yang Marlen kenal dulu seorang Pria baik dan penyayang, ia bukan hanya menyayangi dirinya tapi juga menghormati Linkin Lee ibu kandung Marlen. Bahkan Arsen menjadi pelindung ibunya disaat ia memukuli madunya yang hampir mati, istri muda Ayahnya. Sehingga Linkin menjadi depresi dan masuk rumah sakit jiwa, sosok Arsen yang baik dan hangat sangat melekat dihati Linkin.
Pagi ini Marlen ingin mengunjungi ibunya, setiap seminggu sekali ia pasti datang untuk menjenguk ibunya, sebenarnya ada rasa malas untuk datang menemuinya, karena Linkin selalu menanyakan keberadaan Arsen, tapi demi kesembuhan ibunya Marlen terus berusaha mencari alasan agar ibunya percaya, kalau ia dan Arsen baik baik saja hubungannya.
Supir taksi sudah berhentikan mobilnya didepan Rumah sakit jiwa, setelah membayar Marlena turun dari mobil. Ia berjalan melewati lorong rumah sakit hingga langkahnya terhenti disalah satu ruangan khusus, ruangan itu sangat berbeda dari yang lain, dengan pelayanan yang terbaik dan berkualitas, karena pengaruh Arsen sangat besar, ia bisa membayar kelas VIP untuk ibunya Marlen.
"Pagi Nyonya Collins,,,? sapa ibu kepala rumah sakit.
"Pagi Nyonya Martha!"
"Bagaimana keadaan ibu?"
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan ibu nyonya, tapi Ny Linkin seringkali mengamuk dan marah marah pada suster yang datang membawa makanan atau memberikannya obat"
Marlen menarik nafas dalam, ada kegetiran dalam hatinya, ia begitu berharap kesembuhan ibunya yang mengalami depresi karena perbuatan ayah dan istri mudanya.
"Aku ingin menemui ibuku!"
"Nyonya Collins,,bisa kita bicara sebentar di ruangan ku?"
"Baik lah,,,"
Meylin mengikuti langkah ibu kepala masuk kedalam sebuah Ruangan kerja.
"Silahkan duduk,,,"
"Ada apa ibu kepala memanggil ku?
"Begini Nyonya,, maaf bila kami harus menanyakan tentang pembayaran tagihan rumah sakit ini, karena sudah berjalan dua bulan tidak ada pembayaran sama sekali, biasanya Tuan Arsen lngsung membayar satu tahun kedepan, tapi kami menunggu sempai sekarang tidak ada tanggapan dari Tuan Arsen"
Marlen terdiam, ia sudah tau penyebabnya sampai Arsen tidak mau membayar biaya rumah sakit ibunya lagi, bahkan kartu tanpa limit yang ia berikan pada Marlen sudah di blok.
"Berapa biaya selama dua bulan yang belum dibayarkan?"
"Empat puluh juta, pembayaran dua puluh juta perbulan sudah termasuk, ruangan vip, makan, obat obatan super, terapy dan perawatan yang sangat memadai."
"Baik lah, beri aku waktu dalam satu minggu, dan aku akan membayar semua tagihan ibuku, ku mohon tetap terus teraphi ibuku"
"Baiklah Nyonya Collins, aku percaya pada janji anda."
"Kalau begitu aku permisi dulu, ingin bertemu dengan ibuku."
"Silahkan Nyonya!
Marlen pergi meninggalkan ruangan ibu kepala dengan langkah gontai, ia terus berpikir bagaimana mendapatkan uang, semua uang miliknya selama ia bekerja sebagai seorang model telah dibekukan oleh Arsen. Langkah Marlen terhenti disalah satu ruangan, ia masuk kedalam sebuah ruangan yang mewah dengan segala fasilitas lengkap didalamnya.
"Pagi ibu,l? bagaimana kabar ibu hari ini? tanya Marlen sambil tersenyum, ia mendekati ibunya yang sedang terduduk di ranjang sambil menyisir rambutnya yang panjang.
Linkin menoleh sekilas, lalu pandangannya menatap jauh kedepan dengan tatapan kosong
"Mana Arsen,,,," tanyanya dingin
"Apa ibu sudah makan hari ini? aku membawa kan makanan kesukaan ibu, pizza" Marlen menaruh pizza itu diatas ranjng depan Linkin duduk.
"Mana Arsen! seru Linkin lagi, menatap tajam wajah Marlen.
Marlen masih tersenyum tanpa menghiraukan pertanyaan ibunya yang terus menanyakan keberadaan Arsen, "Ibu..pizza ini sangat enak, ibu sangat menyukai pizza bukan? ingat tidak saat ibu dan aku tidak memiliki uang dan ibu minta dibelikan pizza, saat aku mendapat pekerjaan sebagai model iklan dan gajih pertama ku, aku belikan pizza dan kita mnghabiskannya sampai kenyang." Marlen terkekeh. ia terus menghibur ibunya.
Sekali lagi Linkin menatap tajam wajah Marlen "Aku tidak butuh makanan ini! Linkin langsung melempar pizza itu kelantai "ibu hanya ingin bertemu Arsen! sudah ibu bilng, kau Jangan pernah datang lagi bila tidak bersama Arsen! teriak Linkin dengan sorot mata membunuh.
"Ibu,, ibu,, sadarlah, sampai kapan ibu seperti ini? Arsen sedang bisnis keluar kota bu, aku sudah bilang berkali-kali pada ibu bukan?!
"Kau pembohong! kau sama kaya ayah mu seorang pembohong! Linkin turun dari ranjang dan berjalan kearah Marlen.
"Ibu,dengar kan aku bu,,? ibu jangan seperti ini, buanglah rasa sakit dalam hati ibu agar ibu terbebas dari penderitaan ini! Meylin mencoba menenangkan Linkin yang mudah emosi.
"Pergi kau dari tempat ini! sebelum aku cakar cakar wajah cantik mu,, hahahaha,,," Linkin terbahak, kadang menangis, kadang bernyanyi kecil dan kadang marah marah tak jelas. Marlen hanya menatap iba, dadanya begitu sesak. Ia berlari kluar ruangan dengan perasaan sakit dan hancur, ia mengusap airmatanya saat melihat kondisi ibunya yang semakin parah, tapi bila ada Arsen di dekatnya Linkin jadi berubah baik dan penurut, sangat berbeda sikapnya pada Marlen anak kandungnya sendiri, ia terus melangkahkan kakinya sampai di depan rumah sakit. Marlen menyandarkan tubuhnya kesebuah tembok, sambil memegangi dadanya yang masih terasa sesak, tangisannya semakin dalam, ia sudah tidak peduli dengan orang orang yang menatapnya aneh.
"Mengapa kau masih terus saja menangis, hapuslah airmata mu." Suara seorang pria telah mengagetkan Marlen, ia menoleh pada asal suara itu yang telah berdiri disampingnya. pria itu memberikan sapu tangan pada Marlen, sedikit ragu tapi ia menerima sapu tangan itu. Marlen melihat sosok pria tinggi besar dan gagah, memakai celana jeans dan jaket kulit, wajahnya tertutup topi terlihat pria itu sangat tampan dan berwibawa.
'
'
'
'
'
'
@Bersambung
@Yuk terus ikuti kelanjutan nya jangan lupa untuk LIKE setelah membaca dan bantu Author untuk kasih VOTE/HADIAH, sertakan juga KOMENTAR positifnya 😍🙏
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭