"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.
Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.
Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.
"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.
Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?
Cover Source : Pinterest.
Setting tempat : Paris, Perancis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengobati
"Hei lepaskan dia!" Teriak pria itu geram.
"Haha.. Ada pahlawan kesiangan!!" Salah satu dari pria itu tertawa dengan keras seakan mengejek Dave dengan tawanya.
"Jangan mengganggu kami, atau kau akan mati!" Teman pria itu menyeringai jahat.
"Mau bermain-main denganku?" Dave tersenyum dengan sinis dan menantang.
"Bereskan dia!!"
Empat orang pria itu mengelilingi Dave, sedangkan satu pria lagi memegangi lengan Maura agar ia tak bisa melarikan diri. Tubuh Maura gemetar karena ketakutan.
Ke empat pria itu mulai melakukan serangan dengan begitu brutal. Dave menangkis serangan itu dengan begitu lihainya. Dave langsung mengeluarkan jurus bela diri yang ia kuasai. Dia langsung memukul salah satu pria itu hingga salah satu dari mereka terjerambab ke aspal. Dia menendang ke tiga pria yamg tersisa secara bersamaan. Mereka terhuyung, namun segera bangkit lagi. Salah satu dari mereka mengambil botol wine yang terjatuh ke tanah. Tanpa aba-aba botol itu dipukulkan di kepala Dave.
"DAVE!! " Maura berteriak.
Prangggggg...
Botol itu pecah ketika menyentuh kepala Dave. Kini kepalanya mengeluarkan banyak darah. Bukannya ambruk, Dave hanya tertawa diiringi dengan seringai jahatnya. Maura semakin kelimpungan melihat adegan yang menakutkan itu.
Dave langsung meninju ke empat pria itu dengan begitu kalap. Dave memutar dan mengunci tubuh mereka hingga mereka terjatuh tak berdaya. Satu pria yang memegangi Maura berusaha untuk kabur seraya menyeret tubuh Maura dengan begitu erat. Dave tak kalah cepat, ia langsung menangkis tangan pria itu dari tangan Maura. Dave mengangkat tubuh Maura, dan memutar tubuhnya. Hingga Kaki Maura mengenai wajah pria tadi.
Pria itu berusaha bangkit dan mulai melakukan serangan kembali. Dave tak kalah cepat, ia kembali memutar-mutar tubuh Maura hingga kaki Maura lagi-lagi menyentuh wajahnya dengan keras. Kepala Maura merasa pusing, Dave begitu lincah mengangkat dan memutar-mutar tubuhnya. Dave menendang pria itu tepat di bagian perutnya. Pria itu kalap, ia mengeluarkan sebuah benda tajam yang ia ambil dari dalam jaketnya. Maura berteriak ketakutan. Pria itu menggerak-gerakan pisau di tangannya dengan lihai. Ia bermaksud akan menikam Maura dan Dave.
Saat Dave sedikit kehilangan fokus, Pria itu melesatkan benda tajam ke arah Maura. Dave langsung melindungi tubuh Maura dengan tubuhnya. Pisau itu berhasil mengenai bahunya.
"Dave!!" Maura berteriak panik.
Dave tertawa begitu menakutkan. Tawanya membuat bulu kuduk Maura berdiri. Dave langsung menyerang dengan tenaga yang tersisa. Meninju pria itu dengan begitu brutal. Pria itu jatuh, dan tak sadarkan diri. Kini Maura tahu Dave sangat pandai berkelahi.
"Dave?" Maura menangis dipelukan Dave, seluruh tubunya bergetar. Ia sangat takut dengan apa yang di alaminya tadi. Jika Dave tidak datang, entahlah bagaimana nasibnya kini.
"Tenanglah! Kau sudah aman bersamaku," Dave membalas pelukan Maura, berusaha untuk menenangkan. Entah apa yang ia fikirkan, tapi pelukan Maura membuatnya nyaman. Dave menggelengkan kepala, mungkin efek kepalanya terluka, dia jadi berfikiran tidak waras.
"Ayo, kita pulang!" Dave menggenggam tangan Maura, menuntunnya untuk masuk kedalam mobil miliknya.
Hari ini Dave mengemudikan mobilnya tanpa sepengetahuan Albert. Dave bisa membawa mobilnya kembali karena Albert sedang keluar kota untuk memeriksa proyek baru perusahaannya. Hari ini Dave bermaksud untuk menemui Becca di lokasi syuting. Namun ketika akan melewati jalan itu, Dave melihat orang yang di kenalnya sedang dalam bahaya.
"Dave, lukamu!" Maura menyentuh kepala dan bahu Dave yang berdarah.
"Ayo kita kerumah sakit!" Seru Maura dengan panik.
"Tidak usah. Aku tidak ingin daddy tahu dan berfikiran macam-macam tentangku."
Maura langsung mengeluarkan P3K dari dalam tasnya. Maura memang selalu membawa kemana-mana kotak P3K itu untuk alasan berjaga-jaga jika tiba-tiba ia tidak enak badan . Maura membuka kotak itu dengan cepat, lalu mengambil obat merah dan juga perban. Ia mulai membersihkan terlebih dahulu darah dari kepala dan bahu Dave dengan teliti.
"Awwww!!" Dave mengerang pelan.
"Sakit ya? Maaf ya gara-gara aku kau menjadi seperti ini!" Sahut Maura seraya tangannya masih sibuk memberikan obat merah di beberapa bagian tubuh Dave yang terluka.
"Kau jangan percaya diri dulu! Ini aku lakukan karna kau teman adikku," Dave berkata dengan nada ketusnya.
"Apa pun alasanmu, aku tetap berterima kasih kepadamu."
Maura mulai membersihan sudut bibir Dave yang berdarah. Dave terkejut ketika tangan Maura menyentuh bibirnya. Tatapan mereka bertemu, ada desiran hangat di dadanya ketika melihat raut wajah Maura. Ia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Jika di posisi dekat seperti ini, sangat terlihat jelas pipi Maura yang kemerah-merahan, bibirnya yang tipis itu sedikit terbuka. Membuat Dave menelan salivanya.
"Heh, apa yang kau fikirkan?" Pertanyaan Maura membuyarkan lamunan Dave.
"Tidak ada. Ayo ku antarkan kau pulang!" Ucap Dave gugup.
Setelah Maura selesai membersihkan luka Dave, Dave langsung melajukan mobilnya menuju rumah Maura di di Montmartre.. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, menembus gelapnya langit Paris yang sudah kembali ke peraduannya
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung novel terbaru author. Terima kasih 🤗