NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 -Pembalasan Lilian Kedua

"Oh ya? Masa, sih?"

Sebuah suara renyah nan dingin memotong gelak tawa mereka. Gavin dan Clara kompak menoleh, mendapati Lilian berdiri anggun beberapa langkah di depan mereka sambil melipat kedua tangan di dada.

Clara mendecih sinis, menatap Lilian dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan merendahkan. "Lilian? Ngapain pelayan lusuh kayak kamu berani menginjakkan kaki di kampus ini? Mau mewakili si pencuri itu?"

"Pencuri?" Lilian tertawa renyah, jenis tawa yang entah kenapa membuat bulu kuduk Gavin mendadak berdiri. "Yang pencuri sebenarnya siapa, ya? Orang yang dituduh tanpa bukti, atau anak adopsi yang terang-terangan nyuri karya proyek temannya sendiri demi dapet nilai A?"

Wajah Gavin langsung berubah pucat pasi. "Kamu bicara apa, Pelayan?! Jaga mulutmu!"

"Jaga mulut?" Lilian tidak gentar sedikit pun. Ia justru melangkah makin dekat dan mengacungkan flashdisk di tangannya tinggi-tinggi, tepat saat Profesor Henry berjalan melintasi koridor. "Di dalam flashdisk ini ada file digital draf asli proyek Damian lengkap dengan stempel waktu bulan lalu! Ditambah bukti draf cetak tangan yang ada di dalam map ini!"

Lilian menatap Gavin dengan tatapan membunuh. "Sedangkan tugas yang kamu kumpulkan kemarin ke Profesor? Cuma hasil copy-paste kasar dari file milik Damian yang kamu curi dari komputernya dan kamu ganti namanya!"

Suasana koridor langsung geger gempar. Para mahasiswa berbisik kaget, sementara Profesor Henry mendekat dengan raut wajah sangat keras dan langsung merebut flashdisk serta map dari tangan Lilian.

Gavin gemetar hebat, panik setengah mati karena tidak menyangka pelayan seperti Lilian memegang bukti digital yang begitu mutlak. Clara hanya bisa melongo, malu luar biasa saat pandangan mengagumi dari anak-anak kampus berubah menjadi tatapan jijik dan cemoohan ke arah mereka berdua.

Lilian tersenyum puas, menatap Clara dan Gavin dengan senyuman mengejek yang terang-terangan.

‘Aku bisa bikin kalian berdua makin menderita, Gavin, Clara,’ ucap Lilian dalam hati. Matanya menatap tajam kedua orang itu. Gavin sendiri menyalang marah, mengepalkan tangan erat-erat menahan malu.

"Gavin, ikut saya ke ruangan sekarang. Kamu harus menjelaskan semuanya!" ucap Profesor Henry dengan nada sangat tegas dan tak tertahankan.

"Ba-baik, Prof..." balas Gavin gugup. Dengan wajah sepucat kertas, ia melangkah pasrah mengekor di belakang Profesor Henry, diikuti oleh Leo, Kai dan Nathan yang mendadak diam seribu bahasa.

"Nah, gitu dong... ikuti bos kalian!" kekeh Lilian santai seraya melambaikan tangannya dengan raut wajah tanpa dosa.

Para mahasiswa yang tadi berkerumun mulai membubarkan diri sambil berbisik-bisik sinis, melempar tatapan jijik pada Gavin dan gengnya. Kini di koridor itu, tinggal tersisa Clara dan teman-teman dekatnya.

Clara menatap Lilian dengan kilat kemarahan yang membakar. "Kamu..."

"Ngapain lihat-lihat? Sok cantik," cibir Lilian melirik sinis dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu melengos pergi meninggalkan Clara menuju ruang dosen.

"Kurang ajar banget itu pelayan, Cla! Berani-beraninya dia ngomong gitu ke kamu!" seru Chloe dengan nada tidak terima.

Clara mengepalkan tangannya sampai kuku-kukunya memutih. "Awas kamu, Lilian... Lihat saja apa yang bakal aku lakuin ke kamu dan Damian!"

*

*

Sementara itu, Lilian berjalan santai menyusuri koridor kampus menuju gerbang keluar. Di samping kepalanya, Sistem 303 berwujud peri kecil melayang-layang kegirangan.

"Host! Misi dadakan sukses besar! Reputasi Gavin dan Clara hancur di depan publik kampus! Poin bonus sudah ditambahkan ke akunmu!"

Lilian tersenyum tipis. "Berapa poin yang aku dapet hari ini, Peri?"

"Total 500 poin! Cukup buat beli beberapa pakaian baru yang layak dan vitamin pemulihan premium buat Damian!"

"Bagus," gumam Lilian puas.

Setelah semua urusan kampus beres dan memberitahu bahwa Damian sakit pada para dosen, Lilian lalu menyempatkan diri membeli bahan makanan segar dan menggunakan poin Sistem untuk membeli pakaian sederhana namun bagus, Lilian segera melangkah pulang menuju Paviliun Barat.

Begitu pintu paviliun terdorong terbuka, Lilian mendapati Damian tidak lagi berbaring di ranjang. Pria itu berdiri agak goyah di dekat jendela ruang tengah, menatap ke arah luar dengan raut wajah cemas.

"Damian? Kan aku udah bilang, kamu harus istirahat!" tegur Lilian sambil bergegas meletakkan barang bawaannya.

Damian menoleh cepat. Begitu melihat Lilian kembali tanpa kurang suatu apa pun, hembusan napas lega keluar dari bibirnya. Mata elangnya menatap Lilian lekat-lekat.

"Gimana... di kampus?" tanya Damian lirih, ada keraguan dan ketakutan di matanya jika Lilian disakiti oleh Gavin.

Lilian menyunggingkan senyum kemenangan paling manis. Ia berjalan mendekat dan menatap Damian tepat di matanya.

"Gavin kena mental, Damian. Profesor Henry langsung seret dia ke ruang dosen gara-gara bukti flashdisk itu. Mulai hari ini, enggak bakal ada lagi yang berani ngerebut karyamu atau ngeremehin kamu!"

Damian terpaku. Dadanya bergemuruh hebat, dibanjiri rasa hangat yang asing. Pria yang selama ini terbiasa sendirian dan ditindas itu kini menatap Lilian dengan pandangan yang kian dalam—pandangan seorang pria yang sadar bahwa wanita di depannya bukan sekadar pelayan biasa, melainkan pelindung dan takdir terindahnya.

"Terima kasih, Lilian..." lirih Damian, lalu perlahan menyunggingkan senyum tulus pertamanya.

Bibir pria itu perlahan tertarik, menyunggingkan sebuah senyum tulus yang sangat manis. Senyuman yang sanggup meluluhkan es di dalam dada siapa pun yang melihatnya.

Lilian tertegun. Untuk beberapa detik, napasnya seolah tertahan melihat senyum manis Damian. Jantung di dalam dadanya mendadak berdegup kencang secara tidak beraturan. Karena salah tingkah yang luar biasa, Lilian cepat-cepat memalingkan wajahnya ke arah lain.

‘Astaga... begini ya rasanya jatuh cinta? Eh, tunggu... aku jatuh cinta?!’ batin Lilian panik. Seumur hidupnya di dunia nyata dulu, Lilian adalah tipe cewek workaholic yang sama sekali tidak pernah memikirkan soal cinta-cintaan. Mana pernah ia membayangkan akan dibuat berdebar-debar hanya karena senyuman seorang pria—dan gilanya lagi, pria itu adalah karakter buatannya sendiri!

"Sama-sama, Damian. Sesama... sesama manusia kan memang harus saling membantu," sahut Lilian terbata-bata. Hanya kalimat formal itu yang sanggup keluar dari mulutnya, padahal di dalam hatinya sedang terjadi perdebatan batin yang sangat heboh.

Damian yang melihat reaksi Lilian hanya bisa terkekeh pelan. Pria itu menyadari rona merah yang menjalar hingga ke ujung telinga Lilian. Rasa sakit di tubuhnya seolah menguap begitu saja digantikan oleh perasaan hangat yang memenuhi dadanya.

Si peri kecil yang melayang di belakang kepala Lilian mendadak tertawa geli, menggoda sang Host dengan suara melengkingnya.

"Cieee... Host baper sama ciptaan sendiri! Dulu nulisnya bikin Damian merana, sekarang malah kebingungan sendiri gara-gara disenyumin!"

Lilian melotot tajam pada si peri kecil, memberi kode agar makhluk mungil itu diam atau ia akan menepuknya seperti nyamuk.

Demi menutupi rasa canggung dan debaran di dadanya yang makin tak terkontrol, Lilian bergegas mengambil bungkusan obat dan vitamin premium yang baru dibelinya dengan poin Sistem.

"Ekhem! Udah, pokoknya sekarang kamu duduk lagi di tempat tidur. Aku mau obati punggungmu sekalian kamu harus minum vitamin ini biar cepat sembuh!" perintah Lilian dengan nada galak yang dibuat-buat, berusaha mengembalikan citra dirinya yang tangguh.

Damian tidak memprotes sedikit pun. Dengan patuh, ia mengangguk dan menyunggingkan senyum tipisnya lagi. "Iya, Lilian."

Lilian mengelus dadanya pelan, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih marathon. Dalam hati, Lilian cuma bisa meratapi nasibnya yang kini tidak cuma sibuk mengubah takdir Damian, tapi juga berjuang menyelamatkan hatinya sendiri agar tidak jatuh lebih dalam pada sosok Tuan Muda Laurent ini.

Bersambung ...

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!