Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ZAYN BAHRAN RAFFASYA
"Loh? Sudah pulang? Ibu ga denger suara kamu" tanya bu Ulfa, yang sedang menata makan siang di atas meja
"Ibu terlalu fokus di dapur tadi, Lia sudah mengucapkan salam berkali-kali." jawab Aulia, seraya mencium punggung tangan bu Ulfa
"Benarkah? Maaf kan ibu ya nak, rupanya ibu keasyikan dengan menu baru. Lihat, tadi ibu liat ada menu ini di tv. Terus ibu cari resepnya, dan taraaaa... sudah jadi. Ayo coba, enak ga?" ucap bu Ulfa, dengan senang hati Aulia mencicipi masakan ibu Ulfa.
"Gimana?" tanya bu Ulfa, dengan menatap Aulia
"Mmmmm.... ennnak bangeeeeet ibuuuu, ibu ga pernah gagal kalo coba menu baru. Nanti ajarin Lia ya bu." jawab Aulia
"Dengan senang hati, mandi dulu gih. Nanti lanjut makan, jangan lupa shalat." balas ibu Ulfa
"SIAP LAKSANAKAN!!" Aulia pun berlari, ia masuk ke dalam kamar.
Rumah yang hanya satu lantai, memiliki 3 kamar tidur. Dapur, yang merangkap dengan ruang makan. Dan ruang tamu, yang merangkap dengan ruang keluarga. Kamar mandi, sudah ada di setiap kamar tidur. Tapi ada kamar mandi, di dekat dapur.
Bu Ulfa menggelengkan kepalanya, melihat anak angkatnya seceria itu.
"Semoga kamu selalu bahagia nak" gumam bu Ulfa
"Aulia sudah pulang bu?" tanya pak Amir, yang baru selesai berkebun
"Sudah pak, lagi mandi. Bapak juga mandi sana, nanti makan siang bareng." jawab bu Ulfa, pak Amir mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
.
.
"BUSEEEETTT... LU PADA KAGAK LIAT KEJADIAN TADI, ZAYN.. RIS!!!" teriak temannya, Rico
"Ada apaan Co?" tanya teman lainnya, Haris
"Kalian ga masuk sekolah tadi, di sana ada kejadian tak terduga dan sangat menakjubkan. Lu tau songong nya si Karen kan, dia kalah telak sama anak baru." jawab Rico, membuat kedua temannya mengerutkan dahi. Zayn meletakkan bukunya, ia menjadi penasaran dengan cerita Rico.
Siapa yang berani dengan perempuan sakit jiwa itu? Dia saja sudah malas menanggapinya, sudah berkali-kali di tolak. Tapi terus saja menempel padanya, membuatnya risih.
"Lu tau siapa namanya?" tanya Haris
"Bu Diah manggil dia, Aulia. Kalian tau kan setegas apa bu Diah, tapi tadi dia jelas banget ngebela itu anak. Gue ga tau, ada hubungan apa ga sama bu Diah. Tapi tebakan gue ga ada, karena setelah gue cari tau. Kenapa bu Diah bisa baik ma itu anak, kalian tau kenapa?" Zayn dan Haris menggelengkan kepala
"Karena ternyata si Aulia ini, nyembuhin sakit lambung bu Diah. Dengan metode akupunktur, edaaaaannn." lanjut Rico
"SERIUS LO?!" tanya Haris terkejut, tentu saja ia tak percaya dengan ucapan Rico.
"Lu kaya ga tau aja gue, kapan gue bawa berita hoax? Terus ya kejadian dia sama si Karen itu, si Karen.... bla bla bla" Zayn dan Haris menyimak cerita Rico, ada ekpresi kagum di wajah keduanya.
"Gila gila... nyesel gue ga sekolah tadi, gue jadi ketinggalan tontonan seru. AKh... Lu juga, ngapa ga hubungin kita. Gue pasti langsung otw, buat liat muka si Karen yang merah karena malu." ucap Haris, seraya memukul meja
"Mana gue tau, kalo bakal ada kejadian kek gitu. Gue pan niatnya, mau daftar ulang. Lu pada juga, daftar ulang kagak ajak-ajak gue." balas Rico tak mau kalah, Haris memutar malas bola matanya.
Sedangkan Zayn, dia diam. Namun tanpa di ketahui teman-temannya, dia tersenyum tipis. Saking tipisnya, kedua temannya tak menyadari hal itu.
'Semoga aku bertemu dengannya nanti' ucap Zayn dalam hati
ZAYN BAHRAN RAFFASYA, usia 17 tahun. Tahun ini ia naik ke kelas 2, itu artinya dia kakak kelas Aulia. Zayn di kenal dingin dan cuek, tak ada yang berani menyinggungnya. Karena sekali marah, bisa membuat siapa saja masuk ICU. Keponakan dari Ghaisan Hafis Raffasya ini, memiliki watak dan sifat yang sama dengan sang paman.
Raffasya adalah nama keluarga, dari pihak ibunya Ghaisan. Ibunya Ghaisan memiliki sepupu laki-laki, dan sepupunya mempunyai anak lelaki. Yang menjadi sepupunya Ghaisan. Dan sepupunya Ghaisan itulah, orang tua Zayn. HAHAHAHA... ga pusing kan ya!!!
Rico dan Haris juga, termasuk keluarga kalangan Elit. Mereka bersahabat, sejak masih duduk di bangku SD. Ketiga pria yang di kenal tampan, meski dengan kepribadian yang berbeda. Rico yang ceria, mudah bergaul. Sedangkan Zayn dan Haris, selalu menjaga jarak dengan orang lain.
Kita tinggalkan silsilah keluarga Raffasya, karena Ghaisan ga akan sering muncul.
.
.
Hari penerimaan murid baru pun tiba, Aulia sudah siap dengan seragam barunya.
"Pagi bu, bapak mana?" sapa Aulia, seraya duduk di salah satu kursi.
"Pagi nak, cantik sekali anak ibu. Bapak masih di kamar, bentar lagi juga ke sini." ucap bu Ulfa, Aulia mengangguk
"Ibu bisa aja, bagus ya bu seragam nya." balas Aulia, seraya kembali berdiri memperlihatkan dirinya.
"Iya bagus, rambut mu ga di ikat?" jawab bu Ulfa, seraya bertanya
"Hehehe... tolong ikat kan ya bu." ucap Aulia, bu Ulfa tersenyum dan mengangguk
"Bawa sisir sama ikat rambutnya?" Aulia mengangguk, ia memberikan kedua benda itu pada bu Ulfa.
"Lia, lihat ini. Desain rumah pohon mana yang kamu suka?" tanya pak Amir, yang baru keluar dari kamar. Ia memberikan beberapa lembar kertas pada Aulia, yang berisi gambar buatannya.
Aulia menerima kertas-kertas itu, Kia pun muncul.
"Darimana kamu? Dua hari ini, aku tak melihatmu." tanya Aulia, ia tak berniat menceritakan kejadian. Saat ia, di jadikan target oleh Karen.
"Kemarin aku keasyikan tour, berkeliling bangunan sekolah milik keluargamu. Ck ck... luaaasssss sekali, semua bangunan terlihat sangat terawat." jawab Kia, dengan wajah kagum
"Sampai dua hari?" Kia menaikkan kedua bahunya
Dia hanya keasyikan, jadi tak sadar bila sudah menghabiskan waktu dua hari.
"Mana yang menurut mu bagus?" tanya Aulia, tanpa menggerakkan kepala. Ia menjajarkan kertas-kertas itu ke samping, memudahkan Kia melihatnya.
'Yang ini bagus' tunjuk Kia, Aulia mengangguk
"Yang ini pak" Aulia memberikan desain, yang tidak di tunjuk Kia. Membuat Kia menatap sinis padanya, untuk apa bertanya?
"Baiklah, siang ini bapak akan membeli bahan yang di butuhkan. Sepertinya bapak butuh bantuan, tak apa kan bapak membayar orang?" Aulia mengangguk
"Ga papa kok pak, jangan terlalu lelah. Kalo bisa, bapak ga usah turun tangan. Biar orang aja, yang mengerjakannya. Masalah bayaran, biar jadi urusan Aulia. Kaya loh anak bapak ini.." jawab Aulia, seraya menepuk dadanya. Pak Amir dan Bu Ulfa tertawa, siapa juga yang tau tau anak angkatnya ini kaya raya.
'Sombong' ucap Kia
"Sombong karena mampu, itu di halal kan." balas Aulia
'Cih' Kia pun menghilang, ia ingin duduk di dahan pohon besar. Tiduuuurrrr.... ia juga butuh tidur...
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
votenya emak🥰
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪