NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:532.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Butuh Banyak

Kringggg! Kringggg!

Alarm digital milik Lucian berdering nyaring. Suara itu menjadi tanda bagi tiga bocah kembar itu untuk memulai kembali misi diet ketat sang ayah pagi ini.

“Abang banguuunnn!” Luvia mengguncang-guncang tubuh Lucky yang masih terlelap nyaman di samping Adara. Sementara itu, Lucian sudah berdiri rapi dan siap meluncur ke kamar ayahnya.

“Kalian pergi duluan saja... Lucky masih ngantuk,” keluh Lucky memeluk pinggang Adara semakin erat, enggan membuka mata.

“Bang Lucky payah! Ndak Lupia bangunin becok! Hmp!” cetus Luvia bersedekap dada.

Tanpa membuang waktu, Luvia dan Lucian melangkah menuju kamar utama milik Arsen. Namun, begitu pintu kamar yang megah itu didorong pelan, kedua bocah itu seketika membisu. Kamar itu kosong melompong. Tempat tidur berukuran king size di dalamnya masih tertata rapi tanpa bekas ditiduri.

“Eh, Lucian, Luvia... sedang apa di sini, hm?” tanya Elena yang tak sengaja melintas sambil membawa wadah pakaian kotor.

“Nenek, Daddy mana?” tanya kedua bocah itu serempak, menengadahkan kepala.

“Sepertinya Daddy kalian belum pulang dari semalam. Memangnya ada apa, Sayang?” tanya Elena lembut seraya mengusap lembut kepala kedua cucunya bergantian.

Lucian dan Luvia kompak berkacak pinggang. Wajah mungil Luvia ditekuk habis-habisan.

“Daddy nakal! Awac ya, kalau pulang nanti Lupia kacih hukuman yang celam!” ancam Luvia dengan nada menggebu-gebu. Elena sampai tertawa geli melihat binar mata cucu perempuannya yang berupaya tampil galak namun justru terlihat sangat menggemaskan.

Sementara itu, di sebuah gedung tua milik Winston Group yang sudah tak terpakai, suasana terasa begitu mencekam.

“Huaaa! Lepaskan aku! Tolong!”

Edwin menjerit ketakutan. Tubuhnya tergantung terbalik dengan tali yang mengikat kedua kakinya di atas kolam renang tua. Matanya melotot horor melihat puluhan ular kecil yang berenang saling membelit di dalam air tepat di bawah kepalanya.

Tak lama kemudian, langkah sepatu kulit bergema di ruangan yang dingin itu. Arsen berjalan masuk dengan tenang, didampingi Mateo di sisinya.

Melihat kedatangan mereka, Edwin yang sudah mandi keringat dingin justru langsung membentak keras.

“Woi, Mateo! Mana bosmu?! Kenapa malah kau yang datang bersama beruang gendut jelek ini, hah?!”

Mateo seketika menggeram kesal mendengar penghinaan itu. Arsen memang sangat jarang tampil di hadapan publik sejak mengalami kenaikan berat badan lima tahun lalu. Setiap kali ada presentasi bisnis atau rilis pers dalam bentuk video, Arsen selalu memerintahkan Mateo untuk mengedit rekaman gambarnya agar tubuhnya tetap terlihat atletis dan langsing.

“Bajingan! Apa kau tahu siapa yang sedang kau bentak barusan?!” balas Mateo penuh emosi, menunjuk wajah Edwin.

“Ck! Memang dia siapa?! Pengawal baru kalian?! Atau CEO gadungan?!” tantang Edwin sinis tanpa rasa takut.

Mateo menyunggingkan senyum dingin. “Dia adalah pimpinan tertinggi Winston Group yang asli. Arsen Winston! Seharusnya kau sudah tahu itu, Bodoh!”

Duar!

Bagai disambar petir di siang bolong, raut wajah Edwin seketika pucat pasi. Matanya terbelalak menatap sosok pria di hadapannya.

“A-APA?! ARSEN WINSTON?!”

Mati aku!

____

Pagi itu, suasana meja makan keluarga Winston begitu hangat. Elena menyantap sarapannya seraya tersenyum menatap Adara dan anak-anak.

“Adara, nanti selesai sarapan, ikut Ibu ya. Kita ke butik Lexaquina. Ibu sudah janji dengan pemiliknya untuk memilih gaun pengantin terbaikmu,” ujar Elena penuh semangat.

Adara tersentak kecil, memegang cangkir tehnya. “Hari ini, Bu? Tapi... bukankah tanggal penikahannya belum ditentukan?”

Adrian yang duduk di ujung meja melipat korannya dan menatap Adara hangat. “Sudah saya tentukan tadi malam. Pernikahan kalian akan digelar bulan depan, Adara. Segala persiapan reservasi tempat dan butik sudah Papa atur.”

Luvia yang sedang mengunyah sereal mendadak menggebrak meja dengan sendok plastiknya. “Ndak boleh! Napa lama cekali?! Lupia mau becok pagi! Bial Daddy ndak bica kabul lagi.”

Adrian tertawa terkekeh melihat ekspresi galak cucu perempuannya itu. “Tidak semudah itu, Putri Kecil. Menikahkan orang dewasa itu butuh banyak persiapan. Memangnya Luvia mau acara nikahan Daddy kalian cuma makan kerupuk?”

“Mau! Pecan aja glatis di Idomalet!” celoteh Luvia polos, membuat seisi meja makan meledak dalam tawa.

Tak lama kemudian, mobil mewah yang dikendarai sopir keluarga Winston tiba di depan butik ternama Lexaquina. Adrian ikut mengantar istri, calon menantu, dan cucu-cucunya hingga ke depan pintu butik sebelum bertolak ke kantor.

Bangunan butik itu begitu megah dengan interior serba putih dan emas. Namun, saat Adara melangkah masuk memboyong si kembar, matanya tak sengaja tertangkap sosok wanita anggun yang sedang melihat-lihat gaun di sudut ruangan.

Tunggu... wanita itu?

Adara menegang.

Ia mengenali wajah itu, wanita cantik yang pernah ia lihat beberapa tahun lalu di London. Wanita yang tanpa Adara ketahui sebenarnya adalah cinta pertama Arsen di masa lalu.

Wanita itu menyadari kedatangan mereka, lalu berbalik dan tersenyum sangat ramah.

“Halo, selamat pagi, Tante. Wah, anak-anak yang menggemaskan,” sapanya hangat. Di samping wanita itu, berdiri seorang anak laki-laki seusia si kembar yang berwajah tampan dan pendiam, putra keduanya.

Luvia yang pada dasarnya sangat aktif, matanya langsung berbinar melihat anak laki-laki itu. Ia melepaskan pegangan tangan Adara dan berniat menghampirinya. “Halo Kakak ganteng! Ciapa namamu—”

Sebelum langkah Luvia melangkah lebih jauh, kerah bajunya sudah ditarik dari belakang secara bersamaan oleh Lucian dan Lucky.

“Gak boleh dekat-dekat!” tegur Lucian dingin sambil memegangi belakang baju adiknya.

“Iya, Adik Luvia! Orang asing itu berbahaya!” tambah Lucky dengan wajah protektif, memasang badan di depan Luvia agar adiknya tidak genit pada anak laki-laki tersebut.

Luvia pun memajukan bibirnya sebal karena aksinya digagalkan oleh kedua kakak kembarnya.

“Ndak papa, Abang. Lupia ndak gigit olang kok.”

"TIDAK BOLEH!"

Tiba-tiba bel berbunyi nyaring.

KRINNGGG!

Seorang wanita anggun masuk dan seketika berhenti saat bertemu dengan Adara. Adara pun sama halnya langsung bermuka masam mendapati kakak tirinya ternyata datang juga ke butik itu.

"Oh... Adikku tersayang... Kau juga ada di sini ya... Sedang apa? Bekerja? Atau mengemis bantuan di sini?" cibir Vanessa sombong sambil bersedekap tangan di dada.

"Sudah lama sekali kau menghilang, apa hidupmu baik-baik saja?" tanya Vanessa pura-pura perhatian.

1
Dokkan Battle
hadeuh cerita balikan lagi bucin dah bucin
Weni Kasandra
cerita bagus dan lucu
Ari Sawitri
sdh berlalu 4th masa ngidam itu lemak masih betah nempel diperut Arsen 😅😅😅 kagak olahraga ya jd betah lemaknya 🤣🤣
Omah Tien
kucu sk
A.R
Adara ini umur brpa sih Thor??
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Karsa Sanjaya
maaf ya Thor ini hanya sekedar unek unek saya sebagai pembaca kenapa nama nama tokoh nya harus pake nama ke barat2an apakah nama orang2 indo itu jelek jelek misal nama Raihan indra Bagas Ardi atau yg lainya
penulis2 sekarang sudah terkontaminasi budaya barat cerita d indo tpi yg d pake namanya orang barat jdi nuansa indo nya GK dapet beda lagi kalo ceritanya luar negeri atau tokoh nya d jelasin keturunan orang luaran yang
dan saya pernah baca novel salah satu tokoh nya d ceritakan orang kampung dan bahkan terpencil tpi aneh nya namanya nama orang barat selama saya hidup d kampung sampai sekarang belum pernah ada orang pake nama tersebut
maaf ya Thor itu hanya sekedar unek2 karna saya sering k tipu ketika baca novel ini novel ceritanya luar negeri karna nama namanya eh pas bab2 selanjutnya Bru d sebutkan nama2 daerah d indo
Mom Ilaa: Halo Kak Karsa Sanjaya, terima kasih banyak atas masukannya, saya sangat hargai unek-uneknya 🙏

Maaf ya kalau bikin Kakak ketipu di awal dan nggak nyaman. Untuk novel ini tokoh utamanya saya buat keturunan blasteran, jadi saya pakai nama Barat. Bukan karena nama Indo jelek, nama seperti Raihan, Indra, Bagas, Ardi itu bagus-bagus semua.

Kritik Kakak benar, harusnya dari awal saya jelaskan latar belakang tokohnya biar nuansa Indonya tetap dapet dan nggak membingungkan. Terima kasih sudah diingatkan, akan saya perbaiki di novel selanjutnya. Sehat selalu, Kak. 🤗
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
pantas saja makan habis 5 piring🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Lupia emang gak ada dua nya... kelen pokok nac😂😂😂
Bunda
ijin baca kak🙏
Cicih Sophiana
om Meteol suka yah sama oma Losa...
Cicih Sophiana
kasian oma Rosa semoga bisa di sembuhkan penyakit nya...
Queenby🌻
🤣🤣🤣🤣
Queenby🌻
🤣🤣🤣
Queenby🌻
lahh Mateo ga jadi sama Rosa??
Cicih Sophiana
waduh bocil kabur kemana tuh😄
Cicih Sophiana
gadaikan aja Luvia nya kek😂😂😂
Cicih Sophiana
ya ampun Luvia... masih kecil udah jadi pelampok😄😄🥰
Erna Masliana
nah Mateo kalo sama Kiara cocok..Rosa sama Bram aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!