NovelToon NovelToon
Di Labrak Selingkuhan Suami

Di Labrak Selingkuhan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.

hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.

apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.

dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yurinika 22

Yuri menatap punggung Abimana yang melangkah santai menuju kamar tidur utama. Pria itu menyandarkan badannya di tempat tidur dengan wajah puas luar biasa, mengira skenario kebohongannya telah berhasil membodohi sang istri tanpa sisa.

Yuri tetap berdiri di ruang tengah, mengamati bayangan suaminya melalui pintu kamar yang terbuka sedikit. Senyum lembut yang tadi menghiasi bibirnya seketika luntur, berganti dengan tatapan dingin dan menusuk.

'Kamu pikir aku tidak tahu, Mas?' batin Yuri seraya melipat tangannya di dada.

'Kamu tidak pernah membawa ponsel kedua di dompet atau saku celanamu saat berada di rumah. Artinya, ponsel operasional atau nomor rahasiamu untuk berhubungan dengan Sandra pasti kamu sembunyikan di tempat lain.'

Yuri sengaja menunda masuk ke kamar. Ia berpura-pura sibuk merapikan dapur, mencuci gelas bekas minum Abimana, dan mematikan lampu ruang tamu satu per satu. Ia memberi waktu agar rasa lelah dan euforia kemenangan palsu Abimana membawanya jatuh ke dalam tidur nyenyak.

Tepat pukul satu malam, Yuri melangkah pelan tanpa suara menuju kamar utama.

Suara dengkuran halus Abimana sudah terdengar teratur di atas kasur. Pria itu tertidur lelap dengan posisi melintang, wajahnya tampak begitu tenang tanpa beban.

Yuri mendekat perlahan, tidak mengarahkan pandangannya ke arah Abimana, melainkan pada tas kerja kulit milik suaminya yang tergeletak di atas meja rias.

Dengan cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan decitan, Yuri membuka ritsleting kompartemen utama tas kerja tersebut. Tangannya merogoh ke bagian dalam yang paling gelap.

Jemarinya menyentuh sebuah benda persegi pipih berukuran kecil. Yuri menariknya keluar secara perlahan.

Sebuah ponsel pintar berwarna hitam polos tanpa casing, ponsel yang sama sekali tidak pernah Yuri lihat di rumah ini.

'Dapat kamu,' desis Yuri dalam hati.

Yuri membawa ponsel tersebut ke sudut ruangan dekat jendela kamar tamu yang lampunya diset redup. Ia menekan tombol daya. Layar ponsel menyala, namun langsung menampilkan permintaan kata sandi berupa pola enam titik atau PIN code.

Yuri mencoba mengetikkan tanggal lahir Abimana. Salah.

Ia mencoba tanggal pernikahan mereka. Salah.

"Tentu saja bukan tanggal pernikahan kita," gumam Yuri sinis dengan suara berbisik.

"Mana mungkin pria pengkhianat mengingat hari sejarah istrinya sendiri."

Ponsel tersebut mengunci layar selama 30 detik. Yuri menatap layar yang kembali gelap itu dengan napas terengah-engah menahan gusar. Namun, otaknya bertindak cepat. Jika ponsel ini dikunci erat, bagaimana dengan perangkat kerja Abimana yang lain?

Yuri mengingat satu hal penting, Abimana kerap menghubungkan akun-akun medianya ke laptop dinas kantor yang selalu ia bawa pulang.

Yuri kembali ke meja rias, meraih laptop dinas Abimana, lalu membawanya masuk ke kamar tamu dan mengunci pintunya dari dalam.

Ia membuka layar laptop. Keberuntungan memihak pada Yuri, laptop tersebut dalam posisi sleep dan tidak dilindungi kata sandi rumit karena Abimana baru saja menggunakannya untuk mengecek berkas pekerjaan sebelum tidur.

Begitu layar menyala, Yuri langsung membuka peramban web. Di sana, aplikasi percakapan berbasis web (WhatsApp Web) masih tertaut aktif.

BINGO.

Mata Yuri membelalak tajam saat melihat daftar obrolan paling atas yang diberi nama kontak "Proyek Utama" dengan foto profil siluet wanita.

Tanpa membuang waktu, Yuri mengeklik obrolan tersebut. Ratusan baris pesan percakapan antara Abimana dan Sandra terpampang nyata di depan matanya.

Jemari Yuri bergetar pelan saat menggulirkan ke atas, membaca obrolan demi obrolan yang sarat akan pengkhianatan dan konspirasi keji:

[Sandra]: (Mengirim foto) Mas Abi, cepetan ke apartemen ya. Aku udah masakin makanan kesukaan kamu pakai daster baru ini. Jangan lama-lama, kangen banget.

[Abimana]: Iya Sayangku, ini aku baru kelar urusan kantor. Langsung meluncur ke apartemen kamu ya. Siapin pelukan hangat buat aku.

[Sandra]: (Mengirim foto seksi mengenakan pakaian minim di atas ranjang apartemen) Nih buat pemanasan sebelum kamu sampai sini. Cepetan ya, pintunya tidak dikunci.

[Abimana]: (Mengirim foto telanjang dada di dalam kamar mandi rumah mereka) Wah, bikin aku tidak sabar pengen cepet-cepet sampai kamar kamu, Sayang. Kamu bener-bener candu buat aku.

Yuri menahan napas, menatap layar laptop dengan mata menyipit tajam. Obrolan itu dipenuhi dengan jadwal pertemuan rutin mereka di apartemen Sandra setiap kali Abimana beralasan lembur kantor, dinas luar kota palsu, atau sekadar nongkrong dengan klien.

Yuri tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan gesit, ia menyalakan aplikasi perekam layar penuh di laptop tersebut, lalu merekam seluruh riwayat obrolan mesra, daftar tanggal pertemuan di apartemen, hingga puluhan foto syur dan foto telanjang dada Abimana yang dikirimkan di dalam ruang obrolan itu.

Semua bukti digital tersebut ia ekspor langsung ke dalam flashdisk kecil yang selalu ia bawa di dalam tasnya, sekaligus mencadangkannya ke folder terenkripsi di email pribadinya sebagai amunisi pamungkas di pengadilan kelak.

Setelah memastikan semua data tersalin sempurna dan tidak ada jejak yang tertinggal, Yuri menutup peramban web, log out dari WhatsApp Web, lalu mengembalikan laptop dinas Abimana ke dalam tas kerjanya dengan posisi semula.

Yuri berdiri di tengah remang kamar tamu, menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan untuk meredakan gemetar di ujung jemarinya.

"Aku tak mengira ternyata kamu dan Sandra sudah sejauh itu, Abimana. Pantas saja wanita itu ngebet sekali ingin aku menjauh dari kamu! Tak semudah itu menyingkirkan aku! Sebelum aku mendapatkan uang kompensasi yang besar dari Sandra aku tak akan mau mundur!"

"Enak banget kalian khianati aku, terus aku mundur gitu aja? Rugi lah! Perjuangan dan juga pengabdian aku buat kamu dan kelaurgamu di balas pengkhianatan!"

Cahaya matahari pagi menerobos hangat melalui celah gorden. Suasana rumah terasa begitu tenang, namun di dalam kamar utama, Abimana sudah sibuk di depan cermin besar.

Pria itu tampak luar biasa sumringah. Wajahnya berseri-seri, bibirnya tak henti-hentinya bersiul pelan menyanyikan nada lagu gembira. Penampilannya sangat rapi—kemeja batik kemeja sutra mahal yang dulu dibelinya bersama Sandra, celana bahan yang disetrika licin, serta jam tangan beraksen emas yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia menyemprotkan parfum mewah secara berlebihan ke leher dan pergelangan tangannya hingga aroma harum semerbak memenuhi seluruh ruangan.

Bagi Abimana, hari Minggu ini adalah hari kemenangannya. Hari di mana ia akan membawa anak pejabat kaya raya ke rumah orang tuanya, memperkokoh posisinya sebagai calon Manajer Utama dan dia juga akan tetap bersama dengan Yuri dan Sandra sekaligus. Pemikiran pria yang licik dan egois.

Yuri melangkah masuk ke kamar utama membawa segelas kopi putih hangat. Ia memperhatikan tingkah suaminya dari ambang pintu dengan tatapan dingin, sebelum dengan cepat memasang kembali topeng istri polos yang sangat penurut.

"Wah... Mas Abi rapi banget pagi-pagi gini," sapa Yuri dengan suara lembut yang manis, meletakkan gelas air putih di atas meja rias.

"Parfumnya juga wangi banget. Beneran semangat banget ya mau berangkat gathering kantor?"

1
Mundri Astuti
habislah kau Abimana ...diinjak" harga dirimu sama Sandra...pas banget jadi bonekanya Sandra 😛
Ambu Rinddiany Thea
getek pisan duuuhh . hyg ningali s sandra hancur
sunaryati jarum
Berkas perceraian sudah lengkap Sandra tinggal tranfer atau vidio arogan dan mesummu dengan Abimana viral.
sunaryati jarum
Emak segera kasih 5 🌟 jika Abimana sudah hancur dan Sandra transfer 2 M ke Yuri
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 Sandra jika kau ingin segera dinikahi Abimana segera transfer ke Yuri.Dan Abimana silakan menikmati hidupmu yang dikendalikan Sandra.
Ilfa Yarni
kalian bakal hancur lebih2 km abimana
Muft Smoker
mantaf kn Abimana ,,
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
ryuka
wkwkwkwk.. makan tuhh abimana jabatan manager kamu
Thewie
abiawak 🤣🤣🤣
Muft Smoker
kalo tau yurii lebih berharga buat km ,,
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏
ryuka
mampus kamu abimana
Ilfa Yarni
skr aja kau udah hancur gmn nanti klo Yuri menceraikan km Dan dia akan bahagia dgn adhyaksa gigit jari kau
Adrian
bodoh kamu abimana nanti kau hancur bersama gundikmu itu
ryuka
baguusss.. semangat teruss thoorrr
ryuka
gilaaaa fix ga tau malu sama sekali 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Sandra mengumbar sifat tidak ntahu malu, tidak punya sopan santun dan murahan.
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg marabkn ka lauk piranha eta s sandra ..
Fitria Syafei
jeng .jeng .. mengkeret kan Abymana kalau tau Yuri deh di samperin Sandra 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
nely_48
yuri ketemu kenzie, mrk saling menguatkan
nely_48
apakah afhiyaksa sang duren anak satu ❓❓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!