NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Keesokan harinya, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden tipis, menyinari kamar tidur yang luas itu.

Aira terbangun pertama kali. Ia mengucek matanya pelan, menyadari bahwa dirinya sudah berada di atas tempat tidur dengan pakaian yang masih sama seperti semalam.

Saat menoleh ke samping, ia melihat Lucas masih tertidur pulas dengan satu tangan kekar merangkul posesif di pinggangnya.

Aira tersenyum geli menahan malu. Aduh, semalam aku pasti tertidur pulas di mobil sampai digendong ke atas, batinnya berbisik.

Aira mencoba bergerak pelan untuk memindahkan tangan Lucas, namun gerakan kecil itu justru membuat mata tajam Lucas perlahan terbuka.

"Pagi, calon istriku." panggil Lucas dengan suara serak khas bangun tidur yang sangat seksi.

Pria itu menyunggingkan senyum tampan, lalu makin menarik Aira mendekat dan mendaratkan ciuman hangat di pipinya.

"Pagi, Pak CEO," balas Aira tertawa pelan, pipinya merona.

"Maaf ya, semalam aku ketiduran dan malah merepotkan kamu."

"Merepotkan apa? Aku justru senang bisa menggendong kamu," sahut Lucas santai, lalu mengusap lembut perut Aira yang masih rata.

"Gimana kabar tiga jagoan atau putri kecil Papa di dalam sini? Hari ini Papa mau ajak kalian melihat foto pertama kalian, lho."

Aira membelalakkan mata teringat jadwal hari ini. "Eh? Hari ini kita jadi USG?"

"Tentu saja jadi," jawab Lucas mantap sambil bangkit duduk.

"Aku sudah mengosongkan seluruh jadwalku hari ini. Kita ke Rumah Sakit Utama, bertemu dokter spesialis kandungan terbaik untuk memeriksa kondisi bayi kembar kita secara menyeluruh."

Aira menganggukkan kepalanya dengan senyum hangat membingkai bibirnya.

Hatinya membuncah membayangkan detik-detik akan melihat wujud tiga calon buah hati mereka melalui layar pemeriksaan untuk pertama kalinya.

"Aku mandi dan bersiap-siap dulu kalau begitu," ujar Aira lembut.

Baru saja Aira hendak mengayunkan kakinya turun dari tepi tempat tidur, ponsel milik Lucas yang tergeletak di atas nakas berdering nyaring.

Lucas meraih gawai mewahnya itu, melirik nama yang tertera di layar digital.

Senyum tipis terukir di wajah tampannya saat melihat nama sang ibu memanggil.

Ia menggeser tombol hijau lalu menempelkan ponsel ke telinganya.

"Iya, Ma?" sapa Lucas dengan suara baritonnya yang tenang dan penuh penghormatan.

Dari seberang telepon, suara lembut sang mama terdengar penuh antusiasme dan kasih sayang yang membuncah.

"Lucas! Pagi ini kamu jadi mengantar Aira pemeriksaan USG ke rumah sakit, kan? Mama sudah tidak sabar ingin melihat calon cucu-cucu kembar tiga Mama!"

Lucas terkekeh pelan, melirik Aira yang sedang memperhatikannya dengan sorot mata bertanya-tanya.

"Iya, Ma. Kita sedang bersiap-siap sekarang. Nanti langsung menuju ke Rumah Sakit Utama."

"Bagus! Mama ikut ke rumah sakit ya. Nanti Mama tunggu kalian di lobby utama. Mama sudah menyiapkan beberapa vitamin dan buah-buahan segar untuk calon menantu Mama!" seru sang mama penuh semangat.

"Baik, Ma. Sampai ketemu di lobby nanti," balas Lucas manis sebelum mengakhiri sambungan telepon.

Lucas meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, lalu menoleh ke arah Aira yang menatapnya penasaran.

"Mama bilang apa?" tanya Aira pelan.

"Mama ikut ke rumah sakit nanti, katanya beliau sudah tidak sabar dan bakal tunggu kita di lobby," jawab Lucas seraya mengecup singkat pipi Aira yang merona manis.

"Ayo bersiap, calon ibu. Hari ini keluarga kita akan menyambut momen paling membahagiakan."

Aira segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.

Rasa segar guyuran air hangat memupus sisa-sisa kelelahan semalam, digantikan oleh debar bahagia yang tak sabar ingin melihat kondisi calon buah hati kembarnya.

Sementara itu, Lucas yang sudah tampil rapi dengan kemeja kasual yang elegan tidak tinggal diam.

Pria yang biasanya hanya menerima laporan bisnis di meja kerja itu kini melangkah mantap ke area dapur penthouse.

Dengan ketelitian yang biasa ia gunakan untuk memimpin perusahaan, Lucas menyiapkan bekal makanan bergizi serta menyeduh segelas susu khusus ibu hamil hangat dengan suhu yang amat pas.

Saat Aira keluar dari kamar dengan pakaian terusan kasual yang anggun, aroma harum susu hangat dan roti panggang langsung menyapa indra penciumannya.

"Sudah siap, sayang?" sapa Lucas manis. Ia menarikkan kursi dining untuk Aira, lalu menyodorkan gelas susu hangat beserta piring bekal yang telah dihias rapi.

"Habiskan dulu susunya. Aku tidak mau calon ibu dan anak-anakku kelelahan atau kelaparan di jalan."

Aira menatap sajian di meja dengan tatapan terharu. Sikap protektif dan penuh kasih dari Lucas selalu berhasil melelehkan hatinya.

"Terima kasih, Lucas. Kamu benar-benar memanjakan aku," bisik Aira seraya tersenyum manis, lalu meminum susu hangat tersebut hingga tandas.

Setelah memastikan Aira menghabiskan sarapan kecilnya, Lucas menggandeng jemari Aira dengan lembut menuju lift pribadi.

Di area parkir bawah, Randy sudah siap memegang kemudi mobil mewah yang tampak sangat berkilau.

"Selamat pagi, Pak Lucas, Chef Aira," sapa Randy ramah seraya membukakan pintu penumpang belakang.

"Pagi, Randy," balas Aira hangat.

Mobil pun melaju dengan mulus menembus jalanan pagi yang cerah.

Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit Utama milik keluarga Lucas, tangan kanan Lucas tak pernah melepaskan genggamannya dari jemari Aira.

Sesekali, Lucas mengusap pelan punggung tangan Aira, menyalurkan rasa tenang dan kehangatan yang luar biasa.

"Jangan gugup, ya. Hari ini kita akan melihat tiga malaikat kecil kita untuk pertama kalinya," bisik Lucas lembut di telinga Aira, memoles senyuman yang paling menawan di wajah tampannya.

Aira mengangguk pelan, menyandarkan bahunya pada Lucas dengan perasaan tenang.

Babak baru kehidupan mereka yang penuh cinta kini siap dimulai.

Setengah jam kemudian, mobil mewah yang dikemudikan Randy perlahan memasuki area drop-off Rumah Sakit Utama.

Gedung rumah sakit megah milik keluarga Lucas itu tampak megah dan elegan di bawah naungan langit pagi yang cerah.

Begitu melangkah masuk melalui pintu kaca otomatis, pandangan mereka langsung tertuju pada sesosok wanita anggun yang sudah duduk menanti di area lobby utama.

Mama Lucas mengenakan busana elegan dengan wajah yang memancarkan binar kebahagiaan luar biasa.

"Mama!" panggil Lucas pelan.

Mendengar suara putra tunggalnya, Mama Lucas langsung berdiri tegak.

Begitu melihat Aira berjalan di samping Lucas, senyum sang mama makin mengembang lebar.

Tanpa ragu, beliau melangkah cepat memotong jarak dan langsung merengkuh tubuh Aira ke dalam pelukan yang sangat hangat dan penuh kasih sayang.

"Aira, sayang. Apa kabar, Nak? Bagaimana perasaanmu pagi ini? Tidak mual-mual, kan?" tanya Mama penuh perhatian seraya mengusap lembut punggung Aira dan mengecup kedua pipinya.

Aira tersenyum terharu, membalas pelukan hangat sang calon ibu mertua.

"Kabar baik, Ma. Alhamdulillah pagi ini Aira merasa segar sekali."

Melihat dirinya yang benar-benar diabaikan dan dianggap seperti patung di samping calon istrinya, Lucas melipat kedua tangannya di dada dengan alis terangkat dramatis.

"Ma, aku tidak dipeluk juga? Aku kan anak Mama juga?" protes Lucas dengan nada berpura-pura merajuk, membuat aura CEO dinginnya luntur seketika.

PLAK!

Mama Lucas justru menepuk pelan pundak putranya dengan gemas.

"Kamu ini sudah besar, mau jadi papa tiga anak kok masih manja sama Mama!" omel sang mama seraya tertawa pelan, lalu beralih merangkul lengan Aira dengan protektif.

"Sudah, jangan banyak protes! Ayo kita masuk ke dalam, dokter spesialis kandungan langganan Mama sudah menunggu di dalam dari tadi!"

Lucas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat betapa Aira kini menjadi sosok paling disayangi oleh ibunya.

Namun, di dalam lubuk hatinya, rasa bahagia yang tiada tara membuncah menyaksikan kehangatan keluarga yang kini terjalin begitu indah.

Dengan digandeng mesra oleh Mama di sebelah kiri dan jemarinya diapit erat oleh Lucas di sebelah kanan, Aira melangkah mantap menuju ruang pemeriksaan kandungan utama—siap menyapa tiga buah hati kembar mereka untuk pertama kalinya.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, wah congrats yah Lucas and chef Aira 😄🙏

mestinya Radit dan ibunya jangan dapat penangguhan penahanan yah, enak sekali
sunaryati jarum
Ya lakukan ,Lucas
sunaryati jarum
Selamat semoga kehamilan kamu aman dan sehat serta pernikahan.kalian yang direncakan Lucas lancar
Elina thea
Lucas setidaknya nikahi Aira dulu biar sah dan bisa menjaganya selama 24 jam penuh,urusan pesta mah kan bisa nanti pas anak kalian lahir.... daripada memperkenalkan Aira ke publik sebagai calon istri tapi udah hamil,rasanya agak risih tau....
sunaryati jarum
Emak lega Nak Lucas bertanggung jawab dan memberi perhatian yang besar.Bayi tumbuh dengan cara yang salah namun harus diterima sebagai takdir mungkin itu cara membuktikan kalian tidak mandul,tanpa disengaja.
sunaryati jarum
Semoga itu memang benih dari Anda Tuan Lucas Anda pria gentleman , hebat dan bertanggungjawab.Radit akan menyesal ternyata yang mandul bukan Aira tapi Radit 😄🤭
sunaryati jarum
Kamu sudah mulai berhasil dan bisa berdiri tegak dengan kakimu sendiri Aira.Teruslah berkarya ,dan berinovasi untuk menciptakan menu baru yang blai dari yang lain, dengan tetap menjaga sikap rendah hati dan ramah.
sunaryati jarum
Emak lega semua koki kompak bekerja tidak ada yang saling menjatuhkan tapi menghargai.Untuk Radit dan Mila akan beri penilaian sempurna saat kalian hancur
sunaryati jarum
Akhirnya semua mengakui kehebatan Aira dan menghormati kepemimpinannya.Sukses selalu Aira.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, sehat selalu yah chef Aira dan bayinya

waduh... dapat orderan nih menu barunya 🤣🤣
sunaryati jarum
Wow semoga berhasil Aira, dan semua teman selanjutnya bekerja sama dengan kamu dengan baik
sunaryati jarum
Semoga diterima,emak akan baca tanpa melewati satu babpun
sunaryati jarum
Emak baru mampit.Semsngat Aira.Semoga keahlian memakmu membawa kesuksesan kamu.Emak mau memberi 5 bintang jika telah membaca bab yang isinya Radit dan keluarganya serta Mila dapat karma sedangkan Aira jadi sukses
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!