NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Masih Nyeri?

Jeritan melengking Keisha langsung pecah memenuhi ruangan. Gadis itu refleks menarik tubuhnya ke atas, air matanya hampir keluar lagi karena rasa kejut dan nyeri yang mendadak berdenyut hebat akibat senggolan maut si bocil.

Rafka malah tertawa cekikikan melihat reaksi histeris tantenya, lalu buru-buru bersembunyi di balik kaki tegap ayahnya. "Hahaha! Tante Kei bohong! Tuh kan masih sakit!"

Namun, tawa Rafka langsung terhenti saat melihat pergerakan sang ayah.

Tanpa sepatah kata pun, dan sama sekali tanpa meminta permisi terlebih dahulu, Satria langsung bergerak cepat. Pria bertubuh besar itu menurunkan tubuhnya, berlutut dengan satu kaki di atas lantai tepat di sisi ranjang Keisha. Tangan kanannya yang besar dan kokoh dengan sigap menyibak selimut yang menutupi kaki Keisha, lalu telapak tangannya yang hangat langsung mencengkeram lembut pergelangan kaki gadis itu.

Keisha mendadak membeku. Napasnya tercekat di tenggorokan.

Suasana di dalam kamar tidur yang sejuk itu seketika berubah menjadi sangat padat dan menegangkan. Keisha menunduk, menatap lurus ke arah puncak kepala Satria yang berada sangat dekat dengan lututnya. Jarak mereka begitu intim, hingga Keisha bisa menghirup dengan jelas aroma wangi parfum maskulin bercampur minyak rambut khas militer dari tubuh Satria yang sangat segar di pagi hari.

Sentuhan kulit tangan Satria yang sedikit kasar namun sangat hangat di pergelangan kakinya memicu debaran jantung yang luar biasa kencang di dalam dada Keisha. Rasa canggung yang teramat sangat membuat pipi Keisha merona merah padam dalam sekejap. Dia merasa aneh, sangat aneh. Pria yang selama ini berstatus sebagai kakak iparnya, pria yang selalu bersikap dingin dan kaku, kini sedang berlutut di depannya dengan seragam Mayor lengkap, memeriksa kakinya dengan sentuhan yang begitu protektif.

Satria ibu jari tangannya bergerak perlahan, menekan dengan sangat lembut area yang tadi disenggol Rafka, memastikan tidak ada urat yang kembali bergeser. Matanya yang hitam pekat menatap fokus pada struktur kaki Keisha, sebelum akhirnya mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Keisha yang sedang menatapnya dengan pandangan gugup.

"Masih nyeri?" tanya Satria pelan. Nada suaranya kali ini tidak sedingin biasanya, melainkan terdengar sedikit lebih lembut, menyiratkan rasa khawatir yang disembunyikan dengan rapi.

Keisha menelan ludahnya dengan susah payah, merasa tenggorokannya mendadak kering di bawah tatapan intens sang Mayor. "E-eh ... dikit, Kak. Tapi beneran, enggak apa-apa kok. Cuma kaget aja tadi karena disenggol Rafka."

Satria tidak langsung melepaskan cengkeramannya. Ia menghela napas pendek melalui hidung, menatap Keisha beberapa detik lebih lama hingga membuat dada Keisha semakin bergemuruh tidak karuan, sebelum akhirnya perlahan melepaskan tangannya dan bangkit berdiri kembali ke posisi tegap.

Satria menoleh ke arah anaknya dengan tatapan tegas. "Rafka, minta maaf pada Tante. Tidak boleh bercanda seperti itu pada orang yang sedang sakit."

Rafka yang melihat wajah serius papanya langsung memajukan bibir, lalu menatap Keisha dengan mata memelas. "Tante Kei ... Rafka minta maaf ya. Rafka cuma bercanda tadi."

Melihat keponakannya yang menggemaskan itu meminta maaf, jiwa barbar Keisha kembali sedikit melunak. Dia menjulurkan tangannya, mengacak-acak rambut Rafka gemas. "Iya, Tante maafin. Tapi awas ya, nanti malam jatah main PS-nya Tante potong setengah jam!"

"Yah, Tante ...," keluh Rafka cemberut.

Satria kembali melirik ke arah nampan di atas nakas, lalu beralih pada Keisha. "Habiskan sarapan kamu. Setelah ini minum obat pereda nyeri yang ada di dalam laci. Nanti siang Ibu akan kembali memeriksa kondisi kamu."

"Iya, Kak. Siap, laksanakan," jawab Keisha dengan nada suara yang sengaja dibuat kembali cuek demi menutupi kegugupan hatinya yang belum sepenuhnya reda.

Satria memberikan anggukan kecil yang sangat formal. "Kakak berangkat kerja dulu. Ayo, Rafka."

"Daaah Tante Kei! Cepat sembuh ya!" seru Rafka sambil melambaikan tangannya, mengikuti langkah tegap papanya yang mulai berjalan keluar dari kamar.

Keisha menatap punggung tegap berseragam Mayor itu hingga benar-benar menghilang di balik pintu yang kembali tertutup rapat. Begitu suasana kamar kembali sunyi, Keisha langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, menutup seluruh wajahnya dengan bantal hangat sembari memekik tertahan.

*Gila! Bener-bener gila! Kenapa Kak Satria pagi-pagi udah bikin jantung orang mau copot sih?* jerit Keisha dalam hati, memegangi dadanya yang masih berdegup kencang secara tidak sah.

***

Tanpa terasa, satu minggu sudah berlalu semenjak insiden terkilirnya Keisha di tangga rumah. Berkat pijatan berkala dan telaten dari sang Mayor pada malam-malam awal, kaki Keisha kini sudah sembuh total. Ia sudah bisa kembali beraktivitas ke kampus secara normal, bahkan sifat barbarnya yang hobi bergerak cepat sudah kembali seratus persen.

Dalam satu minggu itu pula, Satria sudah kembali menempati rumah pribadinya sendiri karena tugas-tugas di markas Jakarta kembali padat. Sementara itu, Rafka memang masih dititipkan dan tinggal di rumah Ayah Farrel dan Ibu Dania. Satria belum juga mendapatkan babysitter baru yang kriteria disiplinnya cocok untuk mengurus anaknya, dan beruntung, kedua mertuanya sama sekali tidak keberatan. Mereka justru senang rumah tidak sepi dari tawa bocah lima tahun tersebut.

Selama kejauhan itu, intensitas komunikasi antara Satria dan Keisha ternyata tidak memudar. Bedanya, tidak ada lagi interogasi seketat minggu lalu. Satria terkadang hanya mengirim pesan singkat via WhatsApp untuk menanyakan kegiatan Rafka kepada Keisha. Dan Keisha, dengan sifat cueknya yang biasa, selalu menjawab apa adanya—lengkap dengan bumbu komedi atau foto-foto absurd Rafka yang sedang tertidur dengan mulut terbuka.

Namun, ketenangan malam itu mendadak terusik ketika Keisha sedang duduk menyendiri di meja belajarnya. Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Di hadapannya, laptop menyala menampilkan draf tugas akhir yang grafiknya memusingkan kepala.

Drrrt ... Drrrt ...

Ponsel Keisha yang tergeletak di samping cangkir cokelat hangat bergetar pendek. Ada dua notifikasi WhatsApp baru masuk dari nomor Satria.

Keisha meraih ponselnya, membuka ruang obrolan dengan santai. Namun, begitu matanya membaca baris-baris kalimat yang tertulis di layar, dahinya langsung berkerut dalam. Alisnya bertaut rapat.

Kak Satria: Dek, kamu beneran pacaran sama cowok yang pernah jemput kamu waktu itu?

Kak Satria: Dek, kamu yakin Kakak boleh menikah lagi?

Keisha mengerjap-ngerjap, membaca ulang pesan itu sampai tiga kali untuk memastikan matanya tidak salah lihat. Di antara rasa heran yang membuncah, ada satu hal kecil yang mendadak membuat dadanya berdesir aneh.

Dek.

Bersambung....

1
Mulaini
Jangan-jangan orang tuanya Satria ingin menjodohkan Satria dengan Inggrid.
yuni ati
Lanjut Mom💪
Sugiharti Rusli
kalo si Ingrid yang diberikan peluang, pasti langsung terima dengan sangat bahagia, karena itu memang tujuan dia ikut ke Jakarta, cari kerjaan mah modus saja
Sugiharti Rusli
bahkan saat Satria sudah mengutarakan niatnya pun, Keisha menolaknya dan merasa tidak tertarik jadi istri tentara
Sugiharti Rusli
karena selama ini mana pernah si Keisha cari" perhatian pada dirinya yang sudah jadi duda kakaknya selama lima tahun ini,,,
Sugiharti Rusli
Satria malah ga suka perempuan yang merasa dirinya pantas menjadi pendamping dirinya saat ini, dia malah suka yang cuek model adik iparnye sendiri
Sugiharti Rusli
apalagi yang sok" caper dari dirinya dengan sangat kentara yah😁😁😁
Sugiharti Rusli
tapi sayang Ngrid, kamu bukan tipikal yang Satria inginkan sebagai calon istri,,,
Sugiharti Rusli
jadi penasaran sama reaksi kedua ortu Satria saat dia mengutarakan niatnya, apalagi sepertinya sang ibu sudah memilih perempaun lain yang dia bawa swkarang
Sugiharti Rusli
dan sekarang di saat ortunya datang ke Jakarta, mau tidak mau Satria harus membiacarakan hal itu nanti,,,
Sugiharti Rusli
karsna bagaimanapun Satria sudah mengutarakan niatnya meminang sang adik ipar ke ayah mertuanya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat sang ibu ingin segera bertemu cucunya dari bandara, hal itu akan membuat suasana tidak akan kondusif
Sugiharti Rusli
meski Satria belum tahu maksud kedua ortunya membawa serta si Ingrid bersama mereka, tapi feelingnya mengatakan lain deh,,,
Puput Assyfa
jangan harap satria mau melirikmu grind karena km terlalu banyak drama untuk cari perhatian supaya dilirik,
Puput Assyfa
pasti Inggrid gencar bgt pengen dapet satria ditambah dapat dukungan dr ibunya satria makin di atas angin
Engkar Sukarsih
nah kan dah ketauan...kalau kedatangan orang tua bang Satria,ada udang di balik bakwan 🤭🤭🤭nih
Wiek Soen
kayaknya Satria mw bilang klo sdh melamar Keisha
Wiek Soen
ternyata oh ternyata ada niat terselubung Ingrid,semoga Satria konsisten dg Keisha
Naufal Affiq
ngomong aja satria,kalau kau sudah punya pilihan calon istri,biar orang tua mu tau
Fa Yun
totalitas sekali carmuk mu Astrid
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!