NovelToon NovelToon
Penguasa Pil Yang Bereinkarnasi: Raja Alkimia Di Dunia Permainan Abadi

Penguasa Pil Yang Bereinkarnasi: Raja Alkimia Di Dunia Permainan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Reinkarnasi / Dunia Lain
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: Uranenantios

Ia mengenal dunia ini sebagai permainan. Kini, setiap kesalahan bisa merenggut nyawanya.

Setelah meninggal saat mengejar quest rahasia, Lin Feng terbangun di dunia Eternal Heaven Online, game kultivasi yang telah ia mainkan bertahun-tahun. Pengetahuannya tentang peta, sekte, dungeon, dan alkimia memberinya bekal untuk bertahan. Namun, dunia ini nyata: tak ada tombol keluar atau kesempatan respawn.

Lebih buruk lagi, peristiwa mulai menyimpang dari ingatannya. Orang-orang yang dulu ia anggap karakter permainan memiliki kehendak sendiri, dan setiap pilihan membawa konsekuensi. Untuk bertahan dan mengungkap misteri dunia barunya, Lin Feng menempuh jalan alkimia—dari meracik pil sederhana hingga mengejar puncak yang disebut Pill Sovereign.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uranenantios, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 - PETA YANG DIBUAT TANGAN

Bubur yang dibuat ibunya terlalu encer, tetapi Lin Feng menghabiskannya sampai mangkuk kosong.

Bukan karena rasanya enak. Nasi yang dimasak terlalu lama meninggalkan tekstur lembek dan sedikit rasa asap. Ia menghabiskannya karena perutnya terus mengingatkan bahwa ia belum makan dengan layak, dan karena wajah ibunya tampak lebih tenang setiap kali sendoknya bergerak.

Setelah itu, ia bersandar di dekat jendela. Napasnya masih terasa pendek jika ia bergerak terlalu cepat. Goresan di telapak sudah dibersihkan, sementara bagian rusuknya berdenyut tumpul. Ia tidak tahu apakah tubuh ini memiliki aliran Qi yang pernah dilatih. Satu-satunya hal yang bisa ia pastikan adalah ia belum cukup sehat untuk berjalan jauh.

Ibunya merapikan mangkuk. “Paman Wu mengirim barang-barangmu. Katanya kau meninggalkan bungkusan di jalan.”

Ia meletakkan gulungan kain di atas meja. Warnanya kusam dan ikatannya basah, tetapi barang-barang di dalamnya tersusun rapi. Lin Feng menunggu sampai ibunya beranjak ke dapur sebelum membukanya.

Ada satu baju ganti, sepotong roti kering, enam keping tembaga, dan secarik kertas tebal yang dilipat beberapa kali. Ia menghitung uang itu dua kali. Logamnya dingin dan tidak rata, dengan lubang kecil di tengah. Bukan keping emas yang ia lihat di game, melainkan uang sungguhan yang terasa berat di telapak.

Kertas itu adalah peta.

Garis-garisnya dibuat dengan tinta cokelat yang mulai pudar. Dusun Sungai Abu ditandai sebagai lingkaran kecil di kaki bukit. Sebuah sungai mengarah ke selatan, sementara jalan utama berkelok ke utara menuju Azure Cloud City. Di pinggir kertas ada tanda lain—jembatan kayu, rumah singgah, dan satu lambang sederhana yang mungkin menunjukkan pasar.

Lin Feng menahan kertas itu agar tidak bergetar di tangannya.

Dalam Eternal Heaven Online, Azure Cloud City berada di bagian timur laut wilayah pemula. Ia hafal tembok kotanya, gerbang selatan, pasar bahan, dan aliran sungai yang membelah dataran. Tetapi peta game dibuat untuk memandu pemain melewati tempat penting. Tidak ada alasan bagi pengembang untuk menggambar dusun kecil atau jalur yang hanya digunakan penduduk setempat.

Peta di hadapannya tidak membuktikan bahwa dunia ini sama. Ia bahkan belum tahu apakah arah utara di kertas sesuai dengan arah utara yang ia kenal dari game. Namun nama kota itu tertulis jelas, dengan bentuk huruf yang sama seperti pada plakat yang pernah ia baca di layar.

“Kau membawa peta itu?” tanya ibunya dari ambang dapur.

Lin Feng segera meratakan kertas. “Aku ingin mengingat jalan.”

“Kau sudah pernah ke kota itu.”

“Pernah?”

Ibunya memandangnya dengan cemas. “Kau mengantar kayu ke rumah singgah dekat jalan besar bersama ayahmu waktu kecil. Tapi kau belum pernah masuk kota. Kau bilang mau mencari pekerjaan di sana setelah musim hujan.”

Fragmen ingatan muncul: tangan kecil memegang tali keranjang, punggung seorang lelaki di depannya, jalan batu yang terasa terlalu panjang. Wajah lelaki itu kabur. Lin Feng berusaha mempertahankan bayangan itu, namun hanya mendapat sakit kepala ringan.

Ia meletakkan dua jari di pelipis. “Ayah… sedang di mana?”

Ibunya terdiam sesaat. “Bekerja di ladang keluarga Zhao, di sisi barat dusun. Dia belum tahu kau ditemukan. Aku akan memberi kabar setelah dia pulang.”

Rasa lega dan takut datang bersamaan. Lin Feng sadar ia telah bertanya seperti anak yang kehilangan arah. Ia tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap kepada orang yang wajahnya belum dapat ia ingat tetapi memanggilnya anak.

“Maaf, Bu. Kepalaku masih kacau.”

“Tabib bilang begitu mungkin terjadi.” Ibunya duduk di hadapannya. “Kau ingat kenapa berangkat ke bukit?”

Lin Feng mencari jawaban di antara kepingan memori. Jalan kota, hujan yang turun dari lereng, keinginan untuk menghemat waktu dengan mengambil jalan pintas. Ia tak yakin apakah itu ingatan asli atau kesimpulan dari keadaan. “Aku ingin memastikan jalan ke kota sebelum pergi mencari kerja.”

“Kau bisa menunggu sampai cuaca cerah.” Suaranya tidak keras, tetapi kekhawatiran di dalamnya belum hilang. “Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada pulang dengan selamat.”

Kalimat itu menarik sesuatu dari kehidupan lamanya: panggilan ponsel yang bergetar di meja, suara teman-temannya di headset, tubuh yang tak lagi mampu menjawab. Ia menunduk, menatap enam keping tembaga.

“Aku akan menunggu sampai pulih.”

Ibunya tampak ingin memastikan ia bersungguh-sungguh, namun akhirnya hanya mengangguk. “Bagus. Ayahmu akan mengomel kalau tahu kau pergi lagi.”

Lin Feng mengamati peta. Ada beberapa catatan kecil di tepi jalur: “jembatan rusak setelah hujan” dan “jalan timur dipakai gerobak.” Detail semacam itu tidak akan muncul dalam peta game. Ia menyadari bahwa ingatannya mengenai dunia ini selalu berupa potongan yang dipilih untuk kepentingan pemain. Orang-orang di sini membutuhkan jembatan untuk menyeberang dan jalan yang cukup lebar bagi gerobak. Peta mereka dibuat dari kebutuhan hidup, bukan dari urutan quest.

“Siapa yang menggambar ini?” tanyanya.

“Paman Wu membelinya dari pedagang keliling tahun lalu. Peta itu bukan peta resmi. Banyak jalan kecil yang mungkin sudah berubah.”

“Jadi tidak selalu akurat?”

Ibunya tersenyum tipis. “Kalau hujan menggerus lereng, kertas tidak akan ikut memperbarui dirinya.”

Lin Feng mengangguk. Jawaban sederhana itu terasa lebih berguna daripada banyak teori. Peta game juga berubah dari satu pembaruan ke pembaruan lain. Informasi yang ia ingat bisa saja sudah usang, bahkan tanpa tindakan apa pun darinya.

Ia melipat peta dengan hati-hati dan menyimpannya kembali di dalam kain. Enam keping tembaga ia letakkan di samping. Ia belum tahu nilai uang itu, tetapi ia tahu setiap keping adalah hasil kerja seseorang. Menganggapnya sebagai angka di layar akan menjadi kesalahan pertama yang terlalu mudah dilakukan.

Dari luar terdengar bunyi kapak membelah kayu. Ibunya berdiri untuk melihat ke halaman, lalu kembali. “Paman Wu masih di sana. Dia bilang akan membawa obat luka dari tabib saat pulang dari pasar.”

“Dia sudah banyak membantu.”

“Dia memang begitu. Mengeluh sepanjang jalan, tetapi tetap menolong.”

Lin Feng menatap pintu rumah. Ia belum tahu apa yang akan dikatakan ayahnya ketika pulang. Ia belum tahu apakah ingatan tubuh akan kembali, atau apakah orang-orang di keluarga ini akan merasakan bahwa ada sesuatu yang berubah pada dirinya.

Di layar, peta selalu menunjukkan posisi pemain dengan titik terang. Kertas di tangannya tidak memiliki titik itu. Ia harus mengenali jalan sendiri, bertanya kepada orang lain, dan menerima bahwa mereka mungkin salah.

Untuk sementara, ia tak akan pergi ke kota.

Ia akan mempelajari rumah ini, orang-orang yang tinggal di dalamnya, dan jalan yang membawa pemuda bernama Lin Feng sampai ke dunia ini.

1
Uranenantios
Enaknya sehari up berapa bab ya?
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!