NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telepon Dari Mertua

Ardi mencari tempat duduk yang nyaman. Seorang pelayan rumah makan menghampiri mereka. Ia memberikan daftar menu kepada Ani. Ani membaca daftar menu. “Di sini masakan bebeknya enak. Mau diapakan juga, semuanya enak,” kata Ardi sambil memperhatikan Ani yang sedang membaca daftar menu.

      “Saya pesan bebek goreng, minumnya ice lemon tea.” Ardi memesan makanan tanpa membaca daftar menu terlebih dahulu. Sepertinya ia sudah hafal dengan menu yang ada di rumah makan itu. Pelayan itu mencatat pesanan Ardi.

      “Saya minta bebek bakar. Minumnya ice lemon tea,” ujar Ani sambil memberikan daftar menu kepada pelayan rumah makan. Pelayan rumah makan mencatat pesanan Ani lalu meninggalkan meja mereka. Tinggallah Ardi berdua dengan Ani. Tidak ada kata yang terucap di bibir mereka, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

      Tiba-tiba terdengar pesan masuk di telepon seluler Ani. Ani mengeluarkan telepon seluler dari dalam tas lalu membaca pesan yang masuk. Ternyata pesan dari Nita.

[Assalamualaikum. Ani sekarang di mana? Apa di rumah sakit?]

      Ani berdecak kesal membaca pesan dari mertuanya. Beruntung ia sudah non aktifkan dua centang biru di aplikasi tersebut. Sehingga mertuanya tidak akan tahu apakah pesan yang dikirim sudah dibaca atau belum. Ani meletakkan telepon seluler di atas meja dengan cara yang kasar. Ardi memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ani. Namun, dia diam tidak bertanya apa-apa.

      Beberapa menit kemudian pelayan rumah makan datang membawa pesanan mereka. Ia meletakkan makanan di atas meja. “Terima kasih,” ucap Ani setelah pelayan itu selesai meletakkan makanan di atas meja. Pelayan itu pun meninggalkan meja mereka.

      “Kita makan dulu.” ujar Ardi sambil mencuci tangan di kobokan. Ani memandangi makanan yang disajikan di atas meja. Kelihatannya makanan itu sangat enak.

      Ani langsung mencuci tangan di kobokan, ia sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan yang dihidangkan. Ani mengambil mengambil sedikit daging bebek lalu ia cocol dengan sambel. Ia memakan daging bebek memakan daging bebek yang sudah dicocol sambel. Ani mengunyah daging bebek sambil menikmati rasanya. “Hemm.” Wajah Ani terlihat senang setelah mencicipi daging bebek. “Rasanya enak sekali,” puji Ani sambil mengunyah makan. Ardi makan sambil tersenyum ketika mendengar ucapan Ani.

      Ani memindahkan daging bebek ke atas piring lalu ia pun makan dengan lahap. Ternyata makan makanan yang enak bisa membantu melupakan kesedihan di hati. Ardi mengunyah makanannya sambil memperhatikan Ani yang sedang makan. Ani makan seperti orang yang sudah tidak makan selama beberapa hari.

      Akhirnya Ani menghabiskan semua makanannya. “Alhamdulillah,” ucap Ani lalu meminum minumannya hingga tinggal 3/4 gelas. “Saya cuci tangan dulu.” Ani beranjak dari tempat duduk menuju ke tempat cuci tangan. Ketika Ani kembali ke tempat Ardi sedang menikmati sebatang rokok. Ani tidak suka bau asap rokok. Fardan tidak pernah merokok. Ia menepis bayangan suaminya.

      Ani terpaksa membiarkan dirinya menghirup asap rokok. “Bapak tau dari mana rumah makan bebek ini?” tanya Ani lalu meminum sisa ice lemon tea.

      “Dari Edwin,” jawab Ardi sambil membuang abu rokok ke asbak.

      Ani langsung terbatuk-batuk mendengar nama Edwin. Ia mengambil tissue lalu mengelap mulutnya dengan tissue. Ani menoleh ke kanan dan ke kiri dengan wajah ketakutan. “Bagaimana kalau ada Pak Edwin?” bisik Ani.

      Ardi meniup asap rokok. “Dia nggak akan ke sini. Dia sedang sibuk mengurus kasus kecelakaan 2 orang penz*** itu\,” jawab Ardi.

      Tiba-tiba telepon seluler Ani berbunyi. Ani mengeluarkan telepon seluler dari dalam tas. Di layar telepon seluler tertulis ‘Mama Nita menelepon.’ Wajah Ani berubah kesal mengetahui siapa yang menelepon. Kalau tidak ia segera menjawab pasti Nita tidak berhenti menelepon. Terpaksa Ani menjawab telepon Nita. “Assalamualaikum,” ucap Ani.

      “Wa’alaikumsalam. Ani lagi di mana? Tadi Mama mengirim pesan tapi nggak kamu baca.” Terdengar suara Nita di seberang telepon.

      “Ani lagi makan siang dengan teman, Ma. Tadi Ani nggak mendengar pesan masuk,” jawab Ani. Ia berbohong kepada Nita. Ardi menoleh ke Ani ketika Ani mengatakan ‘makan siang dengan teman.’ Ia mendengar pembicaraan Ani.

      “Kamu nggak ke rumah sakit?” tanya Nita.

      “Nggak, Ma. Besok saja. Sekarang Ani cape mau istirahat di rumah,” jawab Ani.

      “Ya sudah, kalau cape istirahat saja. Mama cuma mau tanya keadaan kamu saja. Tadi kamu pergi begitu saja dari ruang rapat,” ujar Nita.

      “Ani baik-baik saja, Ma. Ani butuh waktu untuk menenangkan diri,” jawab Ani.

      “Mama harap, kamu jangan percaya dengan ucapan polisi dan orang tua wanita itu. Itu tidak benar! Fardan tidak seperti itu, dia sangat cinta sama kamu. Pasti wanita itu yang menggoda Fardan,” ujar Nita.

      “Sudahlah, Ma. Ani tidak mau mendengar lagi semuanya! Hati Ani sakit mendengarkan semuanya,” jawab Ani dengan tegas.

      “Ya, sudah. Kamu tenangkan diri dulu. Mama cuma mau bicara itu saja. Assalamualaikum.” Nita mengakhiri pembicaraannya.

      Ani memasukkan telepon seluler ke dalam tas. Ardi memperhatikan wajah Ani yang terlihat kesal. “Siapa?” tanya Ardi. “Mertua Bu Ani?”

      “Siapa lagi kalau bukan dia? Yang merasa anaknya tidak bersalah. Anaknya seperti malaikat yang tidak punya dosa. Padahal seorang penz***\,” jawab Ani dengan kesal.

      Ardi tersenyum sinis mendengar jawaban Ani. Ia mematikan rokok di atas asbak. “Saya bayar makanan dulu.” Ardi berdiri dari tempat duduk.

      “Eh, saya juga mau bayar makanan.” Ani berdiri dari tempat duduk lalu menyelempangkan tali tas di bahu.

      Ardi memperhatikan Ani yang bersiap-siap menuju ke kasir. “Nggak usah. Biar saya yang bayar makanan. Saya yang mengajak Ibu makan di sini,” ujar Ardi.

      “Kita bayar masing-masing aja!” Ani melangkahkan kakinya menuju ke tempat kasir. Ardi menghela napas melihat Ani yang ingin bayar masing-masing. Mereka pun berjalan menuju ke kasir. Ani dan Ardi membayar masing-masing makanan yang mereka makan.

      Setelah mereka membayar makanan, mereka pun berjalan menuju ke tempat parkir. “Dari sini Ibu mau ke mana? Saya antar,” tanya Ardi sambil membuka kunci mobil dengan menggunakan pengendali jarak jauh.

      “Saya mau pulang ke rumah. Saya naik ojek saja,” jawab Ani. Ia mengeluar telepon seluler dari dalam tas.

      “Saya antar sampai ke rumah. Hari ini saya sedang cuti,” ujar Ardi.

      Ani tersenyum mendengar tawaran Ardi. “Terima kasih, Pak Ardi. Saya mau naik ojek saja,” ucap Ani.

      Ardi menarik napas panjang. “Oke, kalau Ibu mau naik ojek. Saya nggak akan memaksa.” Ardi membuka pintu mobil.

      “Terima kasih sudah menemani saya, Pak Ardi,” ucap Ani.

      Ardi tersenyum mendengar ucapan Ani. “Sampai bertemu lagi, Bu Ani. Assalamualaikum.” Ardi masuk ke dalam mobil.

      “Wa’alaikumsalam,” jawab Ani. Tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil Ardi menyala. Sebelum meninggalkan halaman rumah makan Ardi membunyikan klakson dan mengangkat tangan kanannya kepada Ani sebagai tanda perpisahan. Ani membalas dengan lambaian tangan. Mobil Ardi pun bergerak meninggalkan halaman rumah makan.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!