"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 03. Sandiwara penjahat
Desa Betung angin menjadi Ribut semua ketika mereka belum juga berhasil menemukan Yayuk, padahal seluruh warga sudah turun tangan untuk mencari keberadaan Gadis itu yang tidak pulang sejak tadi malam Namun ternyata mereka belum berhasil sehingga membuat Mak Anjar semakin kebingungan untuk mencari kemana anak gadis kesayangan nya itu.
Tidak ada yang mengetahui dengan jelas kejadian tersebut karena mereka semua pasti juga tidak akan menyangka bahwa kekejaman itu telah terjadi di Desa mereka, hari ini berlalu dengan sangat cepat sehingga membuat Mak Anjar bingung harus bagaimana untuk menemukan keberadaan Yayuk, Ibnu juga sudah berusaha mencari namun itu semua hanya membawa kehampaan Semata.
Padahal bisa di bilang mereka semua dan seluruh warga yang ada di situ telah menelusuri Kampung ini tanpa ada yang tersisa sedikit saja, tapi mereka tidak berhasil, kini mereka semua telah memiliki prasangka masing-masing dan kecemasan itu semakin membabi buta di dalam diri wanita setengah baya ini.
Sudah membayangkan sesuatu yang terburuk menimpa Yayuk sehingga dia tidak mungkin bisa bertahan untuk terus menerima kenyataan itu, Rodiah juga berusaha menenangkan Mak Anjar terlebih dahulu agar dia tidak terlalu panik sehingga mereka semua bisa bergerak dengan tenang, Tapi tetap saja orang tua ini merasakan panik dan dia menangis sejak tadi.
"Kan kita belum menemukan apa-apa sehingga Jangan cemas seperti itu." Rodiah terus memegang tangan Mak Anjar.
"Dia tidak pernah seperti itu sehingga kalau tidak pulang pasti membuat aku sangat cemas seperti ini." Mak Anjar duduk di bawah pohon karena lelah.
"Nanti pasti akan ketemu karena mungkin saja Yayuk hanya berusaha mencari udara segar." Rodiah juga bingung sendiri mau menghibur bagaimana.
"Seng tenang sek yo, Mak!" bu RT ikut Duduk di sebelah wanita tua ini agar dia sedikit merasa tenang.
"Sudah sejak tadi malam dan sekarang juga sudah hampir sore begini tapi Yayuk malah tidak ada kabar berita, aku tidak bisa tenang." Mak Anjar mengusap air mata yang turun di pipi.
"Ya allah, ke mana sebenarnya Yayuk ini kok dia tidak ada kabar sama sekali." bu RT juga merasa resah tentang hal itu.
"Padahal selama ini dia selalu pulang dan tidak pernah banyak tingkah." Rodiah berkata dengan suara pelan.
Wanita berkulit hitam dan berhidung mancung Itu sama sekali tidak mengetahui bahwa pelaku dari kejahatan yang telah terjadi adalah suami dia sendiri, pria yang saat ini Sok sibuk membantu mereka semua karena dia berharap bahwa kejahatan yang telah dia lakukan tidak akan pernah diketahui oleh para warga yang ada di sekitar Desa ini.
Jamal dan Ardian beserta dengan yang lain ikut membantu pencarian tersebut dan Bahkan mereka juga menyisiri sungai, sungguh tidak ada seorangpun warga yang menduga kalau itu semua adalah perbuatan mereka atas kekejaman hawa nafsu yang telah menguasai diri, sekarang mereka malah begitu pintar untuk melakukan sandiwara palsu ini.
"Kami sudah menyusuri bagian sungai yang sana tapi memang tidak ada jejak Yayuk." Amri mendatangi kepala desa yang sedang berbincang dengan para warga lain.
"Bagian sana juga tidak ada kok, jadi aku rasa mungkin dia tidak pergi ke sungai ini.'' Doni ikut menyambung ucapan Amri.
''Lalu ke mana Yayuk ini pergi sehingga kita tidak bisa menemukan dia?'' kepala desa juga merasa kasihan melihat Mak Anjar.
''Gadis itu tidak pernah banyak tingkah, jualan habis Dia pasti sudah pulang ke rumah.'' Pak Beni juga merasa heran.
''Apa mungkin ada penculikan dan dia kena culik ya?'' Jamal menatap mereka semua.
''Kau Jangan berbicara sembarangan seperti itu karena nanti Mak Anjar mendengar dan dia tambah histeris saja.'' Pak Beni mencegah ucapan Jamal.
''Ya Maksudku kan aneh saja karena dia tidak pernah banyak tingkah tapi sekarang malah hilang secara mendadak.'' ujar Jamal kembali.
''Atau bisa jadi selama ini dia itu punya pacar dan malah pergi ke kota dengan pacar dia.'' Ardian membuka suara.
''Eh kalau gitu bisa juga sih karena kan kita selama ini tidak pernah melihat pacar Yayuk itu yang mana.'' Iwan langsung setuju dengan ucapan Ardian.
''Ya kalau dia pergi ke kota maka pasti pamitan dulu sama mak Anjar lah.'' bantah kepala desa secara langsung.
Ardian yang mendapat bantahan seperti itu tentu saja menjadi terdiam dan tidak bersuara kembali karena takut nanti justru akan salah ucap, agar diri lebih aman maka lebih baik Tutup mulut dan tidak banyak berbicara, Jamal juga melirik Ardian berulang kali agar dia jangan berbicara sembarangan yang akan mengandung kecurigaan mereka semua.
"Kau kalau mau membuat Cerita kira-kira dong!" Jamal menarik tangan Ardian ketika sudah sepi orang.
"Aku hanya mau berusaha membuat mereka percaya dan tidak mencari Yayuk ini lagi." Ardian juga agak kesal.
"Tidak kau lihat itu tadi ayah kau sendiri tidak percaya dan Dia menatapkan seolah sangat curiga." Amri juga merasa kesal pada Ardian.
"Aku sudah bilang tadi malam Agar Jangan melakukan itu tapi kau gelap mata dan dipenuhi oleh emosi setan!" Doni ikut menyalahkan Ardian.
"Tutup mulut kau itu karena kau juga sudah menikmati dia!" Ardian tak kalah garang dari teman-teman yang ada di sana.
"Jangan bunuh! aku sudah memberiku peringatan agar jangan membunuh tapi kau malah melakukan itu juga." Doni kembali berkata kesal.
"Namun bila tidak dibunuh maka yang ada Yayuk akan mengatakan kepada semua orang. Amri berkata dengan suara pelan.
Doni menatap Amri sesaat dan dia juga menyadari bahwa mereka memang telah memakan buah simalakama malam itu, bingung karena harus mengakhiri nyawa Gadis itu dan menurut Doni ini sangat kejam luar biasa. saat itu dia adalah orang yang paling tidak setuju untuk melakukan pembunuhan kejam namun Ardian sudah tidak bisa dicegah, jadi tragedi itu langsung menimpa gadis Malang itu dan sekarang justru menghilang dari pandangan mata.
"Pokok nya kalian semua harus diam dan bila sampai ada yang tahu maka itu berarti salah satu diantara kita ada yang membuka mulut!" Ardian berkata dengan sangat tegas.
"Ya jangan langsung tuduh begitu dong karena ini para warga saja sedang berusaha untuk mencari." Iwan merasa tidak setuju.
"Tidak akan ada yang tahu bila kita tidak memberitahu!" tegas Ardian kembali.
Teman teman yang lain hanya bisa terdiam dan mereka berharap bahwa kejadian itu tidak akan pernah terungkap oleh mereka semua, ini ada rasa berdebat tidak karuan karena takut bila nanti kepala desa dan juga rombongan itu berhasil menemukan mayat Yayuk.
Selamat pagi dunia, jangan lupa like dan komentar nya ya cintaaa.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...