Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16 Dewi lampir
Selasai sholat Maghrib aku dan Zidan nggak pulang, tapi nunggu sholat isya, aku duduk di teras depan Mushola, nunggu Zidan bermain dengan teman temannya, tak lama waktu isya sudah datang, kami pun jamaah bersama, selesai jamaah sholat isya, Zidan minta nasi goreng, kami jalan sebentar, dan bertemu dengan penjual nasi goreng di depan gang, aku pesan satu nasi goreng dan satu mie goreng.
Untung tadi bawa uang di saku dasterku, jadi Zidan minta beli makan aku bisa belikan.
Mie goreng dan nasi goreng, sudah aku dapatkan dan kami pun pulang dengan jalan kaki menuju kos, sampai kos nasi goreng, aku letakkan di piring dan mie goreng juga aku siapkan untuk ku
Kami makan di kamar bersama kadang Zidan ikut makan mie ku dan aku ikut makan nasi goreng nya.
Tiba tiba mas Pram masuk dia duduk di samping Zidan, dan Zidan minta pangku dan minta di suapi sama ayahnya, mungkin dia kangen, aku segera pindah duduk di luar sama tetangga kos, yang baru kenal namanya mbak Desi, dia sangat banyak bicara dan mudah akrab, sama orang.
" Mbak jadi kamu, di poligami ya sama suami mu?" tanya mbak Desi
" Iya mbak, aku tiba tiba di poligami, dia pulang dari luar kota bawa istri siri dan sekarang suamiku bangkrut jadi sekarang kos di sini" jawabku
" Mbak kok mau sih punya madu si lampir yang ketus banget dan di sini sok cantik" kata mbak desi
Aku tertawa terpingkal pingkal dan mereka bilang si Dewi lampir.
" Tuh kan mbak Erina terlalu baik, kalau aku sudah ku cakar dan jambak tuh pelakor sok cantik" kata mbak Desi
" Hi takut mbak, apalagi melawan Dewi lampir pasti ilmu hitamnya tinggi, aku cari aman saja" jawabku sok bijak.
" Eh mbak mana suamimu nggak adil lagi, tiap hari di kamar, Dewi lampir nggak pernah di kamar kamu" kata mbak Desi, semangat.
" Mana ada laki laki poligami adil, tapi biar saja ku iklaskan di kamar Dewi lampir saja" jawabku santai.
" Tapi tiap hari aku mendengar mereka bertengkar, kan kamarku dekat jadi aku mendengar, si Dewi lampir, minta uang dan suami mbak bilang nggak punya" kata mbak Desi.
" Ya kan suamiku bangkrut mbak, aku saja nggak pernah di kasih uang belanja" jawabku
" Terus mbak dapat uang dari mana?" tanya mbak Desi
" Aku kerja merawat orang tua di apartemen yang ada di jalan mawar" jawabku
" Pantesan tiap siang nggak ada di kos, jadi mbak kerja kok nggak tuntut cerai saja mbak" tanya mbak Desi.
" Lagi ngumpuli biaya mbak buat gugat dia" jawab ku sarkas
" Itu orang nya keluar, pasti mencari suaminya padahal suaminya bersama anaknya" kata mbak Desi berbisik.
" Mbak, mas Pram kemana" tanya Dewi
" Nggak tahu mungkin dia mencari cewek di luar sana" jawabku ketus.
" Ketus banget pantesan mas pram selingkuh, kamu ketus sih, nggak bisa melayani di ranjang pasti goyangan mu membosankan " kata dia
" Eh mbak Dewi kamu jahat banget sama istri sah nggak takut kuwalat kamu saja tiap malam bertengkar, takut kalau suami mu bobok di tempat mbak Erina ha ha ha" kata mbak Desi menjawab.
" Pantesan tetangga kos pada bilang kamu lampir, suami mu, mau adil kamu halangi, sudah selingkuh sekarang menguasai dan mengatur apa nggak takut karma" kata mbak Desi sarkas
Mas pram keluar dari kamar beserta Zidan
" Mas aku lapar, katanya mas beli makan nggak tahunya di rumah Erina sebel deh mereka mengeroyok aku, pindahkan aku dari sini" kata dia marah
" Udah ku bilang kalau nggak mau dengar omongan orang jangan keluar kamar, malah kamu keluar dan bikin masalah sama tetangga" kata mas Pram
" Aku mencari kamu kerena aku lapar, dan sekarang aku di bully dan kamu nggak membela ku" jawab dia protes
" Masuk kamar biar aku belikan makan, kamu mau di belikan apa Rin " tanya mas Pram
" Nggak aku sudah kenyang mau tidur" jawab ku
" yah aku belikan susu ultra ya buat besok" kata Zidan
" Iya nanti ayah belikan" jawab mas Arya
" Dek pinjam motornya ya" tanya mas Pram
" Boleh tapi jangan buat bonceng Dewi lampir ya" kata ku memberi syarat.
" Apa dek Dewi lampir?" tanya mas Pram
" Iya mas itu panggilan Dewi, yang di beri warga kos di sini, kerena setiap warga kos di sini di judesi" jawab mbak Desi
Aneh mas Pram tambah tertawa dan santai saja sambil mengeluarkan sepeda motorku
" Zidan ayo ikut" ajak ayahnya dan Zidan pun ikut
Aku masuk kamar karena sudah malam dan aku membereskan bekas nasi goreng dan mie goreng yang di habis di makan Zidan sama ayahnya.
Aku tiduran sambil main hp, lihat hasil desainku yang sudah di produksi oleh perusahan Miss Valen, dan baru saja di launcing di pasaran, di Singapura, termasuk yang di baru saja di pasarkan di USA, bangga sih karya ku bisa di pasarkan di negara maju, sebentar lagi Miss Valen buka butik di paris dan Roma, bisa bisa aku tambah petentang petenteng jadinya, nanti aku kasih tahu Mita ah.biar bisa sombong Kepada teman kecilku.
Suara Zidan datang dia mengetuk pintu kamar
" Ini kuncinya sepeda sudah mas masukkan di tempatnya " kata mas Pram mengembalikan kunci sepeda motorku
Zidan menyimpan susu yang di belikan ayahnya, dan dia ku antar kekamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi, kemudian kami masuk kamar dan tidur.
Seperti biasa aku bangun dan mandi sebelum subuh biar tidak antri, karena jam segini para penghuni kos masih tidur nyenyak.
Terdengar adzan subuh aku segera sholat, kemudian aku merebus air, biasa buat bikin kopi, untuk diriku sendiri, para penghuni kos sudah mulai bangun, para pedagang sayur juga sudah pada datang, biasa kegiatan pagi pasti para istri belanja untuk bikin sarapan, sebelum suaminya berangkat kerja.
Ku bangunkan Zidan dia malas bangun jadi ku gendong dia di punggung ku,
" Zidan tambah berat saja, banyak makan sih semalam aja nasi goreng dan mie goreng habis semua" kataku
" Bun itu yang makan banyak, ayah Zidan lho nggak habis, dan mie goreng sisa bunda dihabiskan juga ternyata dia rakus" bisik Zidan di telingaku.
Zidan mandi sendiri, aku menunggu duduk di bangku panjang sambil minum kopi melihat ibu ibu belanja sayur dan beberapa orang menyapa ku
" Dek kamu nggak beli sayur buat masak, mas kangen masakan kamu" tanya mas Pram.
" Aku nggak masak, takut capek, kan sekarang aku kerja masak kan orang, di tempat kerja ku dan aku makan sekalian di sana" jawabku
" Dek kamu jangan capek kerja, biar saja mas yang kerja" kata dia
" Mas mau kerja apa kan mas bangkrut ?" tanyaku
" Dek mas bikinkan kopi dong" pinta mas Pram
Aku segera berdiri, membuatkan kopi buat mas Pram, eh Zidan berteriak dia minta gendong kerena tidak bawa sandal
" Gendong anakmu mas, dia nggak bawa sandal, tadi ke kamar mandi juga minta gendong" kataku
Mas Pram mengendong Zidan dan membawa dia masuk kamar, meletakkan Zidan di kasur.
Ku berikan kopi mas Pram dan aku masuk kamar ku bantu Zidan memakai seragam nya,
" Anak bunda mau sarapan sama bubur ayam ?" tanya ku
" Mau bund itu sudah lewat buburnya" Kata dia mendengar suara bubur lewat
Aku memangil penjual bubur dan membawa mangkuk sendiri dua, ketika akan ku bayar ternyata sudah di bayar mas Pram, dia juga beli di bawa kekamar nya mungkin dia beli untuk sarapan Dewi.
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut