Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Peta Reruntuhan Kuno
Gua di balik air terjun beracun itu gelap dan lembap. Lumut hitam menutupi dinding batu, sementara suara binatang buas dari Hutan Kabut Berdarah terdengar samar dari kejauhan. Sebuah formasi penyembunyi aura telah dipasang di mulut gua sehingga tak seorang pun dapat menemukan keberadaan mereka.
Shen Luo duduk bersila di atas batu datar. Di hadapannya, belasan inti spiritual melayang dan memancarkan cahaya redup.
Sembilan Akar di dalam Dantiannya berputar perlahan, menyerap energi dari inti-inti tersebut. Energi itu terbagi menjadi Qi Suci dan Qi Iblis sebelum mengalir ke seluruh meridiannya untuk menstabilkan kultivasinya di Pengumpulan Qi Tingkat 7.
Meski baru saja membantai tiga ahli puncak Pembentukan Fondasi dari Pasukan Bayangan Bintang, Hati Dao Shen Luo tetap tenang.
Namun, ketenangan itu terus diawasi sepasang mata merah zamrud.
Ji Ruyue bersandar di dinding gua. Racun peluruh tulang di tubuhnya telah ditekan kembali berkat Qi Suci Shen Luo, dan kekuatannya pulih sekitar tujuh puluh persen.
Namun, ia tidak bermeditasi.
Tatapannya terus tertuju pada Shen Luo.
Keangkuhan yang dulu memenuhi matanya telah menghilang. Kini yang tersisa hanyalah rasa ingin tahu, ambisi, dan hasrat untuk mengungkap rahasia pemuda itu.
Cakar Bayangan Darah.
Warisan Dewa Iblis Yan Wusheng yang telah menghilang.
Bagi Ruyue, Shen Luo adalah kunci menuju puncak dunia kultivasi iblis.
Perlahan, ia bangkit dan berjalan mendekat. Langkahnya nyaris tanpa suara. Aroma teratai darah memenuhi udara, membawa hawa yang mampu menggoyahkan hati seorang kultivator.
Ruyue berhenti di belakang Shen Luo. Rambut hitamnya tergerai di bahu pemuda itu, sementara jemarinya yang putih perlahan menyentuh leher Shen Luo.
"Kau tahu, Shen Luo..."
Suara Ruyue terdengar lembut.
"Teknik cakar yang kau gunakan untuk membunuh ahli Sekte Bintang Jatuh itu sungguh luar biasa. Niat membunuhnya bukan sesuatu yang bisa kau pelajari dari pahatan batu di dasar jurang."
Ia mendekatkan wajahnya.
"Mengapa terus menyembunyikannya dariku? Kita berdua memiliki rahasia yang bisa membuat seluruh Benua Langit Misterius memburu kita."
Jemarinya menyentuh dada Shen Luo.
"Kau memiliki warisan pendiri sekteku. Jika kau mau membaginya denganku, aku bisa memberimu kekuasaan, kedudukan, dan Batu Spiritual sebanyak yang kau inginkan."
Ruyue tersenyum tipis.
"Bahkan diriku."
"Kita bisa berkultivasi bersama dan mendaki puncak dunia. Bukankah itu menarik?"
Pesona Ruyue cukup kuat untuk mengguncang Hati Dao seorang ahli Inti Emas. Ia yakin Shen Luo tidak akan mampu menolaknya.
Namun, saat Shen Luo membuka mata, tidak ada sedikit pun hasrat di dalamnya.
Hanya ketenangan yang dingin.
Tangannya bergerak dan langsung mencengkeram pergelangan Ruyue. Ia menyingkirkan tangan wanita itu dari tubuhnya.
"Simpan rayuanmu untuk para pengikutmu di Lembah Darah Neraka, Nona Ji."
Nada suara Shen Luo datar.
"Aku tidak tertarik pada kekuasaan sektemu. Aku juga tidak tertarik pada kultivasi ganda."
Ia menatap Ruyue tanpa emosi.
"Jika kau mengganggu meditasiku lagi, jangan salahkan aku jika racun di meridianmu kembali mengamuk."
Ruyue membeku.
Belum pernah ada pria yang menolaknya sedingin ini.
Harga dirinya terluka, tetapi anehnya penolakan itu justru membuat rasa ingin tahunya semakin dalam.
Menarik. Kau benar-benar berbeda sama pria lain, Shen Luo.
Ruyue mundur selangkah. Senyum menggoda di wajahnya menghilang.
"Baiklah. Kalau rayuan tidak berguna, kita bicara tentang sesuatu yang lebih kau butuhkan."
Ia menunjuk inti spiritual di hadapan Shen Luo.
"Kau membutuhkan terlalu banyak energi hanya untuk menstabilkan kultivasimu. Dengan akar spiritual seperti itu, berburu binatang buas di hutan ini akan menghabiskan waktu bertahun-tahun."
Shen Luo tetap diam.
Ruyue kemudian mengeluarkan sebuah pelat giok retak dari cincin penyimpanannya.
Pelat itu memancarkan aura purba yang berat.
"Aku datang ke Hutan Kabut Berdarah bukan hanya untuk melarikan diri dari perebutan kekuasaan di sekteku."
Ia mengangkat pelat giok tersebut.
"Aku datang untuk mencari ini."
Mata Shen Luo sedikit menyipit.
"Ini Kunci Pecahan menuju Reruntuhan Istana Darah Ilahi."
Konon, tempat itu pernah menjadi kediaman para dewa yang menguasai kultivasi darah.
"Makam kuno?" gumam Shen Luo.
"Tepat."
Ruyue tersenyum tipis.
"Istana itu terkubur di bawah urat bumi Hutan Kabut Berdarah. Menurut kitab rahasia sekteku, di dalamnya terdapat jutaan Batu Spiritual tingkat tinggi, kolam esensi darah purba, dan berbagai pusaka."
Ia meletakkan pelat giok di hadapan Shen Luo.
"Namun, membuka pintu masuknya tidak mudah. Formasi di sana membutuhkan darah murni seorang kultivator aliran iblis tingkat tinggi. Aku bisa membukanya."
"Masalahnya ada pada segel di ruang harta karun."
Ruyue menatap Shen Luo.
"Segel itu berasal dari zaman purba dan hanya dapat dibuka oleh Qi Suci yang benar-benar murni."
Tatapannya beralih pada mata Shen Luo.
"Niat Pedang milikmu cukup untuk membuka segel itu."
Ia tersenyum.
"Tanpaku, kau tidak akan menemukan jalan masuknya.."
Ruyue menyilangkan tangan.
"Aku menawarkan kerja sama. Sebagai gantinya, kau akan mendapat bagian dari jutaan Batu Spiritual dan kolam esensi darah."
"Jumlah itu seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan Sembilan Akarmu."
Shen Luo menatap pelat giok tersebut.
Bekerja sama dengan wanita licik seperti Ji Ruyue sama saja dengan memasuki sarang harimau. Ia bisa saja berbalik mengkhianatinya begitu mereka menemukan harta karun.
Namun, kesempatan memperoleh jutaan Batu Spiritual terlalu berharga untuk dilewatkan.
Sejak Jian Nantian memutus sumber daya kultivasinya, perkembangan Shen Luo terhambat. Tanpa kekuatan yang cukup, ia tidak akan mampu mencapai puncak kultivasi nya.
Kekuatan adalah segalanya.
Selama cukup kuat, semua rintangan dapat ditebas dengan pedang.
Shen Luo mengambil pelat giok itu dan menatap Ruyue dengan dingin.
"Aku akan membantumu membuka segelnya. Jika kau berani menipuku di dalam sana, akan kucabut akar spiritualmu hidup-hidup dan kujadikan tengkorakmu hiasan cawanku."
Ruyue tertawa.
"Kesepakatan tercapai. Ikuti aku."
Tiga jam sebelum fajar, kabut berdarah di bagian utara hutan semakin pekat.
Shen Luo dan Ji Ruyue berdiri di tepi sebuah ngarai raksasa yang membelah bumi seperti luka menganga.
Dasarnya begitu gelap hingga pandangan mereka tak mampu menembusnya. Angin dari kedalaman membawa hawa kuno yang membuat jiwa bergidik.
Ruyue mengeluarkan pelat gioknya.
Cahaya merah perlahan memancar dari permukaannya dan beresonansi dengan kegelapan di dasar ngarai.
"Di bawah sana terdapat makam para kultivator kuat."
Mata Ruyue dipenuhi ambisi.
Shen Luo menggenggam gagang pedang kayunya. Qi Iblis berkumpul di tangan kirinya.
Ia menatap kegelapan di bawah.
"Turun."
Tanpa ragu, keduanya melompat melewati tebing dan terjun ke dalam kegelapan ngarai.
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/