NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

150 cm

Di dalam mobil taktis yang terparkir terselubung di radius dua ratus meter dari kediaman dinas Chester, Flyn sedang menyesuaikan lensa teropong pengawasannya.

Pria berambut pirang yang disebut mirip kekasih di film Barbie dengan gaya kasual itu langsung menoleh saat Ocla membuka pintu penumpang dan melompat masuk.

"Gimana, Oc? Aman?" tanya Flyn sembari menurunkan teropongnya, menyunggingkan cengiran khas playboy yang biasa ia pakai untuk memikat wanita. "Istri Kapten gimana? Benaran selevel sama rumor di berita, atau cuma pinter lighting kamera?"

Ocla menarik sabuk pengaman, melirik kawan setimnya itu dari atas sampai bawah sebelum menghembuskan napas pendek.

"Jauh dari standar lo, Flyn," sahut Ocla datar sembari menyalakan mesin monitor pengawas.

Alis Flyn terangkat sebelah, senyum tengilnya makin lebar. "Maksud lo? B aja?"

"Maksud gue, standar cewek-cewek kelab malam yang biasa lo godain itu nggak ada seujung kukunya dibanding dia," pangkas Ocla tanpa ragu. Pria itu menunjuk ke arah layar pemantau yang menampilkan perimeter rumah. "Nyonya Sinclair tadi cuma pakai kaus jumbo kotor punya si Bos, rambut berantakan baru bangun tidur, tanpa make-up sedikit pun. Dan aura elegannya tetap bikin lo kelihatan kayak remahan biskuit kalau berdiri di sampingnya."

Flyn tertegun sejenak, lalu tertawa lepas mendengar penilaian jujur kawan sejawatnya yang terkenal kaku itu.

"Anjir, Ocla... seorang Ocla sampai bisa ngomong begitu?" Flyn menggeleng-gelengkan kepala dengan siulan pelan. "Wah, makin penasaran gue. Kapten beruntung banget atau justru apes dapet cewek kelas atas modelan begitu?"

"Apes kalau dia coba-coba main api sama dia," timpal Ocla dingin, matanya kembali fokus pada indikator sensor gerak. "Ayyana Sanders itu cerdas. Dia langsung curiga sama gue begitu masuk, bahkan nuntut bukti koin dan kode verifikasi sebelum percaya kalau gue anggota Eclipse."

Flyn menyandarkan punggungnya ke jok mobil, menyilangkan tangan di belakang kepala sembari menatap ke arah rumah dinas di kejauhan. Cengiran jailnya perlahan berganti menjadi senyum penuh respek.

"Baguslah," gumam Flyn, matanya berkilat tajam. "Berarti kita nggak perlu repot-repot ngajarin dia cara bertahan hidup dari permainannya Harris. Cewek berkelas yang berani dan nggak gampang dibodohi... pantas saja si Bos rela pasang badan."

......................

Tepat pukul 18.00 sore, bel rumah dinas berbunyi dua kali secara konstan. Flyn yang memegang tugas mengantar makan malam kali ini tak menyia-nyiakan kesempatan.

Dengan nampan katering khusus di tangan kanan dan gaya sok rapi yang dibuat-buat, si playboy pirang ini sudah siap menuntaskan rasa penasarannya pada sosok Nyonya Kapten.

Pintu baja bergeser terbuka. Ayyana berdiri di balik pintu.

Begitu wanita itu muncul, Flyn mendadak lupa pada semua kalimat godaan yang sudah ia susun di kepalanya.

Ayyana mengenakan setelan piyama sutra berlengan pendek dengan celana pendek berwarna krem lembut.

Baju kebesaran Chester sudah berganti, menampilkan kulit bersih dan kaki jenjangnya yang terekspos alami.

Rambut cokelat gelapnya diikat asal ke atas, menyisakan beberapa helai yang jatuh membingkai lehernya.

Cerita Ocla tadi siang benar-benar kurang, batin Flyn menjerit.

Bukan cuma visualnya yang menampar, tapi aroma yang mendadak menguar saat pintu terbuka membuat Flyn tertegun.

Nyonya Kapten mereka kelewatan harum. Perpaduan aroma vanila yang lembut, hint spicy yang hangat, serta sentuhan manis yang mewah langsung memenuhi indra penciumannya.

Bukan wangi parfum pasaran, melainkan aroma elegan yang menegaskan kelasnya sebagai putri tunggal Sanders Corp.

Flyn berdehem cepat, berusaha menyembunyikan keterpakuannya di balik senyum ramah khas militer.

"Selamat sore, Nyonya Sinclair," sapa Flyn, menurunkan pandangannya secara sopan sembari menyerahkan nampan katering. "Saya Flyn dari Team Eclipse. Makan malam sesuai standar nutrisi dan keamanan sudah siap."

Ayyana menatap pria berambut pirang di hadapannya dengan pandangan menilai, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman sekilas yang cukup membuat si playboy pirang itu menahan napas.

"Flyn, kan? Yang dipanggil 'Slick' sama Chester?" tanya Ayyana halus namun sarat ketegasan. "Terima kasih. Dan tolong sampaikan pada Kaptenmu, makan malamnya tidak perlu seformal ini besok."

"Si-siap, Nyonya. Akan saya sampaikan," balas Flyn, sedikit terbata-bata sebelum akhirnya memberi hormat kaku dan memutar badan kembali ke mobil taktis, menyadari bahwa Kapten mereka benar-benar memenangkan aset paling berbahaya sekaligus memikat dalam misi ini.

Mobil taktis yang dikendarai Flyn perlahan mundur dan terparkir rapi di sudut jalan, beberapa puluh meter dari garis batas perimeter rumah dinas.

Chester, yang baru saja tiba dari markas dengan serba hitam seragam dinasnya, memperhatikan pergerakan timnya itu dari balik kemudi sebelum akhirnya melangkah keluar.

Suara langkah sepatu laras Chester yang berat dan konstan bergema di halaman yang sepi.

Belum sempat ia menyentuh gagang pintu, daun pintu baja itu sudah berayun terbuka. Ayyana berdiri di sana, tak perlu waktu lama baginya untuk menyadari bahwa Chester telah pulang.

Langkah Chester terhenti di ambang pintu.

Matanya langsung memindai Ayyana layaknya pemindai X-ray—dingin, cepat, dan penuh analisis mendalam.

Mulai dari rambut hitam yang diikat asal, setelan piyama sutra krem yang memamerkan kaki jenjangnya, hingga raut wajah wanita itu yang nampak jauh lebih segar setelah membersihkan diri.

Aroma vanila bercampur hint spicy yang manis menguar kuat dari tubuh Ayyana, langsung menyeruak memenuhi indra penciuman Chester dan mengusik udara malam yang dingin di sekitar mereka.

Chester melangkah masuk tanpa mengucapkan salam. Pria itu menutup pintu baja di belakangnya dengan rapat, memutus hembusan angin malam yang dingin.

Tanpa membuang waktu atau bertanya sepatah kata pun, Chester langsung menatap Ayyana lurus-lurus dengan pandangan tajam yang menuntut kepatuhan mutlak.

"Aturan tambahan mulai malam ini," ucap Chester datar, suaranya terdengar sangat rendah dan dingin saat ia melepas sarung tangan taktisnya. "Dilarang memakai pakaian dengan panjang kurang dari 150 cm kalau saya tidak ada di rumah ini."

Ayyana membelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Apa?"

"Kamu dengar saya, Ayyana," pangkas Chester tegas, menatap kaki jenjang Ayyana yang terekspos sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke mata wanita itu. "Anggota Team Eclipse memang terlatih dan terikat sumpah. Tapi rumah ini adalah area pengawasan. Jangan memancing perhatian atau memberi kelonggaran visual pada siapa pun yang mengetuk pintu ini saat saya tidak di tempat."

Pria itu melewati Ayyana begitu saja, melangkah menuju meja dapur dengan ketenangan yang mengintimidasi, meninggalkan Ayyana yang mendadak membisu menahan kejengkolan luar biasa atas kediktatoran suaminya tersebut.

Ayyana menatap punggung Chester yang tenang di dekat meja dapur dengan napas yang mulai memburu. Rasa frustrasi dan ketidakterimaan yang menumpuk sejak pagi akhirnya pecah.

"Nggak," pangkas Ayyana tegas, melipat kedua tangannya di dada dan menolak bergeming. "Aku nggak setuju."

Chester meletakkan kunci mobilnya di atas meja dapur. Gerakannya terhenti sejenak, namun ia tidak berbalik. "Ini bukan tawaran, Ayyana. Ini protokol keamanan."

"Protokol keamanan atau kontrol konyolmu saja?" tembak Ayyana tajam, melangkah dua tindak mendekati meja dapur. "Ini rumah, Chester. Bukan markas komando! Pakaianku ini piyama biasa di dalam rumah yang katanya 'tertutup dan aman' dari orang luar. Kalau timmu yang terlatih itu nggak bisa menjaga pandangannya, masalahnya ada di mereka, bukan di pakaianku!"

Chester perlahan memutar tubuhnya. Tingginya yang menjulang dan bahunya yang lebar seketika memotong jarak di antara mereka, menciptakan aura intimidasi yang biasa membuat prajurit kawakan memilih mundur. Namun Ayyana tidak bergeming; mata cokelatnya menatap lurus, menantang pasang mata hitam sang Kapten tanpa rasa takut.

"Tim saya profesional," balas Chester, suaranya sangat rendah, hampir berupa bisikan mengancam yang tertahan. "Setiap inci informasi tentang kamu—termasuk apa yang kamu kenakan di dalam rumah ini—adalah celah yang bisa dimanfaatkan lawan kalau ada sensor atau kamera pengintai yang lolos dari pemeriksaan."

"Alasan!" Ayyana mendengus sinis, menyipitkan matanya. "Kamu cuma tidak suka kontrolmu dibantah. Kamu mau mengatur jam tidurku, makananku, sampai cara berpakaianku di kamarku sendiri?"

"Saya mengatur apa pun yang perlu diatur agar kamu tetap hidup," pangkas Chester tanpa jeda, memotong jarak hingga tinggal satu langkah di depan Ayyana.

Aroma musk khas Chester yang bercampur bau mesiu tipis mendadak bentrok dengan wangi vanila dan spicy lembut yang menguar dari tubuh Ayyana.

Tatapan Chester tertahan selama beberapa detik pada rona merah di pipi Ayyana akibat amarah, sebelum akhirnya kembali mengunci matanya.

"Selama pernikahan ini berlangsung dan nama belakangmu adalah Sinclair," tambah Chester, menundukkan kepalanya sedikit agar suaranya terdengar makin mengikat, "aturan saya adalah hukum di rumah ini. Terima atau tidak."

Ayyana mengepalkan tangannya rapat-rapat, giginya menekan bibir bawah untuk menahan rentetan makian yang sudah sampai di ujung lidah.

Berdebat dengan pria ini seperti mencoba melunakkan dinding baja—sia-sia dan hanya menguras energinya.

"Terserah kamu, Diktator brengsek!" desis Ayyana tajam.

Ia memutar tubuhnya kasar, menghentakkan kaki menaiki anak tangga satu per satu dengan amarah yang membakar dada. Begitu sampai di lantai dua, suara dentuman keras menggema di seluruh sudut rumah dinas.

BRAK!

Pintu kamar utama dibanting hingga bergetar, disusul bunyi klik nyaring dari smart-lock yang dikunci dari dalam.

Keheningan mendadak melingkupi lantai satu.

Di dekat meja dapur, Chester berdiri mematung. Sisa aroma vanila dan hint spicy milik Ayyana masih tertinggal pekat di udara, mengusik indra penciumannya.

Chester memejamkan mata erat-erat, perlahan menyandarkan pinggulnya ke tepi meja kayu tebal di belakangnya.

Tangan kanannya terangkat, meremas kain seragam dinas tepat di atas dada kirinya yang mendadak berdetak tidak beraturan.

Detak jantung yang biasanya selalu stabil dan terkontrol dalam situasi paling kritis sekalipun di medan perang, kini berpacu kencang hanya karena tatapan menantang dan kedekatan jarak dari wanita itu.

Chester menghembuskan napas kasar yang berat, menengadah menatap langit-langit ruang tengah yang gelap.

Ia tahu aturan 150 centimeter itu bukan murni soal protokol keamanan atau sensor pengintai Harris.

Itu adalah garis batas yang mati-matian ia bangun untuk dirinya sendiri—sebuah benteng pertahanan terakhir agar ia tidak benar-benar kehilangan kendali atas akal sehatnya di hadapan istri formalnya sendiri.

1
YuWie
memang begitu rumit ya kehidupan militer dikalangan para jendral..
IceQueen
seruuu
Mei TResna Rahmatika
kok di ulang thor bab nya
Muse_Cha: oiya ya. maaf ya aku jadwalin 2x brati 😭🙏 makasih ya kak udah remind
total 1 replies
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!