NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:99.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahkan Seorang Pemuda Sudah Punya Kekasih

Sha Nuo berdiri sedikit jauh dari mereka sambil menatap pertarungan yang akan segera dimulai. Ia kemudian menggelengkan kepalanya perlahan.

“Hanya demi seorang wanita...”

Tatapannya berpindah dari Gao Rui kepada Bao Chu.

“Bisa sampai saling berkelahi. Temannya juga ikut membantu.”

Sha Nuo menghela napas.

“Anak muda memang sulit dipahami.”

Di sisi lain, orang-orang yang mengelilingi tempat itu menatap kedua pemuda tersebut dengan perasaan tidak menentu.

Mereka tentu tidak mengenal Gao Rui. Bagi mereka, pemuda itu hanyalah seorang anak muda asing yang tiba-tiba menantang Tuan Muda Keluarga Bao. Namun melihat usia Gao Rui, beberapa orang justru mulai merasa kasihan.

“Pemuda itu masih sangat muda.”

“Sepertinya lebih muda daripada Tuan Muda Bao Chu.”

“Dia benar-benar berani menantang Bao Chu.”

“Semoga dia tidak terluka parah.”

Beberapa orang bahkan diam-diam berdoa.

Mereka tidak tahu siapa Gao Rui sebenarnya. Mereka hanya melihat seorang pemuda yang masih terlihat seperti anak berusia tiga belas atau empat belas tahun berdiri di hadapan seorang tuan muda dari keluarga bangsawan. Tidak ada yang menyangka bahwa justru Bao Chu yang akan berada dalam bahaya.

Bao Chu menggenggam pedangnya erat. Tatapannya menjadi semakin dingin.

“Bersiaplah.”

Begitu suaranya jatuh, tubuhnya langsung bergerak.

“Swish!”

Kecepatannya meningkat drastis. Pedang di tangannya menebas ke arah Gao Rui dengan gerakan tajam. Tebasan itu membawa kekuatan yang cukup besar hingga angin di sekitar mereka ikut terbelah.

Namun Gao Rui hanya memiringkan tubuh. Pedang tersebut melintas tepat di samping tubuhnya.

“Whush!”

Bao Chu bahkan belum sempat mengubah arah serangannya ketika Gao Rui sudah bergerak. Kaki Gao Rui terangkat.

“Buk!”

Tendangannya menghantam tepat ke bagian perut Bao Chu.

Mata Bao Chu langsung membelalak.

“Ugh!”

Tubuhnya terlempar mundur. Pedang yang berada di tangannya terlepas dan jatuh ke tanah.

“Clang!”

Bao Chu mundur beberapa langkah sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan.

“Buk!”

Tubuhnya kembali terdorong ke belakang. Matanya melotot dan mulutnya terbuka.

“Uek!”

Makanan yang sebelumnya ia makan langsung keluar dari mulutnya.

Beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung terdiam. Sebagian bahkan terlihat meringis.

“Ew...”

“Itu... makanan?”

“Dia sampai memuntahkan makanannya.”

“Aku tidak sanggup melihatnya.”

Pemandangan itu memang cukup menjijikkan.

Bao Chu sendiri tampak sangat malu. Wajahnya memerah karena menahan sakit sekaligus menahan rasa malu di depan begitu banyak orang.

Para pengawalnya langsung terkejut.

“Tuan Muda!”

Mereka sama sekali tidak menyangka pertarungan itu berakhir hanya dengan satu serangan.

Dua orang segera berlari mendekati Bao Chu untuk memeriksa keadaannya.

“Tuan Muda, Anda baik-baik saja?”

Sementara empat pengawal lainnya langsung mencabut pedang.

“Bocah!”

“Kau berani melukai Tuan Muda!”

Mereka bersiap menyerang Gao Rui.

Gao Rui langsung mengambil posisi. Tatapannya menjadi serius.

“Kalau kalian ingin maju, ayo.”

Empat pengawal itu bergerak hampir bersamaan. Namun sebelum mereka sempat mendekati Gao Rui...

“Buk!”

Sebuah tendangan menghantam salah seorang dari mereka.

Tubuhnya langsung terlempar.

“Bruk!”

Pengawal kedua bahkan belum sempat bereaksi.

“Buk!”

Tendangan lain menghantam tubuhnya.

Dua orang sisanya mencoba menghentikan sosok yang tiba-tiba muncul. Namun hasilnya sama.

“Buk!”

“Brak!”

Keempat orang tersebut terlempar jauh dan berguling beberapa meter di tanah. Kerumunan langsung gempar.

“Apa yang terjadi?”

“Siapa yang menyerang mereka?”

Semua mata tertuju kepada satu sosok, Sha Nuo. Pria bertubuh besar itu berdiri di antara Gao Rui dan keempat pengawal yang terlempar. Ia bahkan tidak terlihat serius.

Sha Nuo kemudian mengalihkan pandangannya kepada dua pengawal yang sedang memeriksa keadaan Bao Chu. Tatapannya membuat kedua orang tersebut langsung membeku.

“Ini permasalahan para bocah.”

Suara Sha Nuo terdengar tenang.

“Orang tua tidak diperkenankan ikut.”

Dua pengawal itu menelan ludah. Mereka tidak berani menjawab. Entah mengapa mereka merasa, pria yang baru saja menendang rekan-rekan mereka itu, sangatlah kuat.

Gao Rui kemudian memandang orang-orang Keluarga Bao itu.

“Bawa tuan muda kalian pergi.”

Tidak ada yang membantah. Dua pengawal segera membantu Bao Chu berdiri. Empat orang lainnya yang tadi terlempar juga bangkit dengan susah payah. Mereka kemudian membopong tubuh Bao Chu dan buru-buru meninggalkan tempat tersebut.

Kerumunan membuka jalan. Tidak ada seorang pun yang berani menghalangi.

Gao Rui memperhatikan mereka sampai menghilang di kejauhan. Setelah itu ia kembali kepada Lin Xuan.

“Saudara Xuan, ayo kita cari tempat yang lebih nyaman. Aku ingin mendengar ceritamu dari awal.”

Lin Xuan mengangguk.

“Baik.”

Sha Nuo ikut berjalan di belakang mereka.

Tidak lama kemudian, ketiganya tiba di sebuah kedai makan yang cukup ramai. Mereka memilih meja di sudut yang agak tenang. Sekalian mencari tempat untuk berbicara, mereka juga memutuskan untuk makan.

Lin Xuan duduk sambil meminum sebuah pil penyembuh yang diberikan Gao Rui. Ia menelan pil tersebut, kemudian mengatur napas.

“Terima kasih, Saudara Rui.”

Gao Rui tertawa kecil.

“Tidak masalah. Kau temanku.”

Lin Xuan tersenyum.

Namun sebelum percakapan mereka berlanjut, Sha Nuo tiba-tiba membuka suara.

“Kau ini... masih muda saja sudah mempunyai kekasih.”

Lin Xuan langsung menoleh.

Sha Nuo menatapnya dengan serius.

“Seharusnya waktumu dihabiskan untuk berlatih bela diri.”

Lin Xuan terdiam. Pria bertubuh besar di hadapannya sejak awal memang menarik perhatiannya. Bukan hanya karena ukuran tubuhnya.

Namun sejak pertama kali melihat pria itu, Lin Xuan sudah dapat merasakan sesuatu yang berbeda. Aura pria ini sangat kuat.

Hanya dengan sekali tatapan, Lin Xuan sudah tahu bahwa dirinya tidak akan mampu melawan pria yang datang bersama Gao Rui ini. Bahkan ia merasa mungkin saja kekuatan pria tersebut setara dengan salah satu tetua Sekte Gunung Giok.

Lin Xuan segera merasa tidak enak hati.

“Baiklah. Aku akan mendengarkan nasihat Senior.”

Sha Nuo mengangguk puas.

“Bagus.”

Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan mulai dihidangkan.

Mereka sengaja memesan makanan ringan dan beberapa minuman saja. Setelah semua hidangan berada di atas meja, Gao Rui dan Lin Xuan mulai berbincang dengan lebih santai.

Keduanya memang sudah cukup lama tidak bertemu. Mereka membicarakan keadaan Sekte Gunung Giok, teman-teman lama, serta beberapa hal yang mereka alami selama tidak bertemu.

Namun Gao Rui sama sekali tidak membahas teman mereka yang lain, Huo Jian. Sebelum mereka berpisah sebelumnya, Huo Jian meminta Gao Rui tidak mengabarkan keadaannya sekarang pada teman-temannya. Termasuk ke Lin Xuan.

Suasana perlahan menjadi lebih hangat. Hingga akhirnya Gao Rui teringat sesuatu. Ia menatap Lin Xuan sambil tersenyum.

“Saudara Xuan.”

“Seberapa cantik kekasihmu sampai Tuan Muda Bao Chu begitu tergila-gila kepadanya?”

Lin Xuan langsung tertawa.

“Pertanyaan macam apa itu?”

Gao Rui mengambil sepotong makanan.

“Aku penasaran.”

“Jarang ada orang sampai berani mengeroyok seseorang hanya demi merebut kekasihnya.”

Lin Xuan menggeleng sambil tersenyum.

“Dia memang sangat cantik.”

Gao Rui semakin tertarik.

“Seberapa cantik?”

Lin Xuan mulai menjelaskan.

Sementara itu, Sha Nuo tidak mengatakan apa-apa. Namun telinganya diam-diam memperhatikan percakapan mereka.

Awalnya ia tidak berniat ikut campur. Namun semakin lama Lin Xuan berbicara, semakin besar rasa penasarannya.

Sha Nuo akhirnya tidak tahan. Ia meletakkan cangkirnya.

“Ngomong-ngomong...”

Gao Rui dan Lin Xuan menoleh kepadanya.

Sha Nuo berpikir sejenak mencari kata yang tepat.

“Dulu bagaimana kau menyatakan perasaanmu kepadanya?”

Lin Xuan berkedip.

“Menyatakan perasaan?”

Sha Nuo mengangguk.

“Bagaimana kau mengungkapkan perasaanmu sampai akhirnya dia menerima dirimu sebagai kekasih?”

Lin Xuan hendak menjawab.

Namun sebelum satu kata pun keluar dari mulutnya...

“Brak!”

Pintu kedai tiba-tiba ditendang hingga terbuka dengan keras. Orang-orang di dalam kedai langsung terkejut. Suasana yang sebelumnya tenang mendadak berubah.

Beberapa orang berpakaian seperti pengawal masuk ke dalam kedai. Wajah mereka terlihat penuh kemarahan.

Lin Xuan langsung mengenali mereka.

“Itu...”

Gao Rui mengangkat alis. Sha Nuo hanya melirik sekilas.

Salah seorang pria melangkah maju dan berteriak keras.

“Mana orang yang bernama Lin Xuan?”

1
Nanik S
Paman Nuo.... minum tehnya gak usah pedulikan yang lain kecuali Gao Rui
Nanik S
Paman Nuo... kenapa Rui suruh bersiap memang Kejutan apa yang akan Paman Berikan 🤣🤣🤣👍👍👍
tariii
bersiap apa nich, paman?? jangan buat penasaran lah...🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
miss blue 💙💙💙
gou rui sama paman nuo pasti mau bikin pesta sendiri 🤣🤣🤣
angin kelana
waduh apakah akan ada penyerangan???💪💪💪
John Travolta
bagusss 👍👍👍👍👍👍
Eka Haslinda
ternyata paman Nuo benar2 gak terkenal 🤣🤣🤣
Warda Rahmawati
apakah paman nuo akan hilang disini??
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Eko🍤
akan ada kehebohan nih🤣🤣👍semua pasti kaget 🤣👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭lucuuuu
Andy Silalahi
makin lama makin keren ceritanya. sangat layak utk dibaca
Andy Silalahi
bruakaakkaka cerita paling kacau tp itu yg bikin novel ini makin gua suka. tq Thor utk idenya
Nanik S
Bagaimana nanti LAN Suya akan memperkenalkan Sha Nuo diperjamuan
Nanik S
Paman Nuo... Rui memang paling enak diajak bergurau dan Usilnya jangan ditanya🤣🤣🤣
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!