NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Padahal dalam bayangan, malam ini akan dinner romantis dengan Sandi di kafe dengan nuansa aesthetic ditemani alunan lagu-lagu romantis. Mengobrol sambil ketawa ketiwi membayangkan masa depan yang ingin mereka bangun bersama. Nanum yang terjadi tidaklah seperti itu, Nisa malah terdampar di resto mie pedas dengan laki-laki antah berantah yang baru ketemu hari ini.

Mie level 7 dipesan Nisa meski makannya sambil nangis dan keluar keringat sebiji jagung. Duduk di meja paling belakang pojok biar bisa nangis tanpa banyak yang ngeliat. Patah hati seperti ini memang cocok banget kalau makan yang pedas-pedas untuk menyamarkan tangisnya. Padahal terhitung sudah sejak di kafe tadi ia menangis, lebih dari satu jam yang lalu, tapi rasanya masih belum puas, masih pengen menangis.

"Mau nambah?" Ojan bertanya setelah menyedot vanila latte nya yang tinggal setengah. Ia melihat isi piring Nisa yang hampir tandas, sementara miliknya sudah habis lebih dulu.

Nisa mengangguk. "Tolong pesanan lagi level 10."

Ojan auto memijat pelipisnya sambil membuang nafas kasar.

"Aku ganti uangnya." Nisa melihat ekspresi keberatan di wajah Ojan. Semua yang mereka makan tadi, dibayar oleh laki-laki itu.

"Bukan masalah uangnya, tapi kasihan sama perut kamu, Mbak. Udah hati kamu sakit, masa badan mau kamu siksa juga sih? Kalau orang lain gak bisa mencintai kamu lagi, minimal kamu yang mencintai dirimu sendiri." Melihat Nisa semakin sesenggukan, ia beranjak, mengambil beberapa lembar tisu di meja pelayanan lalu memberikannya pada Nisa.

Ponsel Nisa yang tergeletak di atas meja tiba-tiba menyala lalu bergetar, menimbulkan bunyi karena bergesekan dengan meja. Melihat nama Ibunya di layar, Nisa segera menjawab.

"Assalamu'alaikum, Bu."

"Waalaikumsalam. Nis, kok belum pulang?"

"Iya, bentar lagi Nisa pulang, Bu. Ini masih makan. Kalau Ibu mau tidur, tidur aja, pintunya jangan dikunci."

Nisa kembali meletakkan ponsel setelah sambungan terputus. "Makasih buat traktirannya." Selain mengelap air mata, ia juga mengelap bibir.

"Aku yang harusnya terimakasih karena sudah diberi kado."

Nisa tersenyum kecut. Hatinya kembali sakit teringat kado tersebut. Ia mengambil dimsum yang tersisa satu, segera menghabiskan karena harus pulang.

Ojan yang sedang sibuk dengan ponsel, tiba-tiba berdecak, mengundang perhatian Nisa.

"Mbak, boleh pinjam ponselnya bentar? Kuotaku habis, mau WA Mama. Kalau jam segini belum pulang, dia suka nyariin, khawatir."

Tak langsung menyerahkan ponselnya, Nisa malah menatap Ojan curiga. Zaman sekarang, banyak sekali modus penipuan, dia harus waspada terhadap orang yang baru dikenal.

"Gitu banget ngeliatnya. Sumpah, gak mau macem-macem kok. Ada m banking nya ya? Tenang, gak akan aku bajak HP nya. Gini aja deh, kamu yang tulis pesannya, lalu kirim ke ibuku, nanti nomornya aku kasih tahu."

Mungkin seperti itu lebih baik daripada menyerahkan ponselnya. Mau bilang tidak juga sungkan, soalnya sudah ditraktir. Ia menganggur, menyalakan layar ponsel lalu mengetik pesan yang ingin dikirim Ojan ke Ibunya. Selesai mengetik, ia memasukkan nomor sesuai yang diucapkan Ojan. Dan beberapa saat kemudian.

Kling

Terdengar bunyi notifikasi.

"Makasih Mbak, aku save nomor kamu."

Mulut Nisa menganga, bengong beberapa saat. Jangan bilang tadi...

"Iya, itu nomor aku. Jangan lupa disave." Ojan menahan senyum.

Nisa mendengkus, kesal ternyata dikerjain. Ia memasukkan ponsel ke dalam tas, lalu meninggalkan resto.

Ojan terus ngintilin Nisa sampai berhenti di depan sebuah rumah berukuran kecil di suatu gang yang tak terlalu besar. Gang yang tak bisa dilewati dua buah mobil saat berpapasan.

Nisa turun dari motor, membuka pagar rumahnya.

"Aku gak ditawarin mampir, Mbak?"

Nisa hanya nyengir. Ia memasukkan motor, lalu kembali menggembok pagar.

"Jangan nangis lagi Mbak, laki-laki bukan hanya satu di dunia. Nih, depan kamu juga laki-laki. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Nisa menuntun motornya ke teras, diparkir berjajar dengan motor ayah dan adiknya. Ia masuk ke dalam rumah yang sudah gelap. Tapi bagus sih, jadi gak ada yang melihat matanya sembab, gak perlu juga mengarang cerita.

Sesampainya di kamar, ia menghempaskan tubuh lelahnya di atas kasur yang tak seberapa empuk. Menatap nanar plafon, dan kembali lagi.

Tes

Air matanya meleleh. Terlalu banyak kenangan dengan Sandi, rasanya mustahil ia akan baik-baik saja setelah ini. Belum lagi, mereka bekerja di tempat yang sama, bertemu pasti masih setiap hari. Dan bisa dipastikan, waktu untuk move, pasti juga akan lebih lama. Ia mengambil ponsel di dalam tas, mengecek benda pipih itu. Berharap tiba-tiba ada pesan masuk dari Sandi, yang mengatakan jika tadi hanyalah prank di hari anniversary. Tapi nyatanya tak ada pesan masuk atau pun panggilan. Ia terlalu naif, masih berharap pada laki-laki itu.

"Nis, soal hubungan kita, dirahasiakan saja ya." Ujar Sandi malam itu, setelah ia wawancara pagi hari dan resmi di terima di kantor tempat Nisa bekerja. "Ini kan privasi, gak enak aja."

Bodohnya, Nisa percaya, dan langsung setuju saja. Cinta membuatnya buta, membuatnya bisa mentolerir semua ucapan dan perbuatan Sandi. Membuatnya selalu mencari pembenaran di setiap keputusan laki-laki itu. Sekarang, ia baru sadar, kalau Sandi melakukan itu, semata-mata bukan hanya karena privasi, tapi Sandi malu punya pacar OB.

1
Hani Ekawati
Pokonya klo ngomong sama ras terkuat di bumi kamu ga bakal menang Jan 😁
Semoga dengan nama panggilan Ula dan Ule, twins sehat, udah cukup pas baru lahir di NICU sampe beberapa hari.
Tetanggaku juga anaknya pas baru lahir di NiCU sampe seminggu, dikasih namanya Hafis, sering sakit sakitan bulak balik rumah sakit. Terus di saranin sama si kakek bayi itu namanya Bayu, sekarang dengan nama itu anaknya sehat terus entahlah mitos atau fakta😁
Hani Ekawati
Nah tuh itu bagus, namanya orang barat tapi panggilan tetap lokal 🤭
Hani Ekawati
Ya engga apa2 atuh Jan ☺️
Hani Ekawati
Nah iya kadang kan suka minta pendapat sama penjaga toko, aku juga gitu kira kira yang lagi laris dipasaran yang mana 😁
Hani Ekawati
Aku pernah dikasih oleh oleh sama ponakan yang kerja di Singapur dikasih sepatu asli sepatunya nyaman banget ☺️🤭
Hani Ekawati
Berarti PR buat Nisa dan Ojan buat ngasih nama panjang buat twins, entah itu namanya mau kebarat baratan atau ketimur timuran tapi untuk panggilan fix Ula dan Ule 😁
Penasaran Thor nama lengkap twins apa sih 😁🤭
Hani Ekawati
Pak Yapto donatur finansial dan Ojan donatur bibit nya 😁🤭
Hani Ekawati
Alhamdulilah Nis kamu punya mertua baik banget meskipun di awal pacaran sama ojan pak Yapto nyebelin tapi pas kamu udah nikah ternyata aslinya dia baik dan perhatian ☺️
Hani Ekawati
Pak Yapto gitu gitu setia banget loh Jan
Hani Ekawati
Pusing ya Ma, anak sama bapak jadi berantem terus apalagi perihal nama panggilan twins 🤭
Hani Ekawati
Tuh kan orang tua jaman dulu masih percaya mitos nama panggilan pun berpengaruh katanya biar sehat mulus Rahayu 😁
Hani Ekawati
Lah bener ternyata nama panggilannya twins yang cowok Ule 🤭
Hani Ekawati
Semoga twins segera sehat agar bisa berkumpul dengan keluarga dirumah
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah jan ngalah aja
Shee_👚
namanya beneran bagus tapi panggilan nya astaghfirullah
ini pak yapto kenapa sih harus itu nama panggilannya 🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah sa rejeki kamu jadi mantu idaman. apa² juga tergantung kitanya. kalau kita baik, sopan santun dan nurut pasti mertua juga baik🤗
Shee_👚
sabar jan, tar lama² anak mu namany ulele ulala😂😂😂
Hani Ekawati: Benar benar bikin ketawa perihal nama panggilan twins 😁
total 1 replies
Wiwie
yg bner aj kak msa ula sma ule 😭😭😭
Yeni Fitriani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣thoor jgn bikin opa ula dan ule nakal ya... tetaplah dia jd opa yg setia pd satu omanya sj.... cukup naina dan sandi saja yg jd penjahat cinta di novel ini.... ya penjahat cinta yg insaf.
sutiasih kasih
ojan trtekan batin.... punya anak tpi tak punya kuasa..... mna istri jga milih kubu opa si kembar...
inget ojan.... selain donatur dilarang ngaturrrrrr.....😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!