Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
"Lihat lah sayang, apa yang kau cemaskan tidak terjadi kan? Ibu sangat menyayangi Kevin, dia akan memberikan segala nya untuk cucu nya!" Gibran berkata pada Santi.
"Iya mas, akhir nya aku lega setelah memastikan ibu mu menerima Kevin!" Santi berkata dengan senyum bahagia di sudut bibir nya.
"Papa, Mama, tadi nenek memberikan aku banyak uang. Dia juga tanya pada ku, apa mainan kesukaan ku!" Kevin berkata sambil menunjuk kan lembaran uang merah yang tadi di berikan oleh bu Meri.
"Wah, ibu mu baik banget mas. Dia memberikan banyak uang pada Kevin!" Ucap Santi
Santi mengambil semua uang itu dari tangan Kevin, lalu dia membuka lembaran itu di depan mata nya. Santi merasa sangat yakin, bu Meri sudah menerima diri nya dan juga putra nya.
"Sayang, aku ini putra ibu satu - satu nya. Sedangkan Sarah, dia cuma menantu di rumah ini. Sekalipun Sarah adalah menantu kesayangan ibu, tapi dia tidak bisa memberi ku keturunan. Tetap kau dan Kevin lah pemenang nya!" Ucap Gibran kembali.
"Mas, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera melakukan pernikahan ulang. Dengan begitu, secepat nya semua harta ini menjadi milik kita!" Santi berkata dengan penuh percaya diri.
Gibran mengangguk kan kepala nya, diri nya sependapat dengan Santi. Tidak akan lama lagi, semua harta ini akan menjadi milik nya dan juga ayah nya.
Sementara itu, saat ini Sarah dan bu Meri sudah tiba di rumah sakit kota. Sarah langsung menemui teman nya, yang berprofesi sebagai dokter.
"Dr Ariana, aku butuh butuh bantuan mu!" Sarah berkata pada Ariana.
"Katakan saja Sar, apa yang bisa saya bantu?" Tanya dokter Ariana dengan ramah.
"Aku ingin kau melakukan tes DNA atas kedua orang ini!" Sarah berkata sambil menyerahkan 2 kantong kecil berisi rambut Gibran dan Kevin.
"Sarah, apa semua nya baik - baik saja?" Tanya Ariana dengan cemas.
"Tidak Rin!" Jawab Sarah lirih sambil menggelengkan kepala nya.
Bu Meri mengerti perasaan Sarah, dan orang yang sudah melukai nya adalah putra kandung nya sendiri. Bu Meri pun menjelaskan semua nya pada dr Ariana, tanpa ada yang di lewati nya.
"Maka dari itu dokter Ariana, saya tahu bahwa Gibran tidak bisa memiliki keturunan. Jika kami mengatakan langsung pada Gibran, jelas dia tidak akan percaya karena ada Kevin di antara mereka. Satu - satu nya jalan adalah melaykan tes DNA antara Gibran dan Kevin, saat hasil nya keluar nanti. Baik Gibran, maupun Santi tidak akan bisa menyangkal nya lagi!" Jelas Bu Meri.
"Baiklah, saya akan langsung melakukan tes DNA itu. Secepat nya hasil nya akan keluar dan saya akan memberi tahu kalian!" Dokter Ariana berkata.
"Terima kasih banyak Ariana, kami permisi pulang dulu. Takut nya mas Gibran dan Santi curiga aku dan ibu keluar bersama!" Sarah berpamitan oada sahabat nya.
"Iya Sar, silahkan. Semoga kau selalu kuat ya!" Ariana ikut prihatin dengan keadaan yang menimpa sahabat nya tersebut.
Sarah dan bu Meri bergegas pulang ke rumah, mereka tidak mau membuat Gibran curiga jika terlalu lama berada di luar.
*******
Pagi ini, Gibran dan Santi akan segera kembali ke kampung halaman nya. Sebelum nya mereka berpamitan pada bu Meri.
"Bu, sebaik nya ibu ikut bersama kami pulang ke kampung halaman nya Santi sekarang juga!" Gibran berkata ibu nya.
"Tidak nak, ibu akan berangkat besok pagi!" Jawab bu Meri menolak tawaran Gibran.
"Bu, besok akad nikah nya akan di adakan pagi hari. Jika ibu berangkat besok pagi, maka siang hari ibu baru tiba di sana!" Kembali Gibran berkata.
"Tidak papa nak, bukan kah resepsi nya di adakan siang hingga malam hari nya. Tidak masalah ibu tidak menghadiri akad nikah nya, tapi ibu akan hadir saat resepsi pernikahan kalian!" Jelas Bu Meri lagi.
"Baik lah, jika itu yang ibu ingin kan. Tapi bapak akan ikut pulang bersama kami hari ini juga!" Ucap Santi pula.
"Iya bu, kalau bapak ikut ibu besok pagi. Bapak pasti kelelahan saat tiba di sana, dan bapak tentu saja harus beristirahat dan tidak bisa menemani Gibran di acara resepsi nya besok!" Pak Burhan menjelaskan alasan nya pada snag istri.
"Tidak papa pak, bapak pergi saja hari ini. Aku akan pergi besok pagi bersama Sarah!" Jawab Bu Meri lagi.
"Ya sudah, jika itu memang kemauan ibu kami pergi sekarang juga!" Ujar Pak Burhan.
Bu Meri mengangguk kan kepala nya, dia tahu kenapa suami nya mau pergi hari ini juga. Karena setelah keluar dari rumah ini, mereka akan menjemput bu Siti wanita yang menjadi selingkuhan nya pak Burhan.
"Gibran, besok bapak dan bu Siti lah yang akan duduk di meja utama mendampingi mu besok. Semua orang di sana tahu nya bahwa bu Siti lah istri bapak!" Pak Burhan berkata pada Gibran setelah mobil meluncur meninggalkan kediaman bu Meri.
"Iya pak, lagi pula ibu akan tiba di sana siang hari. Sedangkan akad nikah nya pagi hari!" Jawab Gibran sambil mengangguk kan kepala nya.
"Mas, tadi ibu mu bilang bahwa besok dia akan datang bersama Sarah. Aku sudah tidak sabar lagi menunggu hari esok, aku akan menunjuk kan pada Sarah bahwa sekarang aku lah istri mu satu - satu nya!" Santi berkata pada Gibran.
"Iya sayang, aku setuju dengan apa yang kau katakan. Aku ingin melihat wajah menyedihkan Sarah, saat pernikahan kita di resmikan di depan semua orang!" Jawab Gibran.
"Aku yakin sekali mas, besok Sarah pasti akan menangis di pojokan. Dia memang wanita mandul dan tak berguna!" Santi menghina Sarah sambil tertawa.
Ketiga orang itu tertawa terbahak, menertawakan Sarah dan Bu Meri. Mereka sangat puas sekali bisa membodohi mereka, mereka tidak sadar bahwa akan ada badai besar yang justru akan menghancurkan mereka.
"Gibran, bu Siti mengalami penyakit batu ginjal. Dia harus segera di operasi secepat nya, bapak menunggu uang dari ibu mu untuk mengobati bu Siti!" Pak Burhan berkata pada Gibran.
"Pak, bapak tenang saja. Setelah hari esok, semua harta kekayaan ibu akan menjadi milik kita berdua. Aku akan hidup bersama Santi dan anak ku, dan bapak akan hidup bahagia selamanya bersama bu Siti!" Gibran berkata dengan rasa percaya diri yanh tinggi.
"Dan ibumu, biarkan dia di rawat oleh Sarah!" Santi ikut menimpali.
Tidak terasa mobil itu sudah berhenti di depan rumah kontrakan bu Siti, mereka akan menjemput bu Siti untuk pulang bersama mereka hari ini. Bu Siti menyambut kedatangan mereka dengan wajah bahagia, dia sendiri sudah siap untuk pergi bersama mereka.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah