Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Damara membuka matanya dan melihat ke arah tangannya yang masih memegang bola lalu damara melihat ke arah Alex yang tersenyum karena bola terakhirnya mengenai target sasarannya.
"Yesss akhirnya yey" teriak senang Alex . Damara mengaruk kepalanya.Namun damara juga tidak mau kalah lalu melempar bola terakhirnya namun sayang tidak mengenai targetnya , damara mendengus kesal , "Yahh kok gak kena sih " kesal damara .
Penjaga both itu tersenyum pada damara dan Alex , "Silakan pilih satu hadiah kak " ucap penjaga both itu, Alex tersenyum dan melihat damara yang masih memberengut kan wajahnya karena kesal.Alex pun menarik damara ke depan hadiah , "Kamu pilihlah yang kamu suka " ucap Alex pada damara.
Damara kaget , "Beneran ,tapi kan kamu yang menang " ucap damara."Tidak papa kamu pilih saja"ucap Alex.Damara tersenyum senang lalu dengan spontan memeluk Alex,"Terima kasihhh ,Aku pilih ya" ucap damara dan memilih hadiah yang disukainya.
Alex yang baru dipeluk damara langsung terbengong , "Aku pilih hadiah itu Teddy bear yang besar " ucap damara pada penjaga both itu.Penjaga both itu pun mengangguk dan memberikan boneka itu pada damara . Damara senang dan langsung memeluk boneka itu .
"Terima kasih Alex" ucap damara senang, Alex yang tersadar dari lamunannya langsung mengangguk , "Kita mau main apa lagi ?" tanya Alex."emm kita main lempar gelang rotan,ayo cepat" ucap damara sambil menarik tangan Alex.
Alex nampak pasrah ketika ditarik damara.Sampai di tempat ,penjaga both itu menyambut damara dan Alex "mari kakak ikuti tantangan lempar gelang rotan,dengan membayar 10.000 nanti saya akan memberikan 6 gelang rotan ,dengan aturan permainan ini cukup masukkan gelang rotan pada papan berbentuk segitiga yang sudah diberi nomor berhadiah " ucap penjaga both itu.
Damara membayar 20.000 untuk bermain ,damara diberi 12 gelang rotan lalu 6 gelang rotan diberi pada Alex . "Ayo kita mulai" ucap damara.Danara dan Alex fokus memasukkan gelang rotan itu ke papan , hingga beberapa menit kemudian Indira berhasil memasukkan 2 gelang rotan. ,sedangkan Alex berhasil memasukkan 5 gelang rotan.
"Yes aku menang lagi " ucap Alex bangga.Damara mengerutkan bibirnya kesal lagi , "Ini tidak adil tanganmu lebih panjang dibandingkan tanganku jadi kamu lebih mudah menjangkaunya dibandingkan aku" ucap damara.Alex tertawa ,"Lalu maksudmu aku harus bagaimana damara tidak mungkin aku harus memotong tanganku" ucap Alex.
"Pokoknya tidak adil " ucap damara , "Ya udah ,di permainan ini kita hitung adil saja ,tapi aku yakin aku akan memenangkan lomba lainnya lihat saja hahahaha" ucap Alex.Damara mendengus kesal , "IHH nyebelin,tapi aku juga akan menang kok ,lihat saja nanti " ucap damara , penjaga both itu kebingungan , "emm kak ini ya hadiahnya selamat " ucap penjaga both itu.
Damara dan Alex menoleh pada penjaga both itu , "hah kok banyak minyak goreng sama tepung kak" ucap damara kaget ,"hehe iya kak soalnya kakak yang ini tadi banyak memasukkan gelang rotan di nomor yang berhadiah minyak tuh lihat di nomor yang berhadiah minyak kakaknya memasukkan 4 gelang rotan" ucap penjaga both itu.
Damara mengangguk "baiklah terima kasih ya kak" ucap damara.Alex tersenyum ,"udah ngak papa ,ini bisa kita hadiahkan untuk ibu,ibu pasti suka karena harga minyak kan juga lagi tinggi " ucap Alex.Damara mengangguk .
Malam sudah semakin larut , tak terasa Alex dan damara telah menyelesaikan tantangan mereka mulai dari bermain menutupi lingkaran,mancing botol, lempar jarum ke balon, serok ikan,dan permainan terakhir yang paling ditertawakan oleh damara yaitu pancing bebek ,karena saat bermain pancing bebek tidak sengaja Alex menginjak tahi bebek ,dan akhirnya damara memenangkan tantangan pancing bebek ,damara mendapatkan bebek 5 sedangkan Alex tidak mendapatkan satu pun karena Alex banyak mengeluh tentang bau ataupun jijik .
Tantangan antara Alex dan damara di pasar malam akhirnya dimenangkan oleh Alex dengan perbandingan skor 4-2 damara hanya memenangkan tantangan pancing bebek dan serok ikan,karena dua tantangan itu sebenarnya adalah kelemahan seorang Alex .
Alex melompat senang , "YESS aku menang ,kamu harus menuruti satu permintaanku" ucap Alex pada Indira , Indira menghela nafasnya "Iya iya kamu mau minta apa?" tanya Indira,Alex tersenyum "Aku akan meminta permintaan itu suatu hari nanti ,dan jika aku sudah mengutarakan permintaanku kamu harus memenuhinya " ucap Alex,damara mengangguk .
Damara kebingungan untuk meletakan hadiah hadiah yang telah ia dapatkan bersama dengan Alex."Alex ini bagaimana cara kita meletakkannya ,aku ingin naik bianglala dan masuk ke wahana rumah hantu " gerutu damara.Alex kemudian melihat ke sekelilingnya ,"kita titipkan di both itu saja ,ayo " ucap Alex ,damara pun mengikuti Alex.
Beberapa menit kemudian , damara menghembuskan nafasnya lega "untung saja penjaga both itu baik hati ,kalau tidak aku tidak tahu mau meletakkannya dimana" ucap damara.Alex hanya mengelengkan kepalanya , "kamu mau naik bianglala dulu atau rumah hantu dulu ?" tanya Alex."Aku mau masuk ke rumah hantu dulu" ucap damara.
Sampainya di wahana rumah hantu damara memesan 2 tiket untuknya dan untuk Alex.Alex melihat kesekeliling wahana itu dan tiba tiba ada suara kencang yang menyeramkan dan ada suara teriakan kencang dari dalam wahana itu yang membuat tubuh Alex merinding.Damara tersenyum "kamu takut ya" tanya damara mengoda Alex.
"Mana ada kamu pasti yang takut " ucap Alex.Damara tertawa , "udah ayo masuk " ucap damara.Alex tiba tiba memegang tangan damara.Damara langsung menatap Alex "emm aku hanya takut kamu hilang dibawa hantu di dalam" ucap Alex.Damara menghela nafasnya kasar ,"Bilang saja kalau takut gengsi amat"batin damara.
Sampainya di dalam damara berjalan di depan dengan Alex yang bersembunyi di belakang damara sambil memegang tangan damara dengan kencang ."Alex jangan kencang kencang memegang tanganku aku tidak bisa leluasa berjalan ini" ucap damara.
Alex tidak menjawab damara karena Alex sedang fokus celingak celinguk takut kalau sewaktu waktu hantu keluar dan menerkamnya .Damara sampai ingin tertawa kencang melihat wajah Alex yang ketakutan sampai berkeringat dingin,namun dia tahan karena tidak ingin membuat Alex merasa insecure terhadap dirinya sendiri.
Tiba tiba ada yang memegang bahu Alex.Alex lalu langsung berhenti berjalan , damara yang merasa Alex berhenti pun ikut berhenti ,damara langsung menoleh kebelakang ,dan matanya melotot tajam , "Alex hantu" ucap damara .Alex langsung menoleh ke belakang dan "arghhhhhhhhg hantu jelek arghhhhhhhh" teriak Alex kencang dan tak sengaja tangannya menarik rambut hantu itu tanpa sadar dan lari terbirit birit meninggalkan damara yang terbengong ,hantu itu berlari mengejar Alex dengan berteriak , "Rambutku kembalikan rambutku" teriak hantu itu.
"Hahahaha" tawa kencang damara melihat Alex yang lari terbirit birit dengan dikejar hantu yang meminta rambutnya yang dikembalikan,damara pun ikut berlari mengejar Alex dengan tawa yang belum hilang sampai membuat perutnya kram.