NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:73.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

"Ham buruan!" Seru Kenan yang duduk di bangku belakang. Di depannya, ada Ilham yang sedang menyetir, dan Elang yang duduk di sampingnya. Kedua sahabatnya yang sejak jam makan siang nongkrong di kafenya, ikut ke klinik tempat kerja Eliana. "Naikin kecepatannya."

"Jangan!" Cegah Elang cepat. "Ini bukan sirkuit balap." Sejak kejadian kecelakaan itu, ia selalu hati-hati di jalan. "Orang lain juga punya kepentingan, bukan cuma elo."

"Tuh, dengerin kata Elang. Sabar napa, Ken." Ilham geleng-geleng.

"Sabar lo bilang! Bini gue kerasukan, dan lo bilang gue musti sabar!" bentak Kenan. "Gimana kalau terjadi sesuatu sama dia."

"Dia itu di klinik, Ken, apa yang harus lo khawatirkan? Banyak tenaga medis disana." Ilham menatap Kenan dari spion tengah.

"Sekolah jauh-jauh sampai ke Jerman, ternyata masih bego juga lo!" umpat Kenan. "Lo pikir tenaga medis bisa nanganin kerasukan? Yang bisa itu Pak Kiai."

"Ya kalo jin nya muslim Ken, kalau nonis?" Ilham malah sengaja membuat Kenan kesal. "Ternyata kita sebelas dua belas, sama-sama bego."

Di samping Ilham, Elang mati-matian nahan tawa.

"Sialan tuh jin, tahu aja mana yang cakep." Kenan mendengus kesal.

"Namanya juga kerja di klinik Ken, banyak orang meninggal di sana, wajar banyak roh gentayangan." Ilham belum juga mau berhenti bicara.

"Mati pala lo!" bentak Kenan. "Disana itu klinik kecil, jarang ada orang meninggal, karena yang gawat, selalu dirujuk ke rumah sakit besar. Disana cuma nanganin orang pilek sama sakit gigi doang."

Ilham nyengir. Agak-agak memang temannya itu, mana ada orang pilek dibawa ke klinik. Kalau iya, kasihan nakesnya, tiap hari disuguhin ingus warna ijo.

"Kenapa harus bini gue sih?" Kenan mengacak rambutnya frustasi, terlihat jelas kecemasan di wajahnya. "Tahu aja kalau bini gue yang paling cakep di klinik itu."

"Gue akuin, bini lo emang cakep sih, tapi sedikit bego." Ilham menahan tawa.

"Maksud lo apa ngomong gitu?" Kenan ngegas, mencondongkan badan ke depan, ke arah Ilham. Telapak tangannya terkepal kuat.

"Santai Bro, santai." Elang yang menoleh ke belakang, mendorong pelan bahu Kenan menjauhi kursi Ilham.

"Apa maksud lo ngomong bini gue bego hah?" ulang Kenan.

"Mau-maunya, sama laki muka pas-pasan kayak elo." Ilham ngakak, begitu pun dengan Elang.

Kenan berdecak kesal, namun sejurus kemudian, tersenyum penuh arti. "Diantara kita bertiga, ok lah, muka gue yang paling pas-pasan. Tapi coba kalian ngaca, udah laku belum? Ngaku ganteng, tapi duluan gue lakunya." Ia ganti tertawa ngakak, sementara dua temannya ganti tersenyum kecut. "Mana gue dapet bini cakepnya gak ketulungan." Tertawa bangga dengan kedua lengan dilipat di dada.

Ilham dan Elang memutar kedua bola matanya malas. Mereka sudah bosan melihat kebucinan Kenan.

"Itu juga karena Eliana udah muak, Ken. Bosen dia lo kejar mulu. Sampai sembunyi ke lubang semut pun, masih...juga lo kejar." Ilham geleng-geleng. Ia tahu sendiri, seperti apa perjuangan sahabatnya itu mengejar cinta Eliana. " Sebenernya Kakaknya Eliana juga gak kalah cakep sih, sayangnya, ia cacat."

"Emang kenapa kalau cacat?" Elang yang sejak tadi diam, langsung menyahut dengan nada tinggi. "Emang orang cacat gak layak dicintai hah? Orang cacat juga manusia, punya hati, punya perasaan. Dia layak dicintai."

Krik krik krik

Hening, tak ada yang bersuara. Kenan menatap Elang, sementar sambil nyetir, Ilham melirik.

"Ka, kalian kenapa?" Elang salah tingkah, menyadari tatapan kedua temannya.

"Lo kenapa tiba-tiba marah?" Kenan masih menatap Elang.

"Ya, ya aku gak suka aja dengan ucapan Ilham. Kalau muji orang cantik, ya cantik aja, kenapa pakai embel-embel cacat segala. Gak ada satu orang pun di dunia ini yang pengen jadi cacat, termasuk Ilona."

Akhirnya, mobil yang dikemudian Ilham sampai di depan klinik. Kenan keluar duluan, lari terbirit-birit ke ruangan istrinya. Saat membuka pintu, ia melihat penampilan istrinya yang acak-acakan. Bukan hanya rambutnya, matanya sembab, terlihat hitam disekitar, efek maskara dan eyeliner yang kena air mata.

"Honey!" Kenan langsung berlari memeluk Eliana.

Tangis Eliana makin pecah di pelukan Kenan.

Ilham dan Elang yang baru masuk, berdiri mematung di dekat pintu.

"Keluar! Keluar!" teriak Kenan, mengusap beberapa kali puncak kepala Eliana. "Keluar!"

Linda yang juga ada di ruangan itu, langsung panik. "I, iya, saya keluar." Ia langsung balik badan ke arah pintu, berjalan cepat, keluar.

"Sadar Honey, sadar." Kenan mengeratkan pelukannya. "Keluar dari tubuh istri gue jin bangsat!"

"Jin!" Eliana melepaskan pelukan Kenan. "Jin apaan?"

Ilham mendekati Eliana, mengangkat dua jarinya. "Ini berapa, El?"

"Dua."

"Kalau ini?" Ilham ganti mengangkat tiga jari.

"Kalian ini kenapa sih?" Eliana menatap Kenan dan teman-temannya bergantian. "Aku udah stress ya, kalian jangan nambah-nambahin, bikin aku makin stress."

"Honey, lihat aku!" Kenan menangkup kedua pipi Eliana, menatapnya. "Aku, siapa kamu?"

"Ish!" Eliana makin kesal, mengenyahkan kedua tangan Kenan dari pipinya. "Kamu kenapa sih?" tanyanya bersungut-sungut.

"Ka, kamu gak kerasukan jin?"

"Jin?" Eliana makin bingung, sejak tadi suaminya menyebut jin. "Jin apa?"

"Ka, katanya kamu kerasukan?"

"Kata siapa?"

"Kata..." Kenan menatap ke arah pintu, Linda sudah tidak ada disana. "Ka, kata Linda."

Eliana bengong, garuk-garuk kepala. Ini sebenarnya ada apa sih, kok dia jadi bingung.

"Jadi, kamu gak kerasukan?"

"Enggaklah!"

"Terus, kok kamu berantakan gini?" Kenan memperhatikan penampilan Eliana. Belum pernah selama mereka kenal, Eliana se amburadul ini.

"Aku itu habis ngamuk! Habis menghajar bajingan, sampah, anj*ng, banci, babi."

"Banyak banget yang lo hajar, El?" celetuk Ilham.

"Lo mau gue hajar juga!"

Ilham langsung kicep, menelan ludah susah payah. "Di pinggir jurang nasib lo Ken. Bikin kesel dikit, pagi-pagi bangun, habis gigi lo, ompong," gerutunya pelan. Elang yang mendengar, menutup mulut dengan telapak tangan, menahan tawa.

"Kamu beneran gak kerasukan, Honey?"

"Enggak!" Eliana memelototi suaminya yang masih kekeh ngatain dia kerasukan.

Kenan mengusap dada, bernafas lega.

"Aku itu habis menghajar Arya. Bajingan dia itu."

Arya!

Nama itu membuat kening Elang seketika mengernyit. Apa itu, Arya pacarnya Ilona? Atau mungkin, Arya yang lain? Arya Saloka mungkin?

"Pacarnya Ilona?" tanya Kenan.

"Siapa lagi." Eliana mendengus kesal. "Bajingan dia itu. Banci. Bisa-bisanya di belakang Kak Lona, dia malah tunangan dengan perempuan lain."

1
RosMa🌹🌹🌹
Ilona masih trauma..
RosMa🌹🌹🌹
Bisa jujur gak kamu Lang..
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
aku pun sama takutnya sama kayak kamu Ken...
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
jangan jatuh cinta sama Elang ya Ilo...
RosMa🌹🌹🌹
betul tuh keluarga si elang kaya harta tapi miskin hati
Felycia Fernandez
😭 ternyata dia punya trauma kk
Sitichodijahse RCakra
sedih bngt part ini😭
Siti Arbaati
waduh, elaaang....kok jadi aku yang baper 😄
Patrick Khan
walah elang yaopo iki 🤣🤣🤣ilona malah berbunga2 engk😁😁
Hani Ekawati
Aku baru inget, sosok ayahnya Ilona belum dimunculkan ya? kemaren baru diceritakan klo ayahnya pensiunan tentara tapi belum ada muncul ngobrol bareng Ilona. Pengen tau reaksi ayahnya Ilona pas ngeliat si Belang.😂
yutantia 10: Ayahnya sudah meninggal kak.
total 1 replies
Hani Ekawati
Dih dasar buaya 🙄 ngambil kesempatan dalam kesempitan 🙄
Hani Ekawati
Minta maaf yang dimaksud Elang bukan itu, Ilona.
Hani Ekawati
Sekarang kamu bisa lihat kan Lang dampak yang kamu akibatkan dari tabrak lari kamu, selain Ilona kehilangan satu kaki, Ilona juga mengalami trauma berat. Bisa kamu bayangkan Lang bagaimana dampak psikologis Ilona pas awal awal Ilona kehilangan satu kaki.
Hani Ekawati
Ilona mengalami trauma berkepanjangan
Septi
walah... 🤦🏻
Sugiharti Rusli
makanya banyak orang juga terlibat cinlok yah kalo masih pada jomblo sih ga masalah, kalo salah satu atau dua" nya sudsh menikah yang bahaya kan dan terjadi perselingkuhan tuh akhirnya,,,
Sugiharti Rusli
bisa jadi dari sini cinta mulai berkembang pada mereka b-2, jadi istilah dulu 'witing tresno jaranan soko kulino' yah terjadi sama mereka
Sugiharti Rusli
asal jangan nanti dipergoki oleh ibunya Ilona saja tuh mereka,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!