NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Taksi kuning usang berhenti tepat di depan gerbang utama Apartemen Mutiara Jinghai.

Jiang Chen keluar dari mobil itu sambil menenteng sebuah kantong plastik kresek hitam yang sangat tipis.

Isi kantong itu hanyalah beberapa helai pakaian kasualnya yang paling bersih dan sebuah sikat gigi bekas.

Su Yuhan memang tidak memberikannya apartemen mewah yang berada di pusat kota metropolitan.

Istri kontraknya itu beralasan bahwa lokasi yang terlalu mencolok akan sangat mudah dilacak oleh mata-mata keluarga Lin.

Oleh karena itu, Jiang Chen ditempatkan di kawasan apartemen menengah yang banyak dihuni oleh para mahasiswa kaya.

Jarak apartemen ini sangat strategis, hanya sekitar satu kilometer dari gerbang utama Universitas Jinghai.

Jiang Chen melangkah masuk melewati lobi apartemen dengan tatapan mata sedikit takjub.

Bagi seorang pemuda yang kemarin masih diancam diusir oleh ibu kos galak, tempat ini sudah terasa seperti istana kerajaan.

Dia menaiki lift menuju lantai delapan dan menyusuri lorong berkarpet merah mencari pintu bernomor delapan nol empat.

Setelah mencocokkan nomor di atas pintu, dia mengetikkan enam digit sandi yang dikirimkan asisten Su Yuhan ke ponselnya.

Tit tit tit. Cklek.

Kunci elektronik berbunyi pelan dan pintu apartemen itu terbuka dengan sangat mulus ke arah dalam.

Jiang Chen melangkah masuk dan langsung disambut oleh hembusan AC yang sejuk dengan aroma pengharum ruangan vanilla.

Ruang tamu apartemen itu tidak terlalu besar, tapi penataannya sangat rapi, bersih, dan modern.

Ada sofa empuk berbentuk L, televisi layar datar raksasa, dan sebuah area dapur bersih di sudut ruangan.

'Wanita es itu ternyata benar-benar tahu cara memperlakukan suaminya dengan fasilitas yang layak,' batin Jiang Chen senang.

Dia melemparkan kantong kreseknya ke atas meja kaca dan merenggangkan badannya yang pegal.

Namun tiba-tiba, telinganya yang sangat tajam menangkap sebuah kebisingan aneh dari arah lorong dalam.

Syuuuur.

Itu adalah suara gemercik air yang jatuh membentur lantai ubin secara terus-menerus.

Suara itu jelas berasal dari arah salah satu kamar mandi yang tertutup rapat di ujung lorong sana.

Dahi Jiang Chen langsung berkerut tajam membentuk garis curiga.

'Su Yuhan bilang apartemen ini kosong dan baru dibelinya minggu lalu atas nama perusahaan.'

'Lalu siapa manusia yang berani-beraninya menggunakan air di dalam sana?'

Pikiran analitis Jiang Chen langsung berputar cepat memikirkan berbagai skenario terburuk.

Apakah keluarga Lin bergerak secepat itu dan mengirim pembunuh bayaran untuk menyergapnya di tempat persembunyian ini?

Atau mungkin ini adalah komplotan perampok spesialis apartemen mewah yang sedang mencuci diri sebelum beraksi?

Aura Jiang Chen yang tadinya santai dan malas langsung berubah menjadi sangat dingin dan waspada.

Dia mengalirkan energi Qi murni ke kedua telapak kakinya, membuat langkahnya seringan bulu dan tidak bersuara sama sekali.

Jiang Chen mengendap-endap mendekati pintu kamar mandi tersebut seperti seekor macan tutul yang mengintai mangsanya.

Telinganya menempel di daun pintu kayu, mencoba mendeteksi irama napas atau pergerakan otot musuh di dalam.

Namun yang terdengar hanyalah suara derasnya air shower yang terus menyala.

'Pembunuh bayaran bodoh, kau meremehkanku dengan mandi di wilayah kekuasaanku tanpa penjagaan,' batin Jiang Chen menyeringai tipis.

Dia memusatkan seluruh tenaganya di pergelangan kaki kanannya dan bersiap menendang.

Tanpa keraguan sedikit pun, Jiang Chen menendang pintu kamar mandi itu sekuat tenaga.

Brak.

Pintu itu terpelanting terbuka dengan sangat kasar hingga gagangnya menghantam dinding ubin bagian dalam dan meretakkannya.

Jiang Chen langsung melesat masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi kabut uap air hangat tersebut.

Tangan kanannya sudah siap membentuk cengkeraman cakar untuk melumpuhkan titik meridian di leher musuhnya.

"Angkat tanganmu ke atas, penyusup bodoh!" teriak Jiang Chen dengan suara menggelegar penuh ancaman.

Namun gerakan tangan pemuda itu terhenti tiba-tiba tepat di udara kosong.

Mulut Jiang Chen terbuka sedikit saat sepasang matanya melihat sosok yang sedang berdiri tepat di bawah pancuran air.

Bukan seorang pembunuh bayaran berotot besar atau perampok bertopeng mengerikan yang ada di depannya.

Melainkan seorang gadis muda berkulit seputih pualam yang baru saja selesai membilas busa dari rambut panjangnya.

Gadis itu mematung dengan mata terbelalak sangat lebar, seolah jiwanya baru saja ditarik paksa meninggalkan tubuh fisiknya.

Waktu di dalam kamar mandi yang sempit itu terasa benar-benar berhenti selama tiga detik penuh.

Jiang Chen menatap gadis itu tanpa berkedip, dan gadis itu menatap Jiang Chen dengan tatapan penuh kengerian.

'Tunggu dulu, sejak kapan organisasi pembunuh bayaran keluarga Lin merekrut wanita cantik?' batin Jiang Chen kebingungan parah.

Matanya tanpa sadar memindai ke bawah, murni karena insting bertarungnya sedang mencari senjata yang mungkin disembunyikan.

Namun yang dia temukan di balik uap air itu hanyalah anatomi tubuh wanita muda tanpa sehelai benang pun yang menutupi.

Tiga detik berlalu dengan sangat lambat, dan kesadaran gadis itu akhirnya ditarik kembali ke dunia nyata.

Wajahnya yang seputih susu seketika berubah menjadi semerah tomat matang dari ujung leher hingga ke telinganya.

"Kyaaaaa."

Sebuah jeritan melengking tinggi yang bisa memecahkan kaca jendela meledak tepat di telinga Jiang Chen.

Gadis itu buru-buru menyilangkan kedua tangannya menutupi area dadanya yang terekspos secara tiba-tiba.

Kakinya mundur dengan sangat panik hingga punggungnya menabrak dinding ubin kamar mandi yang dingin.

"Keluar! Keluar dari sini sekarang juga, pria mesum!" teriak gadis itu histeris dengan air mata yang mulai menggenang.

Tangan kirinya secara refleks meraba apa saja yang ada di rak sabun dan melemparkannya ke arah wajah Jiang Chen.

Wusss. Prang.

Sebuah botol sampo berukuran besar melayang sangat cepat dan menabrak dinding ubin tepat di sebelah kepala Jiang Chen.

Jiang Chen tersentak kaget dan buru-buru mundur satu langkah ke belakang untuk menghindari proyektil mematikan itu.

Bukannya langsung berbalik dan lari keluar seperti pria normal, mulut bodohnya malah mencoba mengklarifikasi situasi dengan cara yang salah.

"Tunggu dulu Nona, jangan berteriak, aku ini bukan pria mesum incaran polisi."

"Aku mengira kau adalah penyusup yang berniat membunuhku, makanya aku mendobrak masuk dengan cepat," jelas Jiang Chen dengan wajah polos.

Penjelasan logis di kepalanya itu tentu saja terdengar seperti omong kosong bagi wanita yang sedang mandi.

Wusss. Duk.

Kali ini botol sabun cair yang masih penuh melayang lurus dan menghantam dada Jiang Chen dengan cukup keras.

"Penyusup?! Kau yang mendobrak masuk ke apartemenku, dasar orang gila!" raung gadis itu semakin marah melihat pelaku tidak mau pergi.

"Tutup matamu dan keluar sekarang juga, atau aku akan berteriak sampai semua satpam di gedung ini datang kemari!"

1
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!